

Gusi bengkak pada anak bisa membuat rewel, sulit makan, dan membuat kamu sebagai orang tua ikut khawatir. Berbagai ulasan kedokteran gigi anak menyebut radang gusi cukup sering ditemukan pada anak, dengan laporan penelitian yang menunjukkan sebagian besar anak usia sekolah pernah mengalami tanda gingivitis seperti gusi merah, bengkak, atau mudah berdarah.
Banyak orang tua merasa jauh lebih tenang setelah gusi bengkak pada anak dinilai oleh dokter gigi, dilakukan pembersihan, serta diajarkan cara sikat gigi lembut, lalu pada kontrol berikutnya gusi anak tampak lebih sehat dan anak bisa makan lebih nyaman. Untuk memahami penyebab gusi bengkak pada anak dan cara menenangkannya dengan aman, artikel ini bisa dibaca sampai selesai.

Jaringan gusi anak masih dalam fase tumbuh dan berubah mengikuti pertumbuhan gigi. Saat gigi susu tumbuh, tanggal, dan digantikan gigi tetap, gusi lebih mudah terlihat menonjol dan bengkak.
Selain itu, kemampuan anak membersihkan gigi belum sebaik orang dewasa. Plak dan sisa makanan lebih mudah tertinggal, sehingga gusi menjadi merah dan bengkak.
Saat gigi susu atau gigi tetap baru akan tumbuh, gusi dapat tampak menebal, kemerahan, dan sedikit nyeri. Kondisi ini dikenal sebagai gingivitis saat erupsi dan sering membaik setelah gigi muncul sepenuhnya.
Di sisi lain, gusi bisa iritasi karena sikat gigi terlalu keras atau ujung sikat tidak halus. Anak yang sedang belajar menyikat gigi kadang menggosok terlalu kuat atau bolak-balik di area yang sama, sehingga gusi memerah dan sedikit bengkak.
Plak adalah lapisan lembut berisi kuman yang menempel di gigi dan gusi. Jika tidak dibersihkan, plak bercampur dengan sisa makanan dan dapat memicu radang gusi.
Penelitian menunjukkan bahwa anak dengan kebersihan mulut kurang baik memiliki risiko jauh lebih tinggi mengalami gusi merah dan mudah berdarah. Perbaikan kebiasaan menyikat gigi dan pembersihan plak terbukti penting untuk menurunkan risiko gingivitis di usia muda.
Beberapa kebiasaan tampak sepele tetapi dapat membuat gusi bengkak pada anak semakin sering muncul. Mengubah sedikit pola harian bisa membantu.
Kebiasaan yang perlu diwaspadai:
Tidak semua gusi bengkak pada anak bersifat ringan. Ada beberapa tanda yang menunjukkan kemungkinan infeksi lebih serius dan membutuhkan penanganan segera.
Waspadai bila:
Saat menunggu waktu ke dokter gigi, beberapa langkah lembut dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman. Langkah-langkah ini tidak menggantikan pemeriksaan, tetapi membantu membuat anak lebih nyaman.
Pertolongan pertama yang bisa dilakukan:
Sikat gigi yang lembut dan benar justru membantu gusi pulih. Tantangannya, anak sering mengaitkan sikat gigi dengan rasa sakit, apalagi kalau gusi sudah terlanjur bengkak.
Cara membantu anak sikat gigi dengan lembut tanpa rasa takut:
Pada usia awal, anak belum mampu menyikat gigi secara bersih tanpa bantuan. Pengawasan orang tua masih sangat dibutuhkan untuk memastikan semua sisi gigi tersentuh sikat.
Orang tua dapat:
Gusi bengkak ringan saat gigi tumbuh dapat dipantau, tetapi tetap penting mengenali kapan saatnya ke dokter gigi. Pemeriksaan sejak awal membantu mencegah kondisi bertambah parah.
Jika gusi anak tampak merah, bengkak, dan mengeluh sakit saat makan, orang tua bisa membawa si kecil ke dokter gigi anak di Sozo Dental Clinic untuk pemeriksaan lembut dan ramah anak. Pemeriksaan ini membantu memastikan apakah bengkak hanya terkait erupsi gigi atau sudah ada infeksi dan karang gigi yang perlu dibersihkan.
Sozo Dental menyediakan perawatan gigi anak dengan pendekatan yang lembut dan ramah. Lingkungan klinik dan cara komunikasi disesuaikan supaya anak merasa nyaman.
Layanan yang relevan untuk gusi bengkak pada anak antara lain:
Perawatan gigi anak tidak hanya soal teknik, tetapi juga cara pendekatan. Sozo Dental menempatkan kenyamanan anak sebagai prioritas, sehingga kunjungan gigi tidak identik dengan rasa takut.
Keunggulan yang terasa bagi keluarga:
Selain sikat gigi, pola makan memengaruhi kesehatan gusi dan gigi. Konsumsi gula berlebihan memicu plak dan asam yang merusak gigi dan mengiritasi gusi.
Tips pola makan yang mendukung gusi sehat:
Anak sering belum bisa menjelaskan detail apa yang dirasakan. Mengajarkan mereka mengenali tanda awal gusi bengkak membantu masalah ditangani lebih cepat.
Orang tua dapat:
Kontrol rutin setiap enam bulan membantu mendeteksi masalah sebelum menjadi parah. Dokter dapat melihat apakah ada gusi yang sering meradang, gigi berlubang awal, atau kebiasaan sikat gigi yang perlu diperbaiki.
Pada kunjungan ini, anak juga mulai terbiasa dengan suasana klinik, sehingga bila suatu saat perlu tindakan lebih, mereka sudah lebih siap.
Ragu membawa anak ke dokter gigi sering muncul karena takut anak menangis atau trauma. Namun, menunda terlalu lama justru dapat membuat gusi bengkak berkembang menjadi infeksi yang lebih berat.
Beberapa cara mengurangi keraguan:
Gusi bengkak pada anak tidak boleh dianggap hal biasa yang selalu akan hilang sendiri. Terkadang bengkak adalah sinyal bahwa gigi sedang tumbuh dan perlu bantuan kebersihan ekstra, atau bisa juga tanda infeksi yang memerlukan perawatan profesional.
Sozo Dental siap membantu keluarga dengan pemeriksaan yang lembut, edukasi sikat gigi yang mudah diikuti, pembersihan plak dan karang, serta perawatan gigi berlubang yang berpotensi mengiritasi gusi anak. Dengan dukungan perawatan yang ramah anak dan rencana jangka panjang, gusi bengkak pada anak dapat ditangani sejak dini, sehingga si kecil bisa makan, tersenyum, dan tumbuh dengan lebih nyaman setiap hari.
