Rahang sakit bisa terasa mengganggu saat makan, berbicara, bahkan saat istirahat. Sumber kesehatan gigi menyebutkan bahwa nyeri rahang sering berkaitan dengan gigi bermasalah, posisi gigi yang tidak seimbang, gigi bungsu, maupun gangguan sendi rahang dan kebiasaan menggemeretakkan gigi.
Ada banyak pasien yang awalnya mengira nyeri rahang hanya karena “kecapekan mengunyah”, namun setelah diperiksa ternyata ada gigi bungsu impaksi dan gigitan yang tidak seimbang. Setelah gigi dan sendi dirawat, mereka merasa rahang lebih ringan dan sakit kepala berkurang. Artikel ini membantu kamu memahami berbagai penyebab kenapa rahang sakit, gejala pembeda, dan kapan sebaiknya melakukan pemeriksaan menyeluruh.
Penyebab Rahang Sakit yang Terkait Gigi
Bagian pertama yang perlu diperiksa ketika rahang sakit adalah gigi dan jaringan di sekitarnya. Penyebab rahang sakit yang terkait gigi cukup beragam dan sering saling berkaitan satu sama lain.
Beberapa penyebab utama:
Gigi berlubang dan infeksi gigi
Karies dalam dan infeksi akar gigi dapat menjalar ke tulang rahang dan memicu nyeri yang terasa di rahang, telinga, atau kepala.
Abses gigi (kantong nanah) di sekitar akar membuat rahang terasa sakit saat digigit atau disentuh.
Gigi bungsu (geraham bungsu) yang impaksi
Gigi bungsu yang tumbuh miring atau terjebak dalam gusi sering menyebabkan nyeri rahang, bengkak, dan sulit membuka mulut.
Gejalanya bisa berupa sakit di sudut rahang belakang, sakit kepala, bau mulut, dan kadang demam.
Gigi yang tidak sejajar, seperti overbite, underbite, atau gigi berdesakan, membuat tekanan kunyah tidak merata.
Kondisi ini dapat menyebabkan otot rahang cepat lelah, nyeri sendi rahang, dan sakit kepala.
Gigi retak atau gigi tinggi setelah tambal
Mahkota gigi yang retak atau tambalan terlalu tinggi dapat mengubah pola gigitan.
Tekanan berlebih pada satu gigi saat mengunyah dapat memicu nyeri yang terasa seperti sakit rahang.
Masalah-masalah ini sering memerlukan perawatan langsung pada gigi seperti tambalan, perawatan saraf, pencabutan gigi bungsu, atau perawatan ortodonti, bukan hanya obat nyeri.
Penyebab Non-Gigi: Gangguan Sendi (TMJ) dan Kebiasaan Menggemeretakkan Gigi
Tidak semua nyeri rahang berasal dari gigi. Penyebab non-gigi seperti gangguan sendi (TMJ) dan kebiasaan menggemeretakkan gigi (bruxism) juga sering menjadi biang keladi.
Sendi temporomandibular menghubungkan rahang bawah dengan tulang tengkorak.
Gangguannya bisa menimbulkan gejala seperti:
Nyeri atau rasa tidak nyaman di daerah sendi, depan telinga, atau sekitar pelipis.
Rahang berbunyi klik, krek, atau terasa mengunci saat membuka dan menutup.
Sulit membuka mulut lebar dan rasa pegal di rahang.
Bruxism (kebiasaan menggemeretakkan atau mengertakkan gigi)
Biasanya terjadi tanpa sadar, terutama saat tidur atau ketika stres.
Dampaknya meliputi:
Otot rahang tegang dan nyeri, terutama saat bangun tidur.
Gigi aus, retak, sensitif, bahkan goyah.
Peningkatan risiko gangguan sendi TMJ dalam jangka panjang.
Faktor lain di luar gigi dan sendi
Sinusitis, infeksi telinga, atau masalah saraf tertentu juga dapat menyebabkan nyeri yang terasa di rahang.
Cedera atau trauma pada rahang dapat memicu nyeri berkelanjutan jika tidak ditangani.
Karena banyak kemungkinan, pemeriksaan yang sistematis sangat penting agar penanganan tidak hanya fokus pada gigi, padahal sumber masalah utama berada di sendi atau otot.
Gejala yang Membantu Membedakan Sumber Nyeri Rahang
Membedakan sumber nyeri rahang membantu memperkirakan apakah masalah lebih besar di gigi, sendi, atau otot. Gejala yang membantu membedakan sumber nyeri rahang biasanya terkait pola nyeri, pemicu, dan keluhan tambahan.
Beberapa pola gejala:
Nyeri rahang terkait gigi
Nyeri terlokalisasi di sekitar gigi tertentu, sering terasa tajam saat menggigit atau mengunyah di area itu.
Bisa disertai gigi berlubang, gusi bengkak, atau rasa ngilu saat minum panas dan dingin.
Pada gigi bungsu impaksi, nyeri lebih terasa di bagian belakang rahang, kadang diikuti bengkak dan sulit membuka mulut.
Nyeri rahang terkait sendi (TMJ/TMD)
Nyeri atau pegal di area sendi depan telinga, memburuk saat membuka mulut lebar atau mengunyah makanan keras.
Disertai bunyi klik, krek, atau rasa rahang “terkunci” sesaat.
Sering berkaitan dengan sakit kepala, nyeri leher, dan rasa tegang di daerah pelipis.
Nyeri rahang terkait otot dan bruxism
Rasa tegang dan pegal di otot pipi dan rahang, terutama saat bangun pagi.
Gigi terlihat aus, retak, atau pendek karena sering bergesekan.
Jika nyeri datang bersama demam, bengkak besar, kesulitan bernapas, atau nyeri menjalar sampai dada, segera ke unit gawat darurat karena ini bisa menandakan masalah infeksi berat atau kondisi lain yang lebih serius.
Kapan Nyeri Rahang Perlu Segera Mendapat Pemeriksaan?
Nyeri rahang yang ringan dan sementara kadang membaik dengan istirahat dan perawatan sederhana. Namun, ada kondisi di mana nyeri rahang perlu segera mendapat pemeriksaan karena berisiko berkembang menjadi masalah yang lebih berat.
Tanda-tanda yang tidak boleh diabaikan:
Nyeri rahang berat atau terus-menerus yang mengganggu aktivitas harian dan tidur.
Sulit membuka atau menutup mulut sepenuhnya, rahang terasa mengunci.
Bengkak di rahang, pipi, atau sekitar mulut, apalagi bila disertai demam.
Nyeri rahang yang muncul bersama gigi sangat sakit, bau mulut berat, atau nanah dari gusi.
Nyeri rahang menjalar ke leher, telinga, atau kepala dan tidak membaik dengan obat pereda nyeri biasa.
Pedoman klinis menekankan bahwa nyeri rahang yang disertai gejala infeksi, gangguan buka mulut, atau nyeri berat harus dinilai oleh tenaga kesehatan, terutama dokter gigi yang berpengalaman menangani gigi dan sendi rahang.
Peran Sozo Dental Clinic Saat Rahang Sakit Saat Mengunyah atau Membuka Mulut
Jika rahang terasa sakit saat mengunyah atau membuka mulut, pemeriksaan di Sozo Dental Clinic dapat membantu menentukan apakah sumbernya dari gigi, sendi, atau otot. Pendekatan di klinik ini berfokus pada evaluasi menyeluruh, bukan hanya menebak satu penyebab.
Langkah penilaiannya meliputi:
Anamnesis dan pemeriksaan fisik rahang
Dokter menilai lokasi nyeri, kapan muncul, pemicu, dan kebiasaan seperti menggertakkan gigi atau sering mengunyah satu sisi.
Sendi rahang diperiksa dengan meraba saat kamu membuka dan menutup mulut, termasuk memeriksa bunyi klik atau rasa tersendat.
Pemeriksaan gigi dan gusi secara detail
Dicari gigi berlubang, gigi yang sensitif, tambalan tinggi, atau tanda infeksi seperti gusi bengkak dan abses.
Susunan gigitan (oklusi) dinilai untuk melihat apakah ada maloklusi yang memberi tekanan tidak seimbang pada rahang.
Pemeriksaan penunjang bila diperlukan
Rontgen gigi atau panoramic dapat membantu melihat gigi bungsu impaksi, infeksi akar, dan kondisi tulang rahang.
Pada kasus TMJ tertentu, rontgen sendi atau rujukan ke spesialis lain dapat dipertimbangkan bila dibutuhkan.
Dari hasil ini, tim di Sozo dapat menentukan apakah nyeri rahang lebih dominan berasal dari gigi, sendi, otot, atau kombinasi beberapa faktor.
Pilihan Perawatan di Sozo Dental Clinic untuk Rahang Sakit
Setelah penyebab utama teridentifikasi, Sozo Dental Clinic akan menjelaskan pilihan perawatan yang paling sesuai. Pendekatannya tidak satu pola untuk semua orang, tetapi disesuaikan kondisi masing-masing.
Beberapa kemungkinan perawatan:
Jika nyeri berasal dari gigi
Penambalan gigi untuk karies, perawatan saluran akar untuk infeksi pulpa, atau pencabutan gigi bungsu impaksi bila memang dibutuhkan.
Setelah itu, penyesuaian gigitan dilakukan bila ada gigi yang terlalu tinggi atau bentuk tambalan yang mengganggu.
Jika nyeri berkaitan dengan maloklusi
Rencana perawatan ortodonti dapat dibahas untuk memperbaiki susunan gigi dan menyeimbangkan tekanan kunyah.
Pada kasus tertentu, kombinasi perawatan ortodonti dan prosedur lain bisa dipertimbangkan untuk hasil jangka panjang.
Jika nyeri berkaitan dengan TMJ atau bruxism
Pembuatan night guard atau splint khusus untuk dipakai saat tidur guna mengurangi tekanan dari menggertakkan gigi.
Edukasi manajemen stres, latihan rahang ringan, dan saran kebiasaan makan yang lebih ramah untuk sendi.
Penjelasan setiap opsi disertai gambaran manfaat, risiko, dan perkiraan waktu perawatan, sehingga kamu bisa memilih dengan lebih yakin.
Keunggulan Sozo Dental Clinic
Mengandalkan obat pereda nyeri saja untuk mengatasi rahang sakit hanya menenangkan gejala, bukan penyebab. Sozo Dental Clinic menawarkan keunggulan yang lebih menyeluruh:
Fokus pada penyebab, bukan hanya gejala
Nyeri rahang dievaluasi dari sisi gigi, susunan gigi, sendi TMJ, dan otot.
Rencana perawatan disusun untuk memperbaiki sumber masalah, bukan sekadar menutupi nyeri.
Integrasi antara perawatan gigi dan fungsi rahang
Perawatan gigi, ortodonti, dan manajemen TMJ dipikirkan bersamaan agar hasilnya saling mendukung.
Ini berbeda dengan penanganan yang hanya fokus pada satu gigi tanpa melihat pengaruh pada sendi dan otot.
Edukasi yang jelas dan mudah dipahami
Pasien mendapatkan penjelasan mengenai hubungan gigi bungsu, maloklusi, bruxism, dan TMJ dengan nyeri rahang.
Hal ini membantu kamu memahami mengapa kebiasaan dan perawatan jangka panjang penting untuk mencegah nyeri kambuh.
Dengan pendekatan ini, terapi yang dilakukan bukan hanya “memadamkan api”, tetapi juga menjaga agar masalah yang sama tidak mudah kembali.
Informasi terkini mengenai layanan dan penawaran dapat kamu temukan di situs resmi sozodental.com. Dengan satu langkah pemeriksaan terarah, pertanyaan “kenapa rahang sakit” bisa berubah menjadi rencana perawatan yang jelas, sehingga kamu dapat kembali mengunyah dan berbicara dengan lebih nyaman setiap hari.