

Memakai behel memang memberikan banyak manfaat untuk memperbaiki posisi gigi dan kepercayaan diri. Namun, banyak pengguna mengeluhkan bau mulut atau halitosis selama masa perawatan ortodonti. Kalau kamu saat ini sedang menggunakan behel, artikel ini akan menjelaskan penyebab utama pakai behel bau mulut dan berbagai cara efektif untuk mengatasinya.

Memakai behel dapat membantu merapikan posisi gigi, tetapi juga membawa tantangan baru pada kebersihan mulut. Salah satu masalah yang sering muncul adalah bau mulut atau halitosis. Masalah ini bukan hanya mengurangi rasa percaya diri, tetapi juga menjadi tanda bahwa kebersihan mulut sedang tidak optimal.
Secara medis, bau mulut pada pengguna behel bisa muncul karena adanya peningkatan jumlah bakteri di rongga mulut akibat sisa makanan dan plak yang menumpuk di area sulit dijangkau. Penelitian ortodonti menunjukkan bahwa behel menciptakan banyak celah kecil di sekitar kawat dan bracket, sehingga kebersihan mulut memerlukan perhatian ekstra. Berikut adalah penyebab umum bau mulut saat memakai behel yang perlu kamu ketahui.
Behel memiliki kawat dan bracket yang dapat menjadi jebakan makanan. Partikel kecil dari nasi, roti, atau daging mudah melekat di sela-sela ini. Jika tidak dibersihkan dengan tepat, sisa makanan akan membusuk dan menghasilkan bau tak sedap.
Plak adalah lapisan lengket berisi bakteri yang terbentuk di permukaan gigi dan behel. Saat behel sulit dibersihkan, plak akan terus berkembang menjadi karang gigi (calculus) yang menjadi sumber utama bau mulut.
Lidah memiliki permukaan bertekstur yang dapat menampung banyak bakteri. Tanpa pembersihan rutin, bakteri di lidah dapat mengeluarkan senyawa sulfur yang menyebabkan napas berbau.
Air liur berfungsi sebagai pembersih alami mulut. Ketika mulut kering karena kurang minum atau sering bernapas lewat mulut (misalnya saat tidur), bakteri lebih mudah berkembang. Hal ini memperburuk bau mulut.
Makanan seperti bawang putih, bawang merah, kopi, dan minuman bersoda dapat meninggalkan aroma kuat yang sulit hilang, terlebih kalau sisa partikel ikut tersangkut di behel.
Pengguna behel yang tidak rutin menjaga kebersihan mulut berisiko mengalami radang gusi (gingivitis). Peradangan ini biasanya disertai perdarahan dan bau mulut yang lebih pekat.
Selain gigi dan gusi, behel sendiri perlu dibersihkan dari plak dan kalkulus yang menempel. Tanpa pembersihan profesional, lapisan ini bisa menimbulkan bau dan merusak kesehatan mulut.
Agar napas tetap segar selama memakai behel, kamu perlu mengikuti pola perawatan harian yang konsisten. Berikut langkah pencegahan pakai behel bau mulut:
Kebiasaan menyikat gigi adalah langkah paling dasar namun sangat penting untuk mencegah bau mulut saat memakai behel. Saat behel menempel di permukaan gigi, banyak area sulit dijangkau yang mudah menjadi tempat sisa makanan dan bakteri berkembang.
Idealnya, menyikat gigi dilakukan minimal dua kali sehari, yaitu setelah makan dan sebelum tidur malam. Namun bagi pengguna behel, waktu menyikat gigi bisa ditambah sesuai kebutuhan, terutama setelah makan makanan lengket seperti roti atau nasi. Berikut panduan praktis agar teknik menyikat gigi lebih maksimal saat memakai behel:
Untuk hasil optimal, kombinasikan langkah ini dengan pasta gigi berfluoride agar membantu melindungi lapisan enamel dan mencegah pembentukan plak baru.
Selain menyikat gigi, penggunaan benang gigi dan sikat interdental adalah langkah penting dalam menjaga kebersihan mulut bagi pengguna behel. Kedua alat ini membantu membersihkan area yang tidak dapat dijangkau sikat gigi, terutama di antara kawat dan sela gigi tempat sisa makanan mudah tersangkut.
Saat memakai behel, celah kecil antara gigi dan kawat menjadi tempat favorit bakteri berkembang. Jika tidak dibersihkan, sisa makanan akan menumpuk dan berubah menjadi plak penyebab bau mulut, radang gusi, serta penurunan kesehatan gigi secara keseluruhan. Berikut panduan penggunaan yang disarankan:
Menjaga kebersihan lidah sama pentingnya dengan menyikat gigi, terutama bagi pengguna behel. Banyak orang mengira bau mulut hanya berasal dari sisa makanan di antara gigi, padahal sebagian besar penyebab halitosis justru berasal dari penumpukan bakteri pada permukaan lidah.
Lidah memiliki permukaan yang tidak rata dan mengandung banyak papila. Di sela-selanya, sering terkumpul sisa makanan, sel mati, dan bakteri. Jika tidak dibersihkan, campuran ini akan menghasilkan senyawa sulfur yang menyebabkan bau tidak sedap. Langkah sederhana berikut bisa kamu lakukan setiap hari:
Selama memakai behel, pilihan makanan memengaruhi kebersihan mulut dan kualitas napas. Beberapa jenis makanan memiliki aroma kuat atau meninggalkan sisa yang sulit dibersihkan dari sela-sela kawat dan bracket behel. Hal ini memperbesar risiko bau mulut jika tidak segera diatasi. Makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari atau dibatasi antara lain:
Untuk menjaga napas tetap segar, kamu bisa mengganti makanan tersebut dengan pilihan yang lebih aman seperti:
Menambah produk pendukung dalam rutinitas perawatan mulut sangat membantu menjaga kebersihan dan kesegaran napas selama masa pemakaian behel. Produk-produk ini dirancang untuk melengkapi pembersihan yang tidak bisa dijangkau sikat gigi dan benang gigi saja. Berikut produk pendukung yang direkomendasikan:
Produk-produk tersebut perlu dipilih sesuai rekomendasi dokter gigi agar tidak menimbulkan efek samping pada jaringan mulut yang sensitif akibat behel.
Menentukan waktu pemeriksaan rutin ke dokter gigi sangat penting bagi pengguna behel agar kebersihan mulut tetap terjaga dan bau mulut dapat dicegah. Pemeriksaan profesional membantu memastikan posisi behel berjalan sesuai rencana dan kebersihan seluruh area mulut tetap optimal.
Idealnya, pasien behel melakukan pemeriksaan setiap 4–6 minggu. Pada setiap kunjungan, dokter akan mengecek kebersihan area behel, melakukan scaling, serta memberi edukasi teknik pembersihan gigi dan behel yang benar. Kamu juga dapat mempertimbangkan pemeriksaan lebih cepat jika mengalami tanda-tanda berikut:
Memakai behel membutuhkan perhatian khusus terhadap pola makan, kebersihan, dan kebiasaan harian agar hasilnya maksimal dan risiko masalah mulut berkurang. Ada beberapa larangan utama yang wajib dipatuhi oleh pengguna behel agar proses ortodonti berjalan lancar dan tidak mengganggu kesehatan mulut. Berikut larangan penting ketika kamu sedang menjalani perawatan behel:
Sozo Dental menghadirkan berbagai perawatan profesional khusus untuk pengguna behel demi menjaga napas tetap segar dan kesehatan mulut optimal. Setiap layanan didesain untuk mengatasi penyebab bau mulut dengan pendekatan yang menyeluruh dan ramah pasien. Pilihan perawatan untuk menghindari bau mulut saat pakai behel di Sozo Dental antara lain:
Keunggulan Sozo Dental terletak pada pelayanan yang terfokus pada pasien, teknologi modern, dan pengawasan ketat dari tim ortodonti bersertifikat. Klinik juga sering menghadirkan promo khusus, seperti diskon pembersihan dan konsultasi.
Jangan ragu untuk memanfaatkan layanan dan promo eksklusif di Sozo Dental demi menjaga kesehatan dan kebersihan mulut selama memakai behel. Segera buat jadwal kunjungan dan nikmati berbagai kemudahan serta hasil perawatan yang nyata.
