Gigi Geraham Berlubang: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Gigi geraham memiliki peran penting untuk menghaluskan makanan sebelum ditelan. Namun, gigi geraham berlubang menjadi salah satu masalah yang paling sering terjadi dan dapat mengganggu aktivitas makan sehari-hari. Berdasarkan survei kesehatan gigi nasional, lebih dari 60% orang dewasa di Indonesia mengalami kerusakan pada gigi geraham. Jika kamu ingin tahu bagaimana mencegah hingga mengatasinya, simak pembahasan lengkap berikut ini.

Penyebab Gigi Geraham Berlubang

Gigi geraham adalah bagian gigi paling belakang yang berfungsi mengunyah makanan dengan tekanan kuat. Karena posisinya sulit dijangkau, area ini sering menjadi sasaran utama timbunan sisa makanan dan bakteri. Jika kebersihannya tidak terjaga, terbentuklah lubang yang dapat berkembang secara perlahan hingga mencapai lapisan dalam gigi.

Menurut data Kementerian Kesehatan, lebih dari 50% kasus gigi berlubang di Indonesia dimulai dari gigi geraham. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kombinasi kebiasaan makan, kebersihan gigi yang kurang, dan faktor alami dari struktur gigi itu sendiri. Beberapa penyebab utama gigi geraham berlubang antara lain:

1. Plak dan Bakteri yang Menumpuk

Plak merupakan lapisan lembut dan lengket yang terbentuk dari sisa makanan, protein air liur, serta bakteri. Jika tidak dibersihkan setiap hari, plak akan mengeras menjadi karang gigi yang sulit dihilangkan hanya dengan sikat gigi. Di dalam plak inilah bakteri berkembang dan menghasilkan asam yang merusak email gigi. Proses ini lama-kelamaan menciptakan lubang kecil di gigi geraham.

2. Kebiasaan Mengonsumsi Makanan Manis dan Asam

Makanan seperti cokelat, permen, roti manis, minuman soda, atau jus kemasan seringkali mengandung gula tinggi. Saat gula bertemu bakteri di mulut, terbentuklah asam yang mampu mengikis lapisan pelindung gigi. Minuman asam seperti cuka, kopi hitam, dan minuman berkarbonasi juga mempercepat proses demineralisasi gigi. Akibatnya, enamel gigi geraham menjadi lebih rapuh dan mudah berlubang.

3. Area Gigi Geraham Sulit Dibersihkan

Bentuk permukaan gigi geraham yang bergelombang dengan banyak celah kecil sering membuat sisa makanan tersangkut. Bahkan saat menyikat gigi, bulu sikat sering tidak mampu menjangkau bagian terdalam. Inilah mengapa lubang pada gigi geraham awalnya sering tidak terdeteksi sampai terasa nyeri. Tips sederhana untuk mencegah sisa makanan menumpuk di sela geraham:

  • Gunakan sikat gigi dengan ujung kepala kecil agar bisa menjangkau area belakang.
  • Gunakan benang gigi (floss) setiap hari, terutama setelah makan berat.
  • Bilas dengan obat kumur antibakteri yang mengandung fluoride untuk perlindungan ekstra.

4. Kurangnya Asupan Fluoride

Fluoride berperan memperkuat email gigi agar tahan terhadap asam. Bila seseorang jarang menggunakan pasta gigi berfluoride atau mengonsumsi air tanpa kandungan fluoride, gigi lebih mudah terkikis oleh bakteri. Inilah sebabnya dokter gigi sering menganjurkan tambalan fluoride atau aplikasi varnish fluoride terutama pada anak-anak dan remaja.

5. Produksi Air Liur yang Rendah

Air liur sebenarnya berfungsi untuk menetralkan asam di mulut dan membantu membersihkan sisa makanan. Saat produksi air liur menurun (misalnya karena dehidrasi, stres, atau efek obat), risiko karies meningkat. Kondisi ini disebut xerostomia atau mulut kering, yang kerap dialami oleh orang yang sering mengonsumsi obat antihistamin atau hipertensi. Beberapa cara untuk menjaga kelembapan mulut:

  • Minum air putih secara rutin sepanjang hari.
  • Hindari rokok dan alkohol yang memperparah kekeringan.
  • Konsumsi buah segar seperti apel atau pir untuk merangsang produksi air liur.

6. Pengaruh Usia dan Struktur Gigi

Usia juga berpengaruh terhadap daya tahan gigi. Pada orang tua, lapisan enamel bisa menipis sehingga perlindungan terhadap asam berkurang. Selain itu, pertumbuhan gigi bungsu atau molar ketiga yang miring dapat menciptakan celah sempit tempat sisa makanan menumpuk. Hal ini sering menjadi penyebab gigi geraham berlubang di usia dewasa muda.

7. Tidak Melakukan Pemeriksaan Gigi Rutin

Lubang gigi biasanya tidak langsung terasa. Tanpa pemeriksaan rutin, lubang bisa membesar dan menyebabkan infeksi pada saraf gigi. Pemeriksaan enam bulan sekali memungkinkan dokter gigi mendeteksi tanda awal demineralisasi gigi dan menanganinya dengan prosedur sederhana sebelum menjadi serius.

Gejala yang Sering Muncul

Gigi geraham berlubang umumnya berkembang secara perlahan tanpa disadari. Pada tahap awal, lubang mungkin kecil dan tidak menimbulkan rasa sakit apa pun. Namun, seiring waktu, lapisan pelindung gigi mulai terkikis hingga mencapai dentin dan saraf dalam, barulah muncul berbagai gejala yang mengganggu aktivitas makan dan bicara.

Mengenali gejala sejak dini sangat penting agar kerusakan gigi bisa ditangani sebelum menyebabkan infeksi atau pembusukan yang lebih parah. Berikut tanda-tanda yang paling sering muncul:

1. Rasa Ngilu atau Sakit Saat Mengonsumsi Makanan Tertentu

Ini menjadi gejala paling umum pada tahap awal. Gigi akan terasa ngilu atau nyeri ketika terkena:

  • Makanan manis seperti cokelat, permen, atau kue.
  • Minuman panas, dingin, atau asam.
  • Tekanan saat menggigit makanan keras.

Sensasi ngilu terjadi karena lapisan pelindung (email) gigi mulai rusak, sehingga rangsangan langsung mencapai bagian sensitif di bawahnya. Jika dibiarkan, rasa nyeri akan muncul bahkan tanpa adanya rangsangan.

2. Timbul Bercak atau Perubahan Warna pada Geraham

Perhatikan warna permukaan gigi geraham kamu. Gigi yang mulai berlubang sering menunjukkan perubahan warna, seperti:

  • Bercak putih kusam pada tahap awal.
  • Warna kekuningan atau kecokelatan saat struktur gigi melemah.
  • Warna kehitaman jika lubang sudah cukup dalam dan terjadi pembusukan.

Perubahan warna ini sering kali tidak disadari karena letaknya di bagian belakang mulut. Pemeriksaan rutin ke dokter gigi sangat membantu dalam deteksi dini.

3. Bau Mulut yang Tidak Hilang

Lubang gigi menjadi tempat ideal bagi bakteri untuk berkembang. Bakteri tersebut menghasilkan senyawa sulfur yang berbau tidak sedap. Akibatnya, meskipun sudah menyikat gigi dan menggunakan obat kumur, bau mulut tetap muncul. Masalah ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga menurunkan rasa percaya diri saat berbicara.

4. Rasa Sakit Saat Mengunyah atau Menggigit

Jika lubang sudah cukup besar, tekanan saat mengunyah dapat menekan saraf gigi dan menyebabkan nyeri tajam. Beberapa orang menggambarkannya seperti rasa “nyut-nyutan” di bagian belakang rahang yang muncul setiap kali makan. Tanda ini menunjukkan kerusakan sudah mencapai lapisan dentin atau bahkan pulpa, yang memerlukan perawatan seperti tambalan atau perawatan saluran akar.

5. Gusi Bengkak atau Meradang di Sekitar Gigi Geraham

Kondisi ini terjadi ketika infeksi mulai menyebar ke jaringan di sekitar gigi. Gusi di area geraham menjadi kemerahan, bengkak, bahkan mengeluarkan nanah pada kasus berat. Selain itu, sebagian pasien juga mengeluhkan rasa tidak nyaman saat membuka mulut lebar atau mengunyah di satu sisi.

6. Lubang Terlihat Jelas di Permukaan Gigi

Pada tahap lanjut, lubang mulai terlihat secara kasat mata saat kamu bercermin. Bentuknya bisa berupa titik kecil kehitaman atau lubang besar dengan tepi kasar. Sering kali, makanan tersangkut di dalam lubang tersebut dan menimbulkan aroma tidak sedap. Hal ini menjadi tanda bahwa perawatan medis sudah sangat diperlukan untuk mencegah infeksi lebih dalam.

7. Nyeri Menyebar ke Telinga atau Kepala

Jika kerusakan telah memengaruhi saraf dalam gigi, rasa sakit tidak hanya terasa di geraham, tapi juga menjalar ke bagian kepala atau telinga. Ini mengindikasikan adanya iritasi pada saraf trigeminal yang berhubungan langsung dengan jaringan gigi. Kondisi seperti ini memerlukan pemeriksaan segera oleh dokter gigi untuk menghindari komplikasi serius.

Gejala-gejala di atas sering kali muncul secara bertahap. Pada tahap ringan, rasa ngilu mungkin muncul sesekali, namun pada tahap lanjut, nyeri bisa berlangsung terus-menerus dan mengganggu tidur. Segera periksakan ke dokter gigi profesional bila muncul gejala seperti nyeri spontan, bau mulut menetap, atau perubahan warna pada gigi geraham. 

Cara Menambal Gigi Rusak

Menambal gigi rusak merupakan langkah utama untuk mengatasi gigi geraham berlubang dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Prosedur ini membantu menjaga struktur gigi tetap kuat sekaligus mengembalikan fungsi mengunyah dengan nyaman.

Perawatan tambal gigi tergolong aman dan efektif jika dilakukan oleh dokter gigi berpengalaman. Hasilnya dapat bertahan dalam jangka panjang, terutama bila perawatan dilakukan dengan bahan dan teknik yang tepat seperti yang tersedia di Sozo Dental Clinic.

Tahapan Proses Penambalan Gigi

Setiap pasien memiliki tingkat kerusakan yang berbeda, tetapi umumnya dokter gigi akan mengikuti tahapan berikut:

1. Pemeriksaan Awal dan Diagnosis

Dokter gigi akan memeriksa kondisi gigi secara menyeluruh, termasuk menggunakan foto rontgen bila diperlukan, untuk mengetahui kedalaman lubang dan seberapa jauh kerusakan sudah terjadi. Langkah ini penting untuk menentukan metode tambalan yang paling tepat dan memastikan bahwa saraf gigi masih dapat dipertahankan.

2. Pembersihan Jaringan yang Rusak

Setelah diagnosis, area gigi yang berlubang akan dibersihkan dari jaringan karies dan bakteri menggunakan alat khusus. Pembersihan harus dilakukan hati-hati agar tidak merusak jaringan sehat di sekitarnya. Pada tahap ini, biasanya diberikan anestesi lokal supaya pasien tetap merasa nyaman.

3. Penempatan Bahan Tambal

Setelah area benar-benar bersih dan kering, dokter akan mengisi lubang dengan bahan tambal. Jenis bahan tambalan dapat disesuaikan dengan lokasi gigi, warna alami, serta kebutuhan estetika pasien. Bahan tambalan modern seperti resin komposit dapat disesuaikan dengan warna gigi sehingga hasilnya tampak alami.

4. Pembentukan Kembali Struktur Gigi

Dokter akan membentuk permukaan tambalan agar mengikuti bentuk alami gigi. Proses ini memastikan gigi terasa nyaman saat menggigit makanan dan tidak mengganggu posisi gigi lainnya.

5. Penyinaran dan Pengerasan Tambalan

Tambalan kemudian disinari dengan cahaya khusus untuk mengeraskan bahan dan membuat hasil tambalan lebih kokoh. Setelah bahan mengeras, dokter memoles permukaannya agar halus dan mengembalikan kilau alami gigi.

6. Pemeriksaan Akhir

Langkah terakhir adalah pemeriksaan gigitan untuk memastikan permukaan tambalan sejajar dengan gigi lawan. Dokter akan memberikan saran tentang perawatan pascatambal, termasuk pantangan makanan dan cara menjaga kebersihan area tambalan.

Pilihan Tambalan Gigi di Sozo Dental Clinic

Setiap pasien memiliki kebutuhan dan kondisi gigi yang berbeda. Karena itu, Sozo Dental Clinic menyediakan berbagai jenis bahan tambalan yang dapat disesuaikan dengan lokasi gigi, tingkat kerusakan, dan hasil yang diinginkan. Semua bahan yang digunakan telah memenuhi standar medis internasional dan dirancang untuk memberikan hasil maksimal dalam hal kekuatan, kenyamanan, dan estetika.

Dokter gigi kami akan melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum menentukan jenis tambalan yang paling sesuai. Berikut penjelasan lengkap mengenai beberapa pilihan tambalan yang tersedia.

1. Tambalan Resin Komposit (Composite Filling)

Tambalan resin komposit menjadi pilihan paling populer karena memiliki warna menyerupai gigi alami. Bahan ini terdiri dari campuran partikel kaca halus dan resin akrilik yang mengeras sempurna setelah disinari dengan cahaya khusus.

Kelebihan tambalan resin komposit:

  • Warna dapat disesuaikan dengan gigi asli, sehingga hasilnya tampak alami.
  • Daya tahan baik untuk area mengunyah seperti geraham.
  • Prosedur cepat dan hasil langsung bisa digunakan setelah pengerasan.
  • Cocok untuk perbaikan gigi kecil hingga sedang.

Tambalan jenis ini sering direkomendasikan bagi pasien yang ingin hasil estetis sekaligus fungsional tanpa perlu prosedur rumit.

2. Tambalan Glass Ionomer Cement (GIC)

Glass ionomer cement (GIC) merupakan bahan tambalan yang melepaskan fluoride secara perlahan sehingga membantu mencegah terbentuknya lubang baru di sekitar area tambalan. Bahan ini sering digunakan pada anak-anak atau pada area akar gigi yang sensitif terhadap rangsangan.

Keunggulan tambalan GIC:

  • Melekat kuat pada permukaan gigi tanpa perlu banyak pengikisan jaringan.
  • Mengandung fluoride untuk mencegah karies berulang.
  • Cocok untuk tambalan jangka menengah pada gigi geraham bagian dalam.

Tambalan GIC juga menjadi solusi ideal untuk pasien dengan tingkat risiko kerusakan gigi yang tinggi atau yang ingin perawatan minimal invasif.

3. Tambalan Amalgam

Meskipun kini jarang digunakan untuk alasan estetika, amalgam tetap menjadi bahan tambalan yang sangat kuat. Terdiri dari campuran logam seperti perak, tembaga, dan timah, bahan ini memiliki daya tekan tinggi dan daya tahan luar biasa.

Kelebihan tambalan amalgam:

  • Sangat kokoh untuk gigi geraham dengan tekanan kunyah berat.
  • Bertahan hingga 10 tahun atau lebih.
  • Ideal untuk gigi bagian belakang yang tidak terlihat dari luar.

Namun, bagi pasien yang mengutamakan tampilan alami, dokter di Sozo Dental Clinic akan menyarankan alternatif resin komposit atau porselen yang lebih estetik.

4. Tambalan Porselen (Porcelain Filling / Inlay-Onlay)

Tambalan porselen merupakan pilihan premium yang menawarkan kekuatan dan tampilan paling alami. Jenis tambalan ini dibuat berdasarkan cetakan khusus gigi pasien, lalu dipasang secara presisi dengan teknologi digital. Keunggulan tambalan porselen:

  • Warna dan permukaannya menyerupai email gigi asli.
  • Daya tahan tinggi terhadap tekanan dan noda makanan.
  • Tidak mudah berubah bentuk dan cocok untuk kerusakan besar.
  • Umur tambalan bisa mencapai 10–15 tahun dengan perawatan baik.

Tambalan ini direkomendasikan untuk kasus gigi geraham berlubang besar atau pasien yang menginginkan hasil jangka panjang dengan tampilan sempurna.

5. Pilihan Tambalan Sementara

Selain tambalan permanen, Sozo Dental Clinic juga menyediakan tambalan sementara untuk kondisi darurat, seperti infeksi aktif atau perawatan saluran akar yang sedang berlangsung. Tambalan sementara berfungsi melindungi jaringan gigi dari kerusakan lebih lanjut sebelum dilakukan tahapan lanjutan.

Tambalan jenis ini terbuat dari bahan yang lembut namun cukup kuat untuk menjaga kebersihan rongga gigi sampai perawatan selesai sepenuhnya.

Pencegahan Kerusakan Lanjutan

Setelah gigi geraham diperbaiki, menjaga hasil perawatan agar tetap awet adalah hal yang sangat penting. Pencegahan bukan hanya untuk menghindari lubang baru, tetapi juga untuk mempertahankan kekuatan tambalan dan menjaga jaringan gigi tetap sehat. Dengan rutinitas perawatan yang benar, kamu bisa mencegah kerusakan lanjutan tanpa perlu tindakan rumit di masa depan.

Langkah pencegahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah hingga pemeriksaan rutin di klinik. Berikut panduannya yang bisa kamu terapkan setiap hari.

1. Menyikat Gigi dengan Teknik yang Benar

Kebersihan gigi yang maksimal dimulai dari cara menyikat yang tepat. Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan pasta gigi berfluoride agar permukaan gigi lebih tahan terhadap asam.
Lakukan penyikatan selama minimal dua menit, dua kali sehari—pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Panduan menyikat gigi yang efektif:

  • Gunakan gerakan melingkar kecil, bukan menyikat terlalu keras.
  • Sikat seluruh permukaan, termasuk bagian belakang geraham.
  • Ganti sikat gigi setiap tiga bulan atau ketika bulu mulai melebar.

Teknik menyikat yang benar membantu menghilangkan plak secara menyeluruh dan mencegah terbentuknya karang gigi.

2. Gunakan Benang Gigi (Dental Floss) Secara Rutin

Area di antara gigi sering kali tidak terjangkau oleh bulu sikat. Sisa makanan yang terjebak di sela geraham bisa membusuk dan menimbulkan bau mulut serta karies baru.

Gunakan dental floss setiap hari, terutama setelah makan malam, untuk membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi. Bila sulit menggunakan benang gigi secara manual, kamu bisa menggunakan flosser atau water flosser sebagai alternatif yang lebih praktis.

3. Pilih Pola Makan yang Mendukung Kesehatan Gigi

Asupan makanan berperan besar terhadap kesehatan enamel dan gigi geraham. Hindari mengonsumsi makanan manis, lengket, atau asam secara berlebihan, karena kandungan gula mempercepat pertumbuhan bakteri penyebab karies. Pola makan yang baik untuk mencegah kerusakan gigi:

  • Batasi konsumsi minuman manis seperti soda, teh manis, dan jus kemasan.
  • Konsumsi makanan kaya kalsium seperti susu, yogurt, dan sayuran hijau.
  • Perbanyak minum air putih untuk menetralkan asam di mulut.
  • Konsumsi buah-buahan segar seperti apel dan pir untuk membantu membersihkan gigi secara alami.

Dengan pola makan seimbang, lapisan pelindung gigi tetap kuat dan tidak mudah terkikis.

4. Hindari Kebiasaan yang Merusak Gigi

Beberapa kebiasaan kecil ternyata dapat menyebabkan kerusakan besar pada gigi geraham. Tanpa disadari, aktivitas seperti menggigit benda keras atau membuka kemasan dengan gigi bisa menimbulkan retakan halus yang mempercepat kerusakan. Kebiasaan yang sebaiknya dihindari:

  • Menggigit es, kuku, atau ujung pena.
  • Mengunyah di satu sisi mulut secara terus-menerus.
  • Merokok, karena mempercepat pembentukan plak dan noda gigi.
  • Mengonsumsi alkohol berlebihan yang dapat memicu mulut kering.

Dengan menghindari kebiasaan ini, kamu membantu melindungi tambalan dan memperpanjang usia gigi alami.

5. Gunakan Obat Kumur Mengandung Fluoride

Fluoride membantu memperkuat enamel dan mencegah perkembangan bakteri penyebab karies. Gunakan obat kumur setiap hari setelah menyikat gigi, terutama di malam hari sebelum tidur.
Pilih produk yang mengandung fluoride serta memiliki sifat antibakteri agar memberikan perlindungan ganda bagi gigi geraham.

Jika kamu baru selesai menambal gigi, tanyakan pada dokter gigi di Sozo Dental Clinic mengenai jenis obat kumur yang paling sesuai dengan kondisi mulutmu.

6. Lakukan Pemeriksaan Rutin ke Dokter Gigi

Pemeriksaan rutin setiap enam bulan sangat penting untuk mendeteksi lubang baru atau mengevaluasi kondisi tambalan. Pemeriksaan ini juga membantu memastikan tidak ada penumpukan plak yang berpotensi menyebabkan kerusakan lanjutan. Keuntungan melakukan perawatan rutin di Sozo Dental Clinic:

  • Pemeriksaan lengkap dengan alat diagnostik digital.
  • Pembersihan gigi profesional (scaling) untuk menghilangkan karang gigi.
  • Evaluasi kondisi tambalan agar tetap kuat dan menempel dengan baik.
  • Konsultasi langsung dengan dokter berpengalaman mengenai perawatan lanjutan.

Dengan pemeriksaan berkala, kamu dapat menjaga kesehatan gigi secara menyeluruh dan mencegah perawatan besar di kemudian hari.

7. Gunakan Pelindung Gigi untuk Aktivitas Tertentu

Bagi kamu yang sering berolahraga atau memiliki kebiasaan menggertakkan gigi saat tidur (bruxism), penggunaan mouthguard dapat menjadi solusi efektif untuk mencegah retakan pada tambalan atau gigi geraham.

Di Sozo Dental Clinic, tersedia layanan pembuatan pelindung gigi khusus yang disesuaikan dengan bentuk rahang dan ukuran mulut setiap pasien, sehingga nyaman digunakan tanpa mengganggu pernapasan atau bicara.

8. Pertahankan Kelembapan Mulut

Mulut kering menjadi salah satu pemicu terbentuknya lubang baru karena kekurangan air liur akan mengurangi pembersihan alami gigi. Jaga kelembapan mulut dengan cara:

  • Minum air secara rutin, terutama sebelum tidur.
  • Hindari konsumsi kopi atau alkohol berlebihan.
  • Kunyah permen bebas gula untuk merangsang produksi air liur.

Jika kamu sering mengalami mulut kering, konsultasikan dengan dokter gigi untuk mendapatkan solusi yang tepat.

9. Gunakan Layanan Kontrol dan Garansi Tambalan

Sozo Dental Clinic tidak hanya menyediakan perawatan tambal gigi berkualitas, tetapi juga layanan kontrol dan garansi tambalan. Setelah prosedur selesai, pasien dapat datang kembali untuk pemeriksaan lanjutan guna memastikan tambalan tetap kuat dan area sekitarnya sehat.

Layanan ini menjadi bentuk komitmen kami agar setiap hasil perawatan bertahan lebih lama dan memberikan kenyamanan yang maksimal.

Dengan kombinasi kebiasaan baik di rumah dan pemeriksaan rutin di Sozo Dental Clinic, kamu bisa mempertahankan kesehatan gigi geraham dalam jangka panjang. Pencegahan yang konsisten jauh lebih mudah dan hemat dibanding menunggu sampai terjadi kerusakan berat.

Mengapa Memilih Sozo Dental Clinic?

Sozo Dental Clinic tidak hanya fokus pada hasil estetik, tetapi juga pada kenyamanan, ketahanan tambalan, dan keamanan bahan yang digunakan. Semua tindakan dikerjakan oleh dokter gigi tersertifikasi dengan dukungan peralatan modern. Alasan mengapa banyak pasien memilih Sozo Dental:

  • Hasil tambal kuat dan awet hingga lebih dari lima tahun.
  • Prosedur steril dengan kontrol keamanan ketat.
  • Konsultasi menyeluruh sebelum dan sesudah perawatan.
  • Tersedia promo dan diskon khusus untuk perawatan gigi geraham sepanjang bulan ini.

Kamu bisa melakukan reservasi mudah melalui WhatsApp untuk jadwal pemeriksaan. Rasa nyeri pada geraham bukan hal sepele. Lubang kecil yang dibiarkan bisa merusak lapisan dalam hingga menimbulkan infeksi. Jangan tunggu hingga terlambat.

Segera jadwalkan konsultasi di Sozo Dental Clinic dan rasakan sendiri perbedaan kualitasnya. Dengan perawatan tepat, gigi geraham kamu akan kembali berfungsi optimal dan tampak alami.