

Masalah gigi yang tidak ditangani dengan benar dapat menjalar ke berbagai bagian mulut, termasuk gusi. Salah satu bentuk penanganan paling penting dalam dunia kedokteran gigi modern adalah perawatan saluran akar gigi, yang kerap menjadi penyelamat terakhir sebelum gigi dicabut. Menariknya, infeksi pada akar gigi juga sering menjadi penyebab utama gusi bengkak yang tak kunjung sembuh.
Pada artikel ini, Anda akan menemukan penjelasan mendalam mengenai prosedur perawatan saluran akar, penyebab umum pembengkakan gusi, serta bagaimana keduanya saling berkaitan. Dengan informasi ini, Anda bisa mengambil keputusan terbaik sebelum kondisi gigi semakin memburuk.
Perawatan saluran akar, atau root canal treatment, adalah prosedur medis yang dilakukan untuk menyelamatkan gigi yang mengalami infeksi atau kerusakan parah pada bagian dalamnya (pulpa). Daripada mencabut gigi, prosedur ini bertujuan membersihkan dan mensterilkan saluran akar sebelum menutupnya kembali secara permanen.
Durasi perawatan bisa 1–3 kali kunjungan tergantung tingkat infeksi. Pasien biasanya bisa kembali beraktivitas normal dalam waktu singkat setelah perawatan selesai.
Infeksi pada saluran akar gigi dapat menyebar ke jaringan periodontal. Jika infeksi tidak dibersihkan secara tuntas, tubuh akan merespons dengan peradangan di gusi sekitar akar gigi. Kondisi ini menyebabkan bengkak, nyeri, dan terkadang bernanah.
Inilah alasan pentingnya melakukan perawatan akar gigi secara menyeluruh, bukan sekadar meredakan nyeri dengan obat sementara.
Pembengkakan gusi dapat terjadi akibat faktor lokal maupun sistemik. Beberapa penyebab paling umum meliputi:
Hal ini diakibatkan oleh gigi berlubang dalam sering menjalar ke akar dan menimbulkan reaksi inflamasi di jaringan gusi. Jika tidak ditangani, infeksi bisa membentuk abses yang menyakitkan dan membahayakan jaringan penyangga gigi.
Gingivitis adalah tahap awal dari penyakit gusi. Ia muncul akibat penumpukan plak di garis gusi. Jika tidak segera ditangani, bisa berkembang menjadi periodontitis, yaitu peradangan yang merusak tulang rahang.
Pada kondisi yang lebih parah, periodontitis tidak hanya menyebabkan gusi bengkak, tapi juga gigi goyang bahkan copot. Penyakit ini seringkali memerlukan perawatan lanjutan seperti scaling, kuretase, dan terapi antibiotik.
Menyikat gigi kurang dari dua kali sehari atau jarang menggunakan benang gigi dapat meningkatkan risiko pembentukan plak dan bakteri yang memicu iritasi gusi.
Rokok mengandung racun yang menurunkan aliran darah ke jaringan gusi. Akibatnya, gusi mudah bengkak, sembuh lebih lama, dan sering tidak menunjukkan gejala infeksi secara kasat mata.
Menggunakan sikat gigi dengan bulu kasar atau teknik menyikat yang salah dapat menyebabkan luka mikro yang memperburuk kondisi gusi.
Penggunaan anting lidah atau bibir serta kebiasaan menggigit pulpen atau kuku bisa mengiritasi jaringan gusi dan menyebabkan pembengkakan kronis.
Peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron meningkatkan sensitivitas jaringan gusi terhadap bakteri. Akibatnya, ibu hamil sering mengalami kondisi “pregnancy gingivitis”.
Fluktuasi hormonal pada masa pubertas juga menyebabkan gusi lebih sensitif. Sementara saat menopause, penurunan hormon estrogen dapat menyebabkan mulut kering dan peradangan gusi kronis.
Jika gejala-gejala ini muncul, sebaiknya segera konsultasi ke dokter gigi terdekat untuk dilakukan pemeriksaan menyeluruh.
Perawatan ini perlu dilakukan bila:
Sikat gigi dua kali sehari dengan teknik yang benar, gunakan benang gigi setiap malam, dan pilih pasta gigi dengan fluoride. Obat kumur antiseptik juga membantu mengurangi bakteri di mulut.
Minimal periksa ke dokter gigi setiap enam bulan untuk deteksi dini dan pembersihan karang gigi.
Batasi makanan tinggi gula, asam, dan bertekstur lengket. Perbanyak konsumsi air putih, buah, dan sayur segar yang membantu membersihkan mulut secara alami.
Hindari menggigit benda keras, merokok, dan stres berlebihan karena semuanya bisa memperparah kondisi mulut.
Perawatan saluran akar gigi tidak hanya menyelamatkan gigi dari pencabutan, tetapi juga berperan besar dalam menjaga kesehatan gusi dan mencegah komplikasi jangka panjang. Gusi bengkak sering kali menjadi indikator adanya infeksi serius pada akar gigi.
Dengan memahami penyebab dan gejala gusi bengkak—baik dari faktor infeksi, kebiasaan, maupun hormon—Anda bisa lebih waspada dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Segera konsultasikan ke dokter gigi terdekat kami jika mengalami gejala mencurigakan.
Referensi ilmiah yang bisa Anda jadikan rujukan tambahan: