Masalah Wisdom Teeth (Gigi Bungsu) yang Sering Ditemui & Kapan Harus Dicabut

Wisdom teeth atau gigi bungsu adalah gigi geraham ketiga yang tumbuh paling belakang di rahang. Secara umum, erupsi normal: usia 17–25 tahun, meskipun bisa sedikit lebih cepat atau lebih lambat tergantung kondisi masing-masing. Banyak pasien yang mengatakan setelah gigi bungsu bermasalahnya ditangani dengan benar, nyeri rahang belakang hilang dan rasa tidak nyaman saat membuka mulut pun berkurang drastis.

Untuk memahami tumbuhnya wisdom teeth, masalah yang sering muncul, dan pilihan penanganan paling aman, baca artikel ini sampai selesai.

Chat Whatsapp Konsultasi Sozo Dental

Wisdom Teeth (Gigi Bungsu): Gigi Geraham Terakhir yang Punya Banyak Cerita

Wisdom teeth atau gigi bungsu adalah geraham ketiga yang berada paling belakang pada rahang atas dan bawah. Gigi ini biasanya berjumlah empat, tetapi pada sebagian orang bisa hanya satu, dua, atau bahkan tidak tumbuh sama sekali.

Dalam banyak kasus, ruang di rahang sudah terbatas saat gigi bungsu mulai tumbuh. Inilah alasan mengapa gigi bungsu sering menimbulkan masalah seperti miring, terjebak di gusi, atau tumbuh hanya sebagian.

Erupsi Normal: Usia 17–25 Tahun

Erupsi normal: usia 17–25 tahun adalah rentang waktu yang paling sering dijumpai untuk tumbuhnya gigi bungsu.

Beberapa hal yang perlu diketahui tentang fase ini:

  • Sebelum gigi benar-benar muncul, kamu bisa merasakan rasa “ngilu pegal” di bagian rahang belakang.
  • Rasa tidak nyaman ringan bisa muncul dan hilang seiring gigi perlahan menembus gusi.
  • Pada sebagian orang, gigi bungsu tumbuh lurus dan rapi, serta dapat berfungsi normal untuk mengunyah.

Namun, bila ruang rahang sempit atau arah tumbuh gigi kurang baik, gigi bungsu bisa terhenti di tengah jalan. Kondisi ini dikenal sebagai impaksi.

Impaksi dan Nyeri Perikoronitis

Impaksi dan nyeri perikoronitis adalah dua masalah utama yang sering ditemui pada wisdom teeth.

  1. Impaksi gigi bungsu
  • Gigi tidak tumbuh sempurna karena terhalang tulang, gigi di depannya, atau keterbatasan ruang.
  • Posisi gigi bisa miring ke depan, ke belakang, atau bahkan hampir horizontal.
  • Sering tidak terlihat jelas di mulut dan hanya tampak melalui foto rontgen.
  1. Perikoronitis
  • Terjadi ketika gigi bungsu hanya tumbuh sebagian, sehingga sebagian permukaannya tertutup “lipatan” gusi.
  • Sisa makanan dan bakteri mudah terperangkap di bawah gusi yang menutupi.
  • Menyebabkan gusi bengkak, nyeri saat mengunyah, bau mulut, dan kadang sulit membuka mulut lebar.

Pada perikoronitis berat, nyeri bisa menjalar ke telinga atau kepala, dan aktivitas sehari-hari terasa sangat terganggu.

Masalah Lain yang Bisa Ditimbulkan Gigi Bungsu

Selain impaksi dan perikoronitis, gigi bungsu bisa menimbulkan serangkaian masalah lain yang sering tidak disadari sampai kondisinya cukup parah. Penempatan gigi bungsu yang paling belakang dan sering miring membuat area ini menjadi titik lemah dalam kebersihan dan kesehatan gigi secara keseluruhan.

Merusak dan “Menulari” Gigi Geraham Kedua

Gigi bungsu yang miring ke depan dapat menekan gigi geraham kedua di depannya. Masalah ini sering terjadi tanpa gejala jelas pada awalnya.

Dampaknya:

  • Terbentuk celah sempit antara gigi bungsu dan geraham kedua yang sulit dibersihkan.
  • Sisa makanan dan plak menumpuk di area tersebut.
  • Karies (gigi berlubang) bisa muncul di permukaan belakang geraham kedua, padahal gigi bungsu mungkin hanya sedikit sekali terlihat.

Sering kali, saat pasien datang karena keluhan gigi bungsu, justru geraham kedua yang harus dirawat habis-habisan atau bahkan dicabut karena kerusakan sudah terlalu parah.

Penumpukan Plak, Karang Gigi, dan Bau Mulut

Letak gigi bungsu di ujung lengkung rahang membuatnya sulit dijangkau sikat gigi. Bila tumbuh miring atau hanya sebagian, kebersihan makin sulit dijaga.

Akibatnya:

  • Plak dan karang gigi mudah menumpuk di sekitar gigi bungsu dan geraham kedua.
  • Gusi di belakang terasa tidak nyaman dan mudah berdarah.
  • Bau mulut yang menetap dapat muncul karena bakteri dan sisa makanan bertahan lama di area yang sulit dibersihkan.

Walaupun kamu sudah rajin menyikat gigi bagian depan, area gigi bungsu yang terabaikan dapat menjadi sumber utama bau mulut dan rasa tidak segar di rongga mulut.

Kista dan Lesi di Sekitar Gigi Bungsu

Pada sebagian orang, gigi bungsu yang impaksi dapat dikaitkan dengan terbentuknya kista di jaringan sekitar mahkota gigi yang terpendam. Kondisi ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit pada awalnya.

Potensi masalah dari kista di sekitar gigi bungsu:

  • Menyebabkan pelebaran tulang rahang secara perlahan.
  • Menekan akar gigi tetangga dan mengubah posisinya.
  • Bila terus membesar dan tidak terdeteksi, struktur tulang bisa melemah dan bentuk rahang berubah.

Kista ini biasanya hanya terlihat melalui foto rontgen. Karena itu, evaluasi radiografis menjadi penting, meskipun gigi bungsu belum terasa sakit.

Mengganggu Susunan Gigi dan Gigitan

Pada beberapa kasus, gigi bungsu yang tumbuh mendorong gigi-gigi di depannya. Hal ini terutama dikhawatirkan pada orang yang pernah menjalani perawatan behel atau memiliki lengkung gigi yang sempit.

Dampak potensial:

  • Gigi depan perlahan tampak lebih berjejal atau berputar.
  • Gigitan terasa berubah, misalnya terasa “penuh” di bagian belakang.
  • Pembersihan gigi depan yang semakin sulit karena posisi gigi semakin rapat.

Walaupun faktor pergeseran gigi tidak selalu murni disebabkan gigi bungsu, keberadaannya dapat menjadi salah satu faktor pendorong bila ruang di rahang memang terbatas.

Nyeri Rahang dan Rasa Tidak Nyaman Saat Membuka Mulut

Gigi bungsu yang mengalami perikoronitis atau infeksi berulang bisa menyebabkan nyeri menyebar ke area rahang belakang. Kadang, keluhan ini juga memengaruhi sendi rahang.

Keluhan yang sering dirasakan:

  • Sulit membuka mulut lebar karena rasa sakit atau tegang di rahang belakang.
  • Rasa pegal di sekitar sudut rahang, terutama saat mengunyah makanan keras.
  • Nyeri yang menjalar ke telinga, pelipis, atau leher di sisi yang sama.

Jika kondisi ini berlangsung lama, kebiasaan mengunyah bisa berubah. Beban kunyah berpindah ke sisi lain, sehingga gigi di sisi tersebut bekerja lebih berat.

Infeksi Menyebar ke Jaringan Sekitar

Infeksi gigi bungsu yang tidak tertangani dapat menyebar ke jaringan sekitarnya. Ini terutama terjadi saat perikoronitis atau abses tidak diobati dengan baik.

Risiko penyebaran infeksi:

  • Infeksi bisa meluas ke jaringan pipi, dasar mulut, atau ruang-ruang jaringan dalam.
  • Pipi bisa tampak bengkak, kulit terasa nyeri saat disentuh, bahkan bisa disertai demam.
  • Dalam kasus lebih berat, infeksi dapat mengganggu proses menelan dan membuka mulut.

Meski kondisi parah seperti ini tidak terjadi pada semua orang, memahami risikonya membantu kamu tidak meremehkan gusi bengkak berulang di sekitar gigi bungsu.

Mengganggu Perawatan Ortodonti dan Restorasi

Gigi bungsu yang posisinya tidak ideal dapat mempersulit rencana perawatan lain di mulut.

Beberapa contohnya:

  • Pada pasien yang akan atau sedang menjalani perawatan behel, gigi bungsu impaksi perlu dipertimbangkan dalam perencanaan karena bisa memengaruhi hasil akhir.
  • Bila perlu dibuat gigi tiruan, jembatan, atau implan di area geraham, posisi gigi bungsu dan tulang sekitarnya sering harus dianalisis terlebih dahulu.

Dalam banyak kasus, dokter gigi akan mempertimbangkan pencabutan gigi bungsu bermasalah sebelum atau bersamaan dengan rencana perawatan besar lain agar hasil lebih stabil.

Dengan memahami berbagai masalah lain yang bisa ditimbulkan gigi bungsu ini, lebih mudah melihat bahwa gigi bungsu bukan sekadar “gigi tambahan di belakang”. Pemantauan rutin dan evaluasi rontgen periodik sangat membantu menentukan apakah gigi bungsu aman dibiarkan atau lebih baik dikeluarkan sebelum menimbulkan masalah yang lebih kompleks.

Kapan Perlu Ekstraksi dan Kapan Bisa Dipertahankan?

Kapan perlu ekstraksi dan kapan bisa dipertahankan menjadi pertanyaan utama saat membahas wisdom teeth. Keputusan diambil berdasarkan posisi, kondisi jaringan sekitarnya, dan risikonya di masa depan.

Gigi bungsu biasanya disarankan dicabut bila:

  • Impaksi dan berulang kali menyebabkan perikoronitis.
  • Menekan gigi di depannya hingga menyebabkan karies atau kerusakan akar.
  • Posisi sangat miring dan jelas tidak dapat dibersihkan dengan baik.
  • Terdapat kista atau kelainan lain di sekitar gigi bungsu.

Gigi bungsu bisa dipertahankan bila:

  • Tumbuh lurus, mendapat ruang cukup, dan dapat dibersihkan.
  • Tidak menyebabkan nyeri, bengkak, atau masalah pada gigi tetangga.
  • Dapat membantu fungsi kunyah dan kondisi jaringan sekitarnya sehat.

Evaluasi dengan foto rontgen sangat penting agar keputusan diambil berdasarkan kondisi struktur yang tidak tampak langsung.

Proses Ekstraksi Wisdom Teeth: Tidak Selalu Menakutkan

Ekstraksi wisdom teeth terdengar menakutkan, tetapi dengan teknik yang tepat, prosedurnya bisa dijalani dengan aman.

Gambaran umum proses:

  • Dilakukan pemeriksaan klinis dan radiografi terlebih dahulu untuk menilai posisi akar dan tingkat kesulitan.
  • Pada hari tindakan, dokter akan memberikan anestesi lokal sehingga area sekitar gigi mati rasa.
  • Untuk gigi bungsu yang tumbuh sebagian atau impaksi ringan, pencabutan bisa dilakukan tanpa prosedur bedah besar.
  • Pada impaksi yang dalam, mungkin diperlukan pembedahan kecil dengan membuka sedikit gusi dan tulang, kemudian gigi diangkat per bagian.

Selama anestesi bekerja dengan baik, yang biasanya dirasakan hanyalah tekanan dan getaran, bukan nyeri tajam.

Pemulihan Pasca-Pencabutan Gigi Bungsu

Pemulihan pasca-pencabutan gigi bungsu menjadi fase penting yang menentukan kenyamanan dan mencegah infeksi.

Hal yang wajar terjadi setelah tindakan:

  • Nyeri ringan hingga sedang di area pencabutan selama beberapa hari.
  • Sedikit bengkak pada pipi, terutama bila prosedur cukup kompleks.
  • Sulit membuka mulut lebar sementara waktu.

Tips perawatan setelah pencabutan:

  • Menggigit kassa sesuai instruksi untuk membantu pembekuan darah.
  • Menghindari berkumur keras, meludah kuat, atau menggunakan sedotan pada 24 jam pertama.
  • Mengompres dingin di pipi pada 24 jam pertama untuk membantu mengurangi bengkak.
  • Mengonsumsi obat nyeri dan obat lain sesuai resep dokter.
  • Memilih makanan lunak dan mengunyah di sisi yang tidak dilakukan pencabutan.

Jika nyeri memburuk setelah beberapa hari, perdarahan tidak berhenti, atau ada bau sangat tidak sedap dari luka, segera hubungi dokter gigi.

Perawatan Luka agar Tidak Infeksi dan Dry Socket

Salah satu risiko setelah pencabutan wisdom teeth adalah gangguan pada bekuan darah, misalnya dry socket. Kondisi ini membuat penyembuhan terasa lebih nyeri.

Untuk mencegahnya:

  • Hindari merokok setidaknya beberapa hari setelah tindakan.
  • Jangan menyentuh area luka dengan lidah atau jari berulang kali.
  • Ikuti petunjuk kumur air garam hangat hanya setelah waktu yang dianjurkan dokter (biasanya setelah 24 jam).
  • Jaga kebersihan gigi lain dengan menyikat pelan di area yang jauh dari luka.

Perawatan luka yang benar membantu pemulihan lebih cepat dan mengurangi risiko komplikasi.

Kapan Wisdom Teeth Perlu Segera Dievaluasi?

Ada beberapa tanda yang menunjukkan wisdom teeth perlu segera dievaluasi oleh dokter gigi.

Tanda-tandanya:

  • Nyeri berulang di area rahang belakang, terutama saat mengunyah atau membuka mulut.
  • Gusi di belakang geraham bengkak, merah, atau mudah berdarah.
  • Bau mulut yang tidak hilang meskipun sudah menyikat gigi dan berkumur.
  • Rasa tidak nyaman seperti ada sesuatu yang “mengganjal” di belakang.
  • Sering terselip makanan di area belakang yang sulit dibersihkan.

Evaluasi dini membantu mencegah perikoronitis berat, infeksi, dan kerusakan gigi di depannya.

Layanan Sozo Dental Clinic untuk Wisdom Teeth

Sozo Dental Clinic menyediakan layanan lengkap untuk menangani wisdom teeth, mulai dari pemantauan pertumbuhan hingga pengelolaan impaksi dan infeksi.

Layanan yang relevan:

  • Pemeriksaan menyeluruh rahang belakang untuk menilai kondisi gigi bungsu dan gusi sekitarnya.
  • Foto radiografi untuk melihat posisi akar, sudut gigi, dan hubungan dengan struktur penting seperti saraf dan sinus.
  • Perawatan perikoronitis dengan pembersihan area, obat, dan edukasi kebersihan.
  • Pencabutan gigi bungsu sederhana maupun bedah gigi bungsu impaksi dengan prosedur terencana.
  • Kontrol pasca-tindakan untuk memastikan penyembuhan berjalan baik dan memberi panduan perawatan di rumah.

Pendekatan sistematis ini membantu mengurangi risiko nyeri berulang dan komplikasi jangka panjang.

Keunggulan Sozo Dental

Dibanding sekadar mengatasi nyeri sesaat, Sozo Dental Clinic menawarkan penanganan wisdom teeth yang menyeluruh dan berfokus pada keamanan dengan harga cabut gigi yang transparan dan sesuai kondisi kasus.

Keunggulan yang bisa dirasakan:

  • Analisis radiografi untuk menilai tingkat kesulitan dan risiko sebelum tindakan.
  • Perencanaan prosedur yang mempertimbangkan posisi saraf dan tulang di sekitar gigi bungsu.
  • Teknik ekstraksi yang berupaya meminimalkan trauma jaringan.
  • Edukasi lengkap tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan setelah pencabutan.

Dengan begitu, tindakan pencabutan tidak terasa sebagai “operasi mendadak”, tetapi langkah terstruktur dengan persiapan jelas.

Jika Gigi Bungsu Bermasalah, Dapatkan Evaluasi Foto dan Opsi Terbaik di Sozo Dental Clinic

Wisdom teeth yang tidak dipantau bisa menjadi sumber nyeri, infeksi, dan kerusakan gigi lain di sekitarnya. Melalui evaluasi menyeluruh, kamu akan:

  • Mengetahui posisi dan kondisi gigi bungsu secara jelas melalui radiografi.
  • Mendapat penjelasan risiko bila dibiarkan vs manfaat pencabutan atau pemantauan.
  • Menerima rencana tindakan yang disesuaikan dengan kondisi dan jadwalmu.

Dengan langkah ini, tumbuhnya gigi bungsu tidak lagi menjadi sumber kekhawatiran. Rahang terasa lebih nyaman, gigi di sekitarnya terlindungi, dan kamu bisa menjalani aktivitas harian tanpa takut nyeri rahang belakang muncul mendadak.

Chat Whatsapp Konsultasi Sozo Dental