Struktur gigi manusia menyimpan banyak keistimewaan serta peran penting dalam menjaga fungsi mulut. Studi menunjukkan kesehatan gigi berkaitan erat dengan kualitas hidup dan kesehatan secara keseluruhan. Ayo, kenali anatomi gigi dan tips perawatannya hingga tuntas di artikel ini.
Lapisan Terluar: Enamel, Dentin, dan Sementum
Setiap gigi manusia tersusun dari beberapa lapisan, di mana masing-masing memiliki struktur unik, komposisi khusus, dan fungsi berbeda.
1. Enamel (Email)
Lapisan paling luar sekaligus jaringan terkeras pada tubuh manusia.
Tersusun dari sekitar 96% mineral hidroksiapatit, sisanya adalah bahan organik dan air.
Warna enamel umumnya putih atau putih kekuningan, sangat kuat, namun tetap bisa aus akibat makanan asam atau kebiasaan buruk.
Fungsinya melindungi bagian dalam gigi dari aktivitas kunyah, paparan suhu, zat kimia makanan, serta serangan bakteri penyebab lubang.
Enamel tidak memiliki sel hidup, sehingga kerusakan pada lapisan ini tidak bisa dipulihkan secara alami dan harus ditangani oleh dokter gigi.
2. Dentin
Terletak di bawah enamel, membentuk struktur terbesar pada gigi.
Berwarna kekuningan, terdiri dari 70% mineral, 20% bahan organik kolagen, dan 10% air.
Struktur dentin lebih lunak dari enamel dan memiliki ribuan tubulus mikroskopis yang terhubung langsung ke saraf di pulpa.
Fungsinya melindungi pulpa dan meneruskan rangsangan seperti panas, dingin, dan tekanan dari luar ke bagian saraf.
Jika enamel menipis atau rusak, dentin menjadi rentan terhadap rangsangan dan bisa menyebabkan rasa ngilu.
Dentin dapat beregenerasi sebagian melalui pembentukan dentin sekunder, namun jika kerusakan sudah dalam, perawatan medis tetap diperlukan.
3. Sementum
Lapisan jaringan keras yang menutupi seluruh permukaan akar gigi, berwarna kekuningan dan lebih lunak dibanding enamel dan dentin.
Terdiri atas 45-50% mineral anorganik, sisanya bahan organik dan air.
Berfungsi sebagai tempat perlekatan ligamen periodontal, yang menghubungkan akar gigi dengan tulang rahang.
Sementum penting agar gigi tetap kokoh pada posisinya dan mampu menahan tekanan saat mengunyah.
Kesehatan sementum sangat dipengaruhi oleh kebersihan gusi dan perawatan periodontal. Kerusakan atau resesi pada gusi berpotensi mengekspos sementum, membuatnya lebih rentan terkena plak serta infeksi.
Bagian Dalam: Pulpa, Saraf, dan Pembuluh Darah
Di inti setiap gigi terdapat struktur vital yang berperan besar dalam mempertahankan kesehatan, kekuatan, dan daya tahan gigi. Bagian dalam ini berisi pulpa, saraf, dan pembuluh darah yang saling bekerja sama menjaga fungsi gigi optimal seumur hidup.
Pulpa merupakan jaringan lunak yang terdapat di tengah rongga gigi, dikelilingi oleh dentin.
Pulpa terdiri dari sel, jaringan ikat, dan ruang berisi pembuluh darah serta saraf.
Fungsi pulpa sangat beragam:
Formative (pembentuk): Membantu proses pembentukan dentin (lapisan pelindung gigi) melalui aktivitas sel odontoblas.
Nutritif: Menyediakan nutrisi dan oksigen untuk jaringan gigi, khususnya dentin.
Sensorik: Berfungsi sebagai detektor rangsangan panas, dingin, tekanan, dan nyeri.
Protektif dan defensif: Mengidentifikasi zat asing dan melawan infeksi, serta membentuk dentin baru jika terjadi cedera atau rangsangan.
2. Jaringan Saraf Gigi
Saraf gigi terletak di dalam pulpa dan sangat sensitif terhadap perubahan suhu, tekanan, atau rangsangan luar seperti makanan atau minuman panas, dingin, maupun manis.
Saraf ini bertanggung jawab mengirimkan sinyal ke otak, sehingga kamu dapat merasakan nyeri, ngilu, atau rasa tidak nyaman lain ketika gigi mengalami masalah.
3. Pembuluh Darah
Di dalam pulpa terdapat pembuluh darah yang memasok oksigen dan nutrisi penting untuk gigi.
Pembuluh darah juga berfungsi membuang sisa metabolisme dan produk limbah dari jaringan gigi, menjaga kesehatan sel dan mencegah nekrosis (kematian jaringan).
Peran utama bagian dalam gigi sangat krusial. Jika pulpa, saraf, atau pembuluh darah mengalami kerusakan, gigi bisa kehilangan vitalitasnya, menyebabkan nyeri hebat, infeksi, hingga kebutuhan perawatan saluran akar.
Jenis-jenis Gigi: Seri, Taring, Geraham Kecil, dan Geraham Besar
Struktur gigi manusia terbagi menjadi empat jenis utama, di mana setiap jenis punya bentuk dan fungsi khusus yang mendukung proses makan serta kesehatan mulut.
1. Gigi Seri (Insisivus)
Terletak di bagian paling depan rahang atas dan bawah, ada 8 gigi seri pada orang dewasa (4 di atas, 4 di bawah).
Bentuknya pipih dan ujungnya tajam, sangat ideal untuk memotong makanan saat pertama kali digigit.
Fungsi utama gigi seri adalah membagi makanan menjadi potongan kecil yang mudah dikunyah dan dicerna.
2. Gigi Taring (Caninus)
Berjumlah empat pada orang dewasa, dua di atas dan dua di bawah, posisinya tepat di samping gigi seri.
Bentuk runcing dan tajam, cocok untuk merobek makanan seperti daging ataupun makanan keras.
Gigi taring juga berperan penting untuk menjaga bentuk dan kontur senyuman serta struktur rahang.
3. Geraham Kecil (Premolar)
Ada 8 geraham kecil di rongga mulut orang dewasa, tersebar sejajar di belakang gigi taring (4 atas, 4 bawah).
Permukaan kunyahnya lebar, dengan dua tonjolan, dirancang untuk menghancurkan dan menggiling makanan agar lebih kecil.
Geraham kecil ini membantu menghaluskan makanan sebelum diproses lebih lanjut oleh geraham besar.
4. Geraham Besar (Molar)
Geraham besar merupakan gigi paling belakang dan terkuat, jumlahnya 12 termasuk 4 geraham bungsu.
Permukaannya sangat lebar dan memiliki beberapa tonjolan kunyah, berfungsi sebagai penggiling utama makanan sebelum ditelan.
Proses penghalusan makanan oleh geraham besar sangat penting agar sistem pencernaan bekerja optimal.
Bagaimana Proses Terjadinya Gigi Berlubang?
Gigi berlubang bisa dialami siapa saja, baik anak-anak maupun dewasa. Proses terbentuknya lubang pada gigi merupakan akibat dari kombinasi beberapa faktor yang saling berhubungan. Tahapan utama terjadinya gigi berlubang:
Penumpukan plak gigi
Plak adalah lapisan lengket bening yang terdiri atas sisa makanan, gula, dan bakteri di permukaan gigi.
Jika tidak dibersihkan dengan baik, plak terus menumpuk dan menebal menjadi karang gigi.
Produksi asam oleh bakteri
Bakteri dalam plak memecah sisa makanan, khususnya yang mengandung gula atau pati, lalu menghasilkan asam.
Asam ini menurunkan pH mulut dan bersifat korosif terhadap enamel gigi (lapisan terluar).
Demineralisasi enamel
Asam dari plak perlahan mengikis mineral pada enamel, membuat permukaan gigi menjadi rapuh dan berpori.
Awal lubang biasanya hanya berupa titik putih atau area gelap yang belum terasa sakit.
Terbentuknya lubang pada dentin
Saat enamel menipis, asam dan bakteri menembus ke lapisan dentin yang lebih lunak.
Dentin lebih mudah rusak dan menjadi tempat pertumbuhan bakteri, menyebabkan lubang semakin dalam dan luas.
Kerusakan pada pulpa dan komplikasi
Jika bakterinya terus berkembang, lubang akan mencapai pulpa gigi yang berisi saraf dan pembuluh darah.
Pada tahap ini, gigi menjadi sangat nyeri, bisa terjadi infeksi dan pembengkakan, bahkan berisiko kehilangan gigi.
Faktor risiko utama terjadinya gigi berlubang:
Kurang kebersihan mulut (jarang sikat gigi, teknik menyikat kurang tepat).
Sering konsumsi makanan dan minuman manis, asam, serta lengket.
Kurang asupan fluoride yang berperan menguatkan enamel.
Mengabaikan pemeriksaan rutin ke dokter gigi.
Proses ini dapat dicegah dan dihentikan dengan menjaga kebersihan gigi secara rutin, menyeimbangkan asupan makanan, serta melakukan konsultasi berkala di Sozo Dental. Pemeriksaan profesional bisa mendeteksi tanda awal gigi berlubang sebelum menjadi masalah besar, menyediakan perawatan seperti penambalan, scaling, atau terapi remineralisasi agar gigi tetap kuat seumur hidup. Segera booking jadwal perawatan untuk menjaga senyum tetap sehat dan bebas lubang!
Pentingnya Menjaga Struktur Gigi dengan Perawatan Profesional
Merawat gigi secara mandiri memang sangat penting, namun manfaat perawatan profesional tidak dapat tergantikan. Pemeriksaan rutin ke dokter gigi dan tindakan perawatan berkala terbukti efektif menjaga struktur gigi, gusi, serta jaringan penyangganya tetap sehat dalam jangka panjang. Inilah alasan utama mengapa perawatan profesional sangat dibutuhkan:
Deteksi Dini Kerusakan Pemeriksaan rutin memungkinkan dokter gigi menemukan lubang kecil, infeksi, penyakit gusi, atau tanda kanker mulut sebelum berkembang lebih parah. Penanganan sejak dini akan jauh lebih mudah, cepat, dan hemat biaya dibanding jika masalah telah berat.
Pembersihan Menyeluruh Pembersihan gigi di klinik dapat mengangkat plak dan karang gigi yang tidak bisa diatasi hanya dengan sikat gigi dan benang di rumah. Karang gigi yang dibiarkan akan menjadi pemicu utama gigi berlubang, gusi bengkak, dan bau mulut.
Penguatan Enamel dan Perlindungan Struktur Gigi Terapis profesional dapat memberikan perlindungan tambahan, seperti aplikasi fluoride dan sealant, yang mampu memperkuat enamel gigi dan mencegah kerusakan lebih lanjut.
Meredakan Sensitivitas dan Mencegah Kehilangan Gigi Perawatan seperti terapi sensitivitas, penambalan, atau perawatan akar mampu mempertahankan fungsi dan kenyamanan gigi natural kamu lebih lama, serta mencegah risiko kehilangan gigi permanen.
Sozo Dental menghadirkan layanan perawatan profesional berbasis teknologi modern, tenaga ahli berpengalaman, dan pendekatan holistik yang tepat sasaran. Gunakan kesempatan promo layanan pemeriksaan dan perawatan gigi, serta edukasi personal yang bisa membuat struktur gigi kamu tetap kuat, sehat, dan menarik seumur hidup. Booking sekarang sebelum promo berakhir dan rasakan manfaat senyum sehat dari perawatan profesional terpercaya!