Gigi geraham menjadi bagian paling penting dalam proses mengunyah makanan. Berbeda dari gigi seri dan taring yang berfungsi menggigit atau merobek, geraham bekerja sebagai penghalus agar makanan siap ditelan.
Dalam dunia kedokteran gigi, geraham dikenal memiliki struktur terbesar, permukaan lebar, dan akar yang kuat untuk menahan tekanan saat mengunyah. Namun, banyak orang belum tahu gigi geraham ada berapa sebenarnya, serta bagaimana perbedaan di antara jenis geraham yang dimiliki setiap orang.
Menurut Dental Anatomy Study 2024, orang dewasa umumnya memiliki total 12 gigi geraham, terdiri dari enam di rahang atas dan enam di rahang bawah. Meski tampak mirip, tiap geraham punya fungsi dan karakteristik yang berbeda.
Nah, agar kamu lebih memahami peran penting geraham dan bagaimana merawatnya, simak penjelasan lengkap berikut.
Apa Itu Gigi Geraham?
Gigi geraham adalah gigi yang terletak di bagian paling belakang rongga mulut dengan permukaan paling lebar dan datar. Geraham dirancang khusus untuk menghancurkan dan menghaluskan makanan sebelum ditelan, sehingga sistem pencernaan bekerja lebih ringan.
Berbeda dengan gigi seri yang bentuknya tipis dan gigi taring yang runcing, gigi geraham memiliki beberapa tonjolan kecil di permukaannya (cusps) yang saling bertemu saat mengunyah. Pada gigi permanen, geraham umumnya memiliki akar yang lebih kuat—biasanya 2 akar di rahang bawah dan bisa 3 akar di rahang atas—agar mampu menahan tekanan kunyah yang besar setiap hari.
Baca juga: Apakah Gigi Geraham Anak Bisa Tumbuh Lagi? Ini Penjelasannya
Gigi Geraham Ada Berapa? Cek Jumlahnya Berdasarkan Usia
Jumlah gigi geraham berbeda antara anak dan orang dewasa karena adanya fase gigi susu dan gigi permanen.
Jumlah Gigi Geraham pada Anak-anak (Gigi Susu)
Pada gigi susu, anak memiliki total 20 gigi, terdiri dari gigi seri, taring, dan geraham susu.
-
Gigi geraham susu berjumlah 8 buah: 4 di rahang atas dan 4 di rahang bawah (masing‑masing 2 di tiap sisi).
-
Pada fase ini belum ada gigi premolar permanen, sehingga geraham susu berperan menggiling makanan sampai nanti digantikan gigi permanen.
Proses pergantian gigi biasanya dimulai sekitar usia 6 tahun dan selesai menjelang usia 12 tahun, saat geraham susu digantikan geraham permanen dan premolar.
Jumlah Gigi Geraham pada Orang Dewasa (Gigi Permanen)
Pada orang dewasa, satu set gigi permanen lengkap terdiri dari 32 gigi, yaitu 8 gigi seri, 4 taring, 8 premolar, dan 12 geraham (molar), termasuk gigi bungsu.
Jika kita fokus ke gigi di bagian belakang:
-
Gigi premolar (geraham kecil): 8 buah, masing‑masing 4 di rahang atas dan 4 di rahang bawah.
-
Gigi molar (geraham besar): 12 buah, terdiri dari 6 di rahang atas dan 6 di rahang bawah, sudah termasuk 4 gigi geraham bungsu.
Tidak semua orang memiliki gigi bungsu yang tumbuh lengkap; sebagian gigi bungsu bisa tertanam di dalam tulang atau tidak muncul sama sekali, tetapi secara anatomi jumlah molar dewasa tetap dihitung 12.
Sozo Dental Clinic sering menemukan kondisi seperti ini dalam pemeriksaan rutin, dan biasanya dokter akan menilai apakah gigi bungsu perlu dibiarkan, ditindak, atau harus cabut gigi agar tidak mengganggu gigi di sekitarnya.
Jenis-Jenis Gigi Geraham: Premolar, Molar, dan Bungsu
Secara sederhana, gigi geraham pada gigi permanen terbagi menjadi geraham kecil (premolar) dan geraham besar (molar), dengan gigi bungsu sebagai molar ketiga.
Premolar (Geraham Depan)
Premolar disebut juga “geraham kecil” dan berada di antara gigi taring dan molar.
-
Jumlah: 8 gigi premolar, 4 di atas dan 4 di bawah.
-
Fungsi: Transisi antara merobek dan menggiling; premolar membantu mengoyak dan menghancurkan makanan sebelum diteruskan ke molar.
-
Anatomi: Permukaan lebih lebar dari gigi depan dengan 1–2 cusp, akarnya biasanya 1–2 tergantung posisi rahang.
Molar (Geraham Belakang)
Molar adalah gigi geraham besar yang terletak di paling belakang, setelah premolar.
-
Jumlah: 12 gigi molar (molar pertama, kedua, dan ketiga/gigi bungsu), masing‑masing 3 di setiap kuadran.
-
Fungsi: Menggiling dan menghaluskan makanan sampai teksturnya siap ditelan.
-
Anatomi: Mahkota besar dengan banyak cusp dan akar kuat (2 di rahang bawah, 3 di rahang atas) untuk menahan beban kunyah.
Gigi Bungsu (Molar Ketiga)
Gigi bungsu adalah geraham ketiga dan merupakan gigi permanen terakhir yang muncul, biasanya di usia 17–25 tahun.
Karena tumbuh paling akhir dan ruang rahang sering sudah terbatas, gigi bungsu rentan mengalami:
-
Impaksi: gigi tumbuh miring, hanya muncul sebagian, atau terjebak di dalam gusi/tulang.
-
Peradangan gusi di belakang mulut, bau mulut, dan nyeri yang menjalar ke rahang atau telinga.
Dalam banyak kasus, gigi bungsu yang impaksi atau menyebabkan infeksi berulang perlu dievaluasi untuk tindakan cabut gigi bungsu oleh dokter bedah mulut atau dokter gigi yang berpengalaman.
Fungsi Gigi Geraham yang Utama
Mengunyah dan Menghaluskan Makanan
Geraham memiliki permukaan datar dengan tonjolan kecil yang disebut cusps, berfungsi menghancurkan, menggiling, dan menghaluskan makanan.
Peran utama geraham dalam sistem pencernaan antara lain:
- Menghaluskan makanan padat. Geraham membantu agar makanan lebih mudah dicerna oleh lambung.
- Menyeimbangkan tekanan gigitan. Struktur geraham menjaga agar rahang atas dan bawah tidak bekerja berlebihan di satu sisi.
- Menunjang bentuk wajah. Geraham turut berpengaruh pada kontur pipi dan struktur tulang rahang.
- Keseimbangan saraf kunyah. Geraham memiliki akar besar yang menjaga koordinasi otot dan saraf sekitar mulut.
Tanpa geraham yang sehat, proses mengunyah bisa terganggu dan tubuh harus bekerja lebih keras untuk mencerna makanan. Karena itu, menjaga kebersihan serta memeriksa geraham secara rutin menjadi hal wajib agar sistem pencernaan tetap optimal.
Mempertahankan Struktur Wajah
Selain untuk mengunyah, geraham juga berperan mempertahankan bentuk rahang dan struktur wajah. Deretan gigi geraham membantu menjaga tinggi gigitan (occlusal vertical dimension) sehingga pipi tidak mudah “cekung” dan sendi rahang bekerja stabil.
Jika beberapa gigi geraham hilang tanpa diganti, beban kunyah bisa berpindah ke gigi depan sehingga menyebabkan gigi lain aus lebih cepat, bentuk wajah berubah, dan otot rahang lebih mudah nyeri.
Masalah yang Sering Menyerang Geraham: dari Karies sampai Retak
Geraham bekerja paling aktif saat makan, sehingga risiko kerusakan pada bagian ini lebih tinggi dibanding gigi lainnya. Beberapa masalah umum yang sering ditemukan antara lain:
- Karies (gigi berlubang). Menyerang permukaan pengunyahan karena sisa makanan mudah menempel di sela tonjolan geraham.
- Retak atau patah. Gigi bisa retak akibat menggigit benda keras seperti es atau tulang.
- Infeksi saluran akar. Bila lubang mencapai jaringan pulpa, nyeri tajam dan pembengkakan bisa muncul.
- Peradangan gusi sekitar geraham bungsu. Tumbuhnya gigi bungsu miring sering menekan gigi di depan dan menyebabkan pembengkakan gusi.
- Penumpukan karang gigi. Posisi geraham yang sulit dijangkau membuat plak lebih menumpuk di area belakang.
Masalah ini bisa dihindari dengan menyikat gigi dua kali sehari, menggunakan benang gigi, dan melakukan scaling profesional tiap 6 bulan di klinik gigi.
Di Sozo Dental Clinic, dokter memanfaatkan teknologi digital intraoral camera yang membantu memperbesar tampilan geraham hingga terlihat jelas seluruh permukaannya. Pemeriksaan ini penting agar area yang sulit dijangkau tidak terlewat.
Cara Merawat Gigi Geraham agar Tidak Mudah Berlubang
Karena letaknya di belakang dan permukaannya berlekuk‑lekuk, gigi geraham lebih mudah menyimpan sisa makanan dan plak. Itu sebabnya geraham sering menjadi gigi pertama yang berlubang.
Beberapa langkah penting untuk menjaga geraham tetap sehat:
-
Sikat gigi dua kali sehari dengan teknik yang tepat
Arahkan bulu sikat ke permukaan kunyah geraham dan lakukan gerakan maju‑mundur pendek agar sisa makanan di sela lekuknya terangkat. -
Gunakan benang gigi (floss) untuk sela-sela geraham
Flossing membantu membersihkan area di antara geraham yang sulit dijangkau sikat, mencegah karies di sela gigi dan peradangan gusi. -
Tambahkan obat kumur antiseptik jika perlu
Mouthwash bebas alkohol bisa membantu mengurangi jumlah bakteri di area belakang mulut, terutama jika posisi geraham sangat sulit dibersihkan. -
Batasi makanan lengket dan manis
Permen karamel, cokelat lengket, dan snack manis mudah terjebak di celah geraham dan mempercepat pembentukan karies. -
Periksa rutin ke dokter gigi tiap 6 bulan
Pemeriksaan dan scaling profesional penting untuk mendeteksi lubang kecil pada geraham, tumpukan karang gigi, hingga masalah gigi bungsu sebelum menimbulkan nyeri hebat.
Jika geraham sudah berlubang dan menyebabkan gusi bengkak di area belakang, hal tersebut sering menandakan infeksi yang berasal dari gigi geraham. Pada kondisi ini, perawatan seperti tambalan, perawatan saluran akar, atau pencabutan mungkin diperlukan, dan Anda bisa mempelajarinya lebih lanjut di artikel Sozo Dental tentang gusi bengkak karena gigi berlubang.
Baca juga: Gusi Bengkak Karena Gigi Berlubang? Hati-Hati, Bisa Menyebar ke Saraf!
Pemeriksaan Geraham di Sozo Dental Clinic
Perlu diketahui, pemeriksaan kesehatan geraham di Sozo Dental Clinic dilakukan dengan protokol lengkap dan pendekatan modern untuk kenyamanan maksimal pasien.
Tahapan pemeriksaan meliputi:
- Evaluasi visual digital. Dokter menilai kondisi geraham dengan kamera intraoral beresolusi tinggi.
- Rontgen digital (X‑ray). Untuk melihat akar dan struktur tulang penyangga gigi.
- Pembersihan karang gigi (scaling gigi). Agar permukaan geraham bersih dari sisa plak dan bakteri.
- Rencana perawatan. Bila ditemukan lubang kecil atau gigi retak, tindakan seperti penambalan atau PSA bisa dijadwalkan.
Proses pemeriksaan terasa nyaman dan bebas rasa sakit. Anak‑anak maupun pasien dewasa yang takut perawatan gigi sering merasa lebih tenang karena dokter menjelaskan setiap langkah dengan jelas dan menggunakan peralatan modern yang hampir tak menimbulkan bunyi.
Perawatan Lanjutan untuk Geraham yang Bermasalah
Ketika ditemukan kerusakan pada geraham, penanganan berbeda dilakukan sesuai tingkat keparahan. Di Sozo Dental Clinic, dokter memberikan solusi komprehensif untuk memulihkan fungsi dan mencegah kerusakan lanjutan.
Pilihan perawatan antara lain:
- Tambalan gigi. Untuk menutup lubang kecil dan mencegah infeksi lebih lanjut.
- Perawatan saluran akar (PSA). Diperlukan jika infeksi sudah mencapai saraf gigi.
- Mahkota atau crown. Melindungi gigi yang retak agar tetap kuat saat mengunyah.
- Cabut gigi bungsu. Dilakukan bila posisi miring atau menyebabkan infeksi berulang.
Setelah perawatan, pasien akan mendapat panduan menjaga kebersihan gigi agar hasilnya bertahan lama. Banyak pasien yang kembali bisa makan normal dalam hitungan hari setelah tindakan.
Sozo Dental Clinic memastikan setiap perawatan dilakukan secara aman, steril, dan tindakannya disesuaikan dengan usia serta kondisi mulut pasien.
Kamu Bisa Melakukan Pemeriksaan Rutin di Sozo Dental Clinic
Geraham sering kali menjadi bagian gigi yang paling sulit dijangkau saat membersihkan. Karena posisinya di belakang, kerusakan kecil sering terlewat hingga menimbulkan nyeri serius.
Untuk memantau kondisi setiap geraham, terutama yang posisinya sulit dijangkau, kamu bisa melakukan pemeriksaan rutin di Sozo Dental Clinic.
Pemeriksaan dilakukan dengan teknologi digital dan dokter berpengalaman yang memastikan seluruh permukaan geraham dinilai dengan detail.
Kamu juga akan mendapat saran perawatan sesuai kebutuhan, mulai dari tindakan ringan seperti pembersihan karang hingga perawatan saluran akar bila diperlukan.
Jadwalkan pemeriksaan melalui situs sozodental.com agar kesehatan gerahammu tetap terjaga dan fungsi mengunyah berjalan optimal setiap hari.
Jangan tunggu sampai nyeri muncul. Dengan pemeriksaan rutin dan perawatan profesional, gerahammu akan selalu sehat, kuat, dan siap menopang senyum terbaikmu.






