Kalkulus Gigi Adalah Karang Gigi Penyebab Gusi Berdarah

Kalkulus gigi adalah karang gigi yang mengeras dan menempel kuat pada permukaan gigi, sehingga tidak bisa hilang hanya dengan sikat gigi biasa.

Lebih dari separuh penduduk Indonesia dilaporkan memiliki masalah gigi dan mulut, dan banyak di antaranya berkaitan dengan penumpukan plak dan kalkulus gigi yang tidak disadari.Lebih dari separuh penduduk Indonesia dilaporkan memiliki masalah gigi dan mulut, dan banyak di antaranya berkaitan dengan penumpukan plak dan kalkulus gigi yang tidak disadari.

Di Sozo Dental Clinic, cukup banyak pasien datang dengan keluhan gusi sering berdarah dan bau mulut, lalu baru menyadari adanya lapisan keras kekuningan di leher gigi setelah diperiksa dekat oleh dokter gigi.

Kalkulus Gigi Adalah Apa? Penyebab dan Proses Terbentuknya

Kalkulus gigi berawal dari plak, yaitu lapisan lengket berisi bakteri yang terus terbentuk setiap hari di permukaan gigi. Jika plak tidak dibersihkan dengan optimal, mineral dari saliva akan mengendap di dalam plak dan mengubahnya menjadi keras dalam hitungan hari.

Begitu mengeras, plak berubah menjadi kalkulus dengan tekstur kasar yang menjadi tempat berkumpulnya bakteri baru dan sisa makanan. Beberapa faktor yang membuat kalkulus lebih mudah terbentuk antara lain:

  • Kebiasaan menyikat gigi yang kurang menyeluruh, terutama di area belakang dan dekat garis gusi.
  • Kebiasaan melewatkan pembersihan sela gigi dengan benang gigi atau sikat interdental.
  • Produksi saliva dengan kandungan mineral tinggi, misalnya di area dekat kelenjar ludah bawah dan atas.
  • Kebiasaan merokok dan pola makan tinggi gula yang mendukung penumpukan plak.

Karena proses ini terjadi perlahan dan tanpa nyeri di awal, banyak orang tidak sadar sampai karang gigi terlihat jelas atau gusi mulai bermasalah.

Baca Juga: Peringatan: Kalkulus Gigi Tak Bisa Hilang Hanya dengan Sikat Gigi

Proses Terbentuknya Kalkulus Gigi dari Plak dan Mineral Saliva

Setiap selesai makan atau minum, lapisan plak baru akan terbentuk di permukaan gigi, terutama di sekitar garis gusi dan sela gigi. Jika tidak dibersihkan dalam 24–72 jam dengan menyikat gigi dan pembersihan sela yang baik, plak mulai mengalami mineralisasi dari ion kalsium dan fosfat di saliva.

Proses mineralisasi bertahap ini membuat plak menjadi semakin keras dan melekat makin kuat pada email gigi maupun akar yang terbuka. Beberapa area yang sering menjadi titik awal terbentuknya kalkulus antara lain:

  • Permukaan bagian dalam gigi seri bawah, dekat saluran kelenjar ludah bawah.
  • Permukaan luar gigi geraham atas, dekat saluran kelenjar ludah utama.
  • Sela-sela gigi yang sulit dibersihkan dan area dengan crowding gigi.

Begitu kalkulus terbentuk, permukaan yang kasar ini menjadi tempat ideal untuk plak baru terus menumpuk, sehingga siklus peradangan gusi akan berulang.

Dampak Kalkulus pada Gusi: Radang, Perdarahan, sampai Gigi Goyang

Penumpukan kalkulus bukan hanya masalah noda di gigi, tetapi juga sangat berpengaruh pada kesehatan jaringan gusi dan tulang penyangga gigi. Bakteri yang menempel pada permukaan kalkulus menghasilkan racun yang memicu peradangan gusi dan membuat jaringan di sekitarnya melemah.

Dampak yang sering muncul akibat kalkulus antara lain:

  • Gingivitis: gusi tampak merah, membengkak, dan mudah berdarah saat menyikat gigi atau menggunakan benang gigi.
  • Perdarahan gusi kronis yang membuat mulut terasa tidak nyaman dan kadang meninggalkan rasa atau bau darah.
  • Periodontitis: peradangan meluas ke jaringan penyangga gigi, kantong gusi semakin dalam, dan tulang alveolar mulai terkikis.
  • Gigi goyang dan akhirnya bisa lepas jika kerusakan tulang penyangga sudah berat dan tidak ditangani.
  • Napas tidak sedap yang sulit hilang meski sudah rajin menyikat gigi atau menggunakan mouthwash.

Di praktik sehari-hari, dokter gigi sering menemukan pasien yang awalnya hanya mengeluhkan bau mulut dan gusi berdarah, lalu setelah dilakukan pemeriksaan terlihat kalkulus tebal yang menutupi hampir seluruh leher gigi.

Setelah dilakukan scaling dan perawatan lanjutan, kondisi gusi biasanya membaik secara bertahap, selama kebersihan mulut di rumah juga diperbaiki.

Mengapa Sikat Gigi Biasa Tidak Bisa Menghilangkan Kalkulus?

Menyikat gigi dua kali sehari sangat penting untuk menghilangkan plak sebelum mengeras, tetapi begitu plak berubah menjadi kalkulus, sikat biasa tidak lagi cukup. Permukaan kalkulus yang keras dan melekat kuat membutuhkan getaran dan tekanan tertentu agar bisa terlepas, yang tidak dapat dicapai dengan sikat manual maupun sikat elektrik rumahan.

Beberapa alasan sikat gigi tidak mampu mengangkat kalkulus antara lain:

  • Struktur kalkulus sudah mengalami mineralisasi sehingga lebih mirip batu yang menyatu dengan permukaan gigi.
  • Bristle sikat hanya menyapu plak dan sisa makanan, tetapi tidak mampu memecah endapan mineral yang keras.
  • Karang gigi sering berada di area yang sulit dijangkau, seperti bawah tepi gusi atau sela yang dalam.

Mencoba mengorek sendiri dengan benda tajam sangat berisiko karena bisa melukai gusi dan menggores permukaan gigi. Itu sebabnya, kalkulus hanya boleh diangkat dengan prosedur scaling oleh tenaga medis gigi yang terlatih.

Tanda-Tanda Kalkulus Sudah Mengganggu Kesehatan Mulut

Kalkulus kadang sulit terlihat kalau masih tipis, tetapi ada beberapa tanda yang bisa kamu perhatikan di rumah. Semakin cepat kamu menyadarinya, semakin mudah perawatan dilakukan sebelum terjadi kerusakan jaringan yang lebih berat.

Beberapa tanda yang patut kamu waspadai:

  • Terlihat lapisan keras kekuningan atau kecokelatan di leher gigi, terutama di belakang gigi bawah dan sekitar gigi geraham.
  • Gusi sering berdarah saat menyikat atau menggunakan benang gigi, meski tidak terasa sakit berat.
  • Bau mulut yang mengganggu dan sulit hilang walau sudah berkumur atau menyikat gigi.
  • Gusi tampak turun atau gigi terlihat seperti memanjang karena jaringan gusi menyusut.
  • Rasa tidak nyaman saat mengunyah atau ada beberapa gigi yang mulai terasa sedikit goyang.

Kalau kamu melihat lapisan keras kekuningan di leher gigi, saatnya jadwalkan scaling di Sozo Dental Clinic, sebelum kalkulus semakin menumpuk dan merusak gusi.

Bagaimana Proses Scaling Kalkulus di Sozo Dental Clinic?

Scaling adalah prosedur medis untuk mengangkat plak dan kalkulus dari permukaan gigi, termasuk yang berada di bawah tepi gusi. Di Sozo Dental Clinic, prosedur ini dilakukan oleh dokter gigi menggunakan alat ultrasonic scaler dan instrumen manual khusus yang dirancang aman untuk gigi dan gusi.

Secara garis besar, alur scaling di klinik meliputi:

  • Pemeriksaan awal kondisi gigi, gusi, dan penumpukan kalkulus dengan cermin dan probe periodontal.
  • Pembersihan kalkulus di permukaan gigi atas dan bawah garis gusi menggunakan ultrasonic scaler.
  • Pemolesan atau polishing untuk menghaluskan permukaan gigi setelah kalkulus diangkat.
  • Edukasi cara menyikat dan membersihkan sela gigi yang disesuaikan dengan kondisi kamu.

Beberapa pasien di Sozo Dental Clinic mengaku awalnya khawatir scaling akan terasa sangat sakit, tetapi setelah menjalani tindakan, mereka merasa prosedur lebih ringan dari yang dibayangkan.

Satu pasien dewasa muda melaporkan bahwa setelah scaling, gusi yang sebelumnya mudah berdarah menjadi jauh lebih tenang, dan bau mulut berkurang dalam beberapa hari.

Apakah Scaling Bisa Merusak Email Gigi?

Kalkulus gigi adalah salah satu alasan utama dilakukan scaling, tetapi kekhawatiran bahwa tindakan ini dapat mengikis email gigi cukup sering membuat orang menunda perawatan.

Padahal, jika dilakukan dengan teknik dan alat medis yang tepat, scaling dirancang untuk mengangkat kalkulus dan plak, bukan menggerus struktur gigi yang sehat.

Hal-hal penting yang perlu kamu ketahui:

  • Ujung alat scaling bekerja pada permukaan kalkulus dan mengikuti kontur gigi secara terkontrol.
  • Email gigi jauh lebih keras dibandingkan plak dan kalkulus, sehingga tidak mudah rusak hanya oleh scaling rutin.
  • Sensitivitas setelah scaling biasanya bersifat sementara dan terkait dengan permukaan akar yang sebelumnya tertutup kalkulus.

Dokter gigi dapat menyarankan pasta gigi khusus gigi sensitif atau perawatan tambahan bila diperlukan, sehingga rasa ngilu dapat berkurang dalam beberapa hari.

Baca Juga: Proses Pembersihan Karang Gigi (Scaling) & Manfaatnya

Frekuensi Scaling yang Dianjurkan untuk Mencegah Penumpukan

Skala penumpukan plak dan kalkulus berbeda pada setiap orang, tergantung kebiasaan kebersihan mulut, pola makan, kondisi gusi, dan faktor lain seperti merokok atau pemakaian behel. Secara umum, banyak panduan klinis menyarankan scaling dilakukan setiap 6 bulan sekali untuk menjaga kebersihan gigi dan gusi.

Pada kondisi tertentu, dokter bisa menyarankan frekuensi yang lebih sering, misalnya:

  • Setiap 3–4 bulan bagi perokok atau pasien dengan riwayat penyakit gusi.
  • Lebih sering untuk pengguna behel atau retainer yang cenderung sulit membersihkan area tertentu.
  • Disesuaikan dengan temuan klinis bila sudah ada gejala periodontitis.

Di Sozo Dental Clinic, dokter gigi akan mengevaluasi kondisi kamu terlebih dahulu sebelum menentukan jadwal scaling lanjutan yang paling sesuai.

Perawatan Setelah Scaling agar Gigi dan Gusi Lebih Terjaga

Kalkulus gigi adalah karang gigi yang bisa muncul lagi jika kebiasaan harian tidak dijaga. Scaling akan menjadi jauh lebih bermanfaat jika diikuti dengan kebiasaan higienis di rumah yang konsisten. Beberapa langkah perawatan harian yang bisa kamu lakukan:

  • Menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluorida, terutama setelah sarapan dan sebelum tidur.
  • Menggunakan teknik menyikat yang lembut namun menyeluruh, termasuk menyapu garis gusi tanpa menekan terlalu keras.
  • Membersihkan sela gigi setiap hari dengan benang gigi atau sikat interdental sesuai anjuran dokter.
  • Mengurangi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula yang sering dikonsumsi di antara waktu makan utama.
  • Kontrol rutin ke dokter gigi untuk memantau kondisi gusi dan mendeteksi pembentukan kalkulus sejak dini.

Dokter gigi di Sozo Dental Clinic biasanya juga memberi demonstrasi singkat cara menyikat dan memakai benang gigi sesuai bentuk gigi dan gusi kamu. Edukasi sederhana ini membantu menjaga hasil scaling bertahan lebih lama dan menurunkan risiko masalah gusi berulang.

Layanan Terkait Kalkulus dan Kesehatan Gusi di Sozo Dental Clinic

Kalkulus gigi sering tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan masalah lain seperti radang gusi, gigi berlubang di sekitar leher gigi, atau perubahan posisi gigi akibat kehilangan penyangga. Karena itu, penanganan yang baik biasanya mencakup kombinasi beberapa jenis perawatan, bukan hanya scaling satu kali.

Di Sozo Dental Clinic, layanan yang sering berkaitan dengan kasus kalkulus meliputi:

  • Scaling dan root planing untuk menghilangkan kalkulus di atas dan di bawah garis gusi, serta merapikan permukaan akar yang terpapar.
  • Pemeriksaan dan perawatan radang gusi, termasuk penilaian kedalaman kantong gusi dan pengelolaan periodontitis bila sudah terjadi.
  • Tambal gigi bila ditemukan karies di area yang sebelumnya tertutup kalkulus.
  • Pembersihan dan perawatan berkala untuk pasien dengan behel, gigi tiruan, atau kondisi khusus lain.

Kunjungan ini bisa menjadi momen untuk memeriksa kondisi keseluruhan, bukan hanya kalkulus, tetapi juga gigi berlubang, tambalan yang perlu evaluasi, dan faktor risiko lain.

Kamu bisa menjadwalkan kunjungan untuk konsultasi gigi, pemeriksaan kondisi gusi, dan scaling profesional yang disesuaikan dengan kebutuhanmu, sehingga keputusan perawatan terasa lebih tenang dan terarah.