Epulis adalah Penyakit? Kenali Gejala dan Cara Menanganinya

Epulis Adalah Benjolan di Gusi, Kenali Gejala & Cara Menanganinya

Epulis adalah istilah medis untuk benjolan atau pertumbuhan jaringan berlebih yang muncul di gusi dan merupakan salah satu kondisi yang cukup sering ditemukan dalam praktik dokter gigi sehari-hari. Sebagian besar epulis bersifat jinak dan tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Namun bukan berarti kondisi ini bisa diabaikan begitu saja tanpa evaluasi. Memahami apa itu epulis, jenis-jenisnya, penyebabnya, dan pilihan penanganannya membantu kamu mengambil langkah yang tepat jika menemukan benjolan di gusi. Yuk, simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini!

Definisi Epulis dan Jenis-Jenisnya

Secara harfiah epulis berasal dari bahasa Yunani yang berarti “di atas gusi”. Istilah ini digunakan untuk mendeskripsikan berbagai jenis pertumbuhan jaringan yang muncul dari jaringan gusi atau ligamen pendukung gigi dan bukan merupakan satu diagnosis tunggal melainkan mencakup beberapa jenis yang berbeda secara struktur.

Membedakan jenis epulis penting karena masing-masing memiliki karakteristik, penyebab, dan pendekatan penanganan yang berbeda meski secara tampilan dari luar bisa terlihat serupa.

Epulis Fibrosa

Epulis fibrosa adalah jenis yang paling umum ditemukan. Benjolan ini terdiri dari jaringan ikat fibrosa yang padat dan terbentuk sebagai respons terhadap iritasi kronis yang berlangsung lama di area gusi tersebut.

Epulis fibrosa umumnya berwarna merah muda pucat mendekati warna gusi normal di sekitarnya, permukaannya halus, teksturnya keras saat ditekan, dan tidak mudah berdarah. Ukurannya bervariasi dari beberapa milimeter hingga beberapa sentimeter tergantung seberapa lama kondisi ini sudah berlangsung sebelum dievaluasi.

Epulis Vaskular atau Granuloma Piogenik

Jenis ini terbentuk dari jaringan pembuluh darah yang tumbuh berlebihan sebagai respons terhadap iritasi atau trauma. Epulis vaskular berwarna merah lebih cerah atau keunguan dibanding epulis fibrosa karena kandungan pembuluh darahnya yang tinggi dan sangat mudah berdarah bahkan hanya dengan sentuhan ringan.

Kondisi ini lebih sering ditemukan pada perempuan hamil akibat perubahan hormonal yang membuat jaringan gusi lebih reaktif terhadap iritasi. Pada ibu hamil kondisi ini kadang disebut sebagai tumor kehamilan meski istilah ini bisa menyesatkan karena kondisi ini jinak dan sering mengecil sendiri setelah melahirkan.

Epulis Sel Raksasa

Epulis sel raksasa atau giant cell epulis adalah jenis yang paling jarang ditemukan namun paling penting untuk diidentifikasi dengan tepat. Benjolan ini berwarna merah keunguan hingga cokelat kemerahan dan umumnya muncul di depan gigi geraham kecil.

Kondisi ini bisa berasal dari jaringan gusi saja atau dalam beberapa kasus melibatkan tulang di bawahnya. Pemeriksaan rontgen diperlukan untuk menilai apakah ada keterlibatan tulang yang memerlukan pendekatan penanganan yang berbeda.

Epulis Kongenital

Epulis kongenital adalah jenis yang sangat jarang dan muncul pada bayi baru lahir biasanya di gusi rahang atas. Kondisi ini bisa memengaruhi kemampuan bayi untuk menyusu jika ukurannya cukup besar dan umumnya memerlukan pengangkatan segera setelah diagnosis dikonfirmasi.

Baca juga: Gusi Tumbuh Daging: Hiperplasia, Epulis, atau Radang Biasa?

Gejala Epulis dan Letak yang Sering Ditemukan

Epulis bisa muncul tanpa memberikan gejala apapun selain keberadaan benjolan yang terlihat atau teraba. Namun dalam banyak kasus ada gejala yang menyertai terutama ketika benjolan sudah cukup besar atau teriritasi oleh makanan dan aktivitas mengunyah.

Gejala yang Sering Dirasakan

Gejala yang paling umum dilaporkan oleh orang dengan epulis meliputi:

  • Benjolan yang terlihat atau teraba di gusi yang umumnya menjadi penemuan pertama baik secara tidak sengaja saat berkaca atau saat menyikat gigi

  • Perdarahan saat menyikat gigi atau saat makan terutama pada jenis epulis vaskular yang mengandung banyak pembuluh darah

  • Rasa tidak nyaman atau nyeri ringan saat makanan bersentuhan dengan benjolan terutama jika permukaannya sudah mengalami luka kecil akibat gesekan

  • Benjolan yang terasa membesar perlahan dalam beberapa minggu atau bulan yang mendorong seseorang untuk mencari evaluasi

  • Pada benjolan yang cukup besar, gangguan saat mengunyah atau berbicara karena benjolan mengisi ruang di antara gigi

Lokasi yang Paling Sering Ditemukan

Epulis bisa muncul di mana saja di sepanjang gusi namun ada lokasi yang lebih sering menjadi tempat kemunculannya:

  • Area antara dua gigi di mana jaringan gusi di sela-sela gigi lebih mudah teriritasi oleh plak dan makanan yang terselip

  • Area di sekitar gigi yang memiliki tambalan lama atau mahkota gigi yang tepinya sudah tidak rapat dan mengiritasi gusi secara terus-menerus

  • Gusi rahang depan baik atas maupun bawah yang lebih sering terpapar iritasi dari berbagai sumber dibanding gusi area belakang

  • Area di sekitar gigi bungsu yang tumbuh sebagian karena jaringan gusi di area ini sangat rentan terhadap iritasi berulang

Faktor Pemicu Iritasi Kronis dari Gigi atau Tambalan

Hampir semua jenis epulis memiliki satu kesamaan yaitu adanya faktor iritasi kronis yang berlangsung lama sebagai pemicunya. Jaringan gusi yang terus-menerus teriritasi pada akhirnya merespons dengan membentuk pertumbuhan jaringan berlebih sebagai bentuk adaptasi.

Tepi Tambalan atau Mahkota yang Tidak Sempurna

Salah satu pemicu yang paling sering ditemukan adalah tepi tambalan atau mahkota gigi yang tidak rapat, kasar, atau menggantung melampaui tepi gigi. Tepi yang tidak sempurna ini secara terus-menerus menggesek atau menekan jaringan gusi di sekitarnya setiap kali anak atau orang dewasa makan, berbicara, atau bahkan saat istirahat.

Iritasi yang berlangsung berbulan-bulan atau bertahun-tahun adalah waktu yang cukup bagi jaringan gusi untuk membentuk epulis di area yang terus-menerus terstimulasi. Mengganti atau memperbaiki tambalan atau mahkota yang bermasalah adalah bagian penting dari penanganan epulis yang berkaitan dengan kondisi ini.

Karang Gigi yang Menumpuk

Karang gigi yang menumpuk di sekitar leher gigi terutama yang berada di bawah garis gusi adalah sumber iritasi mekanis dan kimiawi yang sangat signifikan. Permukaan karang gigi yang kasar dan keras secara terus-menerus bergesekan dengan jaringan gusi lunak yang mengelilinginya.

Selain iritasi mekanis, bakteri yang menempel di permukaan karang gigi menghasilkan racun yang secara kimiawi merusak jaringan gusi di sekitarnya. Kombinasi iritasi mekanis dan kimiawi ini membuat area dengan karang gigi yang banyak sangat rentan terhadap pembentukan epulis.

Baca juga: Apakah Karang Gigi Bisa Hilang dengan Sikat Gigi Saja? Cek Faktanya

Gigi Tiruan yang Tidak Pas

Gigi tiruan lepasan yang sudah tidak pas karena perubahan bentuk tulang rahang seiring waktu bisa menjadi sumber iritasi yang sangat signifikan. Faktanya, gigi palsu yang tidak pas bergerak saat digunakan untuk makan dan tepinya yang tidak lagi sesuai dengan kontur gusi bisa menggores dan mengiritasi jaringan gusi secara berulang setiap hari.

Epulis yang berkaitan dengan gigi tiruan yang tidak pas biasanya ditemukan di area tepi gigi tiruan yang bersentuhan dengan gusi. Kondisi ini lebih sering ditemukan pada orang lanjut usia yang sudah menggunakan gigi tiruan dalam waktu yang cukup lama.

Perubahan Hormonal

Perubahan hormonal selama kehamilan meningkatkan sensitivitas jaringan gusi terhadap iritasi secara signifikan. Gusi yang sudah lebih reaktif akibat hormon kehamilan bisa membentuk epulis bahkan dari iritasi yang sebelum kehamilan tidak cukup kuat untuk memicunya.

Epulis yang muncul selama kehamilan sering mengalami regresi spontan atau mengecil setelah melahirkan namun tidak selalu menghilang sepenuhnya. Evaluasi oleh dokter gigi tetap diperlukan untuk memantau perkembangannya dan menentukan apakah perlu tindakan setelah masa kehamilan selesai.

Pilihan Terapi dari Observasi sampai Operasi Kecil

Penentuan pilihan terapi untuk epulis bergantung pada beberapa faktor yaitu jenis epulis, ukurannya, apakah ada gejala yang mengganggu, apakah ada keterlibatan tulang, dan kondisi umum pasien.

Observasi dan Eliminasi Faktor Pemicu

Untuk epulis yang berukuran kecil, tidak menimbulkan gejala yang mengganggu, dan sudah diidentifikasi memiliki faktor pemicu yang bisa diatasi, pendekatan pertama yang sering dilakukan adalah eliminasi faktor pemicunya sambil memantau respons benjolan.

Menghilangkan sumber iritasi seperti memperbaiki tambalan yang kasar, melakukan scaling untuk membersihkan karang gigi, atau memperbaiki gigi tiruan yang tidak pas kadang sudah cukup untuk menyebabkan epulis mengecil secara bertahap tanpa memerlukan tindakan tambahan. Observasi selama beberapa minggu hingga bulan setelah eliminasi faktor pemicu dilakukan untuk menilai apakah ada regresi yang terjadi.

Pengangkatan Bedah

Untuk epulis yang berukuran cukup besar, menimbulkan gejala yang mengganggu, terus membesar meski faktor pemicunya sudah diatasi, atau untuk memastikan diagnosis melalui pemeriksaan jaringan, pengangkatan bedah adalah pilihan yang dianjurkan.

Prosedur pengangkatan epulis adalah operasi kecil yang dilakukan dengan anestesi lokal. Dokter gigi akan mengangkat seluruh benjolan beserta sedikit jaringan di sekitarnya untuk memastikan tidak ada jaringan yang mungkin bermasalah yang tertinggal. Prosedur ini umumnya berlangsung dalam satu sesi dengan waktu yang relatif singkat.

Jaringan yang diangkat umumnya dikirim ke laboratorium patologi untuk pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan sifat jinak dari benjolan dan menyingkirkan kemungkinan kondisi yang lebih serius. Ini adalah langkah standar yang penting bahkan untuk benjolan yang secara klinis tampak jinak.

Perawatan Pasca Pengangkatan

Setelah pengangkatan epulis, menghilangkan faktor pemicunya adalah langkah yang sangat penting untuk mencegah kekambuhan. Epulis yang diangkat tanpa mengatasi sumber iritasi aslinya memiliki kemungkinan yang cukup tinggi untuk tumbuh kembali di area yang sama.

Perawatan pasca prosedur umumnya melibatkan penggunaan obat kumur antiseptik, menghindari makanan keras di area yang baru dioperasi selama beberapa hari, dan kunjungan kontrol untuk memastikan penyembuhan berjalan dengan baik dan tidak ada tanda kekambuhan.

Temukan Benjolan di Gusi? Periksa di Sozo Dental Clinic

Jika kamu menemukan daging tumbuh atau benjolan di gusi, periksakan ke Sozo Dental Clinic untuk memastikan apakah itu epulis dan apakah membutuhkan tindakan lebih lanjut berdasarkan evaluasi langsung oleh dokter gigi yang berpengalaman.

Tidak semua benjolan di gusi adalah epulis dan tidak semua epulis memerlukan tindakan segera. Yang paling penting adalah mendapat evaluasi yang tepat agar kondisi yang ada tidak salah ditangani atau dibiarkan berkembang tanpa pengawasan.

Layanan Evaluasi dan Penanganan Epulis di Sozo Dental Clinic

Sozo Dental Clinic menyediakan layanan yang komprehensif untuk evaluasi dan penanganan benjolan di gusi termasuk epulis:

  • Pemeriksaan menyeluruh jaringan lunak mulut termasuk evaluasi karakteristik benjolan yang ditemukan untuk menentukan jenis dan pendekatan penanganan yang paling tepat

  • Rontgen periapikal untuk menilai apakah ada keterlibatan tulang di bawah benjolan yang memengaruhi perencanaan tindakan

  • Scaling gigi untuk menghilangkan karang gigi sebagai faktor pemicu iritasi kronis yang berkontribusi pada terbentuknya epulis

  • Perbaikan atau penggantian tambal gigi yang tepinya sudah tidak sempurna dan menjadi sumber iritasi di area epulis

  • Prosedur pengangkatan epulis dengan anestesi lokal untuk kondisi yang memerlukan tindakan langsung termasuk pengiriman jaringan untuk pemeriksaan patologi

  • Pemantauan pasca pengangkatan dan evaluasi berkala untuk memastikan tidak ada kekambuhan setelah faktor pemicunya sudah diatasi

Jangan Tunda Evaluasi Benjolan di Gusi

Benjolan di gusi yang jinak sekalipun perlu mendapat evaluasi profesional untuk memastikan karakteristiknya. Kemudian menentukan apakah observasi saja sudah cukup atau diperlukan tindakan lebih lanjut. Menunda evaluasi hanya memberikan waktu lebih bagi benjolan untuk berkembang dan faktor pemicunya untuk terus mengiritasi jaringan sekitarnya.

Sozo Dental Clinic berkomitmen memberikan evaluasi yang menyeluruh, jujur, dan berbasis pemeriksaan langsung untuk setiap kondisi yang ditemukan. Kunjungi klinik gigi terdekat sekarang untuk membuat janji pemeriksaan dan pastikan benjolan di gusi yang kamu temukan mendapat penilaian yang tepat.