Pertanyaan “gigi dewasa ada berapa?” terdengar sederhana, tetapi jawabannya bisa berbeda pada setiap orang. Secara umum, sumber kedokteran gigi menyebutkan bahwa orang dewasa biasanya memiliki 32 gigi permanen, terdiri dari gigi seri, taring, geraham depan, dan geraham belakang.
Pada kenyataannya, tidak semua orang memiliki jumlah yang sama. Ada yang hanya memiliki 28 gigi karena gigi bungsu tidak tumbuh atau sudah dicabut, dan tetap bisa mengunyah dengan baik. Banyak pasien baru menyadari jumlah giginya berkurang setelah melakukan rontgen dan mengaku, “Setelah tahu gigi yang hilang dan diperbaiki, mengunyah terasa jauh lebih nyaman.”
Artikel ini akan membahas jumlah gigi dewasa normal, variasinya, pengaruh kehilangan gigi terhadap fungsi mengunyah, cara memeriksa sendiri, dan kapan sebaiknya melakukan pemeriksaan di klinik gigi.
Jumlah Gigi Dewasa Normal, Termasuk Kemungkinan 32 Gigi
Secara anatomi, jumlah gigi dewasa normal adalah 32 gigi permanen pada rahang atas dan bawah bila semua gigi, termasuk gigi bungsu, tumbuh lengkap.
Pembagiannya:
16 gigi di rahang atas dan 16 gigi di rahang bawah.
Tiap rahang umumnya memiliki:
4 gigi seri (incisivus) di depan.
2 gigi taring (caninus).
4 gigi geraham kecil / geraham depan (premolar).
6 gigi geraham besar (molar), termasuk 2 gigi bungsu (molar ketiga).
Gigi-gigi ini bekerja bersama untuk memotong, merobek, dan menghaluskan makanan. Jumlah 32 gigi dianggap “paket lengkap” bila semua gigi bungsu tumbuh, posisinya baik, dan tidak ada yang dicabut.
Namun, variasi jumlah gigi dewasa cukup sering terjadi. Ada gigi yang tidak tumbuh sama sekali, ada yang tumbuh miring, atau harus dicabut karena masalah ruang dan kesehatan.
Perbedaan Jumlah Gigi jika Gigi Bungsu Tidak Tumbuh atau Sudah Dicabut
Gigi bungsu (third molar) adalah gigi geraham paling belakang yang biasanya tumbuh di usia akhir remaja hingga awal 20-an. Dalam banyak kasus, gigi ini tidak tumbuh sempurna, tumbuh miring, atau bahkan tidak terbentuk sama sekali.
Perbedaan jumlah gigi jika gigi bungsu tidak tumbuh atau sudah dicabut dapat digambarkan sebagai berikut:
28 gigi tanpa gigi bungsu
Banyak orang dewasa hanya memiliki 28 gigi permanen, yaitu 14 atas dan 14 bawah, karena 4 gigi bungsu tidak tumbuh atau sudah diangkat.
Kondisi ini masih dianggap normal bila susunan gigi lainnya rapi dan fungsi mengunyah tetap baik.
Kurang dari 28 gigi
Ada yang mengalami hypodontia, yaitu sebagian gigi permanen tidak terbentuk sejak awal.
Sebagian lain kehilangan gigi karena karies, penyakit gusi, atau trauma, sehingga jumlah gigi dewasa berkurang dari angka ideal.
Pada kasus tertentu, seseorang memiliki gigi ekstra di luar jumlah normal, walaupun ini jauh lebih jarang.
Dari sisi fungsi, seseorang dengan 28 gigi (tanpa gigi bungsu) biasanya tetap dapat mengunyah dengan baik. Yang lebih berpengaruh justru adalah jumlah gigi yang hilang di bagian belakang dan bagaimana gigi yang tersisa saling bertemu saat mengunyah.
Pengaruh Kehilangan Beberapa Gigi terhadap Fungsi Mengunyah
Kehilangan gigi, terutama di bagian belakang (posterior), dapat memengaruhi cara mengunyah walaupun gigi depan masih lengkap. Studi menunjukkan bahwa jumlah dan lokasi gigi berhubungan erat dengan kemampuan mengunyah.
Beberapa temuan penting:
Kehilangan lebih dari sekitar 7 gigi permanen sering dikaitkan dengan penurunan kemampuan mengunyah secara nyata.
Kehilangan gigi geraham belakang membuat seseorang membutuhkan lebih banyak kali kunyahan dan cenderung menelan makanan dengan ukuran lebih besar.
Penurunan kemampuan mengunyah berhubungan dengan kualitas hidup yang lebih rendah, termasuk rasa tidak nyaman saat makan dan keterbatasan dalam memilih jenis makanan.
Pengaruh kehilangan beberapa gigi terhadap fungsi mengunyah dapat dirasakan dalam bentuk:
Kesulitan mengunyah makanan keras atau berserat, seperti daging atau sayuran tertentu.
Beban kunyah berpindah ke sisi lain atau ke gigi depan, sehingga gigi yang tersisa cepat aus.
Risiko gangguan sendi rahang meningkat karena pola kunyah menjadi tidak seimbang.
Karena itu, menjaga jumlah gigi fungsional sebanyak mungkin menjadi salah satu kunci penting untuk kenyamanan makan dan kesehatan pencernaan jangka panjang.
Cara Memeriksa Sendiri Kira-Kira Berapa Gigi yang Masih Lengkap
Secara sederhana, cara memeriksa sendiri kira-kira berapa gigi yang masih lengkap dapat dilakukan di depan cermin. Meski tidak seakurat perhitungan di klinik, langkah ini memberi gambaran awal tentang kondisi gigi.
Beberapa langkah praktis:
Hitung jumlah gigi di rahang atas dan bawah
Gunakan cermin dan pencahayaan cukup.
Hitung gigi satu per satu di rahang atas dari kanan ke kiri, lalu rahang bawah dari kiri ke kanan.
Bandingkan dengan jumlah ideal
Ideal tanpa gigi bungsu: sekitar 14 gigi di rahang atas dan 14 di rahang bawah, total 28.
Ideal dengan gigi bungsu lengkap: 16 gigi atas dan 16 gigi bawah, total 32.
Amati area kosong atau gigi yang sudah dicabut
Perhatikan apakah ada “ruang” kosong yang cukup besar di belakang atau di antara gigi.
Perhatikan apakah ada gigi yang hanya tersisa sebagian (sisa akar atau mahkota patah).
Perhatikan bentuk susunan gigi
Apakah ada gigi yang bergeser menutup ruang bekas cabut.
Apakah gigi depan terlihat maju, miring, atau renggang akibat perubahan posisi setelah kehilangan gigi belakang.
Meski perhitungan ini bermanfaat, hitungan manual tidak selalu menunjukkan gigi yang belum tumbuh, gigi impaksi (gigi bungsu yang masih tertanam), atau akar yang tersisa di dalam tulang. Untuk penilaian yang lebih akurat, pemeriksaan profesional tetap diperlukan.
Keterbatasan Menghitung Gigi Hanya dari Cermin
Menghitung gigi di rumah membantu, tetapi ada keterbatasan bila hanya mengandalkan cermin. Beberapa hal mungkin tidak terlihat atau sulit dinilai sendiri.
Contohnya:
Gigi bungsu tertanam atau miring
Gigi bungsu bisa tertanam sebagian atau seluruhnya di dalam tulang, sehingga tidak terlihat di mulut.
Tanpa rontgen, sulit memastikan apakah gigi bungsu memang tidak ada atau hanya belum tumbuh.
Sisa akar atau gigi patah di bawah gusi
Gigi yang pernah dicabut atau patah bisa meninggalkan sisa akar yang tidak tampak di permukaan.
Sisa akar ini tetap dihitung dalam evaluasi klinis karena dapat menjadi sumber infeksi.
Tambalan atau restorasi yang mengubah bentuk asli gigi
Crown, jembatan, atau gigi tiruan dapat menutupi fakta bahwa gigi asli di bawahnya sudah rusak atau hilang.
Teknologi seperti rontgen panoramic membantu dokter melihat susunan gigi lengkap, termasuk gigi yang tidak tampak, gigi tiruan tetap, implan, dan letak akar. Dengan begitu, penilaian jumlah gigi dan rencananya menjadi jauh lebih akurat.
Peran Pemeriksaan di Sozo Dental Clinic untuk Menilai Jumlah dan Kondisi Gigi
Untuk mendapatkan penilaian jumlah gigi yang lebih akurat, kamu bisa melakukan pemeriksaan di Sozo Dental Clinic yang dilengkapi rontgen panoramic bila diperlukan. Pemeriksaan ini tidak hanya menghitung berapa gigi yang ada, tetapi juga menilai fungsinya.
Di Sozo Dental Clinic, penilaian jumlah gigi biasanya meliputi:
Pemeriksaan klinis langsung di kursi perawatan
Dokter memeriksa gigi yang tampak, ruang kosong, dan tanda gigi yang pernah dicabut atau ditambal besar.
Susunan gigitan juga dinilai, apakah seimbang atau sudah bergeser karena kehilangan gigi.
Rontgen panoramic bila diperlukan
Rontgen panoramic memberikan gambaran seluruh rahang dalam satu foto, termasuk gigi bungsu, sisa akar, dan gigi yang tertutup gusi.
Dari sini, dokter dapat menghitung jumlah gigi asli, gigi yang hilang, dan merencanakan penggantiannya bila perlu.
Penilaian fungsi mengunyah
Dokter menilai apakah jumlah gigi yang ada masih cukup untuk menopang pola kunyah yang nyaman.
Jika terlihat banyak gigi belakang yang hilang, akan dijelaskan opsi perbaikan seperti gigi tiruan, bridge, atau implan.
Pendekatan seperti ini membuat kamu tidak hanya tahu “angka” jumlah gigi, tetapi juga apa artinya bagi kesehatan mulut dan kualitas hidup.
Apa yang Terjadi Jika Banyak Gigi Dewasa Hilang dan Tidak Diganti?
Tidak mengganti gigi dewasa yang hilang bisa berdampak lebih jauh dari sekadar tampilan. Sejumlah penelitian mencatat bahwa berkurangnya jumlah gigi berhubungan dengan penurunan kemampuan mengunyah dan kualitas hidup.
Beberapa konsekuensi yang mungkin terjadi:
Gigi bergeser dan susunan gigi berubah
Gigi di sekitar ruang kosong dapat miring menutup ruang, sementara gigi lawan di rahang seberang dapat turun atau naik ke arah ruang tersebut.
Hal ini membuat pola gigitan berubah dan berpotensi menimbulkan nyeri sendi rahang.
Kemampuan mengunyah menurun
Semakin sedikit gigi belakang, semakin sulit menghaluskan makanan.
Orang dengan gigi yang hilang banyak cenderung menelan makanan dalam ukuran lebih besar dan perlu lebih banyak kunyahan.
Pengaruh pada nutrisi dan pilihan makanan
Kesulitan mengunyah dapat membuat seseorang menghindari makanan berserat atau keras, sehingga pola makan menjadi kurang seimbang.
Pengaruh pada kepercayaan diri
Gigi depan yang hilang atau bergeser dapat mengganggu penampilan dan cara berbicara.
Semakin cepat kehilangan gigi ditangani, semakin mudah merencanakan penggantian dan mencegah perubahan besar pada susunan gigi serta rahang.
Pilihan Perawatan di Sozo Dental Clinic Saat Gigi Dewasa Sudah Berkurang
Sozo Dental Clinic menyediakan berbagai pilihan untuk membantu mengembalikan fungsi dan estetika bila jumlah gigi dewasa sudah berkurang. Setelah jumlah gigi dinilai secara akurat, dokter akan menyusun rencana yang disesuaikan dengan kondisimu.
Pilihan perawatan dapat meliputi:
Tambalan dan perawatan saraf
Untuk gigi yang masih bisa diselamatkan, tambalan dan perawatan saraf membantu mempertahankan gigi lebih lama.
Hal ini penting agar jumlah gigi fungsional tetap terjaga dan tidak cepat berkurang.
Crown (mahkota gigi)
Untuk gigi yang sudah rapuh atau rusak berat tetapi akarnya masih kuat.
Crown melindungi gigi dan memperpanjang usia pakainya.
Bridge atau gigi tiruan jembatan
Untuk menggantikan satu atau beberapa gigi yang hilang dengan bertumpu pada gigi di sebelahnya.
Membantu mengembalikan kemampuan mengunyah dan mencegah gigi bergeser.
Gigi tiruan lepasan dan implan (bila sesuai indikasi)
Untuk mengatasi kehilangan gigi yang lebih luas, terutama di area belakang.
Rencana jangka panjang dapat disusun bertahap sesuai prioritas dan anggaran.
Perbedaan dengan layanan lain terletak pada penjelasan yang jelas dan perencanaan menyeluruh. Pasien diajak memahami kondisi gigi saat ini, risiko bila dibiarkan, dan manfaat perawatan yang disarankan.
Keunggulan Sozo Dental Clinic dalam Pemeriksaan Jumlah dan Susunan Gigi
Sozo Dental Clinic menggabungkan pemeriksaan klinis, teknologi rontgen, dan edukasi pasien dalam satu rangkaian layanan. Informasi di sozodental.com juga membantu kamu memahami garis besar perawatan sebelum datang ke klinik.
Beberapa keunggulan yang membuat penilaian jumlah gigi di Sozo terasa lebih bernilai:
Menggunakan rontgen panoramic bila diperlukan
Gambar panoramic memperlihatkan seluruh gigi, termasuk gigi bungsu, sisa akar, dan gigi yang belum tumbuh.
Membantu dokter menghitung gigi dengan lebih tepat dan membuat peta perawatan jangka panjang.
Penjelasan yang mudah dipahami
Dokter menjelaskan posisi gigi yang hilang, gigi yang bermasalah, dan bagaimana hal itu memengaruhi fungsi kunyah.
Pasien mendapatkan gambaran jelas, bukan sekadar angka di kartu gigi.
Perencanaan terstruktur
Rencana perawatan tidak hanya memikirkan satu gigi, tetapi juga mempertimbangkan keseimbangan seluruh rahang.
Langkah-langkah disusun agar jumlah gigi fungsional tetap optimal selama mungkin.
Dengan pendekatan ini, pertanyaan “gigi dewasa ada berapa” berubah dari rasa penasaran menjadi awal perencanaan kesehatan gigi yang lebih matang.
Informasi layanan dan penawaran terbaru dapat kamu lihat di situs resmi sozodental.com. Dari satu kunjungan pemeriksaan, kamu bisa mendapatkan peta yang lebih jelas tentang jumlah gigi, kondisinya, dan langkah terbaik untuk menjaga fungsi mengunyah tetap nyaman di tahun-tahun mendatang.