Gigi Anak Tumbuh di Gusi Atas: Penyebab, Bahaya, dan Penanganannya

Gigi Anak Tumbuh di Gusi Atas Penyebab, Bahaya, dan Penanganannya

Gigi anak tumbuh di gusi atas sering membuat orang tua cemas, apalagi kalau letaknya jauh dari gigi lain. [STATISTIK: prevalensi gigi tumbuh tidak pada tempatnya / maloklusi pada anak Indonesia, Riskesdas 2018 / SKI 2023]. Kabar baiknya, kondisi ini bisa ditangani lebih mudah kalau diperiksa sejak awal.

Kenapa Gigi Anak Bisa Tumbuh di Gusi Atas?

Gigi permanen biasanya tumbuh tepat di bawah gigi susu. Saat gigi susu goyang dan lepas, gigi permanen naik mengisi tempat yang sama.

Masalah muncul kalau jalur tumbuhnya terhalang. Gigi permanen lalu mencari jalan lain dan muncul di posisi yang lebih tinggi di gusi.

Kondisi ini paling sering terlihat pada usia sekolah. Pada masa ini, gigi susu dan gigi permanen tumbuh bergantian dalam waktu yang berdekatan.

Penyebab Gigi Anak Tumbuh di Gusi Atas

Ada beberapa penyebab yang paling sering ditemukan dokter gigi. Masing-masing punya ciri dan penanganan yang berbeda.

Gigi Taring Permanen Kekurangan Tempat

Gigi taring atas termasuk gigi permanen yang tumbuh paling akhir di bagian depan. Biasanya gigi ini muncul sekitar usia 11 sampai 12 tahun.

Kalau ruang di lengkung rahang sudah sempit, gigi taring tidak bisa masuk ke barisan. Gigi ini akhirnya tumbuh lebih tinggi di gusi, menonjol keluar, dan dikenal sebagai gingsul.

Gigi Susu Belum Lepas

Gigi susu yang terlalu lama bertahan bisa menghalangi gigi permanen. Akibatnya, gigi permanen tumbuh di depan, di belakang, atau lebih tinggi dari gigi susu.

Kondisi ini sering disebut gigi berlapis atau gigi dobel. Untuk sementara, anak bisa punya dua baris gigi di area yang sama.

Ukuran Rahang Lebih Kecil dari Ukuran Gigi

Sebagian anak punya rahang yang relatif kecil dibanding ukuran giginya. Faktor ini sering diturunkan dari orang tua.

Ruang yang terbatas membuat gigi berebut tempat. Gigi yang tumbuh belakangan biasanya terdorong ke posisi yang tidak seharusnya.

Gigi Susu Tanggal Terlalu Cepat

Gigi susu yang dicabut atau lepas terlalu dini juga bisa jadi pemicu. Gigi di sebelahnya bergeser dan menutup ruang yang seharusnya untuk gigi permanen.

Saat gigi permanen akhirnya tumbuh, ruangnya sudah tidak cukup. Gigi lalu muncul di tempat lain, termasuk lebih tinggi di gusi.

Gigi Berlebih

Pada sebagian kecil anak, ada gigi tambahan di gusi atas bagian depan. Gigi ini bisa menghalangi gigi seri permanen sehingga tumbuhnya terlambat atau miring.

Gigi berlebih biasanya baru terlihat jelas lewat rontgen. Karena itu, pemeriksaan dokter gigi penting kalau ada gigi depan yang tidak kunjung tumbuh.

Jadwal Tumbuh Gigi Permanen Atas pada Anak

Mengetahui jadwal tumbuh gigi membantu orang tua menilai apakah gigi anak tumbuh sesuai waktunya. Berikut perkiraan umum usia tumbuh gigi permanen rahang atas:

Gigi permanen atas Perkiraan usia tumbuh
Gigi geraham pertama 6–7 tahun
Gigi seri tengah 7–8 tahun
Gigi seri samping 8–9 tahun
Gigi premolar pertama 10–11 tahun
Gigi premolar kedua 10–12 tahun
Gigi taring 11–12 tahun
Gigi geraham kedua 12–13 tahun

Rentang ini bisa berbeda beberapa bulan pada setiap anak. Yang perlu diperhatikan adalah selisih yang terlalu jauh antara sisi kanan dan kiri.

Gigi taring atas tumbuh paling akhir di bagian depan. Karena itu, gigi inilah yang paling sering tumbuh di gusi atas saat ruangnya sudah terpakai gigi lain.

Gigi Berlapis atau Gingsul? Ini Bedanya

Dua kondisi ini sering tertukar, padahal penanganannya bisa berbeda. Perbandingan berikut bisa membantu:

Gigi berlapis Gingsul
Penyebab utama Gigi susu belum lepas Ruang rahang sempit
Ciri Dua gigi di satu tempat Gigi taring menonjol tinggi
Usia sering muncul 6–8 tahun 11–12 tahun
Penanganan awal Cabut gigi susu Evaluasi ortodonti

Pada gigi berlapis, masalah sering selesai setelah gigi susu dicabut. Pada gingsul, dokter gigi biasanya perlu menilai ruang rahang lebih dulu.

Ciri-Ciri Gigi Anak Tumbuh di Gusi Atas

Orang tua bisa memperhatikan beberapa tanda berikut saat anak tersenyum atau membuka mulut:

  • Ada gigi yang muncul jauh di atas garis gusi gigi lain
  • Gigi tampak menonjol keluar seperti gingsul
  • Ada dua gigi di satu tempat, satu gigi susu dan satu gigi permanen
  • Ada benjolan keras di gusi atas yang belum menjadi gigi
  • Gigi susu sudah goyang lama tapi tidak juga lepas
  • Gigi permanen belum tumbuh padahal gigi di sisi lain sudah tumbuh

Satu tanda saja sudah cukup jadi alasan untuk memeriksakan gigi anak. Pemeriksaan awal membantu dokter gigi menentukan apakah perlu tindakan atau cukup dipantau.

Apakah Gigi Anak Tumbuh di Gusi Atas Berbahaya?

Kondisi ini umumnya tidak berbahaya secara langsung. Tapi kalau dibiarkan, beberapa masalah bisa muncul seiring waktu.

Dampak pada Kesehatan Gigi

Gigi yang tumbuh di luar barisan lebih sulit dibersihkan. Sisa makanan mudah terselip, sehingga risiko gigi berlubang dan radang gusi meningkat.

Gigi taring yang tertahan terlalu lama juga bisa menekan akar gigi di sebelahnya. Kondisi ini lebih mudah diketahui lewat rontgen.

Dampak pada Gigitan dan Rahang

Posisi gigi yang tidak rata bisa membuat gigitan tidak pas. Dalam jangka panjang, anak bisa merasa kurang nyaman saat mengunyah.

Dampak pada Cara Bicara

Posisi gigi depan ikut berperan saat anak mengucapkan huruf tertentu. Gigi yang tumbuh jauh dari barisan kadang membuat pengucapan huruf seperti “s” atau “f” kurang jelas.

Pada sebagian anak, pengucapan membaik setelah gigi berada di posisi yang tepat. Kalau masalah bicara menetap, dokter gigi bisa menyarankan pemeriksaan lanjutan.

Dampak pada Rasa Percaya Diri

Anak usia sekolah mulai peka terhadap penampilan. Gigi yang menonjol kadang membuat anak enggan tersenyum atau berbicara di depan teman.

Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter Gigi?

Tidak semua gigi yang tumbuh sedikit miring perlu tindakan. Namun, segera periksakan anak kalau mengalami kondisi berikut:

  • Gigi permanen sudah tumbuh, tapi gigi susu belum lepas lebih dari dua sampai tiga bulan
  • Gigi tumbuh sangat tinggi di gusi atau menonjol jelas
  • Ada benjolan keras di gusi atas tanpa gigi yang muncul
  • Gigi permanen di satu sisi sudah tumbuh, sisi lain belum tumbuh lebih dari enam bulan
  • Anak mengeluh sakit, gusi bengkak, atau sulit mengunyah

Menurut panduan umum ortodonti, pemeriksaan pertama posisi gigi sebaiknya dilakukan sekitar usia 7 tahun. Pada usia ini, dokter gigi sudah bisa melihat pola tumbuh gigi permanen.

Cara Menangani Gigi Anak Tumbuh di Gusi Atas

Penanganan disesuaikan dengan penyebab dan usia anak. Dokter gigi biasanya memulai dengan pemeriksaan dan, bila perlu, foto rontgen.

Pemeriksaan dan Rontgen

Rontgen membantu dokter gigi melihat posisi gigi yang belum tumbuh. Dari sini bisa diketahui apakah gigi masih punya jalur normal atau tertahan.

Cabut Gigi Susu yang Menghalangi

Kalau penyebabnya gigi susu yang belum lepas, dokter gigi bisa mencabutnya. Setelah jalannya terbuka, gigi permanen sering bergeser sendiri ke posisi yang lebih baik.

Pencabutan gigi susu pada anak umumnya cepat. Dokter gigi memakai bius lokal supaya anak tetap nyaman.

Perawatan Setelah Cabut Gigi Susu

Setelah gigi susu dicabut, anak biasanya diminta menggigit kapas beberapa saat. Tujuannya untuk menghentikan perdarahan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan orang tua di rumah:

  • Anak tidak berkumur kuat di hari yang sama
  • Hindari makanan panas dan keras selama sehari
  • Ingatkan anak tidak menggigit pipi atau bibir yang masih kebas karena bius
  • Tetap sikat gigi pelan, hindari area bekas cabut di hari pertama

Gigi permanen biasanya mulai bergeser ke posisi yang lebih baik dalam beberapa minggu sampai bulan. Dokter gigi akan menjadwalkan kontrol untuk memantau perkembangannya.

Perawatan Ortodonti Sejak Dini

Kalau masalahnya ruang rahang yang sempit, dokter gigi bisa menyarankan alat ortodonti. Pilihannya bisa berupa alat lepasan untuk anak atau behel saat usia sudah sesuai.

Perawatan sejak dini bertujuan mengarahkan pertumbuhan gigi dan rahang. Dengan begitu, perawatan di usia remaja bisa lebih singkat.

Merawat Gigi Anak Selama Memakai Alat Ortodonti

Anak yang memakai alat ortodonti butuh perhatian ekstra soal kebersihan. Sisa makanan lebih mudah tertahan di sekitar alat.

Bantu anak membersihkan alat sesuai petunjuk dokter gigi. Untuk alat lepasan, ajarkan anak menyimpannya di wadah khusus, bukan dibungkus tisu.

Kontrol rutin sesuai jadwal juga penting. Di setiap kunjungan, dokter gigi menyesuaikan alat supaya gigi bergerak ke arah yang tepat.

Penanganan Gigi Berlebih

Gigi tambahan yang menghalangi gigi permanen biasanya perlu dicabut. Waktunya ditentukan dokter gigi berdasarkan hasil rontgen dan usia anak.

Cara Mencegah Gigi Anak Tumbuh Tidak pada Tempatnya

Tidak semua kasus bisa dicegah, terutama yang berkaitan dengan bentuk rahang. Tapi beberapa kebiasaan ini bisa menurunkan risikonya:

  • Rawat gigi susu supaya tidak berlubang dan tanggal terlalu cepat
  • Sikat gigi anak dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride sesuai usia
  • Batasi kebiasaan isap jempol atau dot setelah usia balita
  • Periksa gigi anak setiap enam bulan
  • Jangan mencabut gigi susu sendiri sebelum benar-benar goyang

Asupan gizi juga ikut berperan. Makanan kaya kalsium, protein, dan vitamin D membantu pertumbuhan gigi dan tulang rahang anak.

Biasakan anak mengunyah makanan berserat seperti sayur dan buah. Aktivitas mengunyah membantu rahang berkembang dengan baik.

Gigi susu punya peran penting sebagai penjaga ruang untuk gigi permanen. Merawatnya sama pentingnya dengan merawat gigi dewasa.

Tips Mendampingi Anak Saat Gigi Tumbuh

Masa tumbuh gigi permanen bisa membuat anak tidak nyaman. Orang tua bisa membantu dengan langkah sederhana berikut:

  • Ajak anak bercerita tentang perubahan giginya tanpa menakut-nakuti
  • Berikan makanan yang mudah dikunyah saat gusi terasa sakit
  • Ajarkan anak tidak memainkan gigi goyang dengan lidah atau jari kotor
  • Ingatkan anak menyikat area gigi baru dengan lembut

Kalau anak takut ke dokter gigi, kenalkan suasana klinik secara bertahap. Kunjungan pemeriksaan rutin tanpa tindakan bisa membantu anak lebih tenang.

Mitos Seputar Gigi Anak yang Tumbuh Berantakan

Beberapa anggapan berikut masih sering dipercaya orang tua.

“Nanti Juga Rapi Sendiri”

Sebagian gigi memang bisa bergeser sedikit setelah gigi susu lepas. Tapi gigi yang tumbuh jauh dari barisan jarang kembali rapi tanpa bantuan.

“Gigi Susu Tidak Perlu Dirawat Karena Akan Lepas”

Gigi susu yang rusak dan tanggal terlalu cepat justru bisa mengganggu tumbuh gigi permanen. Merawat gigi susu tetap penting.

“Gingsul Itu Manis, Tidak Perlu Ditangani”

Secara tampilan, sebagian orang menyukai gingsul. Namun, gigi yang menonjol lebih sulit dibersihkan dan berisiko berlubang.

Perkiraan Biaya Penanganan

Biaya penanganan gigi anak yang tumbuh di gusi atas tergantung kondisi dan tindakan yang dibutuhkan. Berikut gambaran komponennya di Sozo Dental:

Tindakan Kisaran biaya
Pemeriksaan gigi anak [HARGA SOZO]
Rontgen gigi [HARGA SOZO]
Cabut gigi susu [HARGA SOZO]
Konsultasi ortodonti [HARGA SOZO]

Tidak semua anak membutuhkan semua tindakan di atas. Sebagian cukup diperiksa dan dipantau secara berkala.

Penanganan sejak awal biasanya lebih ringan dari sisi biaya. Gigi yang dibiarkan tumbuh berantakan sampai remaja sering butuh perawatan behel yang lebih panjang.

Hal yang Bisa Ditanyakan Saat Konsultasi

Supaya kunjungan lebih bermanfaat, siapkan beberapa pertanyaan untuk dokter gigi:

  • Apakah gigi anak saya tumbuh sesuai usianya?
  • Apakah perlu rontgen untuk melihat gigi yang belum tumbuh?
  • Apakah gigi susu perlu dicabut sekarang atau ditunggu dulu?
  • Kapan waktu yang tepat untuk mulai perawatan ortodonti?
  • Apa yang bisa dilakukan di rumah selama masa pemantauan?

Catat jawaban dokter gigi dan jadwal kontrol berikutnya. Dengan begitu, perkembangan gigi anak lebih mudah dipantau dari waktu ke waktu.

Pemeriksaan Gigi Anak di Sozo Dental

Gigi anak yang tumbuh di gusi atas lebih mudah ditangani kalau diketahui sejak awal. Pemeriksaan rutin membantu orang tua mengambil keputusan di waktu yang tepat.

Di Sozo Dental, dokter gigi akan memeriksa posisi gigi anak dan menjelaskan pilihan penanganannya. Layanan yang bisa membantu antara lain:

  • Pemeriksaan gigi anak dan rontgen untuk melihat gigi yang belum tumbuh
  • Cabut gigi susu yang menghalangi gigi permanen
  • Konsultasi behel untuk merapikan gigi saat usia sudah sesuai

Masih Ragu Membawa Anak Periksa?

Banyak orang tua menunda karena khawatir anak takut atau biayanya mahal. Pemeriksaan awal biasanya singkat dan tidak melibatkan tindakan yang menyakitkan.

Dari pemeriksaan ini, kamu akan tahu apakah gigi anak cukup dipantau atau perlu ditangani. Keputusan tetap ada di tanganmu setelah mendengar penjelasan dokter gigi.

Saat ini Sozo Dental sedang menyediakan [PROMO SOZO: promo pemeriksaan gigi anak / behel dan batas waktunya].

Senyum anak yang rapi bisa dimulai dari satu kunjungan sederhana. Jadwalkan pemeriksaan gigi si kecil lewat WhatsApp Sozo Dental dan manfaatkan promonya selagi masih berlaku.

FAQ

Umur berapa gigi taring anak tumbuh?

Gigi taring atas permanen umumnya tumbuh sekitar usia 11 sampai 12 tahun.

Apakah gigi anak yang tumbuh di gusi atas bisa rapi sendiri?

Kalau posisinya sedikit miring, kadang bisa bergeser setelah gigi susu lepas. Gigi yang tumbuh jauh dari barisan biasanya butuh penanganan.

Apakah gigi susu harus dicabut kalau gigi permanen sudah tumbuh?

Kalau gigi susu belum lepas setelah beberapa minggu, sebaiknya diperiksa. Dokter gigi akan menilai apakah perlu dicabut.

Kapan anak bisa mulai pakai behel?

Tergantung kondisi gigi dan rahang. Dokter gigi akan menentukan waktunya setelah pemeriksaan.

Apakah cabut gigi susu sakit untuk anak?

Dokter gigi memakai bius lokal, sehingga anak umumnya hanya merasakan tekanan ringan.

Apakah gigi anak tumbuh di gusi atas perlu dirontgen?

Tidak selalu. Rontgen biasanya dilakukan kalau dokter gigi perlu melihat gigi yang belum tumbuh atau dicurigai tertahan.

Apakah gingsul pada anak bisa dicegah?

Tidak semua bisa dicegah, terutama yang berkaitan dengan ukuran rahang. Pemeriksaan rutin membantu menemukannya lebih awal.

Apakah gigi berlapis pada anak berbahaya?

Umumnya tidak berbahaya, tapi gigi berlapis lebih sulit dibersihkan. Kalau gigi susu tidak juga lepas, sebaiknya diperiksa dokter gigi.

Berapa lama gigi permanen bergeser setelah gigi susu dicabut?

Biasanya beberapa minggu sampai beberapa bulan, tergantung ruang yang tersedia.