Cara Mengeluarkan Ulat Gigi: Mitos atau Fakta? Ini Penjelasannya

Cara Mengeluarkan Ulat Gigi Mitos atau Fakta Ini Penjelasannya

Kepercayaan soal ulat gigi sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Dulu, orang belum tahu penyebab gigi berlubang, sehingga lubang di gigi dianggap bekas dimakan ulat.

Ilmu kedokteran gigi modern sudah membuktikan bahwa anggapan ini keliru. Tidak ada ulat yang hidup di dalam gigi manusia. Penelitian dengan mikroskop pun tidak pernah menemukan makhluk seperti itu di jaringan gigi.

Lubang di gigi terbentuk karena bakteri dan asam, bukan karena dimakan hewan. Karena itu, mencari cara mengeluarkan ulat gigi tidak akan menyelesaikan masalah.

Kenapa Mitos Ulat Gigi Masih Dipercaya?

Mitos ini bertahan karena beberapa alasan. Salah satunya, bentuk lubang gigi memang terlihat seperti bekas digerogoti.

Selain itu, rasa sakit gigi sering datang dan pergi. Saat sakit mereda setelah mencoba cara tradisional, orang mengira ulatnya sudah keluar.

Video yang beredar di media sosial juga ikut memperkuat kepercayaan ini. Padahal, sebagian besar tidak menjelaskan bahan apa yang dipakai dan apa yang sebenarnya keluar.

Lalu, yang Keluar Itu Sebenarnya Apa?

Banyak video dan cerita menunjukkan “ulat” yang keluar setelah cara tradisional dicoba. Sebenarnya, benda yang terlihat itu bisa berasal dari beberapa hal berikut.

Serat Kapas atau Kain

Kapas yang ditempelkan ke gigi bisa meninggalkan serat halus. Saat basah oleh air liur, serat ini tampak bergerak dan menyerupai ulat kecil.

Sisa Makanan dan Plak

Lubang gigi sering menyimpan sisa makanan yang sudah lama tertahan. Sisa makanan yang lembek dan berwarna putih bisa terlihat seperti makhluk kecil.

Bagian dari Biji atau Tumbuhan

Beberapa cara tradisional memakai biji, daun, atau asap dari tumbuhan tertentu. Bagian kecil dari bahan ini, seperti kecambah biji, bisa terlihat seperti ulat setelah terkena panas atau air.

Jaringan Gigi yang Rusak

Pada lubang besar, kadang ada jaringan lunak dari dalam gigi yang ikut terlihat. Jaringan ini bukan ulat, melainkan bagian gigi yang sudah meradang.

Jadi, apa pun yang keluar, sumber sakit giginya tetap ada di dalam lubang. Selama lubang belum ditangani, rasa sakit akan kembali.

Penyebab Sebenarnya Gigi Berlubang dan Sakit

Gigi berlubang terjadi melalui proses yang berlangsung perlahan. Memahami prosesnya membantu kamu tahu kenapa ulat bukan penyebabnya.

Bakteri dan Gula

Di mulut ada bakteri yang memakan sisa gula dari makanan dan minuman. Bakteri ini menghasilkan asam yang mengikis lapisan luar gigi.

Plak yang Menempel

Bakteri berkumpul dalam lapisan lengket bernama plak. Plak yang tidak dibersihkan akan terus menghasilkan asam di permukaan gigi.

Lubang yang Mencapai Saraf

Awalnya lubang kecil tidak terasa sakit. Saat lubang makin dalam dan mencapai saraf, muncul rasa ngilu, nyut-nyutan, atau sakit yang menjalar ke kepala.

Kenapa Sakit Terasa Lebih Parah di Malam Hari?

Banyak orang mencari cara mengeluarkan ulat gigi tengah malam karena sakitnya memuncak. Ada alasan sederhana di balik ini.

Saat berbaring, aliran darah ke kepala meningkat. Tekanan di sekitar saraf gigi yang meradang ikut naik, sehingga denyut terasa lebih kuat.

Di malam hari, perhatian juga tidak teralihkan oleh aktivitas. Rasa sakit jadi lebih terasa dibanding siang hari.

Tahapan Gigi Berlubang

Gigi berlubang berkembang melalui beberapa tahap. Semakin awal ditangani, semakin sederhana perawatannya.

Tahap Tanda yang terasa Penanganan umum
Bercak putih di email Belum terasa sakit Fluoride, sikat gigi teratur
Lubang di email Kadang ngilu Tambal gigi
Lubang mencapai lapisan dentin Ngilu saat makan manis atau dingin Tambal gigi
Lubang mencapai saraf Nyut-nyutan, sakit spontan Perawatan saluran akar
Infeksi menyebar Gusi atau pipi bengkak Perawatan saluran akar atau cabut

Rasa sakit hebat yang membuat orang mencari cara mengeluarkan ulat gigi biasanya muncul di tahap saraf. Pada tahap ini, gigi butuh penanganan dokter gigi.

Apa yang Terjadi Kalau Gigi Berlubang Dibiarkan?

Banyak orang menunda perawatan karena sakitnya hilang timbul. Padahal, lubang terus membesar walau tidak selalu terasa.

Berikut beberapa akibat yang bisa muncul kalau gigi berlubang dibiarkan:

  • Abses gigi, yaitu kantong nanah di ujung akar
  • Gusi dan pipi bengkak karena infeksi menyebar
  • Gigi patah karena dindingnya makin tipis
  • Sisa akar tertinggal di dalam gusi
  • Bau mulut yang sulit hilang
  • Gigi di sebelahnya ikut berlubang karena sisa makanan mudah terselip

Pada kasus tertentu, infeksi gigi bisa menyebar ke area wajah dan leher. Kondisi ini perlu penanganan medis segera.

Gigi Berlubang pada Anak dan Mitos Ulat Gigi

Mitos ulat gigi juga sering diceritakan kepada anak. Tujuannya mungkin supaya anak rajin sikat gigi, tapi informasinya tetap keliru.

Lebih baik jelaskan kepada anak bahwa gigi berlubang disebabkan kuman dan sisa makanan manis. Penjelasan ini membantu anak paham kenapa harus menyikat gigi.

Gigi susu yang berlubang juga perlu ditangani. Gigi susu yang rusak bisa membuat anak sulit makan dan mengganggu tumbuh gigi permanen.

Kalau anak mengeluh sakit gigi, hindari mencoba cara tradisional di mulutnya. Bawa anak ke dokter gigi untuk diperiksa.

Mitos Cara Mengeluarkan Ulat Gigi yang Beredar

Ada banyak cara tradisional yang dipercaya bisa mengeluarkan ulat dari gigi. Berikut penjelasan medis untuk cara-cara yang paling sering dicari.

Dengan Kapas

Kapas sering dibasahi bahan tertentu lalu ditempelkan ke gigi berlubang. Yang keluar biasanya serat kapas atau sisa makanan, bukan ulat.

Kapas yang dimasukkan ke lubang juga bisa menjadi tempat bakteri berkembang. Kalau tertinggal, kapas justru memperparah infeksi.

Dengan Bawang Putih

Bawang putih punya zat yang bersifat antibakteri ringan. Namun, bawang putih tidak bisa menutup lubang atau menghilangkan sumber sakit.

Bawang putih mentah yang ditempelkan lama juga bisa membuat gusi dan pipi bagian dalam terasa panas atau luka.

Dengan Air Garam

Kumur air garam hangat bisa membantu membersihkan mulut dan meredakan radang ringan. Tapi air garam tidak mengeluarkan apa pun dari dalam gigi.

Cara ini boleh dipakai sebagai bantuan sementara. Bukan sebagai pengganti perawatan gigi.

Dengan Asap atau Daun Tertentu

Beberapa cara memakai asap dari biji atau daun yang dibakar. Cara ini berisiko menimbulkan luka bakar di mulut dan menghirup asap yang tidak aman.

Bagian tumbuhan yang terlihat setelahnya sering disangka ulat. Padahal itu bagian dari bahan yang dibakar.

Bahaya Mencoba Cara Tradisional

Mencoba cara mengeluarkan ulat gigi di rumah mungkin terlihat murah dan praktis. Tapi ada beberapa risiko yang perlu kamu pertimbangkan:

  • Infeksi makin parah karena lubang tidak dibersihkan dengan benar
  • Luka atau iritasi pada gusi, lidah, dan pipi bagian dalam
  • Luka bakar akibat asap atau bahan panas
  • Sakit hilang sementara, lalu kembali lebih parah
  • Gigi makin rusak, sehingga tidak bisa lagi ditambal dan harus dicabut

Semakin lama ditunda, perawatan yang dibutuhkan biasanya semakin panjang. Biayanya pun bisa jadi lebih besar.

Cara Aman Meredakan Sakit Gigi Berlubang Sementara

Sambil menunggu jadwal ke dokter gigi, beberapa langkah ini bisa membantu meredakan sakit:

  1. Bersihkan sisa makanan di sekitar lubang dengan sikat gigi lembut atau benang gigi.
  2. Kumur air garam hangat dua sampai tiga kali sehari.
  3. Kompres dingin pipi dari luar selama 15 sampai 20 menit.
  4. Minum obat pereda nyeri yang dijual bebas sesuai aturan pakai di kemasan.
  5. Hindari makanan yang terlalu manis, dingin, panas, atau keras.
  6. Tidur dengan kepala sedikit lebih tinggi supaya denyut sakit berkurang.

Langkah ini hanya meredakan rasa sakit. Lubang tetap perlu ditangani dokter gigi supaya sakitnya tidak kembali.

Hindari menaruh obat atau tablet langsung di gusi dekat gigi yang sakit. Cara ini bisa menimbulkan luka di gusi.

Panduan lebih lengkap bisa kamu baca di artikel cara meredakan sakit gigi di malam hari.

Makanan yang Sebaiknya Dihindari

Selama gigi berlubang belum ditangani, beberapa makanan bisa memicu sakit. Kurangi dulu makanan berikut:

  • Permen, cokelat, dan kue manis
  • Minuman bersoda dan minuman bergula
  • Es krim dan minuman sangat dingin
  • Makanan keras seperti kacang atau kerupuk keras
  • Makanan lengket seperti dodol atau karamel

Pilih makanan lunak dan bersuhu ruang. Kunyah di sisi yang tidak sakit supaya lubang tidak tertekan.

Penanganan Gigi Berlubang di Dokter Gigi

Dokter gigi akan memeriksa seberapa dalam lubang di gigimu. Dari situ, dipilih perawatan yang paling sesuai.

Apa yang Terjadi Saat Pemeriksaan?

Kunjungan pertama biasanya dimulai dengan tanya jawab soal keluhan. Dokter gigi lalu memeriksa gigi dengan kaca mulut dan alat kecil.

Kalau perlu, dokter gigi meminta foto rontgen. Rontgen membantu melihat seberapa dalam lubang dan kondisi akar gigi.

Setelah itu, dokter gigi menjelaskan pilihan perawatan beserta perkiraan biayanya. Kamu bisa memutuskan setelah semua pertanyaan terjawab.

Tambal Gigi

Untuk lubang yang belum mencapai saraf, gigi cukup dibersihkan lalu ditambal. Bahan tambal sewarna gigi membuat hasilnya tampak natural.

Perawatan Saluran Akar

Kalau lubang sudah mencapai saraf, dokter gigi bisa melakukan perawatan saluran akar. Saraf yang meradang dibersihkan, lalu gigi ditutup kembali.

Dengan perawatan ini, gigi asli tetap bisa dipertahankan. Sakit nyut-nyutan pun berhenti karena sumbernya sudah dibersihkan.

Cabut Gigi

Kalau gigi sudah rusak terlalu parah, pencabutan bisa jadi pilihan terakhir. Dokter gigi akan menjelaskan pilihan pengganti gigi setelahnya.

Semua tindakan ini dilakukan dengan bius lokal. Jadi, kamu tidak perlu khawatir merasakan sakit selama perawatan.

Tanda Gigi Berlubang Harus Segera Diperiksa

Jangan tunda ke dokter gigi kalau mengalami tanda-tanda berikut:

  • Sakit gigi lebih dari dua hari
  • Sakit nyut-nyutan sampai sulit tidur
  • Gusi atau pipi bengkak
  • Ada benjolan bernanah di gusi dekat gigi berlubang
  • Demam disertai sakit gigi
  • Sakit menjalar ke telinga, kepala, atau leher

Tanda-tanda ini menunjukkan infeksi mungkin sudah menyebar. Penanganan cepat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius.

Cara Mencegah Gigi Berlubang

Karena penyebabnya bakteri dan asam, pencegahan berfokus pada kebersihan mulut dan pola makan. Lakukan kebiasaan ini setiap hari:

  • Sikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride
  • Bersihkan sela gigi dengan benang gigi
  • Batasi makanan dan minuman manis, terutama di antara jam makan
  • Minum air putih setelah makan
  • Periksa gigi setiap enam bulan walau tidak terasa sakit

Pemeriksaan rutin membantu menemukan lubang kecil sebelum terasa sakit. Lubang kecil cukup ditambal sederhana dalam satu kunjungan.

Kalau kamu punya gigi yang mudah berlubang, dokter gigi bisa menyarankan perlindungan tambahan. Misalnya aplikasi fluoride atau penutupan lekuk gigi geraham.

Perlindungan ini membantu gigi lebih tahan terhadap asam. Langkah sederhana seperti ini jauh lebih ringan daripada menangani gigi yang sudah sakit.

Mitos Lain Seputar Sakit Gigi

Selain ulat gigi, ada beberapa anggapan lain yang masih sering dipercaya.

“Gigi Berlubang Bisa Sembuh Sendiri”

Lubang di gigi tidak bisa menutup sendiri. Rasa sakit mungkin hilang sementara, tapi kerusakannya terus berlanjut.

“Kalau Tidak Sakit, Berarti Tidak Apa-Apa”

Sakit yang tiba-tiba hilang bisa berarti saraf gigi sudah mati. Infeksi tetap bisa berkembang tanpa terasa.

“Cabut Gigi Selalu Jadi Solusi Terbaik”

Mempertahankan gigi asli biasanya lebih baik. Tambal atau perawatan saluran akar bisa menjadi pilihan sebelum memutuskan cabut.

Perkiraan Biaya Menangani Gigi Berlubang

Biaya perawatan tergantung seberapa dalam lubang dan tindakan yang dibutuhkan. Berikut gambaran di Sozo Dental:

Tindakan Kisaran biaya
Pemeriksaan gigi [HARGA SOZO]
Tambal gigi sewarna gigi [HARGA SOZO]
Perawatan saluran akar [HARGA SOZO]
Cabut gigi [HARGA SOZO]

Semakin awal ditangani, semakin sederhana tindakannya. Lubang kecil yang ditambal sejak awal mencegah biaya perawatan saluran akar di kemudian hari.

Atasi Gigi Berlubang di Sozo Dental

Rasa sakit gigi tidak perlu ditangani dengan cara yang berisiko. Di Sozo Dental, dokter gigi akan memeriksa sumber sakit dan menjelaskan pilihan perawatannya.

Layanan yang bisa membantu antara lain:

Masih Ragu ke Dokter Gigi?

Banyak orang mencoba cara tradisional karena takut sakit atau khawatir biaya. Padahal, tindakan di dokter gigi memakai bius lokal sehingga terasa jauh lebih nyaman.

Menangani lubang lebih awal juga lebih hemat. Tambal gigi jauh lebih sederhana dibanding perawatan saluran akar atau cabut.

Saat ini Sozo Dental sedang menyediakan [PROMO SOZO: promo tambal / perawatan saluran akar dan batas waktunya].

Tidak ada ulat yang perlu dikeluarkan, yang dibutuhkan gigimu adalah perawatan yang tepat. Konsultasikan sakit gigimu lewat WhatsApp Sozo Dental dan klaim promonya sebelum periode berakhir.

FAQ

Apakah ulat gigi benar-benar ada? 

Tidak. Gigi berlubang disebabkan bakteri dan asam, bukan ulat.

Lalu apa yang keluar saat memakai cara mengeluarkan ulat gigi dengan kapas? 

Biasanya serat kapas, sisa makanan, atau bagian dari bahan yang dipakai.

Apakah bawang putih bisa menyembuhkan gigi berlubang? 

Tidak. Bawang putih tidak bisa menutup lubang dan bisa membuat gusi iritasi.

Kenapa sakit gigi kambuh lagi setelah memakai cara tradisional? 

Karena lubangnya masih ada. Sumber sakit baru hilang setelah lubang ditambal atau dirawat.

Apakah tambal gigi sakit? 

Dokter gigi bisa memakai bius lokal, sehingga umumnya hanya terasa sedikit tekanan.

Berapa lama gigi berlubang bisa ditambal? 

Tambal gigi untuk lubang kecil biasanya selesai dalam satu kunjungan.

Apakah gigi berlubang bisa ditambal kalau sudah sakit? 

Bisa, selama lubang belum mencapai saraf. Kalau sudah mencapai saraf, biasanya dibutuhkan perawatan saluran akar lebih dulu.

Apakah anak boleh dicoba cara tradisional untuk sakit gigi? 

Sebaiknya tidak. Bahan yang ditempelkan bisa melukai mulut anak. Bawa anak ke dokter gigi untuk diperiksa.