Apa Itu Splinting Gigi? Cek Manfaat & Proses Pemasangan untuk Gigi Goyang

Gigi goyang bukan hanya masalah anak-anak. Kondisi ini sering terjadi pada orang dewasa akibat penyakit gusi, trauma, atau gangguan jaringan penyangga gigi. Jika tidak segera diatasi, gigi bisa tanggal dan menyebabkan perubahan bentuk rahang.

Laporan kesehatan gigi nasional menunjukkan sekitar 60% orang dewasa di Indonesia pernah mengalami gigi goyang karena gangguan periodontal atau tekanan berlebih saat menggigit. Melalui prosedur splinting gigi, kondisi ini dapat dikendalikan dengan cara menstabilkan gigi agar tidak bergeser lagi. Agar kamu memahami cara kerja dan manfaat perawatan ini, simak penjelasan lengkap berikut.

Chat Whatsapp Konsultasi Sozo Dental

Apa Itu Splinting Gigi dan Kapan Prosedur Ini Diperlukan?

Gigi yang goyang pada orang dewasa bukan hal wajar dan bisa menjadi tanda gangguan pada jaringan penyangga gigi. Salah satu cara untuk mengatasinya tanpa cabut gigi adalah melalui prosedur splinting gigi.

Splinting gigi merupakan tindakan medis yang bertujuan menstabilkan dan memperkuat gigi yang longgar dengan cara menghubungkannya ke gigi sebelahnya menggunakan bahan khusus yang kuat namun tetap nyaman. Secara sederhana, splinting berfungsi menahan gigi agar tidak terus bergerak sehingga jaringan di sekitarnya memiliki waktu untuk memperkuat diri kembali.

Pengertian Splinting Gigi

Dalam istilah kedokteran gigi, splinting berasal dari kata splint yang berarti alat penopang atau pengikat. Prosedur ini melibatkan pemasangan alat atau material perekat secara langsung di permukaan gigi, biasanya bagian belakang, agar gigi yang longgar mendapatkan dukungan dari gigi sehat di sebelahnya.

Tujuannya bukan hanya menahan gigi agar tidak goyang, tetapi juga mengembalikan stabilitas fungsi mengunyah dan mencegah kehilangan gigi permanen. Dengan begitu, pasien tetap bisa makan, berbicara, dan tersenyum tanpa rasa khawatir.

Prinsip Kerja Splinting Gigi

Cara kerja splinting sederhana namun efektif. Dokter akan:

  1. Mengidentifikasi gigi yang mengalami mobilitas (pergerakan berlebihan).
  2. Menghubungkan satu atau beberapa gigi menggunakan bahan perekat berbentuk fiber, kawat, atau resin khusus.
  3. Menjaga agar tekanan kunyah terbagi rata di antara beberapa gigi yang digabungkan tersebut.

Dengan adanya dukungan dari gigi sehat di sekitar, gigi yang goyang menjadi lebih stabil dan tidak menambah tekanan pada jaringan gusi yang lemah.

Tujuan Prosedur Splinting

Splinting dilakukan bukan hanya untuk menyelamatkan gigi yang hampir copot, tetapi juga untuk mendukung fase pemulihan berbagai kondisi mulut.

Beberapa tujuan utamanya meliputi:

  • Menstabilkan gigi yang goyang akibat penyakit gusi atau trauma benturan.
  • Mencegah gigi bergeser lebih jauh saat jaringan pendukungnya melemah.
  • Mengembalikan fungsi gigi dan gigitan normal tanpa perlu tindakan pencabutan.
  • Melindungi hasil perawatan lain, misalnya setelah perawatan saluran akar atau operasi gusi.
  • Meningkatkan kenyamanan pasien saat berbicara dan mengunyah.

Dengan kata lain, splinting membantu mempertahankan gigi alami selama mungkin sebelum opsi penggantian seperti implan atau bridge diperlukan.

Kapan Prosedur Splinting Gigi Diperlukan?

Splinting tidak dilakukan pada semua kasus gigi goyang. Prosedur ini hanya direkomendasikan setelah diagnosis menyeluruh oleh dokter gigi.

Tanda-tanda kamu mungkin memerlukan splinting antara lain:

  • Gigi terasa goyah saat menggigit atau menyikat gigi.
  • Gusi tampak menurun dan gigi terlihat lebih panjang dari biasanya.
  • Nyeri ringan saat mengunyah di area tertentu.
  • Gigi bergerak akibat cedera atau benturan langsung.
  • Setelah perawatan saluran akar yang membuat gigi kehilangan sedikit kekuatannya.

Selain itu, pasien dengan penyakit periodontal kronis sering menjalani prosedur ini sebagai bagian dari tahap perawatan lanjutan (maintenance phase) setelah infeksi gusi dikendalikan.

Kondisi Medis yang Menyebabkan Gigi Goyang

Agar lebih memahami alasan di balik perlunya splinting, berikut kondisi yang paling sering menyebabkan gigi menjadi goyah:

  • Penyakit gusi berat (periodontitis): Tulang penyangga gigi mengalami penurunan akibat bakteri.
  • Trauma fisik: Cedera atau benturan keras pada wajah dapat melonggarkan jaringan penyangga gigi.
  • Gigitan tidak seimbang: Tekanan berlebih pada satu sisi rahang lama-kelamaan membuat gigi bergeser.
  • Perawatan ortodontik atau behel: Setelah pencabutan atau perpindahan posisi gigi, beberapa gigi bisa sementara tidak stabil.
  • Kebiasaan buruk seperti menggertakkan gigi (bruxism): Menambah tekanan kronis pada gigi tertentu.

Mengetahui penyebab utama sangat penting agar dokter dapat merancang strategi perawatan menyeluruh dan mencegah gigi lain ikut terpengaruh di masa depan.

Jenis-Jenis Splinting

Setiap kasus gigi goyang membutuhkan pendekatan yang berbeda. Oleh karena itu, terdapat beberapa jenis splinting yang dapat dipilih sesuai kebutuhan dan kondisi jaringan penyangga gigi. Semua jenis ini bertujuan untuk menstabilkan gigi, memberi waktu pemulihan, dan mencegah kehilangan gigi asli.

1. Splinting Sementara

Splinting sementara adalah solusi yang dipilih jika kelonggaran gigi masih bisa pulih atau terjadi setelah trauma ringan dan cedera. Biasanya, perawatan ini hanya dilakukan selama 2 hingga 8 minggu atau sampai jaringan penyangga cukup stabil.

Karakteristik splinting sementara:

  • Menggunakan bahan fleksibel, seperti kawat halus yang dikombinasikan resin komposit.
  • Dapat dilepas setelah gigi menjadi lebih stabil.
  • Cocok untuk kasus gigi goyang akut akibat benturan atau paska perawatan saluran akar.
  • Tidak mengganggu perawatan gusi, sehingga dapat dilakukan bersamaan dengan terapi periodontal.

Jenis teknik yang populer untuk splinting sementara antara lain:

  • Splint komposit dan kawat.
  • Splint resin komposit murni.
  • Splint fiber bertipe non-logam, estetis dan menarik secara visual.

2. Splinting Permanen

Prosedur ini digunakan ketika gigi membutuhkan dukungan jangka panjang, terutama jika kerusakan jaringan penyangga sudah cukup parah.

Fitur utama splinting permanen:

  • Menggunakan material lebih kuat dan tahan lama, seperti fiber glass, kawat khusus yang lebih tebal, atau logam.
  • Sering kali dipasang pada bagian belakang gigi agar tidak mengganggu fungsi dan estetika.
  • Tidak dapat dilepas tanpa bantuan dokter gigi profesional.

Terdapat dua tipe utama splinting permanen:

  • Splint permanen lepasan: Menggunakan alat bantu (misal, gigi tiruan berbahan logam) yang dapat dilepas-pasang.
  • Splint permanen cekat: Memberi dukungan berkelanjutan dengan cara direkatkan ke permukaan gigi menggunakan semen atau resin kuat.

3. Splinting Fiber dan Estetika Modern

Teknologi terbaru menghadirkan solusi splinting fiber yang sangat ringan, fleksibel, dan nyaris tak terlihat. Bahan fiber memiliki keunggulan bentuk dan warna yang mirip dengan gigi asli, sehingga tetap nyaman dipakai dan tidak menurunkan kepercayaan diri.

Keunggulan splint fiber:

  • Nyaman saat berbicara dan mengunyah.
  • Tidak menyebabkan iritasi gusi.
  • Sangat cocok untuk zona gigi depan.
  • Tahan aus dan bisa bertahan dalam jangka waktu lama.

4. Pilihan Splinting Lainnya

Dalam situasi khusus, dokter juga dapat memilih variasi lain, seperti:

  • Splint akrilik : Biasanya digunakan pada gigi insisivus.
  • Splint semi permanen: Alternatif jika dibutuhkan stabilisasi lebih lama dari sementara namun tetap dapat dilepas suatu saat.
  • Retensi ortodontik: Kadang dikategorikan sebagai splinting semi permanen/premanent jika digunakan jangka panjang setelah perawatan behel.

Proses Pemasangan Splinting oleh Dokter Gigi

Prosedur splinting gigi termasuk tindakan medis yang sederhana, namun memerlukan ketelitian dan skill khusus dari dokter gigi profesional. Prosesnya dapat selesai dalam satu kali kunjungan, dan biasanya nyaman tanpa perlu bius total atau tindakan invasif lain.

1. Pemeriksaan Awal dan Diagnosa

  • Dokter gigi akan memeriksa kondisi mulut secara menyeluruh, mulai dari tingkat kelonggaran gigi, kekuatan tulang penyangga, hingga kesehatan gusi.
  • Rontgen gigi (foto X-ray) dilakukan untuk mendapatkan gambaran detail posisi dan kondisi jaringan penyangga.
  • Jika ditemukan karang gigi atau plak, dokter akan melakukan pembersihan lebih dulu untuk memastikan area benar-benar steril sebelum pemasangan.
  • Terkadang, cetakan gigi diambil untuk perencanaan pembuatan splint yang lebih presisi, khususnya untuk jenis splinting permanen.

2. Persiapan Area dan Material

  • Dokter memilih jenis splint yang sesuai (sementara atau permanen) berdasarkan hasil evaluasi awal.
  • Gigi yang akan displinting dan gigi penyangga dibersihkan serta dikeringkan.
  • Permukaan gigi biasanya dibuat agak kasar (etching) agar bahan perekat menempel sempurna.
  • Semua alat dan bahan (fiber, kawat khusus, resin, atau komposit) disiapkan sesuai teknik yang dipilih.

3. Proses Pemasangan Splinting

  • Bahan splint (fiber, kawat, atau resin) ditempelkan di belakang permukaan gigi yang goyang hingga ke gigi penyangga sebelahnya.
  • Dokter mengikat atau mengelem bahan pengikat pada beberapa gigi sekaligus agar tekanan kunyah jadi lebih seimbang.
  • Bila menggunakan serat fiber atau kawat, dokter menutupnya dengan lapisan resin atau komposit tambahan lalu mengeraskannya dengan alat curing light (sinar khusus).
  • Permukaan bahan pengikat dirapikan dan dihaluskan agar tidak terasa mengganjal saat berbicara atau makan.

4. Finishing dan Pemeriksaan Akhir

  • Dokter memastikan kembali occlusion—agar saat menggigit, tidak ada tekanan berlebih di area yang telah di-splint.
  • Semua permukaan diperiksa agar tidak ada bahan perekat yang mengenai gusi atau mengganggu kebersihan rongga mulut.
  • Jika diperlukan, penyesuaian atau polesan tambahan akan dilakukan hingga pasien benar-benar nyaman.

5. Instruksi Perawatan dan Kontrol

  • Pasien akan diberikan panduan menjaga kebersihan gigi setelah prosedur: mulai dari teknik menyikat, penggunaan benang gigi khusus, serta makanan yang harus dihindari selama masa penyembuhan.
  • Dokter biasanya menyarankan kontrol ulang dalam 2–6 minggu untuk memantau stabilitas splint dan kesehatan jaringan penyangga.

Kelebihan Splinting Gigi Dibanding Cabut Gigi

Banyak orang berasumsi bahwa gigi yang goyang harus segera dicabut. Padahal, tindakan pencabutan sebetulnya adalah langkah terakhir—dan sering kali masih bisa dihindari berkat prosedur splinting gigi. Splinting memberikan solusi konservatif dengan mempertahankan fungsi dan struktur gigi alami lebih lama.

1. Menjaga Gigi Asli Tetap Bertahan

Splinting membantu mempertahankan gigi yang goyang agar tidak segera tanggal, sehingga kamu masih dapat menggunakan gigi asli untuk mengunyah dan berbicara. Prosedur ini sangat direkomendasikan jika jaringan penyangga gigi masih memiliki peluang sembuh atau stabil.

2. Proses Minim Nyeri dan Non-Invasif

Splinting tidak memerlukan pembedahan atau pembuangan gigi dari rahang. Prosesnya lebih cepat dan cenderung tanpa rasa sakit besar seperti saat cabut gigi.

3. Mempertahankan Fungsi dan Estetika

Dengan splinting, susunan gigi tetap utuh sehingga fungsi mengunyah, menggigit, maupun berbicara tidak mengalami gangguan. Estetika senyum terjaga karena tidak ada celah kosong yang mengurangi kepercayaan diri.

4. Mencegah Perubahan Struktur Wajah

Pencabutan gigi dapat menyebabkan tulang rahang menyusut dan pipi tampak lebih cekung seiring waktu. Splinting menjaga struktur rahang tetap stabil dan mendukung jaringan di sekitarnya.

5. Mengurangi Risiko Komplikasi Lanjutan

Setelah cabut gigi, jaringan gusi dan tulang berisiko mengecil atau menurun drastis. Splinting menurunkan risiko ini karena gigi tetap bertahan di tempatnya dan tulang rahang tetap memiliki rangsangan.

6. Ekonomis dan Efisien

Splinting biasanya lebih hemat biaya dibanding pencabutan gigi yang membutuhkan penggantian (seperti implan atau bridge). Prosedur bisa dilakukan dalam satu kali kunjungan, tanpa waktu pemulihan panjang.

7. Solusi Relaksasi dan Mengurangi Nyeri

Splinting meredakan rasa nyeri dan tidak nyaman akibat gigi goyang, khususnya saat mengunyah makanan atau berbicara. Otot rahang lebih relaks karena tekanan kunyah dibagi ke beberapa gigi sekaligus.

Splinting gigi jelas lebih unggul dibanding cabut gigi terutama jika tujuan kamu adalah mempertahankan gigi alami, menekan risiko komplikasi, dan menjaga sisi estetika.
Dengan perawatan dan kontrol rutin di Sozo Dental Clinic, kamu bisa tetap menikmati fungsi maksimal gigi tanpa kehilangan kenyamanan.

Perawatan Khusus Setelah Prosedur Splinting Dilakukan

Setelah prosedur selesai, penting untuk menjaga kebersihan dan beban tekanan gigi secara hati-hati. Dokter akan memberikan panduan khusus agar hasil perawatan bertahan optimal.

Tips perawatan pasca-splinting:

  • Hindari makanan keras atau lengket selama beberapa hari pertama.
  • Sikat gigi dengan lembut pada area splint.
  • Gunakan sikat gigi elektrik atau interdental brush untuk menjangkau sela antar gigi.
  • Gunakan obat kumur antiseptik sesuai anjuran dokter.
  • Rutin kontrol setiap 3–6 bulan untuk memastikan ikatan tetap kuat.

Untuk pasien dengan kondisi periodontal, dokter juga akan menawarkan perawatan tambahan seperti scaling mendalam dan terapi gusi untuk menjaga kekuatan jaringan penyangga gigi.

Kapan Sebaiknya Melakukan Splinting Gigi?

Semakin cepat kamu melakukan pemeriksaan, semakin besar peluang gigi bisa diselamatkan tanpa pencabutan. Waktu terbaik untuk mempertimbangkan splinting gigi yaitu ketika kamu mulai merasakan:

  • Gigi terasa sedikit goyang saat menggigit.
  • Ada celah baru antara gigi yang sebelumnya rapat.
  • Gusi mudah berdarah dan mulai turun.
  • Rasa tidak nyaman saat mengunyah.

Jangan tunggu sampai gigi benar-benar lepas dari jaringan penyangganya. Pemeriksaan rutin di Sozo Dental dapat membantu menentukan jenis perawatan yang paling sesuai sebelum kondisi memburuk.

Menstabilkan gigi goyang bukan lagi hal sulit karena teknologi splinting kini lebih aman, cepat, dan bertahan lama. Dengan dukungan dokter berpengalaman dan pelayanan personal di Sozo Dental Clinic, kamu bisa kembali tersenyum lebar tanpa khawatir gigi bergeser saat makan atau berbicara.

Jangan biarkan gigi goyang mengganggu aktivitas sehari-hari mulailah langkah penyelamatan gigi kamu hari ini di Sozo Dental.

Chat Whatsapp Konsultasi Sozo Dental