Sering Diabaikan! Ini Penyebab dan Gejala Gusi Bengkak

Masalah gigi yang tidak ditangani dengan benar dapat menjalar ke berbagai bagian mulut, termasuk gusi. Salah satu bentuk penanganan paling penting dalam dunia kedokteran gigi modern adalah perawatan saluran akar gigi, yang kerap menjadi penyelamat terakhir sebelum gigi dicabut. Menariknya, infeksi pada akar gigi juga sering menjadi penyebab utama gusi bengkak yang tak kunjung sembuh.

Pada artikel ini, Anda akan menemukan penjelasan mendalam mengenai prosedur perawatan saluran akar, penyebab umum pembengkakan gusi, serta bagaimana keduanya saling berkaitan. Dengan informasi ini, Anda bisa mengambil keputusan terbaik sebelum kondisi gigi semakin memburuk.

Apa Itu Perawatan Saluran Akar Gigi?

Perawatan saluran akar, atau root canal treatment, adalah prosedur medis yang dilakukan untuk menyelamatkan gigi yang mengalami infeksi atau kerusakan parah pada bagian dalamnya (pulpa). Daripada mencabut gigi, prosedur ini bertujuan membersihkan dan mensterilkan saluran akar sebelum menutupnya kembali secara permanen.

Tujuan Perawatan Saluran Akar

  • Menghilangkan rasa nyeri akibat infeksi pulpa
  • Menjaga struktur gigi alami tetap utuh
  • Mencegah penyebaran infeksi ke gusi dan tulang rahang
  • Memulihkan fungsi kunyah dan estetika senyum

Langkah-langkah Prosedur

  1. Rontgen untuk melihat kondisi akar dan jaringan sekitar
  2. Pembiusan lokal dan pembuatan akses ke pulpa
  3. Pembersihan jaringan pulpa yang terinfeksi
  4. Penyemprotan desinfektan dan pengeringan saluran akar
  5. Penambalan saluran dengan bahan gutta-percha
  6. Restorasi gigi (tambal/pasang mahkota gigi)

Durasi perawatan bisa 1–3 kali kunjungan tergantung tingkat infeksi. Pasien biasanya bisa kembali beraktivitas normal dalam waktu singkat setelah perawatan selesai.

Mengapa Infeksi Akar Gigi Menyebabkan Gusi Bengkak?

Infeksi pada saluran akar gigi dapat menyebar ke jaringan periodontal. Jika infeksi tidak dibersihkan secara tuntas, tubuh akan merespons dengan peradangan di gusi sekitar akar gigi. Kondisi ini menyebabkan bengkak, nyeri, dan terkadang bernanah.

Inilah alasan pentingnya melakukan perawatan akar gigi secara menyeluruh, bukan sekadar meredakan nyeri dengan obat sementara.

Penyebab dan Gejala Gusi Bengkak

Pembengkakan gusi dapat terjadi akibat faktor lokal maupun sistemik. Beberapa penyebab paling umum meliputi:

1. Infeksi dan Iritasi

Infeksi Bakteri

Hal ini diakibatkan oleh gigi berlubang dalam sering menjalar ke akar dan menimbulkan reaksi inflamasi di jaringan gusi. Jika tidak ditangani, infeksi bisa membentuk abses yang menyakitkan dan membahayakan jaringan penyangga gigi.

Gingivitis

Gingivitis adalah tahap awal dari penyakit gusi. Ia muncul akibat penumpukan plak di garis gusi. Jika tidak segera ditangani, bisa berkembang menjadi periodontitis, yaitu peradangan yang merusak tulang rahang.

Periodontitis

Pada kondisi yang lebih parah, periodontitis tidak hanya menyebabkan gusi bengkak, tapi juga gigi goyang bahkan copot. Penyakit ini seringkali memerlukan perawatan lanjutan seperti scaling, kuretase, dan terapi antibiotik.

2. Kebiasaan Mulut Buruk

Kurangnya Kebersihan Mulut

Menyikat gigi kurang dari dua kali sehari atau jarang menggunakan benang gigi dapat meningkatkan risiko pembentukan plak dan bakteri yang memicu iritasi gusi.

Merokok

Rokok mengandung racun yang menurunkan aliran darah ke jaringan gusi. Akibatnya, gusi mudah bengkak, sembuh lebih lama, dan sering tidak menunjukkan gejala infeksi secara kasat mata.

Trauma dari Sikat Gigi

Menggunakan sikat gigi dengan bulu kasar atau teknik menyikat yang salah dapat menyebabkan luka mikro yang memperburuk kondisi gusi.

Piercing dan Kebiasaan Menggigit Benda Asing

Penggunaan anting lidah atau bibir serta kebiasaan menggigit pulpen atau kuku bisa mengiritasi jaringan gusi dan menyebabkan pembengkakan kronis.

3. Faktor Hormonal

Kehamilan dan Menstruasi

Peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron meningkatkan sensitivitas jaringan gusi terhadap bakteri. Akibatnya, ibu hamil sering mengalami kondisi “pregnancy gingivitis”.

Pubertas dan Menopause

Fluktuasi hormonal pada masa pubertas juga menyebabkan gusi lebih sensitif. Sementara saat menopause, penurunan hormon estrogen dapat menyebabkan mulut kering dan peradangan gusi kronis.

Gejala Gusi Bengkak yang Perlu Diwaspadai

  • Gusi membengkak dan terasa nyeri saat disentuh
  • Perubahan warna gusi menjadi merah cerah atau ungu
  • Perdarahan saat menyikat atau menggunakan benang gigi
  • Nafas bau meskipun sudah menyikat gigi
  • Demam, jika infeksi menyebar
  • Keluarnya nanah dari gusi

Jika gejala-gejala ini muncul, sebaiknya segera konsultasi ke dokter gigi terdekat untuk dilakukan pemeriksaan menyeluruh.

Kapan Harus Menjalani Perawatan Saluran Akar?

Perawatan ini perlu dilakukan bila:

  • Gigi terasa sakit terus-menerus, terutama saat mengunyah
  • Muncul abses atau pembengkakan di dekat akar gigi
  • Gigi mengalami perubahan warna menjadi lebih gelap
  • Ada lubang besar yang dalam pada gigi
  • Nyeri menyebar ke rahang atau telinga

Pencegahan: Menjaga Kesehatan Gigi dan Gusi Sejak Dini

1. Menjaga Kebersihan Mulut

Sikat gigi dua kali sehari dengan teknik yang benar, gunakan benang gigi setiap malam, dan pilih pasta gigi dengan fluoride. Obat kumur antiseptik juga membantu mengurangi bakteri di mulut.

2. Kontrol Rutin ke Dokter Gigi

Minimal periksa ke dokter gigi setiap enam bulan untuk deteksi dini dan pembersihan karang gigi.

3. Perhatikan Pola Makan

Batasi makanan tinggi gula, asam, dan bertekstur lengket. Perbanyak konsumsi air putih, buah, dan sayur segar yang membantu membersihkan mulut secara alami.

4. Hindari Kebiasaan Merusak

Hindari menggigit benda keras, merokok, dan stres berlebihan karena semuanya bisa memperparah kondisi mulut.

Kesimpulan: Mulut Sehat Dimulai dari Akar

Perawatan saluran akar gigi tidak hanya menyelamatkan gigi dari pencabutan, tetapi juga berperan besar dalam menjaga kesehatan gusi dan mencegah komplikasi jangka panjang. Gusi bengkak sering kali menjadi indikator adanya infeksi serius pada akar gigi.

Dengan memahami penyebab dan gejala gusi bengkak—baik dari faktor infeksi, kebiasaan, maupun hormon—Anda bisa lebih waspada dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Segera konsultasikan ke dokter gigi terdekat kami jika mengalami gejala mencurigakan.

Referensi ilmiah yang bisa Anda jadikan rujukan tambahan: