Gigi susu adalah gigi pertama yang tumbuh pada anak dan menjadi penopang bagi tumbuh kembang rahang serta bicara. Studi klinis menunjukkan bahwa gigi susu yang dirawat baik berkontribusi langsung pada pertumbuhan struktur wajah dan kualitas bicara anak. Simak artikel ini agar kamu paham betapa pentingnya menjaga kesehatan gigi susu sedini mungkin.
Kapan Gigi Susu Pertama Kali Tumbuh dan Lengkap?
Gigi susu adalah kelompok gigi pertama yang tumbuh sejak bayi, berperan vital dalam proses makan dan bicara anak. Waktu kemunculan gigi susu pada setiap anak dapat sedikit berbeda, tergantung faktor genetik, nutrisi, dan kesehatan secara umum.
Urutan dan waktunya:
Gigi seri tengah rahang bawah mulai tumbuh pada usia 6–10 bulan
Gigi seri tengah rahang atas muncul di usia 8–12 bulan
Gigi seri samping rahang atas muncul sekitar 9–13 bulan
Gigi seri samping rahang bawah tumbuh pada usia 10–16 bulan
Gigi geraham pertama rahang atas tumbuh di usia 13–19 bulan
Gigi geraham pertama rahang bawah ikut tumbuh di usia 14–18 bulan
Gigi taring atas muncul di usia 16–22 bulan
Gigi taring bawah biasanya tumbuh antara usia 17–23 bulan
Gigi geraham kedua rahang bawah muncul di usia 23–31 bulan
Gigi geraham kedua rahang atas biasanya tumbuh pada usia 25–36 bulan
Set lengkap gigi susu terdiri dari 20 gigi: 10 di rahang atas, 10 di rahang bawah. Biasanya gigi susu telah lengkap semua saat anak berusia sekitar 2,5 hingga 3 tahun.
Hal yang perlu diperhatikan:
Anak perempuan sering mengalami pertumbuhan gigi lebih cepat, namun hal ini bisa berbeda antar individu
Gigi susu yang tumbuh lebih awal atau lebih lambat dari rentang di atas masih dapat dianggap normal, asal perkembangan rahang dan pola makan anak juga baik
Pola tumbuh ini penting sebagai dasar agar gigi permanen nantinya dapat tumbuh sesuai jalur dan posisi optimal
Setelah gigi susu lengkap, perawatan yang baik sangat penting dilakukan untuk menjaga ruang tumbuh gigi tetap serta kesehatan mulut keseluruhan, mendukung proses makan dan bicara anak secara alami.
Fungsi Gigi Susu untuk Perkembangan Rahang dan Bicara
Gigi susu berperan lebih dari sekadar alat makan pada masa balita. Fungsinya sangat vital untuk mendukung perkembangan rahang, struktur wajah, dan kemampuan bicara anak. Fungsi utama gigi susu untuk anak:
Penahan ruang tumbuh gigi tetap Gigi susu menjaga tempat di rahang agar gigi permanen kelak bisa tumbuh di posisi yang benar. Jika gigi susu tanggal sebelum waktunya, gigi permanen dapat tumbuh berjejal dan tidak teratur.
Menopang pertumbuhan dan bentuk rahang Gigi susu membantu otot-otot wajah dan rahang berkembang optimal. Proses mengunyah makanan dengan gigi susu merangsang pertumbuhan tulang rahang agar ukuran wajah anak tetap proporsional.
Mendukung proses bicara dan fonasi yang benar Gigi susu di bagian depan (gigi seri dan taring) sangat penting untuk pengucapan huruf dan kata. Hilangnya gigi atau kerusakan yang parah dapat menyebabkan anak kesulitan berbicara jelas dan memengaruhi kepercayaan diri.
Mempermudah proses pencernaan dan asupan gizi Gigi susu yang sehat mampu mengunyah makanan dengan baik, sehingga nutrisi penting untuk pertumbuhan tubuh anak tetap terpenuhi.
Menjaga bentuk wajah dan estetika Gigi susu membantu memberikan bentuk dan proporsi wajah, khususnya dari hidung ke dagu. Anak dengan gigi susu yang terawat lebih percaya diri tersenyum dan berkomunikasi.
Menghindari kebiasaan buruk pada rongga mulut Gigi susu yang copot terlalu cepat dapat memicu anak menjulurkan lidah ke depan, sehingga bisa membentuk kebiasaan buruk yang berpengaruh ke pola bicara dan tumbuh kembang wajah.
Merawat gigi susu sama dengan menjaga fondasi masa depan gigi dan mulut anak agar tetap sehat, rapi, dan mendukung tumbuh kembang fisik dan sosial yang optimal.
Mengapa Gigi Susu yang Berlubang Harus Tetap Dirawat?
Banyak orang tua mengira gigi susu berlubang bisa diabaikan karena pada akhirnya akan digantikan oleh gigi permanen. Kenyataannya, gigi susu yang berlubang justru harus dirawat dengan benar demi kesehatan anak secara menyeluruh. Dampak buruk gigi susu berlubang jika tidak dirawat:
Rasa sakit dan menurunnya nafsu makan Lubang pada gigi menyebabkan anak sulit makan, mengeluh nyeri, bahkan rewel hingga malas beraktivitas. Akibatnya, asupan gizi bisa terganggu dan mempengaruhi tumbuh kembang anak.
Risiko infeksi dan pembengkakan Bakteri dari lubang gigi dapat menyebabkan infeksi, abses gusi, bahkan bengkak parah jika merambat hingga tulang atau jaringan sekitarnya. Bila dibiarkan, infeksi bisa menyebar dan membahayakan kesehatan anak.
Gangguan tumbuh gigi tetap Gigi susu yang hilang atau rusak sebelum waktunya membuat ruang untuk gigi tetap terganggu. Gigi permanen bisa tumbuh berjejal, miring, atau bahkan impaksi dalam gusi.
Pengaruh negatif pada bicara dan percaya diri Lubang gigi di bagian depan mempengaruhi kemampuan anak mengucapkan kata dan suara tertentu. Anak bisa menjadi minder, enggan tersenyum atau berinteraksi dengan teman.
Potensi demam dan sakit berulang Infeksi yang menyebar dari gigi susu ke organ lain dapat memicu demam, sakit kepala, hingga penurunan daya tahan tubuh.
Monitoring dan edukasi kebersihan mulut sejak dini
Perawatan dini tidak hanya menyelamatkan gigi susu, tapi juga menjaga kesehatan rongga mulut, proses makan, bicara, hingga membentuk fondasi gigi tetap yang sehat di masa mendatang. Jangan tunda perawatan setiap kali menemukan gigi berlubang pada anak!
Proses Tanggalnya Gigi Susu dan Tumbuhnya Gigi Permanen
Gigi susu memiliki peran penting sebagai fondasi bagi pertumbuhan gigi permanen anak. Secara alami, gigi susu akan tanggal secara bertahap saat gigi permanen mulai tumbuh dan menggantikannya.
Berikut gambaran proses tanggal gigi susu dan tumbuhnya gigi permanen:
Usia 6-7 tahun: Tanggalnya gigi seri tengah bawah Gigi pertama yang biasanya tanggal adalah gigi seri tengah rahang bawah. Proses ini menandai awal pergantian gigi susu ke permanen.
Usia 7-8 tahun: Gigi seri bawah dan atas lainnya mulai tanggal Gigi seri samping serta beberapa gigi seri atas mulai lepas dan digantikan gigi permanen.
Usia 9-11 tahun: Gigi geraham pertama dan taring mulai tanggal Gigi geraham pertama bawah dan atas serta gigi taring mulai tanggal bergantian dengan gigi permanen yang lebih besar.
Usia 10-12 tahun: Gigi geraham kedua dan taring pengganti tumbuh Biasanya gigi geraham kedua rahang atas dan bawah serta gigi taring tertinggi mulai tumbuh.
Usia sekitar 12-13 tahun: Pergantian gigi susu selesai Pada usia ini kebanyakan anak sudah tidak memiliki gigi susu lagi, dan gigi permanen menutupi seluruh rahang.
Penting diingat bahwa proses ini dapat bervariasi tiap anak, dan adanya kelainan atau gangguan bisa memperlambat atau mempercepat waktu pergantian.
Tips menjaga kesehatan saat masa pergantian gigi susu:
Jangan menekan atau mencabut gigi susu yang masih “bergelayang” sendiri
Pastikan nutrisi dan kebersihan mulut tetap optimal agar gigi permanen tumbuh sehat
Rutin kontrol ke dokter gigi untuk memantau perkembangan pergantian gigi dan mencegah komplikasi
Sozo Dental hadir untuk mendukung kesehatan gigi anak sejak dini dengan layanan pemeriksaan menyeluruh dan perawatan yang ramah anak, termasuk pemantauan masa tanggal gigi susu dan tumbuhnya gigi permanen.
Keunggulan Layanan Gigi Anak di Sozo Dental
Sozo Dental memberikan layanan gigi susu yang lebih lengkap, nyaman, dan edukatif untuk anak dibanding tempat lain dengan keunggulan:
Pemeriksaan tumbuh kembang gigi dan rahang secara berkala
Penambalan gigi berlubang dengan bahan aman khusus anak
Perawatan saraf dan gusi jika terjadi infeksi
Penataan ruang dan konsultasi tumbuh gigi permanen agar posisi lebih ideal
Edukasi cara sikat gigi dan pola makan sehat ramah anak
Tim dokter berpengalaman di Sozo Dental siap memberi solusi personal agar kesehatan gigi anak tetap optimal dan tampilan wajah anak berkembang maksimal
Jangan biarkan sakit gigi menghambat tumbuh kembang buah hati. Lakukan pencegahan sejak dini agar fondasi kesehatan gigi anak tetap kokoh hingga dewasa. Gigi susu yang terawat adalah investasi jangka panjang untuk senyum sehat dan percaya diri anakmu di masa depan!