

Kamu punya gigi berlubang yang sudah lama dibiarkan, dan tiba-tiba muncul gusi bengkak dan sakit tepat di dekatnya? Rasanya nyeri, berdenyut, dan bahkan ada benjolan kecil yang sakit saat disentuh. Banyak yang mengira ini hanya masalah gusi biasa dan mencoba mengatasinya dengan obat kumur atau kompres air hangat. Padahal, ini adalah “lampu merah” tanda bahaya yang tidak boleh kamu sepelekan!
Gusi bengkak dan sakit yang muncul di dekat gigi berlubang seringkali bukan masalah gusi itu sendiri, melainkan puncak dari gunung es masalah yang jauh lebih dalam. Infeksi dari lubang gigi tersebut kemungkinan besar sudah menyebar dan menciptakan masalah baru yang lebih serius. Mengabaikannya hanya akan membuat rasa sakit semakin parah dan berisiko menimbulkan komplikasi berbahaya. Mari kita telusuri hubungan erat antara keduanya dan apa yang sebenarnya terjadi di dalam mulutmu.
Untuk memahaminya, bayangkan gigimu seperti sebuah benteng. Lapisan terluar yang keras (email dan dentin) berfungsi sebagai tembok pertahanan. Di bagian paling dalam, ada “ruang utama” yang disebut pulpa, berisi saraf dan pembuluh darah. Prosesnya terjadi seperti ini:
Perang antara bakteri dan sel imun ini menghasilkan “korban” berupa sel-sel yang mati dan nanah. Tumpukan nanah ini kemudian membentuk kantung yang disebut abses periapikal di ujung akar. Abses gigi ini menciptakan tekanan besar di dalam tulang rahang, yang menjadi sumber rasa sakit yang luar biasa, bahkan saat gigi tidak digunakan untuk mengunyah.
Gejala klasik dari abses periapikal meliputi:
Tubuh secara alami akan mencoba mengeluarkan tumpukan nanah ini. Karena tulang rahang itu keras, nanah mencari jalan keluar yang paling mudah, yaitu melalui jaringan gusi yang lebih lunak. Nanah akan membuat sebuah saluran kecil (disebut fistula) dari ujung akar menuju permukaan gusi. Inilah yang menyebabkan munculnya pembengkakan pada gusi, yang seringkali terlihat seperti bisul atau jerawat. Kadang-kadang, jika benjolan ini pecah, akan keluar cairan kekuningan (nanah) yang berbau tidak sedap.
Jika kamu sudah berada di tahap ini, jangan pernah mencoba mengatasinya sendiri di rumah. Memencet benjolan atau hanya minum antibiotik tanpa perawatan pada sumber infeksinya tidak akan menyelesaikan masalah. Kondisi ini memerlukan perawatan medis profesional untuk mencegah komplikasi yang lebih berbahaya, seperti penyebaran infeksi ke bagian wajah lain, sinus, atau bahkan ke aliran darah (sepsis).
Perawatan yang mungkin dilakukan oleh dokter gigi meliputi:
Merasakan gusi bengkak dan sakit di dekat gigi berlubang adalah sinyal darurat. Semakin cepat kamu bertindak, semakin besar kemungkinan gigimu bisa diselamatkan dan semakin kecil risiko komplikasinya. Di Sozo Dental, kami siap menangani masalah infeksi gigimu dengan cepat, tepat, dan profesional.
Jangan biarkan infeksi kecil berkembang menjadi masalah besar yang mengancam kesehatanmu. Segera jadwalkan konsultasi perawatan saluran akar, dan dapatkan penanganan yang tepat sebelum terlambat.
