Penyebab Sariawan di Gusi, Kenapa Lebih Nyeri & Cara Mengatasinya

Sariawan di gusi sering terasa lebih menyiksa dibanding area mulut lainnya. Kondisi ini membuat aktivitas makan dan sikat gigi menjadi sangat tidak nyaman. ​ Kalau kamu sering mengalami hal serupa, penting memahami penyebabnya. Yuk, baca artikel ini sampai selesai untuk tahu cara merawat gusi yang sariawan agar cepat pulih.

Chat Whatsapp Konsultasi Sozo Dental

Kenapa Sariawan di Gusi Terasa Lebih Nyeri?

Rasa nyeri yang lebih kuat pada sariawan di gusi terjadi karena jaringan gusi kaya akan ujung saraf. Saat gusi meradang atau terluka, saraf ini langsung terpapar pemicu iritasi. Kondisi inilah yang membuat sensasi nyeri terasa sangat intens.

Selain itu, gusi adalah area yang selalu aktif saat makan dan berbicara. Gerakan terus-menerus ini memperlambat proses penyembuhan. Akibatnya, sariawan di gusi cenderung lebih lama sembuh dibanding di bagian mulut lain.

Penyebab Utama Sariawan di Gusi

Beberapa faktor dapat memicu munculnya sariawan di gusi. Berikut penyebab paling umum yang perlu kamu ketahui:

Iritasi mekanis, kekurangan nutrisi, dan penurunan daya tahan menjadi tiga penyebab utama sariawan di gusi. Iritasi mekanis bisa terjadi akibat sikat gigi terlalu keras atau tergigit saat mengunyah makanan.

Penyebab lain yang sering ditemui antara lain:

  • Cedera atau trauma pada gusi. Mengunyah makanan keras atau tajam bisa memicu luka kecil yang berkembang menjadi sariawan.
  • Kekurangan nutrisi. Defisiensi vitamin B12, zat besi, asam folat, dan zinc meningkatkan risiko sariawan.
  • Penurunan daya tahan tubuh. Saat imun melemah, infeksi ringan di mulut lebih mudah berkembang.
  • Stres dan kelelahan. Kondisi ini melemahkan sistem kekebalan sehingga tubuh rentan terkena sariawan.
  • Makanan pedas dan asam. Jenis makanan ini dapat mengiritasi jaringan lunak di gusi.
  • Infeksi bakteri atau virus. Kebersihan mulut yang kurang terjaga memicu pertumbuhan bakteri penyebab peradangan.

Mengetahui penyebab sariawan di gusi membantu kamu mencegah kondisi ini berulang.

Beda Sariawan Biasa dengan Lesi Gusi yang Perlu Diwaspadai

Tidak semua luka di gusi adalah sariawan biasa. Ada beberapa kondisi yang perlu diwaspadai karena bisa menandakan masalah lebih serius.

Sariawan biasa umumnya berbentuk bulat atau oval dengan warna putih atau kuning. Tepi sariawan berwarna kemerahan dan biasanya sembuh dalam 7-10 hari. Sariawan jenis ini tidak menular dan dapat sembuh sendiri.

Namun, kamu perlu waspada jika muncul tanda-tanda berikut:

  • Luka tidak kunjung sembuh setelah dua minggu.
  • Ukurannya semakin membesar atau berdarah tanpa sebab.
  • Disertai pembengkakan kelenjar di leher.
  • Muncul bercak putih atau merah yang tidak bisa dikerok.
  • Nyeri terasa tidak wajar meski sudah diberi obat.

Kalau salah satu tanda ini muncul, segera konsultasikan ke dokter gigi. Tim profesional Sozo Dental Clinic dapat membedakan antara sariawan ringan dan lesi gusi yang memerlukan pemeriksaan lanjutan.

Peran Plak dan Karang Gigi Dekat Area Sariawan

Plak dan karang gigi sering menjadi sumber iritasi yang memperparah sariawan di gusi. Karang gigi adalah tempat favorit bakteri berkumpul. Bakteri ini bisa menyebabkan radang pada gusi dan memperlambat penyembuhan luka.

Bila plak dibiarkan mengeras menjadi karang gigi, permukaannya yang kasar terus menggesek jaringan gusi. Akibatnya, sariawan mudah kambuh di area yang sama. Kondisi ini sangat mengganggu dan membuat proses penyembuhan semakin lama.

Scaling gigi secara rutin setiap enam bulan dapat membantu menjaga kebersihan gusi. Pembersihan karang gigi profesional menghilangkan tempat berkembangnya bakteri. Hasilnya, risiko sariawan berulang dapat berkurang secara signifikan.

Sozo Dental Clinic menyediakan layanan professional scaling dengan teknologi ultrasonik terbaru. Alat ini mampu membersihkan plak dan karang secara lembut tapi efektif. Banyak pasien merasakan perbedaan besar setelah perawatan pertama.

Cara Merawat Gusi yang Sedang Sariawan agar Cepat Pulih

Mengatasi sariawan di gusi tidak cukup hanya dengan obat oles. Dibutuhkan kebiasaan perawatan yang menyeluruh untuk mempercepat penyembuhan.

Berikut langkah-langkah yang bisa kamu lakukan:

  1. Gunakan sikat gigi berbulu lembut agar tidak menambah luka di sekitar gusi.
  2. Berkumur dengan air garam hangat dua kali sehari untuk membantu proses penyembuhan alami.
  3. Hindari makanan pedas dan asam yang bisa memicu rasa perih.
  4. Perbanyak konsumsi sayur dan buah kaya vitamin B dan C untuk mempercepat regenerasi jaringan.
  5. Jaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi dua kali sehari serta menggunakan dental floss.
  6. Minum air putih secara rutin untuk menjaga kelembapan mulut dan mencegah dehidrasi.

Air garam memiliki efek antibakteri yang dapat mencegah luka sariawan bertambah parah. Manfaat berkumur air garam juga meringankan peradangan dan rasa sakit yang ditimbulkan.

Jika rasa nyeri tetap muncul atau sariawan sering datang kembali, konsultasikan langsung ke dokter gigi profesional.

Kenapa Sariawan di Gusi Sering Kambuh di Area yang Sama?

Kebiasaan menyikat gigi dengan tekanan berlebihan bisa menyebabkan sariawan muncul di tempat yang sama. Posisi karang gigi yang belum dibersihkan juga menjadi pemicu utama. Permukaan karang yang kasar terus-menerus mengiritasi jaringan lunak di gusi.

Kadang, ada tonjolan gigi tajam atau bentuk tambalan yang tidak rata. Kondisi ini menyebabkan gesekan berulang pada gusi. Hasilnya, sariawan terus muncul di lokasi yang sama dan sulit sembuh sempurna.

Kalau sariawan di gusi sering muncul di area yang sama, scaling dan konsultasi di Sozo Dental Clinic bisa membantu mengurangi iritasi berulang. Perawatan ini menghilangkan sumber gesekan dan bakteri sekaligus memperhalus permukaan gigi.

Tim dokter Sozo juga dapat melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengidentifikasi penyebab spesifik. Dengan penanganan tepat, masalah sariawan berulang bisa diatasi secara permanen.

Gejala Sariawan di Gusi yang Perlu Diperhatikan

Mengenali gejala sariawan di gusi membantu kamu mengambil tindakan lebih cepat. Berikut tanda-tanda umum yang bisa kamu amati:

  • Luka kecil berbentuk oval atau bulat dengan warna putih atau kekuningan.
  • Tepi luka berwarna merah dan terlihat meradang.
  • Nyeri atau sensasi terbakar terutama saat makan makanan asam dan pedas.
  • Gusi membengkak atau terasa lunak di sekitar area sariawan.
  • Kesulitan makan dan berbicara karena rasa tidak nyaman.

Sebelum sariawan muncul, biasanya ada sensasi kesemutan atau terbakar di area tersebut. Sensasi ini terjadi sekitar 1-2 hari sebelum luka terlihat. Dengan mengenali tanda awal ini, kamu bisa segera melakukan perawatan pencegahan.

​Layanan Perawatan Gusi Profesional di Sozo Dental Clinic

Sozo Dental Clinic menawarkan berbagai layanan untuk menjaga kesehatan jaringan gusi. Layanan ini dirancang untuk mencegah sariawan kembali dan menjaga kondisi mulut tetap optimal.

Berikut layanan unggulan yang tersedia:

  • Pembersihan karang gigi (Scaling Ultrasonik). Membersihkan plak dan batu gigi hingga ke sela terdalam dengan teknologi canggih.
  • Perawatan jaringan lunak (Soft Tissue Treatment). Mengatasi sariawan, luka, atau iritasi dengan terapi ringan dan aman.
  • Pemeriksaan rutin gigi dan mulut. Mendeteksi potensi gangguan gusi lebih awal sebelum menjadi masalah serius.
  • Konsultasi nutrisi oral. Memberikan panduan asupan vitamin dan mineral untuk kesehatan gusi optimal.

Keunggulan Sozo dibanding klinik lain adalah komitmen pada hasil jangka panjang. Setiap tindakan dilakukan secara personal sesuai kondisi mulut kamu. Tim dokter berpengalaman memastikan pengalaman perawatan yang nyaman dan efektif.

Sozo Dental Clinic juga menggunakan peralatan steril dengan standar tinggi. Ruang perawatan dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi setiap pasien.

Mengapa Memilih Sozo Dental Clinic?

Sozo Dental Clinic hadir dengan pendekatan perawatan yang berbeda. Fokus utama adalah memberikan solusi jangka panjang, bukan sekadar mengatasi gejala sementara.

Berikut alasan mengapa Sozo menjadi pilihan tepat:

  • Tim dokter berpengalaman dengan keahlian khusus di bidang perawatan gusi.
  • Teknologi modern untuk hasil perawatan yang maksimal dan minim rasa sakit.
  • Lingkungan klinik yang nyaman sehingga pasien merasa rileks selama perawatan.
  • Konsultasi personal untuk memahami kondisi dan kebutuhan spesifik setiap pasien.
  • Harga transparan tanpa biaya tersembunyi.

Banyak pasien yang awalnya ragu akhirnya menjadi pelanggan setia. Mereka merasakan langsung perbedaan kualitas layanan di Sozo Dental Clinic.

Jangan Biarkan Sariawan di Gusi Mengganggu Aktivitasmu

Sariawan di gusi memang bisa terasa lebih menyiksa dibanding di bagian mulut lain. Namun dengan perawatan yang tepat dan kebersihan mulut terjaga, kondisi ini bisa cepat sembuh.

Kalau kamu sudah sering mengalami sariawan di area yang sama atau merasa gusi mudah iritasi, jangan tunggu sampai nyeri makin parah. Segera jadwalkan konsultasi di Sozo Dental Clinic untuk mendapatkan penanganan profesional.

Kunjungi sozodental.com atau hubungi tim Sozo melalui WhatsApp untuk mendapatkan jadwal konsultasi. Perawatan profesional akan mempercepat pemulihan sekaligus mencegah masalah berulang di masa depan.

Chat Whatsapp Konsultasi Sozo Dental