Overbite Adalah Gigi Atas Menutupi Bawah: Ciri, Dampak, Solusi

Overbite Adalah Gigi Atas Menutupi Bawah Ciri, Dampak, Solusi

Overbite adalah kondisi ketika gigi atas menutupi terlalu banyak bagian gigi bawah saat rahang menutup.

Studi ortodonti mencatat bahwa kondisi gigitan tidak ideal, termasuk overbite, dapat dialami lebih dari 1 dari 5 orang dewasa dan berpengaruh pada fungsi kunyah serta penampilan wajah.

Di Sozo Dental Clinic, banyak pasien dengan overbite merasa perubahan besar setelah perawatan behel, seperti yang disampaikan salah satu pasien, Rina (28 tahun): “Setelah beberapa bulan pakai behel di Sozo Dental, gigi atas dan bawah aku sekarang jauh lebih rapi dan senyumku lebih percaya diri.”

Overbite Adalah Gangguan Gigitan: Ciri Overbite pada Senyum

Penjelasan overbite dan bagaimana cirinya pada senyum penting supaya kamu bisa lebih sadar dengan kondisi gigitan gigi sendiri.

Secara sederhana, overbite adalah ketika gigi atas menutupi gigi bawah lebih dari yang seharusnya, terutama saat kamu menutup mulut dan tersenyum. Beberapa ciri overbite yang bisa terlihat dari senyum sehari-hari:

  • Saat tersenyum, gigi bawah hampir tidak terlihat karena tertutup gigi atas.
  • Bibir bawah tampak sedikit tertarik ke belakang saat rahang menutup.
  • Profil wajah dari samping tampak kurang seimbang, terutama di area bibir dan dagu.
  • Gigi depan atas tampak lebih maju atau menonjol dibanding gigi bawah.
  • Saat menggigit makanan, kamu merasa gigi depan bekerja lebih dominan.

Jika beberapa ciri ini terasa familiar, kemungkinan kamu memiliki derajat overbite tertentu yang sebaiknya diperiksa oleh dokter gigi, terutama bila sudah memengaruhi rasa percaya diri ketika tersenyum.

Penyebab Overbite: Genetik, Kebiasaan Mengisap Jari, hingga Posisi Rahang

Penyebab overbite: genetik, kebiasaan mengisap jari, hingga posisi rahang sangat beragam, dan tiap orang bisa memiliki kombinasi penyebab yang berbeda. Overbite adalah kondisi yang bisa muncul sejak kecil dan berkembang seiring pertumbuhan rahang serta kebiasaan sehari-hari.

Beberapa faktor penyebab overbite yang sering ditemui:

  • Genetik – Bentuk rahang dan posisi gigi sering kali diturunkan dari orang tua.
  • Kebiasaan mengisap jari atau empeng dalam jangka panjang saat masa kanak-kanak.
  • Kebiasaan mendorong lidah ke arah gigi depan saat menelan.
  • Pertumbuhan rahang bawah yang lebih kecil dibanding rahang atas.
  • Kebiasaan menggigit kuku, tutup pena, atau benda keras lain yang berlangsung lama.

Karena faktor penyebabnya bisa saling berkaitan, pemeriksaan langsung di klinik gigi akan membantu menilai apakah overbite yang kamu miliki masih ringan atau sudah memerlukan perawatan ortodonti seperti behel atau alat lain.

Baca Juga: Rahang Sakit saat Mengunyah? Ketahui Penyebab & Solusinya

Dampak Overbite Adalah Gangguan Mengunyah dan Perubahan Estetika Wajah

Dampak overbite terhadap fungsi mengunyah dan estetika wajah sering kali baru terasa saat kondisi sudah cukup berat. Padahal, overbite adalah masalah gigitan yang bisa berpengaruh ke kesehatan gigi, sendi rahang, serta penampilan wajah dalam jangka panjang.

Beberapa dampak overbite yang perlu diwaspadai:

  • Fungsi mengunyah terganggu karena beban kunyah tidak terbagi merata antara gigi depan dan gigi belakang.
  • Gigi lebih cepat aus, terutama gigi depan yang sering saling bergesekan.
  • Risiko chipping atau patah kecil pada gigi depan meningkat karena posisi yang terlalu menonjol.
  • Nyeri rahang atau rasa tidak nyaman di sekitar sendi rahang setelah mengunyah lama.
  • Penampilan wajah tampak kurang seimbang, terutama jika overbite cukup parah.

Bagi banyak orang, overbite bukan hanya masalah fungsi, tapi juga menyangkut kepercayaan diri saat tersenyum, berbicara, atau berfoto. Perawatan yang tepat membantu mengurangi keluhan fungsional sekaligus memperbaiki harmoni senyum dan wajah.

Apa yang Dilakukan Dokter Saat Mengecek Overbite di Sozo Dental Clinic

Di Sozo Dental Clinic, overbite tidak dinilai hanya dari “gigi tampak maju” saja. Overbite adalah bagian dari analisis menyeluruh yang mencakup posisi gigi, rahang, dan keseimbangan wajah.

Langkah pemeriksaan overbite di Sozo Dental Clinic biasanya meliputi:

  • Pemeriksaan klinis langsung untuk melihat bagaimana gigi atas menutupi gigi bawah saat rahang menutup.
  • Foto intraoral dan ekstraoral untuk menilai tampilan gigi dan wajah dari beberapa sudut.
  • Pemindaian digital atau cetakan gigi sebagai dasar analisis posisi gigi.
  • Rontgen rahang bila diperlukan untuk melihat hubungan rahang atas dan bawah.

Dari hasil analisis ini, dokter akan menjelaskan derajat overbite, kemungkinan dampaknya, serta pilihan perawatan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup kamu.

Pilihan Perawatan Overbite dengan Behel dan Alat Ortodonti Lain

Pilihan perawatan overbite dengan behel dan alat ortodonti lain disesuaikan dengan usia, kondisi rahang, dan tingkat keparahan overbite.

Overbite adalah kondisi yang bisa sangat terbantu dengan perawatan ortodonti yang terencana dengan baik. Beberapa pilihan perawatan yang umum direkomendasikan di Sozo Dental Clinic:

  • Behel gigi konvensional (metal atau ceramic) untuk menggeser posisi gigi secara bertahap sampai gigitan lebih ideal.
  • Clear aligner untuk kamu yang menginginkan perawatan lebih estetik dan bisa dilepas pasang saat makan dan menyikat gigi.
  • Alat ortodonti fungsional pada usia tertentu jika overbite terkait dengan posisi rahang.
  • Retainer setelah perawatan aktif selesai, untuk menjaga posisi gigi tetap stabil.

Di Sozo Dental Clinic, rencana perawatan dijelaskan secara rinci, termasuk estimasi lama perawatan, tahapan kontrol, serta perubahan yang bisa diharapkan dari waktu ke waktu. Dengan perencanaan ini, kamu bisa memahami perjalanan perawatan sejak awal sampai hasil akhir.

Memilih tempat perawatan overbite sangat berpengaruh pada kenyamanan proses dan kualitas hasil akhir. Lakukan konsultasi secara online dengan mudah dengan melakukan klik pada banner dibawah ini.

Referensi

  1. AlignerCo. (2025, February 16). Overbite causes, risks and solution. AlignerCo.
  2. Li, X., Zhang, Y., & Chen, Y. (2025). Temporomandibular disorder prevalence in malocclusion patients: A systematic review and meta-analysis. Journal of Oral Rehabilitation, 52(3), 210–222.
  3. Belmar Orthodontics. (2025, June 25). What is an overbite / buck teeth: Treatment, causes and more. Belmar Orthodontics.