

Sebagai orang tua, melihat Si Kecil meringis kesakitan karena gigi berlubang adalah mimpi buruk. Kamu mungkin sudah mencoba berbagai tips perawatan gigi anak, tapi drama sikat gigi masih terjadi setiap hari. Banyak yang menganggap, “Ah, ‘kan cuma gigi susu, nanti juga ganti.” Padahal, pemikiran inilah yang seringkali menjadi awal dari masalah gigi yang lebih besar di kemudian hari.
Gigi susu yang rusak tidak hanya menyebabkan rasa sakit dan kesulitan makan, tapi juga bisa mengganggu pertumbuhan gigi permanen, memengaruhi cara bicara, dan bahkan menurunkan kepercayaan diri anak. Biaya perawatannya pun tidak sedikit. Namun, jangan khawatir! Mencegah gigi berlubang pada anak sebenarnya jauh lebih mudah (dan murah) daripada mengobatinya. Kuncinya ada pada kebiasaan yang benar dan dimulai sejak dini.
Berikut adalah beberapa tips perawatan gigi anak yang sudah terbukti efektif dan bisa langsung kamu praktikkan.
Membangun fondasi kesehatan gigi yang kokoh harus dimulai bahkan sebelum gigi pertama anak tumbuh. Kamu bisa mulai dengan membersihkan gusi bayi menggunakan kain kasa lembut yang dibasahi air hangat setelah menyusu. Kebiasaan ini akan membuat anak terbiasa dengan rutinitas membersihkan mulut.
Begitu gigi pertamanya muncul, inilah saatnya mengenalkan sikat gigi. Mengajarkan kebiasaan sikat gigi dua kali sehari sejak dini akan membentuk rutinitas yang akan ia bawa hingga dewasa. Ingat, gigi susu memegang peranan vital: ia menjaga ruang untuk gigi permanen, membantu anak belajar berbicara dengan jelas, dan tentu saja, untuk mengunyah makanan dengan baik. Malas gosok gigi.
Peralatan yang tepat bisa membuat sesi sikat gigi menjadi lebih menyenangkan dan efektif. Jangan asal pilih, perhatikan dua hal penting ini.
Fluoride adalah pahlawan super dalam dunia kedokteran gigi yang terbukti dapat memperkuat enamel dan mencegah gigi berlubang. Namun, takarannya harus pas. American Academy of Pediatric Dentistry merekomendasikan:
Pastikan kamu selalu mendampingi Si Kecil saat sikat gigi untuk memastikan ia tidak menelan pasta gigi.
Pilihlah sikat gigi dengan kepala sikat yang kecil dan bulu yang sangat lembut (extra soft) agar sesuai dengan ukuran mulut anak dan tidak melukai gusinya yang sensitif. Sikat gigi dengan gagang yang mudah digenggam dan bergambar karakter kartun favoritnya bisa menjadi motivasi tambahan agar ia lebih semangat menyikat gigi.
Kebiasaan makan sangat berpengaruh terhadap kesehatan gigi. Beberapa makanan dan minuman adalah “musuh” utama bagi gigi anak, di antaranya:
Sebaiknya, batasi camilan manis hanya pada waktu makan utama dan ajarkan anak untuk minum air putih setelahnya untuk membantu membersihkan sisa makanan.
Jangan menunggu sampai ada keluhan! Ajak anak ke dokter gigi terdekat untuk pertama kalinya saat gigi pertamanya tumbuh atau paling lambat saat usianya satu tahun. Kunjungan rutin setiap 6 bulan sekali sangat penting untuk beberapa hal:
Menciptakan pengalaman ke dokter gigi yang positif adalah kunci agar anak tidak trauma. Di Sozo Dental, kami memiliki tim dokter gigi yang ramah dan berpengalaman dalam menangani pasien anak-anak dengan pendekatan yang menyenangkan.
Merawat kesehatan gigi anak adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan dan kepercayaan dirinya. Dengan menerapkan kebiasaan baik dan dukungan dari profesional, kamu bisa memastikan Si Kecil tumbuh dengan senyum yang sehat dan cemerlang.
