Sariawan di pipi bagian dalam sering terasa lebih mengganggu karena mudah tergesek saat mengunyah dan berbicara. Area pipi bagian dalam menjadi salah satu lokasi favorit karena mudah terkena benturan gigi, makanan, atau kawat behel.
Kalau kamu merasa sariawan di pipi bagian dalam selalu muncul di area yang sama, artikel ini akan membantu kamu memahami penyebabnya, cara membedakan sariawan biasa dengan luka yang patut diwaspadai, pilihan obat, sampai peran dokter gigi dalam membuat mulutmu lebih nyaman.
Kenapa Sariawan Sering Muncul di Pipi Bagian Dalam?
Pipi bagian dalam adalah daerah yang sangat aktif. Area ini terus bergerak saat kamu berbicara, tersenyum, dan mengunyah.
Faktor yang membuat sariawan sering muncul di sini:
Lapisan pipi bagian dalam mudah tergigit saat makan terburu-buru atau saat posisi gigi tidak ideal.
Daerah ini sering bergesekan dengan tepi gigi, tambalan yang kasar, gigi patah, atau behel yang menonjol.
Jaringan pipi sangat tipis dan kaya pembuluh darah, sehingga iritasi kecil bisa cepat berubah menjadi luka.
Begitu terjadi luka kecil, bakteri di mulut dan faktor kekebalan tubuh ikut menentukan apakah luka akan menjadi sariawan yang perih atau sembuh tanpa terasa.
Penyebab Sariawan di Pipi
Ada beberapa pemicu utama sariawan di pipi bagian dalam, dan sering kali lebih dari satu faktor bekerja bersamaan.
Penyebab lokal yang paling sering:
Pipi tergigit Terjadi ketika kamu makan terlalu cepat, mengunyah sambil berbicara, atau posisi gigi sedikit berjejal. Setelah sekali tergigit, area tersebut mudah bengkak dan makin sering tergigit lagi.
Gesekan behel(kawat ortodonti) Kawat, bracket, atau hook yang tajam atau kurang halus dapat menggesek pipi bagian dalam setiap hari. Tanpa pelindung dan penyesuaian, gesekan ini memicu sariawan berulang di titik yang sama.
Tepi gigi atau tambalan yang tajam Gigi yang retak, patah, atau tambalan yang menonjol menciptakan sudut tajam kecil. Kontak berulang dengan pipi bagian dalam akhirnya menimbulkan luka dan sariawan.
Faktor umum yang memperburuk:
Stres, kurang tidur, atau kelelahan, yang menurunkan daya tahan tubuh dan membuat mukosa mulut lebih rentan.
Kekurangan vitamin tertentu seperti vitamin B, C, folat, atau zat besi.
Perubahan hormon, misalnya menjelang menstruasi pada sebagian perempuan.
Jika kamu pengguna behel dan sering sariawan di titik yang sama, posisi kawat dan bracket sangat mungkin berperan besar.
Kenapa Sariawan Bisa Terus Kambuh di Area yang Sama?
Ada dua alasan utama kenapa sariawan terasa “langganan” di pipi bagian dalam:
Sumber iritasi tidak dihilangkan Jika tepi gigi, tambalan, atau kawat behel terus menggesek area yang sama, jaringan di situ tidak pernah benar-benar punya kesempatan pulih sempurna. Luka sembuh, lalu tergesek lagi, dan akhirnya muncul sariawan baru.
Jaringan di area itu sudah sensitif Setelah beberapa kali luka, jaringan mukosa bisa menjadi lebih tipis dan sensitif. Akhirnya, pemicu kecil seperti makanan panas atau sedikit tergigit sudah cukup untuk memunculkan sariawan lagi.
Itu sebabnya, kalau sariawan selalu muncul di sisi atau titik pipi yang sama, penting untuk mengecek apakah ada:
Kawat behel yang terlalu tajam atau posisinya mengganggu.
Tepi gigi yang runcing.
Tambalan atau gigi tiruan yang permukaannya kasar.
Selama pemicunya masih ada, obat apa pun hanya mengurangi gejala sementara.
Cara Membedakan Sariawan Biasa dan Luka yang Patut Diwaspadai
Sebagian besar sariawan di pipi bagian dalam bersifat jinak dan akan sembuh dalam 7–14 hari. Namun, tidak semua luka di pipi adalah sariawan biasa.
Ciri sariawan biasa (stomatitis aftosa minor):
Bentuk bulat atau oval kecil, diameter biasanya kurang dari 1 cm.
Dasarnya putih kekuningan, tepi kemerahan.
Terasa perih saat terkena makanan asin, asam, atau pedas.
Sembuh sendiri dalam 1–2 minggu tanpa meninggalkan jaringan keras.
Luka di pipi yang patut diwaspadai dan perlu diperiksa:
Tidak sembuh dalam waktu lebih dari dua minggu meski sudah dijaga kebersihannya.
Ukurannya membesar, permukaannya keras, atau bentuknya tidak beraturan.
Sering berdarah tanpa sebab jelas.
Disertai pembesaran kelenjar di leher atau penurunan berat badan tanpa alasan jelas.
Jika menemukan luka dengan ciri seperti ini, jangan menunda untuk evaluasi profesional. Dokter gigi dapat memeriksa lebih lanjut dan, bila perlu, merujuk untuk pemeriksaan tambahan.
Obat Oles dan Kumur yang Membantu Sariawan Lebih Cepat Kering
Walaupun tubuh punya kemampuan menyembuhkan sendiri, obat dapat membantu sariawan di pipi bagian dalam lebih cepat kering dan jauh lebih nyaman.
1. Obat oles (gel atau salep)
Obat oles sangat berguna karena langsung menutupi luka. Beberapa jenis yang umum digunakan:
Gel pelindung yang membentuk lapisan seperti “perisai” di atas sariawan sehingga gesekan dengan gigi dan makanan berkurang.
Gel dengan bahan pereda nyeri lokal, yang menurunkan rasa perih beberapa saat sebelum makan.
Gel dengan kandungan antiseptik atau antiinflamasi ringan, untuk membantu mengontrol bakteri dan peradangan di sekitar luka.
Cara pakai singkat:
Keringkan area sariawan dengan tisu atau cotton bud bersih.
Oleskan tipis, biarkan beberapa menit sebelum makan atau minum.
Gunakan sesuai dosis di kemasan, biasanya 2–4 kali sehari.
2. Obat kumur
Obat kumur bermanfaat untuk sariawan di beberapa titik sekaligus atau jika kamu ingin menjaga kebersihan keseluruhan mulut.
Pilih obat kumur tanpa alkohol agar tidak menambah rasa perih.
Obat kumur antiseptik membantu mengurangi beban bakteri dan menjaga area luka tetap bersih.
Kumur 30 detik, lalu buang. Jangan menelan.
3. Dukungan tambahan
Dalam beberapa kasus, dokter bisa menyarankan:
Tablet hisap antiseptik.
Suplemen vitamin B kompleks atau vitamin C jika dicurigai ada kekurangan nutrisi yang memicu sariawan berulang.
Obat-obat ini membantu proses penyembuhan, tetapi tetap perlu dibarengi perbaikan kebiasaan harian.
Kebiasaan Makan yang Perlu Diatur saat Sedang Sariawan
Sariawan di pipi bagian dalam sangat mudah tersenggol makanan. Mengubah sedikit pola makan membantu luka lebih cepat kering dan mengurangi rasa perih.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Hindari makanan pedas, asam, dan terlalu asin Makanan seperti sambal, jeruk, cuka, keripik asin, dan saus asam membuat luka terasa jauh lebih perih.
Pilih makanan tekstur lembut Bubur, nasi lembek, telur orak-arik, sayur berkuah, atau smoothie lebih bersahabat untuk sariawan dibanding kerupuk keras atau daging alot.
Atur suhu makanan dan minuman Makanan terlalu panas atau terlalu dingin bisa memicu nyeri tajam. Pilih suhu suam-suam kuku.
Kunyah di sisi yang tidak sariawan Jika sariawan hanya di salah satu sisi pipi, usahakan mengunyah di sisi yang lain.
Kebiasaan lain yang membantu:
Minum cukup air agar mulut tidak kering.
Mengurangi camilan manis lengket yang menempel di pipi dan gigi.
Dengan pola makan yang lebih lembut dan terkontrol, sariawan biasanya lebih cepat mengering dan risiko luka bertambah parah bisa berkurang.
Pengguna Behel dan Sariawan di Titik yang Sama
Pengguna behel sangat sering mengalami sariawan di pipi bagian dalam. Posisi kawat dan bracket yang sedikit menonjol bisa menjadi sumber gesekan harian.
Tanda sariawan terkait behel:
Selalu muncul di garis yang sama, sejajar dengan kawat atau bracket tertentu.
Muncul lagi beberapa hari setelah sariawan lama sembuh.
Terjadi terutama setelah kawat baru diganti atau ditarik lebih kencang.
Hal yang bisa dilakukan di rumah:
Menggunakan orthodontic wax (lilin ortodonti) pada bagian kawat atau bracket yang terasa tajam.
Memastikan kebersihan mulut terjaga karena behel mudah menahan sisa makanan yang bisa mengiritasi.
Namun, jika lilin tidak banyak membantu, atau kawat terasa sangat menusuk ke pipi, dibutuhkan penyesuaian profesional.
Kalau kamu pengguna behel dan sering sariawan di titik yang sama, dokter di Sozo Dental Clinic bisa bantu mengecek posisi kawat, bracket, dan gigi. Dokter dapat:
Memotong atau menghaluskan bagian kawat yang terlalu panjang.
Menata ulang posisi bracket bila diperlukan.
Memberi panduan penggunaan wax dan pembersihan area sekitar behel yang lebih efektif.
Dengan penyesuaian seperti ini, frekuensi sariawan biasanya berkurang signifikan.
Peran Sozo Dental Clinic: Bukan Hanya Memberi Obat, tapi Menghapus Pemicu
Sariawan yang selalu kembali ke area pipi bagian dalam adalah sinyal bahwa ada sesuatu yang mengganggu di lokasi tersebut. Sozo Dental Clinic tidak hanya fokus mengurangi rasa perih, tetapi juga mencari pemicunya.
Pendekatan yang biasa dilakukan:
Pemeriksaan menyeluruh pada pipi bagian dalam, gigi, behel, tambalan, dan gigi tiruan.
Identifikasi sumber gesekan: tepi gigi runcing, tambalan kasar, bracket menonjol, atau karang gigi di area tertentu.
Diskusi kebiasaan harian, termasuk pola makan, kebiasaan menggigit pipi, dan riwayat sariawan sebelumnya.
Rekomendasi perawatan: penghalusan tepi gigi atau tambalan, penyesuaian behel, scaling jika ada karang, atau manajemen sariawan berulang.
Dibanding hanya mengandalkan obat oles berulang kali, menghilangkan sumber iritasi memberi hasil yang jauh lebih bertahan lama.
Banyak pasien melaporkan bahwa setelah tepi gigi dihaluskan atau kawat behel diperbaiki, sariawan di pipi bagian dalam jauh lebih jarang muncul.
Kamu bisa menghubungi Sozo Dental Clinic lewat WhatsApp, telepon, atau formulir di website untuk menanyakan jadwal dan promo konsultasi kesehatan mulut yang sedang berlangsung. Dengan langkah kecil ini, sariawan di pipi bagian dalam tidak lagi menjadi “tamu langganan”, dan kamu bisa makan serta tersenyum dengan jauh lebih nyaman.