

Daging tumbuh di gusi sering membuat cemas, apalagi jika bentuknya menonjol dan tidak kunjung hilang. Sejumlah penelitian melaporkan bahwa benjolan gusi seperti epulis atau fibroma merupakan lesi jinak yang cukup sering ditemukan pada jaringan gusi dan bisa berkaitan dengan iritasi lokal, karang gigi, atau faktor hormonal.
Untuk memahami apakah daging tumbuh di gusi ini hanya radang biasa atau sesuatu yang lebih serius, artikel ini bisa dibaca sampai selesai.

Benjolan atau daging tumbuh di gusi bisa muncul tiba-tiba atau perlahan. Pada beberapa orang, benjolan tidak nyeri, sehingga sering diabaikan selama bertahun-tahun.
Meski banyak yang jinak, sebagian lesi membutuhkan evaluasi, tindakan, dan pemantauan. Pemeriksaan penting untuk membedakan radang biasa, fibroma jinak, dan lesi lain yang perlu penanganan lebih serius.
Ada beberapa kemungkinan penyebab daging tumbuh di gusi. Sebagian besar berkaitan dengan iritasi lokal atau respon tubuh terhadap rangsangan di area tertentu.
Kemungkinan penyebab antara lain:
Setiap jenis lesi di gusi memiliki ciri yang sedikit berbeda, meski bagi orang awam sering tampak mirip. Gambaran klinis membantu dokter membuat dugaan awal sebelum tindakan lanjutan.
Secara umum:
Menilai sendiri benjolan di gusi hanya dari warna dan bentuk berisiko menimbulkan salah penilaian. Beberapa lesi jinak dan tidak jinak dapat tampak mirip pada pandangan pertama.
Hanya pemeriksaan langsung, didukung riwayat, rontgen, dan bila perlu biopsi, yang dapat memastikan jenis lesi. Diagnosis yang tepat akan menentukan apakah cukup dipantau, dibersihkan, diangkat, atau dirujuk untuk evaluasi lanjutan.
Fibroma oral merupakan jenis pertumbuhan jinak yang sangat umum di rongga mulut. Lesi ini biasanya timbul akibat iritasi berulang, seperti gesekan gigi atau gigi tiruan.
Ciri fibroma yang sering ditemukan:
Tidak semua benjolan gusi langsung dibedah atau dibuang. Namun, ada kondisi tertentu yang membuat biopsi atau tindakan lanjutan menjadi penting.
Biopsi atau tindakan lebih lanjut biasanya dipertimbangkan bila:
Jika daging tumbuh di gusi tampak berkaitan dengan gigi tertentu, misalnya muncul di dekat gigi berlubang atau gigi yang pernah sakit, foto rontgen sangat membantu. Rontgen memperlihatkan kondisi akar gigi, tulang di sekitarnya, dan adanya infeksi tersembunyi.
Dengan rontgen, dokter gigi dapat menilai apakah benjolan hanya berasal dari gusi atau ada kaitan dengan infeksi di ujung akar. Informasi ini penting untuk menentukan apakah perlu perawatan akar gigi, pembersihan mendalam, atau tindakan lain selain menangani benjolan di permukaan.
Plak dan karang gigi yang menumpuk di sekitar gusi bisa menyebabkan radang kronis. Radang kronis ini menjadi salah satu pemicu terbentuknya lesi seperti epulis pada sebagian orang.
Tambalan kasar, gigi tiruan yang tidak pas, atau kebiasaan menggigit area yang sama juga merupakan bentuk iritasi mekanis. Jika dibiarkan, jaringan gusi dapat merespons dengan menebal atau membentuk daging tumbuh sebagai reaksi terhadap rangsangan tersebut.
Ada benjolan yang cukup dipantau setelah faktor penyebab dikurangi, misalnya setelah scaling dan perbaikan tepi restorasi. Namun, ada juga yang lebih baik diangkat.
Secara umum:
Kalau kamu menemukan benjolan di gusi yang tidak hilang-hilang, segera periksa ke Sozo Dental Clinic agar bisa dinilai apakah perlu tindakan atau cukup dipantau. Di Sozo Dental, evaluasi dilakukan dengan melihat bentuk lesi, lokasi, riwayat, serta faktor iritasi yang mungkin berperan.
Bila diperlukan, dokter akan menyarankan foto rontgen untuk menilai gigi dan tulang sekitarnya. Dari sini, rencana perawatan disusun, mulai dari scaling, perbaikan restorasi, hingga pengangkatan lesi dengan tetap mengedepankan kenyamanan dan keamanan.
Beberapa layanan di Sozo Dental sangat relevan untuk kasus daging tumbuh di gusi. Fokusnya adalah mengurangi iritasi, mengendalikan infeksi, dan menangani lesi dengan tepat.
Layanan yang dapat dipertimbangkan:
Di beberapa tempat, fokus penanganan mungkin hanya pada menghilangkan benjolan. Namun, jika faktor penyebab tidak dibereskan, lesi berisiko muncul kembali.
Pendekatan di Sozo Dental menekankan:
Setelah daging tumbuh di gusi diangkat, kontrol rutin tetap penting. Tujuannya untuk memastikan area bekas tindakan sembuh baik dan tidak ada tanda lesi baru.
Kontrol juga menjadi momen untuk memantau kebersihan mulut dan memperbaiki kebiasaan yang dulu memicu iritasi. Dengan pemeliharaan yang baik, risiko benjolan serupa muncul kembali dapat ditekan.
Rasa khawatir terhadap kata “benjolan” sangat wajar. Namun, kepastian jauh lebih menenangkan dibanding terus menebak-nebak.
Beberapa langkah yang dapat membantu:
Daging tumbuh di gusi tidak selalu berbahaya, tetapi juga tidak sebaiknya diabaikan begitu saja. Evaluasi profesional membantu membedakan mana yang cukup dipantau dan mana yang memerlukan tindakan segera.
Sozo Dental siap membantu dengan pemeriksaan menyeluruh, rontgen bila perlu, scaling, penyesuaian faktor iritasi, hingga tindakan pengangkatan lesi dengan pendekatan yang nyaman dan terukur. Mengatur jadwal melalui sozodental.com dapat menjadi langkah bijak untuk memastikan daging tumbuh di gusi tertangani dengan tepat, sehingga gusi terasa lebih nyaman, bersih, dan tidak lagi menjadi sumber kekhawatiran dalam aktivitas sehari-hari.
