

Gigi berlubang tumbuh daging sering bikin kaget, apalagi kalau benjolannya merah dan kadang berdarah saat mengunyah. Beberapa laporan klinis menyebutkan bahwa polip pulpa atau “daging tumbuh” dapat ditemukan pada beberapa persen kasus gigi berlubang yang sudah melibatkan pulpa, dan cenderung lebih sering muncul pada gigi geraham yang kariesnya dibiarkan dalam waktu lama.
Secara medis, kondisi ini sering berkaitan dengan polip pulpa atau jaringan granulasi yang tumbuh dari pulpa gigi yang meradang kronis pada gigi berlubang dalam. Beberapa sumber kesehatan gigi menyebutkan bahwa gigi berlubang tumbuh daging paling sering terjadi pada gigi geraham dengan karies besar yang dibiarkan lama tanpa perawatan.

Gigi berlubang tumbuh daging umumnya adalah polip pulpa, yaitu jaringan pulpa yang meradang dan menonjol keluar melalui lubang gigi yang besar. Ini terjadi ketika pulpa gigi terpapar bakteri dalam waktu lama karena karies tidak dirawat. Saat kamu melihat “daging kecil” yang muncul dari lubang gigi, itu biasanya bukan gusi, tetapi jaringan dari dalam gigi yang sudah mengalami peradangan kronis.
Dalam istilah awam, kondisi ini sering disebut sebagai “daging tumbuh di gigi berlubang”. Jaringan ini tampak merah muda sampai merah, permukaannya lembut, dan bisa berdarah saat tersentuh makanan, sikat gigi, atau tusuk gigi.
Kondisi ini umumnya terjadi pada:
Walaupun tampak seperti menutupi lubang, jaringan ini bukan pengganti struktur gigi. Gigi berlubang tumbuh daging justru menandakan bahwa pulpa sudah lama mengalami peradangan dan tidak sehat.
Beberapa sumber medis menyebut bahwa polip pulpa terbentuk dari jaringan granulasi, yaitu jaringan inflamasi yang muncul sebagai respon tubuh terhadap iritasi dan infeksi kronis pada pulpa gigi. Pada gigi berlubang, jaringan granulasi ini dapat menonjol keluar melalui lubang dan terlihat sebagai “daging tumbuh”.
Apa itu jaringan granulasi di gigi berlubang? Secara sederhana, ini adalah jaringan baru yang berisi pembuluh darah dan sel peradangan yang terbentuk saat pulpa berusaha “mempertahankan diri” terhadap karies dan bakteri.
Pada sebagian kasus, jaringan ini disebut polip pulpa atau polip gigi, terutama saat berasal dari pulpa hiperplastik yang tumbuh berlebihan. Kondisi ini lebih sering muncul pada anak dan remaja dengan pulpa yang peredaran darahnya masih sangat baik, tetapi juga bisa terjadi pada orang dewasa dengan gigi berlubang besar yang lama dibiarkan terbuka.
Baca Juga: Polip Pulpa: Cara Mengatasi Daging Tumbuh di Gigi Berlubang
Secara klinis, mayoritas “daging tumbuh” pada gigi berlubang berupa polip pulpa jinak, tetapi ada juga lesi lain yang memerlukan evaluasi lebih lanjut bila tampak tidak biasa. Tidak semua benjolan di area gigi berlubang memiliki sifat yang sama.
Ciri yang cenderung jinak (polip pulpa atau granulasi biasa):
Ciri yang perlu diwaspadai dan butuh penilaian lebih lanjut:
Bedanya “daging tumbuh” jinak dan lesi yang perlu waspada tidak selalu bisa dibedakan hanya dengan melihat di cermin. Karena itu, pemeriksaan langsung oleh dokter gigi dan, bila perlu, dilengkapi rontgen sangat penting untuk memastikan diagnosis.
Literatur kesehatan gigi menyebut bahwa polip pulpa merupakan bentuk pulpitis hiperplastik kronis, yaitu peradangan kronis pada pulpa akibat karies dalam yang terbuka. Artinya, gigi berlubang tumbuh daging hampir selalu berkaitan dengan kerusakan gigi yang sudah mencapai pulpa.
Saat karies menembus enamel dan dentin hingga mencapai pulpa, bakteri dapat masuk dan memicu peradangan jangka panjang. Pada sebagian kasus, pulpa merespon dengan tumbuh berlebihan, menghasilkan polip pulpa yang tampak sebagai “daging kecil” di lubang gigi.
Kalau kondisi sudah sampai memengaruhi akar dan tulang penyangga, pilihan perawatan biasanya mengarah ke perawatan saluran akar atau pencabutan gigi, tergantung hasil evaluasi klinis dan rontgen.
Polip pulpa dan jaringan granulasi kaya akan pembuluh darah kecil, sehingga tampak merah dan sangat mudah berdarah saat terkena trauma ringan. Inilah alasan kenapa benjolan pada gigi berlubang tumbuh daging sering berdarah saat kamu makan atau menyikat gigi.
Keluhan yang sering dirasakan antara lain:
Walaupun kadang tidak menimbulkan nyeri berat, perdarahan berulang dan adanya jaringan lunak di lubang gigi menandakan gigi tidak sehat. Dibiarkan terlalu lama bisa membuat struktur gigi makin rapuh dan mempersulit perawatan.
Pedoman praktik kedokteran gigi menekankan pentingnya rontgen untuk menilai gigi dengan karies dalam dan polip pulpa, terutama untuk melihat kondisi akar dan tulang di bawah permukaan. Melihat hanya dari permukaan mahkota sering kali tidak cukup.
Dengan rontgen, dokter gigi dapat menilai:
Informasi ini akan menentukan:
Di Sozo Dental Clinic, penggunaan rontgen periapikal atau panorama menjadi bagian penting sebelum memutuskan apakah gigi dengan “daging tumbuh” sebaiknya dirawat saluran akarnya atau dicabut. Pendekatan ini membantu kamu memahami kondisi akar dan tulang, bukan hanya yang tampak di permukaan.
Secara umum, polip pulpa digolongkan sebagai lesi jinak, namun tetap menunjukkan adanya peradangan kronis dan kerusakan gigi yang perlu ditangani. Jadi, meskipun bukan kanker, ini tetap bukan kondisi yang boleh diabaikan.
Bahaya jika dibiarkan:
Jarang sekali “daging tumbuh” muncul tanpa riwayat karies yang cukup lama. Biasanya, ini adalah tahap lanjut dari gigi berlubang yang tidak pernah ditangani sejak awal. Karena itu, lebih baik melihatnya sebagai tanda peringatan, bukan hal kecil yang bisa diabaikan.
Berdasarkan prinsip perawatan modern, gigi sebisa mungkin dipertahankan selama kondisi akar dan tulang masih mendukung. Namun, keputusan akhirnya tetap disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
Secara garis besar, pilihan perawatan meliputi:
Di Sozo Dental Clinic, dokter gigi biasanya akan memperlihatkan foto intraoral dan hasil rontgen untuk menjelaskan kondisimu. Dengan begitu, kamu bisa memahami kenapa sebuah gigi disarankan untuk dirawat saluran akarnya atau justru dicabut.
Dalam praktik sehari-hari, pola kasus gigi berlubang tumbuh daging sering mirip, meskipun setiap pasien punya detail yang unik. Beberapa contoh skenario yang sering terjadi di klinik:
Banyak pasien mengaku merasa lebih lega setelah sumber masalah dibersihkan dan dirawat, bukan hanya “ditutup” sementara. Komentar yang sering muncul setelah tindakan adalah, “Ternyata lebih nyaman setelah dirawat, dibanding terus was-was lihat dagingnya dan takut makin parah.”
Klinik gigi umumnya mengombinasikan pemeriksaan klinis dan radiografis untuk menentukan rencana terapi terbaik pada polip pulpa atau gigi berlubang dengan daging tumbuh. Di Sozo Dental Clinic, beberapa layanan yang relevan untuk kondisi ini antara lain:
Pendekatan perawatan di Sozo Dental Clinic umumnya menekankan:
Pengalaman klinis menunjukkan bahwa edukasi dan komunikasi yang baik dapat menurunkan kecemasan pasien sebelum tindakan gigi. Banyak pasien dengan gigi berlubang tumbuh daging datang dalam kondisi cemas, takut sakit, bahkan malu karena merasa terlalu lama menunda perawatan.
Setelah dilakukan pemeriksaan, rontgen, dan penjelasan langkah perawatan, banyak pasien merasa lebih tenang. Tidak sedikit yang awalnya yakin akan langsung dicabut, tetapi ternyata gigi masih bisa diselamatkan dengan perawatan saluran akar dan restorasi yang tepat.
Suasana perawatan yang tenang, penjelasan langkah demi langkah, dan penggunaan anestesi lokal yang cukup membuat tindakan terasa lebih dapat ditoleransi. Hal sederhana seperti diberi tahu dulu apa yang akan dilakukan dan berapa lama prosedur berlangsung sangat membantu mengurangi rasa takut.
Baca Juga: Cara Mengatasi Sakit Gigi Berlubang hingga Tuntas
Survei kesehatan mulut menunjukkan bahwa ketakutan terhadap nyeri dan biaya adalah alasan utama orang menunda perawatan gigi, termasuk pada gigi berlubang yang sudah parah. Kekhawatiran yang sering muncul sebelum ke klinik antara lain:
Untuk kondisi gigi berlubang tumbuh daging, beberapa hal ini bisa membantu menenangkan kamu:
Dokter gigi biasanya menyarankan evaluasi segera jika ada benjolan pada gigi berlubang yang mudah berdarah, karena itu tanda kerusakan sudah cukup lanjut. Kalau ada daging tumbuh di lubang gigi dan sering berdarah, sebaiknya kamu tidak menunggu sampai muncul nyeri hebat atau bengkak.
Kamu sebaiknya segera konsultasi ke Sozo Dental Clinic jika:
Kalau ada daging tumbuh di lubang gigi dan sering berdarah, segera konsultasi ke Sozo Dental Clinic untuk menilai perlu tidaknya perawatan akar atau cabut. Dengan penilaian klinis dan rontgen, dokter bisa menjelaskan opsi terbaik untuk kondisi gigi dan kesehatan mulutmu secara menyeluruh.
Jika kamu berada di area jangkauan Sozo Dental Clinic, menjadwalkan pemeriksaan akan membantu kamu mendapatkan gambaran jelas tentang kondisi pulpa dan akar gigi. Dari sana, dokter dan kamu bisa menyusun rencana perawatan yang paling rasional, apakah berupa perawatan saluran akar, tambal gigi lanjutan, atau pencabutan bila memang sudah tidak dapat dipertahankan.
Dengan penanganan yang tepat dan penjelasan yang jelas, kondisi gigi berlubang tumbuh daging tidak lagi hanya menjadi sumber ketakutan, tetapi bisa menjadi awal untuk memulihkan kesehatan gigi dan kenyamanan saat makan.
