

Banyak orang menggunakan baking soda untuk gigi karena dianggap bisa memutihkan gigi dengan cepat, padahal pemakaian yang terlalu sering justru berisiko mengikis enamel dan membuat gigi sensitif.
Berbagai penjelasan kesehatan gigi menyebut baking soda sebaiknya hanya digunakan sesekali, sekitar satu hingga dua kali per minggu, untuk mengurangi risiko abrasi enamel akibat sifatnya yang abrasif.
Di klinik, sering ada pasien yang bercerita giginya mulai terasa lebih sensitif dan kasar setelah beberapa minggu rutin menggosok gigi dengan baking soda, lalu baru menyadari bahwa noda tidak hilang sepenuhnya tetapi gigi justru makin tidak nyaman.

Baking soda dikenal sebagai bahan dapur yang mudah ditemukan dan sering disebut mampu mencerahkan warna gigi. Tren penggunaan bahan yang dianggap “alami” untuk memutihkan gigi juga membuat banyak orang tertarik mencoba sebelum ke dokter gigi. Padahal, efek jangka panjang terhadap enamel belum tentu sebanding dengan hasil cerah sesaat yang terlihat di awal.
Cara kerja baking soda dalam mengangkat noda permukaan terutama berasal dari sifatnya yang abrasif ringan dan bersifat basa. Partikel halus baking soda membantu menggosok dan mengikis noda permukaan, terutama yang berasal dari kopi, teh, atau rokok.
Sifat basa membantu menetralkan keasaman di mulut sehingga lingkungan mulut menjadi kurang asam. Beberapa penjelasan menyebut tingkat abrasivitas baking soda cenderung lebih rendah dibanding bahan abrasif keras, tetapi tetap bisa mengikis lapisan luar gigi bila digunakan terlalu sering.
Penggunaan yang terlalu sering dan dengan tekanan sikat yang kuat dapat mempercepat penipisan enamel. Selain itu, baking soda tidak mengandung fluoride sehingga tidak membantu menguatkan enamel maupun mencegah gigi berlubang seperti pasta gigi berfluoride.
Meski perlu hati-hati, baking soda masih memiliki beberapa manfaat bila digunakan dengan cara yang tepat dan frekuensi terbatas. Kamu bisa mendapatkan efek pembersihan tambahan pada noda permukaan, bukan perubahan warna gigi yang berasal dari dalam.
Dalam konteks ini, manfaat dan batasan penggunaan baking soda untuk gigi harus dipahami secara seimbang. Pemakaian sesekali mungkin bermanfaat, tetapi menjadikannya kebiasaan harian dapat membawa lebih banyak risiko daripada manfaat.
Baca Juga: Perbandingan Pemutihan Gigi Profesional dengan Metode Alami: Mana yang Terbaik untuk Anda?
Di balik manfaatnya, ada batasan penting yang perlu kamu perhatikan sebelum menjadikan baking soda sebagai bagian rutin perawatan gigi. Batasan ini menyangkut frekuensi pemakaian, cara penggunaan, dan kondisi gigi yang mendasari.
Dalam banyak rekomendasi praktis, baking soda sebaiknya hanya digunakan beberapa kali per minggu dan selalu diimbangi dengan pasta gigi berfluoride. Cara ini membantu mengurangi efek abrasif berlebihan sekaligus tetap menjaga kekuatan enamel.
Risiko menggosok terlalu keras dan terlalu sering dengan bahan abrasif seperti baking soda adalah hal yang paling sering diabaikan. Masalah bukan hanya pada baking sodanya, tetapi pada kombinasi sikat yang kasar, tekanan kuat, dan kebiasaan menyikat berulang di area yang sama.
Beberapa risiko yang dapat muncul antara lain:
Begitu enamel terkikis, lapisan ini tidak dapat tumbuh kembali sehingga kerusakan yang terjadi bersifat permanen. Dalam kondisi tersebut, sering diperlukan perawatan tambahan untuk melindungi gigi, seperti penambalan, pelapis, atau perawatan lain sesuai penilaian dokter.
Kalau kamu sudah memakai baking soda untuk gigi dalam beberapa waktu, ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai. Tanda-tanda ini bisa menunjukkan bahwa enamel mulai terganggu dan gigi butuh evaluasi profesional.
Jika tanda-tanda ini muncul, sebaiknya hentikan sementara penggunaan baking soda dan kembali ke rutinitas pasta gigi berfluoride. Setelah itu, pertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan ke dokter gigi agar kondisi enamel dan gusi dapat dinilai lebih menyeluruh.
Untuk kamu yang masih ingin memanfaatkan baking soda, ada beberapa cara agar penggunaannya lebih terukur. Tujuannya bukan melarang total, tetapi menurunkan risiko yang tidak perlu.
Cara ini tidak menghilangkan seluruh risiko, tetapi membantu meminimalkan abrasi berlebih pada enamel. Kalau kamu memiliki gigi sensitif, banyak tambalan, atau masalah gusi, sebaiknya konsultasi dulu ke dokter gigi sebelum mencoba.
Penting untuk membedakan jenis noda pada gigi sebelum memutuskan memakai baking soda atau perawatan pemutih lain. Tidak semua gigi kuning berarti “kotor” dan bisa diatasi dengan bahan abrasif.
Kalau gigi tampak kuning merata meski sudah rajin menyikat dan menjaga kebersihan, kemungkinan penyebabnya tidak cukup diatasi dengan baking soda. Kondisi seperti ini biasanya membutuhkan penilaian dokter untuk menentukan apakah bleaching, veneer, atau pilihan lain lebih sesuai.
Alternatif produk pemutih yang lebih terukur dapat menjadi pilihan lebih aman dibanding penggunaan baking soda murni. Produk ini biasanya diformulasikan dengan standar tertentu, baik dari sisi abrasivitas maupun kadar bahan aktif.
Meskipun lebih terukur, produk pemutih bebas tetap memiliki batas pemakaian dan tidak cocok untuk semua kondisi gigi. Pasien dengan gigi sensitif, banyak tambalan, atau masalah gusi sebaiknya berkonsultasi dulu sebelum memakai produk pemutih jenis apa pun.
Banyak orang baru datang ke klinik setelah mencoba berbagai cara rumahan dan merasa gigi semakin sensitif atau tidak nyaman. Padahal, konsultasi lebih awal membantu menghindari percobaan yang berisiko terhadap enamel.
Dengan cara ini, keinginan memiliki gigi lebih cerah tidak mengorbankan kesehatan gigi dan gusi dalam jangka panjang. Hasil yang didapat juga cenderung lebih stabil dan terkontrol dibanding mencoba berbagai trik pemutih rumahan sendiri.
Salah satu gambaran pengalaman yang sering ditemui adalah pasien yang sudah beberapa minggu menggunakan baking soda karena melihat tips secara daring. Pada awalnya gigi terasa lebih kesat, tetapi setelah beberapa waktu gigi mulai ngilu dan warna tampak tidak rata.
Setelah diperiksa, dokter menemukan adanya tanda aus ringan pada beberapa permukaan gigi dan penumpukan plak di sela-sela gigi. Dengan pembersihan menyeluruh, perbaikan cara menyikat, dan whitening terukur di bawah pengawasan dokter, kondisi gigi pelan-pelan menjadi lebih nyaman dan tampilan warna gigi lebih seragam.
Untuk kamu yang khawatir dengan noda, warna gigi, atau sensitivitas setelah memakai baking soda, beberapa layanan di Sozo Dental Clinic bisa membantu. Layanan ini tidak hanya fokus pada penampilan, tetapi juga pada kesehatan jaringan gigi dan gusi.
Kalau kamu ingin mencerahkan gigi tanpa merusak enamel, konsultasi whitening di Sozo Dental Clinic bisa jadi pilihan yang lebih aman dan terukur. Kamu bisa mulai dengan pemeriksaan dan pembersihan rutin, lalu berdiskusi dengan dokter apakah perlu perawatan pemutihan profesional atau cukup dengan perbaikan kebiasaan harian.
Untuk informasi jadwal dan pilihan perawatan, kamu dapat menghubungi Sozo Dental Clinic dan merencanakan kunjungan sesuai waktu yang paling nyaman. Dengan pendekatan perawatan yang terarah dan diawasi dokter gigi, kamu bisa mendapatkan senyum yang lebih cerah sambil tetap menjaga enamel tetap sehat dalam jangka panjang.
