Pakai Behel Bau Mulut? Ketahui Tips Mengatasinya

Memakai behel memang memberikan banyak manfaat untuk memperbaiki posisi gigi dan kepercayaan diri. Namun, banyak pengguna mengeluhkan bau mulut atau halitosis selama masa perawatan ortodonti. Kalau kamu saat ini sedang menggunakan behel, artikel ini akan menjelaskan penyebab utama pakai behel bau mulut dan berbagai cara efektif untuk mengatasinya.

Penyebab Pakai Behel Bau Mulut

Memakai behel dapat membantu merapikan posisi gigi, tetapi juga membawa tantangan baru pada kebersihan mulut. Salah satu masalah yang sering muncul adalah bau mulut atau halitosis. Masalah ini bukan hanya mengurangi rasa percaya diri, tetapi juga menjadi tanda bahwa kebersihan mulut sedang tidak optimal.

Secara medis, bau mulut pada pengguna behel bisa muncul karena adanya peningkatan jumlah bakteri di rongga mulut akibat sisa makanan dan plak yang menumpuk di area sulit dijangkau. Penelitian ortodonti menunjukkan bahwa behel menciptakan banyak celah kecil di sekitar kawat dan bracket, sehingga kebersihan mulut memerlukan perhatian ekstra. Berikut adalah penyebab umum bau mulut saat memakai behel yang perlu kamu ketahui.

1. Sisa Makanan Terjebak di Sela Kawat

Behel memiliki kawat dan bracket yang dapat menjadi jebakan makanan. Partikel kecil dari nasi, roti, atau daging mudah melekat di sela-sela ini. Jika tidak dibersihkan dengan tepat, sisa makanan akan membusuk dan menghasilkan bau tak sedap.

2. Penumpukan Plak dan Bakteri

Plak adalah lapisan lengket berisi bakteri yang terbentuk di permukaan gigi dan behel. Saat behel sulit dibersihkan, plak akan terus berkembang menjadi karang gigi (calculus) yang menjadi sumber utama bau mulut.

3. Kebersihan Lidah yang Kurang

Lidah memiliki permukaan bertekstur yang dapat menampung banyak bakteri. Tanpa pembersihan rutin, bakteri di lidah dapat mengeluarkan senyawa sulfur yang menyebabkan napas berbau.

4. Mulut Kering Akibat Kurang Minum

Air liur berfungsi sebagai pembersih alami mulut. Ketika mulut kering karena kurang minum atau sering bernapas lewat mulut (misalnya saat tidur), bakteri lebih mudah berkembang. Hal ini memperburuk bau mulut.

5. Konsumsi Makanan Pemicu Bau

Makanan seperti bawang putih, bawang merah, kopi, dan minuman bersoda dapat meninggalkan aroma kuat yang sulit hilang, terlebih kalau sisa partikel ikut tersangkut di behel.

6. Peradangan Gusi

Pengguna behel yang tidak rutin menjaga kebersihan mulut berisiko mengalami radang gusi (gingivitis). Peradangan ini biasanya disertai perdarahan dan bau mulut yang lebih pekat.

7. Pemakaian Behel Tidak Dibersihkan dengan Benar

Selain gigi dan gusi, behel sendiri perlu dibersihkan dari plak dan kalkulus yang menempel. Tanpa pembersihan profesional, lapisan ini bisa menimbulkan bau dan merusak kesehatan mulut.

Langkah Pencegahan Efektif Bau Mulut Saat Pakai Behel

Agar napas tetap segar selama memakai behel, kamu perlu mengikuti pola perawatan harian yang konsisten. Berikut langkah pencegahan pakai behel bau mulut:

1. Menyikat Gigi Secara Rutin dan Benar

Kebiasaan menyikat gigi adalah langkah paling dasar namun sangat penting untuk mencegah bau mulut saat memakai behel. Saat behel menempel di permukaan gigi, banyak area sulit dijangkau yang mudah menjadi tempat sisa makanan dan bakteri berkembang.

Idealnya, menyikat gigi dilakukan minimal dua kali sehari, yaitu setelah makan dan sebelum tidur malam. Namun bagi pengguna behel, waktu menyikat gigi bisa ditambah sesuai kebutuhan, terutama setelah makan makanan lengket seperti roti atau nasi. Berikut panduan praktis agar teknik menyikat gigi lebih maksimal saat memakai behel:

  • Gunakan sikat gigi khusus behel yang memiliki ukuran kepala kecil dan bulu lembut untuk menjangkau sela bracket dan kawat.
  • Sikat dengan gerakan melingkar perlahan, bukan horizontal, agar tidak merusak struktur behel dan gusi.
  • Bersihkan setiap sisi gigi: bagian luar, dalam, sela behel, dan area sekitar gusi.
  • Lanjutkan dengan membersihkan permukaan atas gigi (daerah pengunyahan) untuk menghilangkan sisa makanan.
  • Ganti sikat gigi setiap satu hingga dua bulan, atau lebih cepat jika bulu sikat mulai mekar.

Untuk hasil optimal, kombinasikan langkah ini dengan pasta gigi berfluoride agar membantu melindungi lapisan enamel dan mencegah pembentukan plak baru.

2. Gunakan Benang Gigi dan Sikat Interdental

Selain menyikat gigi, penggunaan benang gigi dan sikat interdental adalah langkah penting dalam menjaga kebersihan mulut bagi pengguna behel. Kedua alat ini membantu membersihkan area yang tidak dapat dijangkau sikat gigi, terutama di antara kawat dan sela gigi tempat sisa makanan mudah tersangkut.

Saat memakai behel, celah kecil antara gigi dan kawat menjadi tempat favorit bakteri berkembang. Jika tidak dibersihkan, sisa makanan akan menumpuk dan berubah menjadi plak penyebab bau mulut, radang gusi, serta penurunan kesehatan gigi secara keseluruhan. Berikut panduan penggunaan yang disarankan:

  • Gunakan floss threader: alat ini membantu memasukkan benang gigi di bawah kawat behel dengan mudah. Lakukan dengan lembut agar tidak melukai gusi.
  • Pilih benang gigi berlapis lilin (waxed floss) supaya lebih licin dan tidak mudah tersangkut di bracket.
  • Bersihkan setiap sela gigi dengan gerakan naik-turun perlahan, bukan geser horizontal.
  • Untuk area yang sulit dijangkau, gunakan sikat interdental atau proxabrush berukuran kecil.
  • Fokus pada sela antara bracket dan gigi, tempat sisa makanan paling sering menumpuk.

3. Jaga Kebersihan Lidah

Menjaga kebersihan lidah sama pentingnya dengan menyikat gigi, terutama bagi pengguna behel. Banyak orang mengira bau mulut hanya berasal dari sisa makanan di antara gigi, padahal sebagian besar penyebab halitosis justru berasal dari penumpukan bakteri pada permukaan lidah.

Lidah memiliki permukaan yang tidak rata dan mengandung banyak papila. Di sela-selanya, sering terkumpul sisa makanan, sel mati, dan bakteri. Jika tidak dibersihkan, campuran ini akan menghasilkan senyawa sulfur yang menyebabkan bau tidak sedap. Langkah sederhana berikut bisa kamu lakukan setiap hari:

  • Gunakan pembersih lidah (tongue scraper) setelah menyikat gigi. Alat ini efektif mengangkat lapisan putih kekuningan di permukaan lidah penyebab bau.
  • Jika tidak memiliki alat khusus, gunakan sikat gigi lembut untuk menggosok lidah dari belakang ke depan secara perlahan.
  • Jangan terlalu menekan agar tidak membuat lidah terasa perih atau luka.
  • Setelah membersihkan lidah, lanjutkan dengan berkumur menggunakan mouthwash antibakteri agar hasilnya lebih maksimal.

4. Hindari Makanan Pemicu Bau Tak Sedap

Selama memakai behel, pilihan makanan memengaruhi kebersihan mulut dan kualitas napas. Beberapa jenis makanan memiliki aroma kuat atau meninggalkan sisa yang sulit dibersihkan dari sela-sela kawat dan bracket behel. Hal ini memperbesar risiko bau mulut jika tidak segera diatasi. Makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari atau dibatasi antara lain:

  • Bawang putih dan bawang merah yang meninggalkan aroma menyengat dalam mulut.
  • Kopi dan teh dengan kandungan tanin yang membuat mulut kering serta meninggalkan noda pada gigi.
  • Makanan tinggi gula seperti permen, cokelat, dan minuman bersoda yang memicu pertumbuhan bakteri.
  • Makanan lengket seperti karamel atau roti manis yang sulit dibersihkan dari sela kawat.

Untuk menjaga napas tetap segar, kamu bisa mengganti makanan tersebut dengan pilihan yang lebih aman seperti:

  • Apel, mentimun, dan seledri yang mengandung banyak air dan serat untuk membantu membersihkan mulut secara alami.
  • Minum air putih yang cukup agar mulut tetap lembap dan produksi air liur terjaga.
  • Mengonsumsi yoghurt tanpa gula yang membantu menyeimbangkan bakteri baik di mulut.

5. Gunakan Produk Pendukung

Menambah produk pendukung dalam rutinitas perawatan mulut sangat membantu menjaga kebersihan dan kesegaran napas selama masa pemakaian behel. Produk-produk ini dirancang untuk melengkapi pembersihan yang tidak bisa dijangkau sikat gigi dan benang gigi saja. Berikut produk pendukung yang direkomendasikan:

  • Mouthwash antibakteri tanpa alkohol: membantu membunuh bakteri penyebab bau mulut tanpa membuat mulut kering atau iritasi.
  • Pasta gigi berfluoride: memperkuat enamel dan melindungi gigi dari karies serta menambah rasa segar setelah menyikat gigi.
  • Orthodontic wax: digunakan untuk melapisi area bracket atau kawat yang menimbulkan iritasi, sehingga kebersihan area mulut tetap terjaga tanpa luka.
  • Dental spray atau fresh mint spray: memberikan kesegaran instan pada napas, terutama jika tidak bisa berkumur atau menyikat gigi setelah makan di luar rumah.

Produk-produk tersebut perlu dipilih sesuai rekomendasi dokter gigi agar tidak menimbulkan efek samping pada jaringan mulut yang sensitif akibat behel.

Waktu Terbaik Lakukan Pemeriksaan

Menentukan waktu pemeriksaan rutin ke dokter gigi sangat penting bagi pengguna behel agar kebersihan mulut tetap terjaga dan bau mulut dapat dicegah. Pemeriksaan profesional membantu memastikan posisi behel berjalan sesuai rencana dan kebersihan seluruh area mulut tetap optimal.

Idealnya, pasien behel melakukan pemeriksaan setiap 4–6 minggu. Pada setiap kunjungan, dokter akan mengecek kebersihan area behel, melakukan scaling, serta memberi edukasi teknik pembersihan gigi dan behel yang benar. Kamu juga dapat mempertimbangkan pemeriksaan lebih cepat jika mengalami tanda-tanda berikut:

  • Bau mulut tidak kunjung hilang meski sudah rutin menyikat gigi
  • Gusi mudah berdarah dan terasa nyeri
  • Ada plak menumpuk di area bracket, kawat, atau gusi
  • Sakit atau ketidaknyamanan saat mengunyah.

Larangan Saat Memakai Behel

Memakai behel membutuhkan perhatian khusus terhadap pola makan, kebersihan, dan kebiasaan harian agar hasilnya maksimal dan risiko masalah mulut berkurang. Ada beberapa larangan utama yang wajib dipatuhi oleh pengguna behel agar proses ortodonti berjalan lancar dan tidak mengganggu kesehatan mulut. Berikut larangan penting ketika kamu sedang menjalani perawatan behel:

  • Tidak makan makanan keras dan lengket: Hindari kacang, permen karet, karamel, es batu, dan makanan yang berisiko merusak atau melepaskan bracket serta kawat behel.
  • Tidak menggigit benda asing: Jangan menggigit kuku, ujung pena, atau kemasan makanan karena bisa membuat behel bergeser atau patah.
  • Tidak membuka botol atau kemasan dengan gigi: Perilaku ini sangat berbahaya dan dapat memperberat kerusakan pada behel.
  • Jangan memakan makanan manis secara berlebihan: Gula mempercepat pertumbuhan bakteri dan meningkatkan risiko karies serta bau mulut.
  • Tidak malas menyikat gigi dan menggunakan benang gigi: Abaikan kebersihan mulut dapat memperparah penumpukan plak dan sisa makanan.
  • Jangan lupa kontrol rutin ke dokter gigi: Melewatkan jadwal kontrol bisa membuat kondisi behel tidak terpantau, sehingga risiko komplikasi lebih tinggi.

Perawatan untuk Hindari Pakai Behel Bau Mulut dari Sozo Dental

Sozo Dental menghadirkan berbagai perawatan profesional khusus untuk pengguna behel demi menjaga napas tetap segar dan kesehatan mulut optimal. Setiap layanan didesain untuk mengatasi penyebab bau mulut dengan pendekatan yang menyeluruh dan ramah pasien. Pilihan perawatan untuk menghindari bau mulut saat pakai behel di Sozo Dental antara lain:

  • Pembersihan profesional (scaling & polishing): Membersihkan plak dan sisa makanan di area behel yang sulit dijangkau sikat gigi biasa, sehingga mulut tetap bersih dan napas segar lebih lama.
  • Evaluasi kebersihan mulut: Dokter akan mengecek kondisi semua bagian mulut secara detail, termasuk area di bawah bracket dan di sepanjang kawat.
  • Konsultasi pemilihan produk pendukung: Pasien mendapatkan rekomendasi produk yang paling cocok berdasarkan kondisi mulut dan jenis behel, sehingga hasil perawatan lebih maksimal.
  • Edukasi teknik perawatan harian: Tim dokter akan memberikan panduan cara menyikat gigi, membersihkan lidah, serta penggunaan benang gigi dan mouthwash yang benar.

Keunggulan Sozo Dental terletak pada pelayanan yang terfokus pada pasien, teknologi modern, dan pengawasan ketat dari tim ortodonti bersertifikat. Klinik juga sering menghadirkan promo khusus, seperti diskon pembersihan dan konsultasi.

Jangan ragu untuk memanfaatkan layanan dan promo eksklusif di Sozo Dental demi menjaga kesehatan dan kebersihan mulut selama memakai behel. Segera buat jadwal kunjungan dan nikmati berbagai kemudahan serta hasil perawatan yang nyata.