Apa Itu Matcha? Manfaat, Risiko untuk Gigi, dan Cara Minumnya

Banyak orang penasaran apa itu matcha, apalagi minuman hijau ini sekarang mudah ditemukan di kafe dan produk siap saji.

Popularitas matcha meningkat beberapa tahun terakhir karena banyak orang menganggapnya lebih kaya antioksidan dan memberi energi yang lebih stabil dibanding teh biasa.

Di klinik, cukup sering ada pasien yang bercerita suka matcha latte setiap hari, lalu mulai menyadari gigi tampak lebih kekuningan dan ingin tahu cara menikmatinya tanpa mengorbankan kesehatan gigi.

Apa Itu Matcha dan Perbedaan dengan Teh Hijau Biasa

Sebelum membahas pengaruh matcha pada gigi, penting untuk memahami terlebih dahulu apa itu matcha.

Matcha adalah bubuk teh hijau yang dibuat dari daun teh berkualitas tinggi yang ditanam di tempat teduh, lalu digiling sangat halus. Berbeda dengan teh hijau biasa yang diseduh lalu ampasnya dibuang, saat minum matcha kamu mengonsumsi seluruh bubuk daun teh yang terlarut dalam air.

Proses penanaman matcha biasanya dilakukan dengan menutupi tanaman teh beberapa minggu sebelum panen. Tujuannya untuk meningkatkan kadar klorofil dan asam amino tertentu, sehingga warnanya lebih hijau pekat dan rasanya lebih kaya.

Daun muda kemudian dipanen, dikukus, dikeringkan, dan digiling sampai menjadi bubuk halus yang siap dikonsumsi. Inilah yang membuat matcha memiliki karakteristik yang sedikit berbeda dengan teh hijau biasa.

Kamu mendapatkan kandungan katekin, antioksidan, dan kafein lebih terkonsentrasi karena seluruh bubuk daun ikut diminum. Hal ini juga yang membuat matcha sering dibahas dari sisi manfaat kesehatan dan efeknya terhadap energi harian.

Manfaat Matcha untuk Kesehatan Umum dan Energi Harian

Matcha sering digemari bukan hanya karena rasanya, tetapi juga karena manfaat yang sering dibahas untuk kesehatan. Kandungannya yang kaya antioksidan membuat matcha banyak dipilih sebagai bagian dari gaya hidup yang ingin lebih seimbang.

  • Kaya antioksidan, terutama katekin seperti EGCG, yang berperan membantu melawan radikal bebas dan mendukung kesehatan sel.
  • Mendukung kesehatan jantung, karena konsumsi teh hijau dan matcha sering dikaitkan dengan profil kolesterol yang lebih baik dan risiko penyakit jantung yang lebih rendah.
  • Membantu metabolisme, beberapa studi menunjukkan matcha dapat mendukung pembakaran lemak bila dikombinasikan dengan pola hidup aktif.
  • Mendukung fokus dan energi, kombinasi kafein dan L-theanine dalam matcha dapat memberi rasa waspada yang lebih stabil dibanding kafein murni.

Untuk energi harian, matcha sering dipilih sebagai alternatif kopi. Satu porsi matcha bisa mengandung kafein yang cukup untuk membantu kamu tetap fokus, namun dengan naik turun energi yang cenderung lebih halus.

Tetap saja, konsumsi berlebihan bisa menyebabkan efek samping seperti berdebar, sulit tidur, atau ketidaknyamanan lambung pada sebagian orang.

Baca Juga: Waspada! Ini Daftar Makanan dan Minuman Penyebab Noda Gigi

Apa Itu Matcha bagi Kesehatan Gigi dan Enamel

Dari sudut pandang kesehatan gigi, pembahasan apa itu matcha tidak hanya soal kandungan antioksidan dan kafein. Matcha juga memiliki karakteristik tertentu yang bisa berdampak pada warna dan lapisan luar gigi atau enamel.

Secara umum, teh hijau termasuk matcha mengandung senyawa yang berpotensi mendukung kesehatan gusi dan menghambat bakteri tertentu di mulut. Beberapa penelitian menunjukkan matcha dapat membantu menghambat pertumbuhan bakteri yang berperan pada penyakit gusi dan gigi berlubang.

Namun di sisi lain, matcha juga mengandung pigmen dan komponen lain yang bisa memberi efek warna pada gigi, apalagi jika dikombinasikan dengan gula dan susu.

Manfaat Matcha untuk Gigi dan Gusi

Meskipun artikel ini fokus pada potensi risiko untuk gigi, penting juga menyeimbangkannya dengan manfaat yang mungkin muncul. Matcha mengandung senyawa yang dapat mendukung kesehatan gusi dan lingkungan mulut ketika dikonsumsi dalam jumlah wajar.

  • Berpotensi menekan bakteri tertentu di rongga mulut, termasuk bakteri yang berhubungan dengan penyakit gusi dan gigi berlubang.
  • Mendukung kesehatan gusi, karena kandungan antioksidan dan antiinflamasi dapat membantu mengurangi peradangan pada jaringan gusi.
  • Berperan dalam remineralisasi, beberapa data menunjukkan matcha dapat membantu proses penguatan kembali enamel yang lemah, bila ditunjang kebersihan mulut yang baik.

Walaupun hasil studi masih terus berkembang, informasi ini cukup menarik bagi penikmat matcha yang juga peduli dengan kesehatan mulut. Manfaat ini tentu tidak menggantikan peran menyikat gigi, penggunaan benang gigi, dan kontrol rutin ke dokter gigi.

Risiko Matcha untuk Gigi: Noda, Keasaman, dan Enamel

Di balik manfaatnya, matcha juga punya sisi yang perlu diperhatikan, khususnya jika kamu ingin menjaga warna dan kekuatan gigi. Tiga hal utama yang sering dibahas adalah potensi noda gigi, keasaman, dan pengaruh terhadap enamel.

1. Potensi Noda Gigi akibat Matcha

Matcha memiliki warna hijau pekat yang berasal dari klorofil dan pigmen lain dalam daun teh. Jika dikonsumsi rutin, pigmen ini dapat menempel pada permukaan gigi dan menyebabkan noda atau perubahan warna gigi.

Noda biasanya tidak muncul dalam waktu semalam, tetapi berkembang perlahan seiring waktu. Efek ini bisa lebih jelas pada orang yang juga mengonsumsi kopi atau teh lain, atau jika kebersihan mulut kurang optimal. Gigi bisa tampak lebih kekuningan atau kehijauan, khususnya di area yang sulit dibersihkan dengan sikat biasa.

2. Keasaman Minuman Matcha dan Pengaruh terhadap Enamel

Minuman matcha murni cenderung memiliki keasaman yang sedang, tetapi matcha latte atau minuman matcha manis bisa lebih asam tergantung campurannya. Minuman yang terlalu asam dan sering diminum sepanjang hari dapat mempercepat pengikisan enamel gigi.

Enamel yang terkikis akan membuat gigi tampak lebih kuning karena dentin di bawahnya lebih mudah terlihat. Selain itu, gigi bisa menjadi lebih sensitif terhadap panas, dingin, atau rasa manis. Kondisi ini sering membuat penikmat minuman manis atau asam perlu lebih memperhatikan cara konsumsi hariannya.

3. Gula dan Tambahan Lain dalam Minuman Matcha

Secara alami, matcha tidak mengandung gula. Namun, banyak varian matcha latte, frappe, atau minuman siap saji yang mengandung gula cukup tinggi dan sirup tambahan.

Konsumsi gula yang sering membuat bakteri mulut menghasilkan asam yang merusak enamel. Dalam jangka panjang, gigi menjadi lebih rentan berlubang, terutama jika sisa minuman sering menempel di permukaan gigi.

Cara Minum Matcha yang Lebih Ramah untuk Gigi

Kabar baiknya, kamu tetap bisa menikmati matcha dengan lebih tenang asalkan menerapkan beberapa langkah sederhana.

Tujuannya adalah menyeimbangkan manfaat matcha dengan perlindungan pada gigi dan gusi.

  • Batasi frekuensi minum matcha manis, hindari meminum sedikit-sedikit sepanjang hari agar gigi tidak terus-menerus terpapar asam dan gula.
  • Pertimbangkan porsi gula, pilih varian dengan gula lebih sedikit, less sugar, atau minta pengurangan sirup ketika membeli di kafe.
  • Minum dengan sedotan untuk mengurangi kontak langsung minuman dengan permukaan gigi, terutama pada minuman matcha latte manis.
  • Berkumur dengan air putih setelah minum matcha, terutama jika minum varian manis atau kental.
  • Tunggu sebelum menyikat gigi, berikan jeda sekitar 30 menit setelah minum minuman asam sebelum menyikat, agar enamel tidak sedang dalam kondisi lemah.

Langkah-langkah ini tidak rumit, tetapi cukup membantu mengurangi risiko noda dan pengikisan enamel. Jika kamu sering minum matcha atau minuman berwarna lain, pemeriksaan dan pembersihan rutin di dokter gigi akan sangat membantu.

Tanda Gigi Mulai Terpengaruh Kebiasaan Minum Matcha

Bagi penikmat matcha, ada beberapa tanda yang bisa diperhatikan terkait kesehatan dan warna gigi. Memahami tanda-tanda ini membuat kamu bisa mengambil langkah lebih cepat sebelum masalah berkembang lebih jauh.

  • Gigi tampak lebih kuning atau kehijauan, terutama di bagian yang dekat gusi.
  • Permukaan gigi terlihat kusam dan tidak secerah sebelumnya.
  • Muncul rasa ngilu saat minum dingin atau panas.
  • Plak atau noda tampak lebih jelas di sela gigi atau di bagian belakang gigi depan.

Pemeriksaan ke dokter gigi membantu memastikan apakah perubahan tersebut masih tahap awal atau sudah perlu perawatan lebih lanjut.

Baca Juga: Mitos dan Fakta Gigi Kuning: Penyebab, Solusi & Cara Perawatan

Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter Gigi sebagai Penikmat Matcha?

Sebagian orang mungkin belum terbiasa menghubungkan kebiasaan minum matcha dengan kebutuhan kontrol gigi. Padahal, minuman berpigmen seperti matcha, kopi, dan teh bisa memberi dampak estetika maupun kesehatan pada gigi dalam jangka panjang.

Kamu sebaiknya mempertimbangkan konsultasi ke dokter gigi jika:

  • Merasa warna gigi berubah cukup cepat dalam beberapa bulan terakhir.
  • Mulai sering merasa ngilu ketika minum dingin, panas, atau manis.
  • Melihat noda atau lapisan warna yang tidak bisa hilang hanya dengan menyikat gigi di rumah.
  • Memiliki kebiasaan minum matcha, kopi, atau teh beberapa kali sehari.

Dokter gigi dapat menilai apakah perubahan warna hanya berupa noda di permukaan atau ada masalah lain pada enamel dan gusi.

Dari sini, kamu bisa mendapatkan saran yang lebih spesifik, termasuk apakah cukup dengan pembersihan profesional, perawatan fluoride, atau tindakan estetik tertentu.

Peran Sozo Dental Clinic dalam Menjaga Gigi Penikmat Matcha

Sozo Dental Clinic berfokus pada pendekatan yang terukur dan personal, termasuk pada pasien yang punya kebiasaan rutin minum minuman berwarna.

Beberapa layanan yang relevan untuk kamu yang sering minum matcha antara lain:

  • Pemeriksaan gigi dan gusi menyeluruh untuk menilai kondisi enamel, adanya noda, plak, atau tanda awal kerusakan gigi.
  • Scaling dan pembersihan profesional untuk menghilangkan plak dan noda permukaan yang sulit diatasi dengan sikat gigi biasa.
  • Aplikasi fluoride atau perawatan lain yang membantu menguatkan enamel dan mengurangi risiko gigi sensitif.
  • Perawatan Bleaching seperti pemutihan gigi yang dilakukan secara terkontrol bila diperlukan dan sesuai indikasi.

Dalam konsultasi, dokter di Sozo Dental Clinic juga dapat membantu memetakan kebiasaan harian kamu, termasuk frekuensi minum matcha.

Pengalaman Pasien Penikmat Matcha yang Ingin Memperbaiki Warna Gigi

Di praktik sehari-hari, cukup sering ada pasien yang datang dengan keluhan gigi mulai menguning, padahal rajin menyikat gigi. Setelah ditelusuri, ternyata pasien rutin mengonsumsi matcha latte dan kopi beberapa kali sehari selama beberapa tahun terakhir.

Dalam salah satu kasus, dokter melakukan pemeriksaan menyeluruh dan foto gigi untuk menilai kondisi enamel dan jaringan sekitarnya. Didapati bahwa sebagian besar perubahan warna adalah noda permukaan yang bisa dibantu dengan scaling dan perawatan pemutihan gigi yang terukur.

Setelah beberapa kali kunjungan dan edukasi tentang cara minum matcha dan kopi yang lebih aman, warna gigi pasien tampak lebih cerah dan keluhan sensitif berkurang. Kisah seperti ini menunjukkan bahwa kebiasaan minum matcha bukan berarti pasti merusak gigi.

Dengan pemantauan yang baik, perawatan yang tepat, dan sedikit penyesuaian kebiasaan, gigi bisa tetap sehat meski kamu tetap menikmati minuman favorit. Hasil setiap orang tentu berbeda, tapi pendekatan bertahap biasanya membantu pasien merasa lebih nyaman dan tidak perlu mengubah kebiasaan secara drastis sekaligus.

Konsultasi di Sozo Dental Clinic

Jika kamu penikmat matcha dan mulai menyadari perubahan warna gigi atau rasa sensitif, langkah kecil seperti konsultasi bisa sangat membantu.

Pemeriksaan di Sozo Dental Clinic dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kondisi enamel dan gusi, serta dampak kebiasaan minum matcha terhadap gigi kamu.

Jika kamu ingin tetap menikmati matcha sambil menjaga kesehatan dan warna gigi, menjadwalkan pemeriksaan di Sozo Dental Clinic bisa menjadi langkah yang tenang dan terukur untuk mendukung rutinitas harian kamu.