

Sisa akar gigi sering terasa sepele karena kadang tidak langsung menimbulkan nyeri hebat. Namun, banyak panduan kedokteran gigi menjelaskan bahwa akar yang tertinggal dapat menjadi sumber infeksi, nyeri berulang, bengkak, hingga terbentuk kista di tulang rahang jika dibiarkan terlalu lama.
Untuk memahami kenapa sisa akar gigi tidak boleh dibiarkan dan apa langkah aman yang bisa dilakukan, artikel ini bisa dibaca sampai selesai.

Sisa akar gigi adalah bagian akar yang masih tertanam di dalam gusi dan tulang setelah mahkota gigi patah, copot, atau dicabut tidak tuntas.
Biasanya, sisa akar muncul pada kondisi:
Beberapa faktor membuat akar gigi lebih mudah tertinggal.
Penyebab yang sering terjadi:
Kadang, sisa akar tidak langsung disadari, terutama jika pecahan kecil dan tertutup gusi.
Pada awalnya, sisa akar gigi bisa saja tidak bergejala. Namun, seiring waktu, berbagai keluhan mulai muncul.
Gejala yang perlu dicermati:
Pada kasus yang lebih berat, nyeri bisa menjalar ke rahang, telinga, atau pipi, bahkan disertai demam.
Risiko infeksi dari sisa akar gigi yang dibiarkan sebenarnya cukup besar, meski awalnya terasa “biasa saja”. Berbagai sumber kesehatan gigi menjelaskan bahwa akar yang tertinggal dapat menjadi sarang bakteri, memicu infeksi lokal, abses berisi nanah, bahkan memengaruhi jaringan tulang dan kesehatan umum bila tidak segera diatasi.
Saat mahkota gigi sudah hilang, sisa akar yang tertinggal biasanya tidak lagi memiliki fungsi mengunyah. Namun, permukaan akar yang terbuka dapat menjadi tempat berkumpulnya plak, sisa makanan, dan bakteri.
Risiko yang muncul di tahap ini:
Meskipun nyerinya belum hebat, proses infeksi sebenarnya sudah berjalan di bawah permukaan gusi.
Jika infeksi dari sisa akar semakin aktif, tubuh merespons dengan membentuk kumpulan nanah di sekitar akar, yang dikenal sebagai abses.
Ciri abses terkait sisa akar:
Abses yang tidak ditangani dapat pecah sendiri, tetapi sumber infeksi tetap ada. Ini membuat abses berpotensi muncul lagi di waktu lain.
Infeksi dari sisa akar tidak selalu berhenti di sekitar ujung akar. Jika daya tahan tubuh menurun atau jumlah bakteri sangat banyak, infeksi bisa menyebar ke jaringan sekitarnya.
Risiko penyebaran lokal:
Pada tahap ini, infeksi sudah termasuk serius dan sering memerlukan penanganan segera, bukan hanya obat nyeri biasa.
Infeksi kronis di sekitar sisa akar dapat perlahan-lahan merusak tulang rahang yang mengelilinginya.
Akibat pada tulang:
Semakin lama sisa akar dibiarkan, semakin besar kemungkinan tulang yang hilang, dan semakin rumit rencana perawatan ke depan.
Infeksi kronis di sekitar sisa akar dapat memicu terbentuknya kista pada ujung akar.
Risiko terkait kista:
Dengan mengangkat sisa akar sebelum kista terbentuk, tindakan yang diperlukan biasanya jauh lebih sederhana.
Selain infeksi di dalam tulang, sisa akar yang posisinya menonjol dapat melukai jaringan lunak sekitarnya.
Dampak pada permukaan mulut:
Menghaluskan atau mengangkat sumber tajam dari sisa akar membantu menghentikan siklus luka berulang ini.
Infeksi yang bersumber dari sisa akar bisa menyebabkan nyeri kronis, meski kadang tidak selalu sangat tajam.
Dampaknya pada keseharian:
Kondisi seperti ini sering membuat orang bergantung pada obat nyeri, padahal sumber masalahnya masih tertinggal di gusi.
Sisa akar yang terinfeksi dan jaringan di sekitarnya yang meradang menjadi tempat ideal bagi bakteri penghasil bau.
Apa yang bisa terjadi:
Menghilangkan sisa akar dan membersihkan jaringan infeksi sering menjadi kunci untuk mengatasi bau mulut jenis ini.
Selain infeksi, sisa akar yang lama dibiarkan juga dapat memicu terbentuknya kista di sekitar ujung akar.
Beberapa hal tentang kista:
Menghilangkan sumber infeksi, yaitu sisa akar, adalah langkah penting untuk mencegah kista berkembang.
Sebagian orang merasa tidak masalah selama tidak terlalu sakit. Namun, sisa akar yang dibiarkan berarti:
Dengan kata lain, sisa akar gigi adalah “bom waktu” kecil di dalam mulut yang sebaiknya diatasi sebelum meledak menjadi masalah besar.
Pengangkatan sisa akar merupakan tindakan rutin di klinik gigi. Prosedurnya disesuaikan dengan posisi dan ukuran akar yang tertinggal.
Gambaran umum prosedur:
Setelah pengangkatan, area dibersihkan dan biasanya dijahit. Pasca tindakan, pasien akan diberi panduan perawatan, obat nyeri, dan kontrol ulang bila perlu.
Banyak orang membayangkan tindakan ini menakutkan. Padahal, dengan teknik dan anestesi yang tepat, prosedur pengangkatan sisa akar umumnya dapat dilakukan dengan nyaman.
Hal yang membantu menenangkan:
Memilih klinik dan dokter yang terbiasa melakukan tindakan ini membantu membuat pengalaman lebih tenang.
Kalau kamu merasa ada “sisa tajam” di gusi bekas gigi yang hilang, sebaiknya periksa ke Sozo Dental Clinic untuk memastikan apakah masih ada akar yang tertinggal. Sensasi tajam bisa berasal dari sisa akar, serpihan gigi, atau bahkan fragmen tulang kecil di area bekas cabut.
Di Sozo Dental, dokter akan memeriksa area tersebut, melakukan rontgen bila diperlukan, dan menjelaskan kondisi sebenarnya. Dari sini, kamu bisa tahu apakah cukup observasi atau memang perlu tindakan pengangkatan.
Sozo Dental menyediakan layanan tindakan bedah kecil dan pencabutan sisa akar dengan pendekatan yang terencana.
Layanan yang relevan:
Pendekatan di Sozo Dental tidak hanya fokus menghilangkan sisa akar, tetapi juga memikirkan langkah selanjutnya untuk kesehatan dan fungsi gigi secara keseluruhan.
Keunggulan yang bisa kamu rasakan:
Sisa akar gigi bukan sekadar “sisa biasa” yang akan hilang sendiri. Di dalamnya ada potensi infeksi, nyeri mendadak, dan kista yang bisa mengganggu kesehatan gigi lain dan tulang rahang.
Dengan pemeriksaan yang tepat dan tindakan pengangkatan yang terencana di klinik seperti Sozo Dental, sisa akar gigi bisa diatasi sebelum menimbulkan masalah yang lebih berat. Dari sana, kamu dapat melangkah ke tahap berikutnya, yaitu merencanakan gigi pengganti dan menjaga susunan gigi tetap sehat serta nyaman untuk jangka panjang.
