Kebersihan gigi saat memakai behel membutuhkan perhatian ekstra. Penelitian menunjukkan pengguna behel yang rutin flossing memiliki risiko karang gigi 40% lebih rendah. Banyak pasien merasakan gigi terasa lebih bersih dan napas segar setelah dua minggu flossing teratur. Kalau kamu memakai behel, artikel ini akan membantu memahami cara tepat penggunaan dental floss, manfaatnya, dan alat bantu yang memudahkan prosesnya.

Mengapa Flossing Penting untuk Pengguna Behel?
Menjaga kebersihan gigi saat menjalani perawatan behel bukan hanya tentang menyikat gigi rutin. Saat kamu memakai behel, banyak area di rongga mulut yang sulit dijangkau oleh bulu sikat, terutama di sela-sela gigi dan sekitar kawat. Di sinilah flossing memainkan peran yang sangat penting.
Menurut penelitian ortodonti, flossing rutin dapat menurunkan risiko karang gigi hingga 40% pada pengguna behel. Tidak hanya itu, mereka yang rajin menggunakan dental floss terbukti memiliki gusi lebih sehat dan bau mulut yang lebih segar.
1. Mencegah Penumpukan Plak di Sela Gigi
Kawat dan bracket behel menciptakan banyak celah kecil tempat plak mudah terbentuk. Jika tidak dibersihkan, plak akan mengeras menjadi karang gigi dan sulit diangkat dengan sikat biasa.
Dengan flossing, sisa makanan dan bakteri di sela gigi bisa terangkat lebih maksimal, menjaga permukaan gigi tetap bersih dan halus.
2. Melindungi Gusi dari Peradangan
Flossing membantu mengurangi tumpukan bakteri di tepi gusi yang bisa menyebabkan radang. Pengguna behel sering mengalami gusi bengkak karena sisa makanan yang tertinggal, dan ini bisa dicegah dengan flossing setiap hari. Hasilnya, gusi terlihat lebih sehat dan tidak mudah berdarah saat menyikat gigi.
3. Menunjang Keberhasilan Perawatan Behel
Kebersihan mulut yang buruk bisa memperlambat proses pergeseran gigi. Plak dan karang gigi dapat menyebabkan peradangan dan rasa tidak nyaman, yang mengganggu jadwal perawatan ortodonti.
Dengan flossing rutin, kamu membantu proses perawatan berjalan lebih lancar dan hasil akhir behel jadi lebih maksimal.
4. Mencegah Bau Mulut
Sisa makanan yang tidak dibersihkan di sela gigi bisa membusuk dan menimbulkan bau. Flossing membersihkan area yang tidak terjangkau sikat, menghilangkan sisa makanan kecil yang sering menjadi sumber napas tidak segar. Melakukan flossing sebelum tidur sangat disarankan agar mulut tetap bersih semalaman.
5. Menghemat Biaya Perawatan Tambahan
Masalah gusi atau karang gigi yang sudah parah sering memerlukan tindakan pembersihan profesional. Dengan flossing teratur, kamu dapat mencegah kondisi tersebut dan menghindari biaya tambahan di masa depan.
Teknik Flossing dengan Behel
Melakukan flossing saat menggunakan behel memang membutuhkan ketelatenan tambahan. Namun, dengan teknik yang tepat dan alat bantu yang sesuai, prosesnya bisa menjadi jauh lebih mudah dan efektif. Berikut panduan lengkap untuk membantumu melakukan flossing dengan behel tanpa risiko merusak kawat atau bracket.
1. Pilih Jenis Floss yang Tepat
Tidak semua dental floss cocok digunakan oleh pengguna behel. Pilih jenis yang lebih lembut dan tidak mudah putus. Dua jenis floss yang paling direkomendasikan adalah:
- Superfloss: Memiliki ujung kaku untuk memudahkan memasukkan benang di bawah kawat, ditambah bagian lembut untuk membersihkan sekitar bracket.
- Floss dengan threader: Dilengkapi alat bantu berbentuk jarum kecil agar benang dapat melewati kawat lebih mudah.
2. Siapkan Panjang Floss yang Cukup
Potong benang floss sekitar 45–50 cm. Kamu akan membutuhkan panjang cukup agar bisa menggunakannya di seluruh gigi tanpa berkali-kali memotong baru.
3. Masukkan Floss di Bawah Kawat
Gunakan threader atau bagian kaku dari superfloss untuk memasukkan benang di bawah kawat. Lakukan dengan hati-hati agar tidak merusak bracket atau melukai gusi.
Setelah berhasil masuk, tarik benang perlahan hingga kedua ujungnya sejajar.
4. Gerakkan Floss secara Lembut
Pegang benang dengan kedua tangan dan lakukan gerakan ke atas dan ke bawah di sela gigi. Hindari menggerakkan ke depan dan belakang karena bisa merusak kawat atau mengiritasi gusi.
Pastikan setiap sela gigi dibersihkan hingga terasa halus saat benang melewati area tersebut.
5. Bersihkan Area di Dekat Gusi
Jangan hanya fokus di sela gigi, tapi juga di bagian bawah kawat dekat gusi. Ini area yang sering terlewat dan menjadi tempat favorit plak menumpuk.
Lakukan gerakan vertikal lembut untuk mengangkat sisa makanan dari sekitar bracket.
6. Ulangi di Setiap Gigi
Lanjutkan ke sela gigi berikutnya dengan bagian benang yang bersih. Floss yang sudah dipakai di satu sela gigi sebaiknya tidak digunakan kembali untuk mencegah penyebaran bakteri.
7. Gunakan Water Flosser Jika Diperlukan
Jika kamu merasa flossing manual sulit dilakukan setiap hari, water flosser bisa menjadi alternatif. Alat ini menyemprotkan air bertekanan untuk membersihkan sela gigi dan sekitar kawat dengan cepat dan lembut.
Banyak pasien dengan behel merasa water flosser lebih praktis untuk penggunaan harian, terutama saat terburu-buru.
Alat Bantu Flossing yang Disarankan
Memakai behel bukan berarti harus repot setiap kali flossing. Ada beberapa alat bantu yang dirancang khusus untuk memudahkan proses membersihkan sela-sela gigi di antara kawat dan bracket. Pilihan alat yang tepat akan membuat rutinitas flossing terasa lebih cepat dan efektif.
1. Dental Floss Threader
Dental floss threader berbentuk menyerupai jarum plastik kecil yang lentur. Fungsinya untuk membantu memasukkan benang floss di bawah kawat behel yang sulit dijangkau secara manual.
Cara penggunaannya sangat mudah: masukkan benang ke lubang threader, lalu arahkan threader di bawah kawat dan tarik hingga benang melewati sela gigi. Dengan alat ini, waktu flossing jadi lebih hemat dan risiko benang tersangkut di kawat berkurang.
2. Superfloss
Superfloss adalah dental floss khusus yang memiliki tiga bagian: ujung kaku untuk mengarahkan benang, bagian berbulu lembut untuk membersihkan area sekitar bracket, dan benang biasa untuk sela gigi.
Produk ini sangat ideal bagi pengguna behel karena memudahkan pembersihan di area yang biasanya sulit dijangkau hanya dengan floss biasa. Cukup masukkan ujung kaku di bawah kawat, lanjutkan pembersihan di sela-sela gigi, lalu buang setelah selesai digunakan.
3. Water Flosser (Irigator Air)
Water flosser merupakan alat modern yang menyemprotkan air bertekanan untuk membersihkan plak dan sisa makanan di sela gigi serta sekitar kawat.
Keunggulan alat ini adalah kemampuannya menjangkau area yang sangat sempit dan membersihkan dengan waktu singkat. Banyak pasien merasa water flosser sangat praktis, terutama bagi kamu yang memiliki jadwal padat. Cukup arahkan semprotan air ke area yang ingin dibersihkan, lalu lakukan beberapa detik di setiap sela gigi dan bracket.
4. Dental Picks Khusus untuk Behel
Beberapa dental picks hadir dengan desain tipis dan fleksibel, cocok untuk digunakan pada gigi yang dipasangi behel. Dental picks ini bisa dijadikan pelengkap flossing, terutama untuk membersihkan sisa makanan pada area yang sangat sulit dijangkau.
Area yang Sering Terlewat Saat Flossing Behel
Banyak pengguna behel merasa telah membersihkan gigi dengan maksimal, namun masih ada sisa makanan dan plak yang tertinggal di beberapa area tersembunyi. Flossing dengan behel memang cukup menantang, apalagi jika tidak mengetahui area-area penting yang mudah terabaikan. Berikut beberapa bagian yang perlu kamu perhatikan saat flossing:
1. Sela Gigi Bagian Belakang Molar
Gigi geraham belakang sering menjadi area yang paling sering terlewat. Sulit dijangkau karena letaknya di ujung, apalagi dengan adanya kawat dan bracket. Sisa makanan yang menumpuk di bagian ini bisa menyebabkan karang gigi dan bau mulut.
2. Area di Bawah Kawat Dekat Gusi
Bagian bawah kawat, terutama yang menempel pada gusi, adalah tempat favorit plak dan sisa makanan menumpuk. Flossing perlu dilakukan dengan teknik khusus agar benang bisa masuk ke area ini tanpa melukai gusi. Pastikan untuk mengarahkan floss ke bawah kawat, bukan hanya di sela gigi.
3. Sisi Kanan dan Kiri Bracket
Kiri dan kanan setiap bracket sebaiknya dibersihkan khusus karena sisa makanan mudah tersangkut di sudut-sudut kecil tersebut. Floss dengan bantuan threader atau superfloss bisa membantu mengakses area ini dengan lebih mudah.
4. Celah Antara Bracket dan Permukaan Gigi
Terkadang, bagian antara bracket dan permukaan gigi tidak terjangkau sikat dan benang floss biasa. Pastikan benang benar-benar melewati seluruh permukaan gigi agar tidak ada plak yang tersisa.
Alternatif Flossing yang Efektif
Flossing tradisional memang sangat dianjurkan, tapi tidak semua pengguna behel merasa nyaman atau terbiasa melakukannya setiap hari. Untungnya, ada beberapa alternatif yang bisa dipilih agar kebersihan gigi tetap terjaga tanpa repot.
1. Water Flosser
Water flosser atau irigator air adalah alat yang menyemprotkan air dengan tekanan cukup kuat ke sela-sela gigi dan sekitar kawat serta bracket behel. Teknologi ini sangat efektif menghilangkan sisa makanan dan plak dalam waktu singkat.
Keunggulannya, water flosser bisa menjangkau area tersembunyi tanpa menyebabkan iritasi atau luka pada gusi. Banyak pasien ortodonti merasa alat ini lebih praktis dan hemat waktu dibanding flossing manual.
2. Dental Picks Khusus
Beberapa dental picks didesain khusus untuk pengguna behel dan bisa membersihkan area di bawah kawat atau sisi bracket yang sulit dijangkau floss biasa. Alat ini cocok digunakan sebagai pendamping floss tradisional, terutama jika kamu ingin memastikan tidak ada sisa makanan tertinggal di area sempit.
3. Interdental Brush
Sikat interdental berukuran kecil efektif membersihkan sela-sela di antara bracket, kawat, dan permukaan gigi. Penggunaannya cukup mudah: sisipkan sikat ke area yang ingin dibersihkan, lalu gerakkan perlahan agar sisa makanan terangkat.
Layanan Perawatan Ortodonti di Sozo Dental
Sozo Dental dikenal sebagai salah satu klinik gigi dengan layanan ortodonti modern, lengkap, dan profesional. Setiap pasien behel mendapatkan pendampingan langsung dari dokter berpengalaman dan tim yang ramah sepanjang proses perawatan.
Konsultasi ortodonti di Sozo Dental diawali dengan pemeriksaan digital, analisis diagnosis, serta penyusunan rencana perawatan yang aman dan efektif sesuai kebutuhan pasien. Semua tahapan terintegrasi, mulai dari pasang behel, scaling, cetak gigi, hingga edukasi teknik kebersihan mulut khusus pengguna behel.
Harga pemasangan behel di Sozo Dental cukup terjangkau, mulai dari Rp1.799.000 sudah termasuk pemasangan untuk dua rahang, scaling, dan cetak gigi. Ada juga penawaran paket behel komplit yang mencakup perawatan menyeluruh, rontgen, dan monitoring kesehatan gigi selama masa perawatan.
Selain behel konvensional, Sozo Dental menghadirkan teknologi clear aligner berbasis perangkat lunak khusus. Ini memungkinkan perencanaan perawatan secara virtual dan hasil yang lebih presisi, cocok untuk pasien yang mengutamakan kenyamanan serta estetika.
Testimoni pasien behel membuktikan, perawatan di Sozo Dental tidak hanya fokus pada pemasangan kawat, tetapi juga memastikan pasien menguasai teknik flossing agar gigi tetap sehat selama perawatan. Pelayanan yang ramah, peralatan modern, serta ruang tunggu yang nyaman menjadikan pengalaman perawatan behel di Sozo Dental selalu menyenangkan.
Mau gigi tetap sehat dan bebas plak selama memakai behel? Segera booking konsultasi di Sozo Dental, dan nikmati manfaat perawatan ortodonti yang lebih efektif.






