kSariawan yang muncul di area tenggorokan atau bagian belakang rongga mulut adalah kondisi yang lebih sering terjadi dari yang banyak orang sadari namun sering disalahartikan sebagai radang tenggorokan biasa. Kondisi ini memiliki gejala, penyebab, dan pendekatan penanganan yang berbeda dari radang tenggorokan akibat infeksi bakteri atau virus sehingga penanganan yang salah bisa membuat kondisi tidak membaik bahkan berlarut-larut. Memahami perbedaannya secara jelas membantu kamu mengambil langkah yang tepat sejak awal. Yuk, simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini!
Gejala Sariawan yang Muncul di Belakang Mulut dan Tenggorokan
Sariawan tenggorokan atau bagian belakang mulut memiliki karakteristik gejala yang berbeda dari sariawan yang muncul di bibir dalam atau pipi. Perbedaan lokasi ini membuat gejalanya lebih sulit diidentifikasi sendiri tanpa pemeriksaan yang cermat.
Memahami gejala spesifiknya membantu membedakan kondisi ini dari radang tenggorokan biasa yang memerlukan penanganan yang sama sekali berbeda.
Gejala Khas Sariawan di Tenggorokan
Sariawan yang berlokasi di bagian belakang rongga mulut atau tenggorokan umumnya menunjukkan karakteristik berikut:
-
Rasa nyeri yang sangat terasa saat menelan terutama saat menelan makanan padat atau cairan yang panas dan dingin karena luka bersentuhan langsung dengan yang ditelan
-
Sensasi ada sesuatu yang mengganjal di bagian belakang tenggorokan yang sulit dilokalisasi dengan tepat
-
Nyeri yang terasa lebih tajam dan terlokalisasi pada satu atau beberapa titik tertentu di belakang mulut berbeda dengan rasa sakit menyebar merata pada radang tenggorokan biasa
-
Tidak disertai suara serak yang khas pada radang tenggorokan karena sariawan tidak memengaruhi pita suara
-
Luka yang bisa terlihat sebagai bercak putih atau kuning dengan tepi merah jika diperiksa menggunakan senter dan kaca
Perbedaan dengan Radang Tenggorokan Biasa
Radang tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus memiliki karakteristik yang berbeda dari sariawan. Radang tenggorokan akibat infeksi umumnya disertai demam yang cukup signifikan, nyeri yang terasa merata di seluruh tenggorokan bukan di titik tertentu, dan sering muncul bersamaan dengan gejala lain seperti pilek, batuk, atau rasa tidak enak badan secara umum.
Sariawan di tenggorokan umumnya tidak menyebabkan demam tinggi kecuali sudah terjadi infeksi sekunder. Nyerinya lebih terpusat di satu atau beberapa titik spesifik dan tidak disertai gejala infeksi saluran pernapasan atas lainnya.
Perbedaan penting lain yang bisa membantu membedakan keduanya:
-
Radang tenggorokan akibat infeksi biasanya membaik dengan antibiotik atau setelah infeksinya sembuh
-
Sariawan tidak merespons antibiotik karena bukan disebabkan oleh infeksi bakteri
-
Sariawan memiliki tampilan luka yang khas yaitu bercak putih atau abu-abu dengan tepi merah yang jelas sementara radang akibat infeksi menunjukkan kemerahan yang lebih merata
Baca juga: Obat Sariawan di Tenggorokan Aman & Efektif
Lokasi Spesifik yang Paling Sering Terkena
Sariawan di area dalam mulut dan tenggorokan paling sering muncul di beberapa lokasi spesifik:
-
Tonsil atau amandel di kedua sisi belakang tenggorokan yang permukaannya berlekuk-lekuk dan mudah menampung sariawan
-
Langit-langit lunak yaitu bagian belakang atap mulut yang lunak dan bergerak saat menelan
-
Uvula atau anak tekak yang tergantung di tengah belakang rongga mulut
-
Dinding belakang faring yang merupakan dinding paling belakang rongga mulut tepat sebelum memasuki tenggorokan
Penyebab Sariawan Jauh di Dalam Mulut
Sariawan di area tenggorokan dan bagian belakang mulut memiliki penyebab yang sebagian tumpang tindih dengan sariawan di area mulut yang lebih depan namun ada juga faktor penyebab yang lebih spesifik untuk lokasi ini.
Stres dan Penurunan Imunitas
Stres adalah pemicu sariawan yang paling konsisten dilaporkan oleh pasien yang mengalami sariawan berulang termasuk di area tenggorokan. Ketika tubuh dalam kondisi stres tinggi, sistem kekebalan mengalami perubahan yang membuat jaringan mukosa di seluruh saluran pencernaan termasuk rongga mulut dan tenggorokan lebih rentan terhadap luka.
Kelelahan fisik dan kurang tidur adalah kondisi yang sangat sering memicu munculnya sariawan di berbagai area termasuk di bagian tenggorokan. Jaringan yang biasanya tahan terhadap tekanan kecil sehari-hari menjadi jauh lebih rentan saat kondisi tubuh sedang tidak optimal.
Trauma Fisik di Area Belakang Mulut
Trauma fisik di area belakang mulut lebih sering terjadi dari yang disadari. Makanan yang keras dan tajam seperti keripik, tulang ikan kecil, atau makanan yang tertelan terlalu cepat bisa menggores jaringan di belakang mulut dan memicu terbentuknya sariawan di lokasi yang terluka.
Sikat gigi yang didorong terlalu jauh ke belakang saat menyikat juga bisa menyebabkan trauma pada jaringan di area langit-langit lunak atau dinding belakang mulut. Intubasi medis atau prosedur gigi tertentu yang melibatkan area ini juga bisa menjadi pemicu.
Kekurangan Nutrisi Tertentu
Faktanya, kekurangan vitamin B12, asam folat, zat besi, dan zinc adalah faktor yang secara konsisten dikaitkan dengan sariawan yang lebih sering muncul dan lebih sulit sembuh. Kekurangan nutrisi ini memengaruhi kemampuan regenerasi sel di lapisan mukosa yang melapisi seluruh rongga mulut dan tenggorokan sehingga jaringan lebih mudah luka dan lebih lambat pulih.
Jika sariawan di tenggorokan sering muncul berulang tanpa pemicu yang jelas, pemeriksaan kadar nutrisi darah bisa memberikan informasi yang sangat berguna untuk menentukan apakah kekurangan nutrisi menjadi faktor yang berkontribusi.
Kondisi Sistemik yang Berkaitan
Beberapa kondisi medis yang memengaruhi sistem kekebalan bisa menyebabkan sariawan yang muncul di berbagai area termasuk tenggorokan secara berulang dan lebih parah dari biasanya. Kondisi seperti penyakit celiac, penyakit Crohn, sindrom Behcet, dan kondisi autoimun tertentu lainnya bisa menyebabkan sariawan sebagai salah satu manifestasinya.
Sariawan yang sangat besar, sangat banyak, atau sangat sering terutama yang muncul di area yang tidak biasa seperti tenggorokan perlu mendapat evaluasi medis yang lebih mendalam untuk memastikan tidak ada kondisi sistemik yang mendasarinya.
Refluks Asam Lambung
Refluks asam yang membawa asam lambung hingga ke area tenggorokan bisa mengiritasi dan merusak lapisan mukosa di area tersebut. Paparan asam yang berulang membuat jaringan tenggorokan lebih rentan terhadap luka yang bisa berkembang menjadi sariawan atau kondisi luka serupa.
Kondisi ini sering tidak disadari karena tidak semua orang dengan refluks merasakan sensasi terbakar di dada yang khas. Refluks yang terutama memengaruhi tenggorokan bisa hanya menimbulkan gejala seperti rasa tidak nyaman di tenggorokan, sariawan berulang di area tersebut, atau suara serak di pagi hari.
Risiko jika Dibiarkan Tanpa Pengawasan Medis
Sariawan di tenggorokan yang tidak ditangani dengan tepat atau yang dibiarkan berlanjut tanpa evaluasi bisa menimbulkan risiko yang lebih serius dari sariawan biasa di area mulut yang lebih depan.
Kesulitan Makan dan Minum yang Berlanjut
Sariawan di tenggorokan yang menyebabkan nyeri saat menelan bisa membuat makan dan minum menjadi sangat tidak nyaman bahkan menyakitkan. Jika kondisi ini berlanjut cukup lama, asupan nutrisi dan hidrasi bisa terdampak secara signifikan.
Dehidrasi yang terjadi akibat menghindari minum karena nyeri menelan justru memperburuk kondisi mukosa dan memperlambat proses penyembuhan. Ini menciptakan siklus yang semakin memperburuk kondisi jika tidak ditangani.
Risiko Infeksi Sekunder
Luka sariawan di tenggorokan yang terbuka adalah pintu masuk yang lebih mudah bagi bakteri dan virus untuk menembus lapisan mukosa. Infeksi sekunder pada luka sariawan di tenggorokan bisa menyebabkan kondisi yang jauh lebih serius dibanding sariawan itu sendiri.
Tanda-tanda infeksi sekunder yang perlu diwaspadai meliputi demam yang naik setelah sariawan sudah ada beberapa hari, nyeri yang semakin parah bukan membaik, dan pembengkakan kelenjar getah bening di leher yang terasa nyeri.
Baca juga: Penyakit Mulut yang Paling Sering Ditemui & Cara Mencegahnya
Potensi Kondisi yang Lebih Serius
Luka putih di tenggorokan tidak selalu sariawan jinak. Ada kondisi lain yang tampilannya bisa menyerupai sariawan namun memerlukan penanganan yang sangat berbeda dan jauh lebih mendesak. Luka yang tidak sembuh dalam waktu lebih dari tiga minggu, luka yang terus membesar, atau luka yang muncul bersamaan dengan benjolan di leher adalah tanda-tanda yang memerlukan evaluasi medis segera.
Dokter akan menilai apakah luka yang ada memang sariawan jinak atau memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan tidak ada kondisi lain yang lebih serius yang mendasarinya.
Kapan Harus Segera ke Dokter THT dan Dokter Gigi
Sebagian besar sariawan termasuk yang berlokasi di tenggorokan sembuh sendiri dalam 7 hingga 14 hari. Namun ada kondisi-kondisi tertentu yang memerlukan evaluasi profesional tanpa penundaan.
Kondisi yang Memerlukan Kunjungan ke Dokter THT
Segera konsultasikan ke dokter THT jika sariawan di tenggorokan disertai kondisi berikut:
-
Luka yang tidak sembuh setelah 3 minggu meski sudah menjaga kebersihan mulut dan menggunakan obat kumur antiseptik
-
Luka yang terus membesar atau bertambah banyak dari hari ke hari bukannya mengecil
-
Kesulitan menelan yang parah hingga tidak bisa menelan cairan sekalipun
-
Demam tinggi yang menyertai sariawan di tenggorokan yang tidak turun dengan obat penurun demam biasa
-
Benjolan di leher yang muncul bersamaan dengan luka di tenggorokan
-
Sariawan yang muncul bersamaan dengan ruam di kulit atau luka di area lain tubuh
Kondisi yang Memerlukan Evaluasi Dokter Gigi
Dokter gigi perlu dikunjungi ketika sariawan di tenggorokan muncul bersamaan dengan kondisi di rongga mulut yang lebih depan:
-
Banyak sariawan yang muncul sekaligus di berbagai area mulut termasuk tenggorokan yang bisa menandakan kondisi sistemik
-
Sariawan yang selalu muncul di area dekat gigi tertentu yang mengindikasikan ada iritasi mekanis dari gigi tajam atau behel
-
Riwayat sariawan sangat sering yaitu lebih dari 3 kali dalam sebulan yang perlu dievaluasi penyebab lokalnya dari sisi gigi dan mulut
Mulai Pemeriksaan di Sozo Dental Clinic
Jika sariawan tenggorokan disertai banyak luka di mulut atau muncul sangat sering, kamu bisa memulai pemeriksaan di Sozo Dental Clinic untuk evaluasi kondisi rongga mulut yang komprehensif sekaligus mendapat rujukan ke spesialis yang tepat jika diperlukan.
Dokter gigi sering menjadi pihak pertama yang mendeteksi kondisi di rongga mulut yang berkaitan dengan sariawan berulang. Pemeriksaan yang menyeluruh bisa mengidentifikasi apakah ada faktor lokal di dalam mulut yang berkontribusi pada frekuensi dan intensitas sariawan yang dialami.
Layanan Evaluasi Rongga Mulut di Sozo Dental Clinic
Sozo Dental Clinic menyediakan layanan yang komprehensif untuk mengevaluasi dan menangani kondisi rongga mulut yang berkaitan dengan sariawan berulang:
-
Pemeriksaan menyeluruh jaringan lunak mulut termasuk area belakang untuk mendeteksi kondisi yang memerlukan perhatian lebih
-
Scaling gigi profesional untuk menghilangkan karang gigi yang mengiritasi jaringan gusi dan menjadi faktor pemicu sariawan berulang
-
Evaluasi dan penghalusan tepi gigi yang tajam atau tambalan yang kasar yang menjadi sumber iritasi mekanis pemicu sariawan
-
Penyesuaian kawat behel atau komponen ortodonti yang menggores jaringan lunak mulut secara berulang
-
Konsultasi tentang faktor-faktor lokal di dalam mulut yang berkontribusi pada sariawan dan panduan pencegahan yang personal
-
Rujukan ke spesialis yang tepat termasuk dokter THT jika ditemukan kondisi yang memerlukan evaluasi lebih lanjut di luar cakupan perawatan gigi
Sariawan Berulang Perlu Pendekatan yang Menyeluruh
Sariawan yang terus kambuh termasuk di area tenggorokan tidak harus diterima begitu saja sebagai kondisi yang tidak bisa diatasi. Banyak kasus sariawan berulang memiliki penyebab yang bisa diidentifikasi dan ditangani dengan tepat.
Sozo Dental Clinic berkomitmen memberikan evaluasi yang menyeluruh dan jujur untuk setiap kondisi yang ditemukan. Kunjungi dokter gigi terdekat sekarang untuk membuat janji pemeriksaan. Ambil langkah pertama menuju mulut yang lebih sehat dan bebas dari sariawan berulang.






