Apakah Obat Sakit Gigi Erphaflam Aman? Cek Kandungannya

Saat nyeri gigi datang mendadak, banyak orang mengandalkan obat sakit gigi Erphaflam agar tetap bisa beraktivitas. Survei kesehatan di Indonesia menunjukkan lebih dari separuh penduduk pernah mengalami masalah gigi, tetapi sebagian besar hanya mengandalkan obat pereda nyeri tanpa segera mencari perawatan. Seorang pasien pernah bercerita bahwa ia hampir selalu minum Erphaflam ketika geraham bawahnya terasa berdenyut, sampai akhirnya sadar nyerinya selalu muncul lagi di titik yang sama.

Kisah seperti ini cukup umum terjadi, terutama ketika nyeri gigi hanya dihadapi dengan obat pereda nyeri tanpa mencari sumber kerusakan gigi atau gusi. Di sinilah pentingnya memahami kandungan Erphaflam, cara kerjanya, batas aman pemakaian, serta kapan kamu perlu beralih ke perawatan gigi di klinik seperti Sozo Dental Clinic.

Obat Sakit Gigi Erphaflam Itu Apa dan Kandungannya

Erphaflam adalah obat pereda nyeri dan peradangan yang tergolong obat keras dan penggunaannya sebaiknya berdasarkan anjuran tenaga kesehatan. Obat ini umumnya tersedia dalam bentuk tablet salut gula 50 mg yang diminum secara oral, terutama untuk dewasa dan remaja tertentu sesuai pertimbangan dokter.

Zat aktif dalam Erphaflam dan golongan obatnya adalah diclofenac potassium, yang termasuk golongan obat antiinflamasi nonsteroid atau OAINS. Golongan obat ini bekerja mengurangi rasa sakit, bengkak, serta kaku yang timbul karena proses peradangan di tubuh, termasuk pada jaringan sekitar gigi dan gusi.

Dibandingkan beberapa bentuk diclofenac lainnya, diclofenac potassium dikenal memiliki onset yang relatif lebih cepat. Hal ini yang membuatnya sering dipilih untuk kondisi nyeri akut, misalnya nyeri gigi yang baru kambuh, nyeri pasca pencabutan gigi, atau nyeri setelah perawatan tertentu di klinik gigi.

Membedakan Diclofenac Potassium dengan Jenis Diclofenac Lain

Banyak orang hanya mengenal nama dagang obat tanpa memahami perbedaan zat aktif dan bentuk garam di dalamnya. Padahal, perbedaan ini bisa memengaruhi seberapa cepat dan lama obat bekerja di tubuh.

Diclofenac potassium, seperti pada Erphaflam, umumnya dirancang untuk penanganan nyeri akut dengan kebutuhan efek yang lebih cepat. Sementara itu, bentuk diclofenac lain, misalnya natrium, lebih sering digunakan untuk keluhan nyeri kronis tertentu dengan pengaturan dosis yang berbeda.

Dalam konteks sakit gigi, diclofenac potassium banyak dimanfaatkan untuk meredakan nyeri yang sifatnya mendadak dan cukup mengganggu aktivitas. Namun, apa pun bentuknya, semua turunan diclofenac sama-sama termasuk OAINS yang memiliki batas aman penggunaan dan potensi efek samping, terutama jika digunakan terlalu sering atau dalam jangka panjang.

Baca Juga: Voltadex Obat Apa? Kenali Pereda Nyeri Diklofenak yang Tepat

Cara Kerja Obat Sakit Gigi Erphaflam pada Nyeri Gigi

Cara kerja Erphaflam berkaitan dengan penghambatan enzim yang memproduksi prostaglandin, yaitu zat yang berperan dalam munculnya rasa nyeri dan peradangan. Ketika produksi prostaglandin berkurang, sinyal nyeri ke otak ikut berkurang dan bengkak dapat lebih terkendali.

Itu sebabnya, obat sakit gigi Erphaflam diminum dengan dosis yang sesuai, banyak orang merasakan nyeri gigi berkurang dalam waktu relatif singkat. Rasa berdenyut di gigi bisa mereda, gusi yang bengkak terasa lebih nyaman, dan kamu bisa kembali makan atau tidur dengan lebih tenang.

Namun, penting diingat bahwa Erphaflam hanya mengurangi gejala nyeri dan bengkak, bukan memperbaiki struktur gigi yang rusak atau menghilangkan infeksi di akar gigi dan gusi. Jika sumber masalah tidak ditangani, nyeri biasanya akan muncul kembali begitu efek obat berkurang.

Jenis Nyeri yang Bisa Terbantu dengan Erphaflam

Jenis nyeri yang bisa terbantu dengan Erphaflam cukup beragam, bukan hanya sakit gigi. Obat ini sering digunakan untuk nyeri sendi, nyeri otot, hingga nyeri haid, sesuai kebutuhan dan penilaian medis.

Dalam konteks kesehatan gigi dan mulut, Erphaflam dapat membantu pada beberapa kondisi berikut:

  • Nyeri gigi berlubang ringan sampai sedang, terutama saat mengunyah atau ketika gigi terkena makanan dan minuman tertentu.
  • Nyeri gusi yang meradang, misalnya pada gingivitis atau periodontitis, yang membuat gusi bengkak dan mudah berdarah saat menyikat gigi.
  • Nyeri pasca tindakan gigi, seperti pencabutan gigi, scaling mendalam, atau perawatan saluran akar pada tahap tertentu.
  • Nyeri akibat gigi bungsu yang sedang tumbuh dan menekan jaringan di sekitarnya, sehingga terasa pegal dan nyeri saat membuka mulut atau mengunyah.

Nyeri-nyeri tersebut sebagian besar bersifat inflamasi, sehingga cukup responsif terhadap obat antiinflamasi seperti Erphaflam. Meski demikian, jika nyeri terasa sangat berat, disertai demam tinggi, wajah bengkak, atau kesulitan membuka mulut, kamu tetap perlu segera memeriksakan diri ke dokter gigi.

Kapan Erphaflam Boleh Digunakan untuk Sakit Gigi

Erphaflam boleh digunakan untuk sakit gigi dalam durasi singkat, terutama ketika nyeri sangat mengganggu aktivitas harian. Idealnya, pemakaian ini terjadi setelah ada penilaian tenaga kesehatan mengenai penyebab nyeri dan kondisi tubuh secara umum.

Secara garis besar, Erphaflam bisa menjadi bagian terapi sakit gigi ketika:

  • Kamu sudah diperiksa dan penyebab nyeri jelas, misalnya gigi berlubang yang sedang menunggu jadwal perawatan atau kontrol lanjutan.
  • Obat diresepkan sebagai pereda nyeri pasca tindakan, dengan penjelasan mengenai dosis, waktu minum, dan lama penggunaan.
  • Dokter menilai kondisi lambung, ginjal, dan jantung cukup aman untuk menggunakan OAINS dalam jangka waktu singkat.

Dalam situasi ini, Erphaflam berfungsi sebagai penopang sementara sambil menunggu perawatan berjalan atau jaringan pulih setelah tindakan. Obat tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari rencana terapi yang lebih lengkap.

Kapan Erphaflam Tidak Boleh Diminum Sembarangan

Kapan Erphaflam tidak boleh diminum sembarangan adalah hal penting yang sering diabaikan. Karena efeknya cepat terasa, sebagian orang tergoda untuk menyimpan obat ini dan meminumnya setiap kali nyeri gigi muncul kembali.

Padahal, penggunaan Erphaflam tanpa pengawasan bisa berisiko pada kondisi berikut:

  • Riwayat alergi terhadap diclofenac atau obat OAINS lain, termasuk reaksi berupa ruam, sesak, atau pembengkakan.
  • Riwayat tukak lambung, perdarahan saluran cerna, atau gangguan lambung yang sering kambuh.
  • Gangguan fungsi ginjal atau hati yang sudah diketahui sebelumnya.
  • Penyakit jantung tertentu, tekanan darah tidak terkontrol, atau riwayat gangguan pembuluh darah.
  • Asma yang dipicu oleh obat penghilang nyeri tertentu.

Selain itu, Erphaflam tidak boleh digunakan dalam jangka panjang sebagai “penyelamat” setiap kali gigi yang sama terasa sakit. Kebiasaan seperti ini bisa meningkatkan risiko efek samping serius, sementara kerusakan gigi terus berlanjut.

Efek Samping yang Perlu Diwaspadai

Setiap obat memiliki risiko efek samping, termasuk obat sakit gigi Erphaflam. Efek yang paling sering muncul adalah keluhan di saluran pencernaan, seperti mual, perut perih, kembung, atau diare.

Efek lain yang mungkin dirasakan antara lain:

  • Sakit kepala, pusing, atau rasa lemas.
  • Reaksi pada kulit, seperti ruam, gatal, atau kemerahan.
  • Pembengkakan pada tungkai atau bagian tubuh lain, terutama pada individu dengan risiko gangguan jantung.
  • Gangguan fungsi ginjal atau hati bila dikonsumsi berlebihan atau pada orang dengan faktor risiko tertentu.

Jika setelah minum Erphaflam kamu merasakan nyeri perut hebat, muntah darah, sesak napas, bengkak mendadak, atau nyeri dada, kondisi ini termasuk tanda bahaya. Dalam situasi seperti itu, kamu perlu segera mencari pertolongan medis dan menghentikan penggunaan obat tanpa menunggu nyeri gigi mereda.

Baca Juga: Kenapa Nyeri Saraf Gigi Sakit Bisa Terasa sampai Kepala?

Perlu Tidaknya Kombinasi dengan Obat Lain Sesuai Kondisi

Pertanyaan tentang perlu tidaknya kombinasi dengan obat lain sesuai kondisi sering muncul, terutama ketika nyeri gigi terasa berat atau disertai infeksi. Jawaban sebenarnya sangat bergantung pada diagnosis dan penilaian dokter gigi.

Dalam beberapa kasus, kombinasi obat mungkin dibutuhkan, misalnya:

  • Erphaflam dengan obat lambung, terutama pada pasien dengan riwayat gangguan pencernaan agar risiko iritasi lambung berkurang.
  • Erphaflam dengan antibiotik, ketika terdapat infeksi bakteri yang cukup jelas dan perlu diatasi, misalnya abses di sekitar akar gigi.
  • Erphaflam dengan obat nyeri lain seperti parasetamol, dengan dosis dan interval yang diatur agar tidak menambah beban organ tertentu.

Kombinasi seperti ini tidak boleh disusun sendiri hanya berdasarkan pengalaman orang lain. Di Sozo Dental Clinic, dokter gigi akan mempertimbangkan kondisi kesehatan umum kamu sebelum meresepkan obat, termasuk apakah cukup satu jenis pereda nyeri atau perlu kombinasi dengan obat lain.

Layanan Perawatan Gigi yang Relevan untuk Pengguna Erphaflam

Jika kamu sering mengandalkan obat sakit gigi Erphaflam, beberapa layanan di Sozo Dental Clinic bisa sangat relevan untuk memutus ketergantungan pada obat:

  • Tambal gigi untuk menutup lubang sebelum semakin dalam dan mengenai saraf, sehingga gigi tetap bisa dipertahankan.
  • Perawatan saluran akar ketika saraf gigi sudah terlibat, tetapi struktur gigi masih memungkinkan untuk diselamatkan.
  • Pencabutan gigi bila kerusakan sudah terlalu berat dan berisiko mengganggu jaringan sekitarnya.
  • Scaling dan perawatan gusi untuk mengurangi peradangan gusi yang sering menjadi sumber nyeri dan bengkak berulang.

Jika kamu merasa sudah terlanjur sering minum Erphaflam untuk gigi yang sama, kamu bisa mulai dengan menjadwalkan konsultasi di Sozo Dental Clinic. Di sana, dokter akan membantu memeriksa kondisi gigi dan gusi, memberikan penjelasan yang mudah dipahami, dan menyusun rencana perawatan yang realistis sesuai kebutuhanmu.