

Banyak orang tua merasa khawatir ketika melihat lidah bayi putih setelah menyusu. Menurut data global, prevalensi infeksi jamur mulut (oral thrush) pada bayi berkisar antara 11–15%, bahkan bisa mencapai 30% di beberapa wilayah.
Di Indonesia, sekitar 49,6% bayi berisiko mengalami oral thrush terutama di kota-kota besar. Kondisi ini membuat bayi rewel, susah menyusu, dan tidak nyaman. Supaya kamu bisa membedakan mana yang normal dan mana yang perlu penanganan, simak penjelasan lengkapnya di artikel ini.

Tidak semua lidah bayi putih menandakan masalah kesehatan. Kunci utamanya adalah cara membedakan sisa susu dengan infeksi jamur. Keduanya memang tampak serupa, tetapi punya karakteristik yang berbeda.
Lapisan putih dari sisa ASI atau susu formula biasanya muncul setelah bayi selesai menyusu. Berikut ciri-cirinya:
Sisa susu adalah kondisi yang sangat normal dan tidak memerlukan perawatan khusus. Cukup bersihkan secara rutin dengan kain lembut yang sudah dibasahi air hangat.
Berbeda dengan sisa susu, infeksi jamur disebabkan oleh pertumbuhan berlebih jamur Candida albicans di rongga mulut bayi. Berikut tanda-tanda yang perlu diwaspadai:
Kalau kamu menemukan ciri-ciri di atas pada si kecil, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter atau dokter gigi anak untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Beberapa bayi lebih rentan mengalami infeksi jamur di mulut dibandingkan bayi lainnya. Memahami faktor risikonya bisa membantu orang tua mencegah kondisi ini sejak dini.
Bayi baru lahir hingga usia 6 bulan memiliki sistem imun yang belum berkembang sempurna. Tubuh mereka belum mampu melawan infeksi jamur secara optimal. Karena itu, bayi di rentang usia ini paling sering mengalami oral thrush.
Konsumsi antibiotik bisa membunuh bakteri baik di mulut yang bertugas menjaga keseimbangan flora normal. Ketika bakteri baik berkurang, jamur Candida mendapat kesempatan untuk tumbuh lebih cepat dan menyebabkan infeksi.
Bayi yang minum susu dari botol lebih berisiko jika dot atau botol susu tidak dicuci dengan benar. Jamur bisa berkembang biak di permukaan dot yang lembap dan menempel ke mulut bayi saat menyusu.
Ibu menyusui yang mengalami infeksi jamur di puting bisa menularkannya ke mulut bayi, dan sebaliknya. Penularan ini bisa terus berulang jika tidak diobati bersamaan antara ibu dan bayi.
Pada bayi di bawah 3 bulan, produksi air liur masih sangat minim. Padahal air liur berperan penting dalam membersihkan rongga mulut secara alami. Kondisi ini membuat jamur lebih mudah menempel dan berkembang.
Cuaca panas dan lingkungan lembap bisa mempercepat pertumbuhan jamur di berbagai bagian tubuh, termasuk mulut bayi. Pastikan area sekitar bayi tetap bersih dan sirkulasi udaranya baik.
Membersihkan lidah bayi secara rutin adalah langkah pencegahan terbaik untuk menjaga kesehatan rongga mulut si kecil. Dengan teknik yang tepat, orang tua bisa mencegah penumpukan sisa susu dan pertumbuhan jamur.
Berikut cara membersihkan lidah bayi yang aman dan efektif:
Waktu yang ideal adalah setelah bayi selesai menyusu atau setidaknya dua kali sehari. Dengan rutinitas ini, sisa susu tidak menumpuk dan jamur tidak punya kesempatan berkembang biak.
Untuk bayi yang sudah tumbuh gigi (usia 6 bulan ke atas), kamu bisa mulai menggunakan sikat gigi khusus bayi dengan bulu yang sangat lembut.
Tidak semua kondisi lidah bayi putih memerlukan penanganan medis. Namun, ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa si kecil perlu segera diperiksa oleh dokter atau dokter gigi anak.
Segera bawa bayi ke dokter jika mengalami kondisi berikut:
Oral thrush yang tidak segera ditangani bisa menyebar ke bagian tubuh lain dan membuat bayi semakin tidak nyaman. Infeksi juga bisa berpindah bolak-balik antara mulut bayi dan puting ibu jika tidak diobati bersamaan.
Dokter gigi anak bisa melakukan pemeriksaan visual dan jika perlu, mengambil sampel untuk memastikan diagnosis. Penanganan yang tepat akan membantu bayi kembali nyaman dan mau menyusu dengan normal.
Jika kamu sudah rutin membersihkan lidah bayi tetapi lapisan putih tetap tidak hilang, kemungkinan besar itu adalah infeksi jamur yang memerlukan penanganan medis.
Kondisi ini tidak bisa diatasi hanya dengan membersihkan rongga mulut saja. Dokter biasanya akan meresepkan obat antijamur berupa gel atau tetes yang dioleskan langsung ke area yang terinfeksi.
Dokter gigi anak memiliki keahlian khusus dalam menangani masalah rongga mulut bayi dan anak-anak. Mereka bisa memberikan diagnosis yang akurat dan penanganan yang sesuai dengan kondisi si kecil.
Di Sozo Dental Clinic, pemeriksaan rongga mulut bayi dilakukan dengan alat yang aman dan teknik yang ramah anak. Tim dokter gigi anak kami terlatih menangani berbagai kondisi mulut bayi, termasuk oral thrush.
Sozo Dental Clinic menyediakan layanan dokter gigi anak dengan fasilitas lengkap dan pendekatan yang ramah untuk si kecil. Berikut keunggulan yang bisa kamu dapatkan:
Semua tindakan dilakukan dengan standar kebersihan tinggi dan teknik yang lembut agar bayi tetap tenang selama pemeriksaan.
Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk mencegah infeksi jamur di mulut bayi:
Dengan kebiasaan ini, risiko bayi terkena oral thrush bisa diminimalkan secara signifikan.
Kalau lapisan putih di lidah bayi tidak hilang setelah dibersihkan pelan, orang tua bisa mengajak si kecil kontrol ke dokter gigi anak di Sozo Dental Clinic. Tim kami siap membantu memberikan diagnosis yang tepat dan penanganan yang aman untuk bayi.
Kamu bisa langsung buat janji di sozodental.com atau hubungi klinik terdekat untuk konsultasi. Jangan biarkan si kecil tidak nyaman lebih lama, segera dapatkan penanganan terbaik untuk kesehatan mulutnya.
