Gigi Premolar Adalah Geraham Kecil, Ini Letak, Fungsi, dan Cara Merawatnya

Gigi Premolar Adalah Geraham Kecil, Ini Letak, Fungsi, dan Cara Merawatnya

Gigi premolar adalah gigi geraham kecil yang terletak di antara gigi taring dan gigi geraham besar. Meski ukurannya tidak sebesar geraham, premolar punya peran penting untuk mengunyah dan menjaga bentuk senyum.

Apa Itu Gigi Premolar?

Kata premolar berarti “sebelum geraham”. Nama ini menggambarkan letaknya yang berada tepat di depan gigi geraham besar.

Di Indonesia, premolar sering disebut gigi geraham kecil. Bentuknya merupakan peralihan antara gigi taring yang runcing dan gigi geraham yang lebar.

Premolar hanya dimiliki gigi permanen. Anak-anak dengan gigi susu belum punya premolar.

Letak Gigi Premolar

Gigi premolar berada di sisi kiri dan kanan, baik di rahang atas maupun rahang bawah. Urutannya dari depan ke belakang adalah sebagai berikut:

  1. Gigi seri tengah
  2. Gigi seri samping
  3. Gigi taring
  4. Gigi premolar pertama
  5. Gigi premolar kedua
  6. Gigi geraham pertama
  7. Gigi geraham kedua
  8. Gigi geraham ketiga atau gigi bungsu

Saat kamu tersenyum lebar, premolar biasanya ikut terlihat. Karena itu, kondisinya juga berpengaruh pada penampilan senyum.

Cara mudah menemukannya, hitung dari gigi seri tengah ke arah belakang. Gigi keempat dan kelima di setiap sisi adalah premolar.

Jumlah Gigi Premolar

Orang dewasa umumnya punya 8 gigi premolar. Jumlah ini terbagi rata di empat bagian rahang:

Bagian rahang Premolar pertama Premolar kedua
Kanan atas 1 1
Kiri atas 1 1
Kanan bawah 1 1
Kiri bawah 1 1

Pada sebagian orang, jumlahnya bisa berbeda. Ada yang premolar-nya tidak tumbuh sejak awal, ada juga yang sudah dicabut untuk perawatan behel.

Penomoran Gigi Premolar

Dokter gigi memakai sistem nomor untuk menyebut setiap gigi. Dalam sistem yang umum dipakai, premolar diberi nomor berikut:

  • Kanan atas: 14 dan 15
  • Kiri atas: 24 dan 25
  • Kiri bawah: 34 dan 35
  • Kanan bawah: 44 dan 45

Angka pertama menunjukkan bagian rahang. Angka kedua menunjukkan urutan gigi dari tengah.

Kapan Gigi Premolar Tumbuh?

Premolar tumbuh menggantikan gigi geraham susu. Proses ini biasanya terjadi pada usia sekolah.

Gigi Perkiraan usia tumbuh
Premolar pertama atas 10–11 tahun
Premolar kedua atas 10–12 tahun
Premolar pertama bawah 10–12 tahun
Premolar kedua bawah 11–12 tahun

Rentang usia ini bisa berbeda beberapa bulan pada setiap anak. Kalau premolar belum tumbuh jauh setelah usia tersebut, sebaiknya diperiksa dengan rontgen.

Gigi Susu yang Digantikan Premolar

Anak-anak punya gigi geraham susu di posisi yang nantinya ditempati premolar. Gigi geraham susu ini akan goyang dan lepas sekitar usia 10 sampai 12 tahun.

Merawat gigi geraham susu sangat penting. Kalau gigi ini tanggal terlalu cepat, ruang untuk premolar bisa tertutup gigi di sebelahnya.

Akibatnya, premolar bisa tumbuh miring atau tertahan di dalam gusi. Kondisi ini sering membutuhkan perawatan behel di kemudian hari.

Bentuk dan Anatomi Gigi Premolar

Premolar punya permukaan kunyah yang lebih lebar dari taring. Bagian atasnya biasanya punya dua tonjolan kecil.

Tonjolan di Permukaan Kunyah

Premolar atas umumnya punya dua tonjolan yang hampir sama tinggi. Premolar bawah bisa punya dua atau tiga tonjolan dengan ukuran berbeda.

Di antara tonjolan terdapat lekukan kecil. Lekukan ini sering menjadi tempat sisa makanan tertahan.

Jumlah Akar

Sebagian besar premolar punya satu akar. Premolar pertama atas sering punya dua akar.

Jumlah akar penting diketahui saat perawatan saluran akar atau pencabutan. Dokter gigi biasanya memastikannya lewat rontgen.

Fungsi Gigi Premolar

Premolar menjalankan beberapa tugas sekaligus di dalam mulut. Berikut fungsi utamanya:

  • Menghancurkan makanan sebelum dilumatkan gigi geraham
  • Membantu merobek makanan bersama gigi taring
  • Menjaga tinggi gigitan supaya rahang tetap seimbang
  • Menopang pipi dan bibir, sehingga bentuk wajah tetap terjaga
  • Membantu pengucapan beberapa huruf

Kalau premolar hilang tanpa diganti, gigi di sebelahnya bisa bergeser. Lama-lama gigitan menjadi tidak seimbang.

Bagaimana Premolar Bekerja Saat Mengunyah?

Saat kamu menggigit makanan, gigi seri dan taring memotong serta merobeknya lebih dulu. Makanan lalu didorong lidah ke bagian samping mulut.

Di sinilah premolar bekerja menghancurkan makanan menjadi potongan yang lebih kecil. Setelah itu, geraham besar melumatkannya sampai siap ditelan.

Kalau satu premolar hilang, rangkaian kerja ini terganggu. Kamu mungkin jadi lebih sering mengunyah di satu sisi saja.

Premolar dan Penampilan Senyum

Premolar sering terlihat saat kamu tersenyum lebar atau tertawa. Karena itu, warna dan bentuknya ikut menentukan tampilan senyum.

Premolar yang hilang bisa meninggalkan celah gelap di sudut senyum. Tambalan berwarna gelap pada premolar juga cukup mudah terlihat.

Bahan tambal sewarna gigi dan mahkota berwarna natural bisa membantu memperbaiki tampilan ini. Pilihannya bisa didiskusikan dengan dokter gigi.

Perbedaan Gigi Premolar dan Gigi Geraham

Premolar dan geraham sama-sama dipakai untuk mengunyah. Tapi keduanya punya perbedaan yang cukup jelas:

Premolar Geraham (molar)
Nama lain Geraham kecil Geraham besar
Jumlah pada dewasa 8 8–12 (termasuk gigi bungsu)
Ukuran Lebih kecil Lebih besar dan lebar
Tonjolan 2–3 4–5
Jumlah akar Umumnya 1, kadang 2 2–3
Ada di gigi susu? Tidak Ya

Pembahasan lengkap soal geraham besar bisa kamu baca di artikel gigi geraham.

Masalah yang Sering Terjadi pada Gigi Premolar

Letak premolar yang di tengah lengkung gigi membuatnya sering menerima tekanan saat mengunyah. Berikut beberapa masalah yang paling sering ditemui.

Gigi Berlubang

Lekukan di permukaan premolar mudah menyimpan sisa makanan. Kalau tidak bersih, bakteri menghasilkan asam yang membuat gigi berlubang.

Lubang di sela antara premolar dan gigi sebelahnya juga sering terjadi. Lubang jenis ini kadang sulit terlihat tanpa pemeriksaan atau rontgen.

Gigi Retak

Premolar, terutama yang sudah ditambal besar, rentan retak. Kebiasaan menggigit benda keras dan menggemeretakkan gigi saat tidur bisa memperbesar risikonya.

Gigi retak sering terasa sakit tajam saat menggigit. Sakitnya bisa hilang timbul dan sulit ditunjuk letaknya.

Leher Gigi Terkikis

Bagian dekat garis gusi pada premolar sering terkikis. Penyebabnya bisa karena menyikat terlalu keras atau tekanan gigitan yang berlebihan.

Area yang terkikis membuat gigi terasa ngilu saat minum dingin. Kondisi ini bisa ditangani dengan tambalan atau pasta gigi khusus gigi sensitif.

Gusi Turun

Gusi di sekitar premolar bisa turun dan memperlihatkan akar gigi. Kondisi ini membuat gigi tampak lebih panjang dan mudah ngilu.

Premolar Tidak Tumbuh

Pada sebagian orang, premolar kedua bawah tidak terbentuk sejak awal. Akibatnya, gigi geraham susu bertahan lebih lama dari seharusnya.

Dokter gigi akan menilai apakah gigi susu itu bisa dipertahankan atau perlu diganti dengan gigi tiruan nantinya.

Premolar pada Orang Dewasa dan Lansia

Seiring bertambahnya usia, premolar menghadapi tantangan yang berbeda. Gusi bisa turun, tambalan lama bisa aus, dan gigi lebih mudah retak.

Pada orang dewasa yang sudah kehilangan geraham, premolar sering menanggung beban kunyah lebih besar. Tekanan ekstra ini membuat premolar lebih cepat aus atau retak.

Karena itu, gigi yang hilang sebaiknya segera diganti. Dengan begitu, beban kunyah kembali terbagi rata ke seluruh gigi.

Lansia yang memakai gigi tiruan sebagian juga perlu merawat premolar dengan baik. Premolar sering menjadi tempat cengkeram gigi tiruan berpegangan.

Kenapa Gigi Premolar Sering Dicabut Saat Pasang Behel?

Banyak orang heran kenapa gigi sehat perlu dicabut sebelum pasang behel. Premolar adalah gigi yang paling sering dipilih untuk tujuan ini.

Kalau gigi terlalu berjejal atau terlalu maju, ruang di rahang tidak cukup untuk merapikannya. Mencabut premolar memberi ruang supaya gigi lain bisa digeser ke posisi yang rapi.

Premolar dipilih karena letaknya di tengah lengkung gigi. Setelah dicabut, celahnya bisa ditutup oleh pergeseran gigi depan dan belakang.

Tidak semua pasien behel perlu cabut gigi. Keputusan ini diambil setelah pemeriksaan, foto rontgen, dan analisis cetakan gigi.

Kalau kamu sedang mempertimbangkan behel, baca juga artikel pasang behel harus cabut gigi.

Setelah Premolar Dicabut untuk Behel

Pencabutan dilakukan dengan bius lokal, sehingga umumnya hanya terasa tekanan. Luka bekas cabut biasanya pulih dalam beberapa hari sampai dua minggu.

Celah bekas premolar akan tertutup perlahan selama perawatan behel. Dokter gigi mengatur kawat supaya gigi depan dan belakang bergeser mengisi ruang tersebut.

Di akhir perawatan, celah ini biasanya sudah tidak terlihat. Gigi tampak rapi tanpa bekas ruang kosong.

Perawatan Gigi Premolar yang Bermasalah

Penanganan premolar tergantung jenis masalahnya. Berikut beberapa perawatan yang umum dilakukan dokter gigi.

Tambal Gigi

Lubang kecil sampai sedang cukup dibersihkan lalu ditambal. Bahan tambal sewarna gigi membuat hasilnya tampak natural, terutama untuk premolar yang terlihat saat tersenyum.

Perawatan Saluran Akar

Kalau lubang sudah mencapai saraf, dokter gigi bisa melakukan perawatan saluran akar. Setelah itu, premolar biasanya perlu dilindungi dengan mahkota supaya tidak mudah patah.

Mahkota Gigi

Premolar dengan tambalan besar atau retak bisa dilapisi mahkota gigi. Mahkota membantu melindungi gigi dari tekanan saat mengunyah.

Cabut Gigi dan Penggantinya

Kalau premolar tidak bisa dipertahankan, gigi bisa dicabut. Setelah itu, celahnya sebaiknya diganti dengan gigi tiruan, bridge, atau implan.

Cara Merawat Gigi Premolar

Premolar yang sehat membantu kamu mengunyah dengan nyaman sampai tua. Lakukan kebiasaan sederhana ini setiap hari:

  • Sikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride
  • Arahkan sikat ke lekukan permukaan kunyah premolar
  • Bersihkan sela gigi dengan benang gigi atau sikat sela gigi
  • Hindari menggigit benda keras seperti es batu, tutup botol, atau kuku
  • Pakai pelindung gigi malam kalau kamu sering menggemeretakkan gigi
  • Periksa gigi setiap enam bulan

Untuk premolar yang lekukannya dalam, dokter gigi bisa menyarankan penutupan lekuk gigi. Lapisan tipis ini membantu mencegah sisa makanan tertahan.

Kebiasaan yang Bisa Merusak Premolar

Beberapa kebiasaan sehari-hari diam-diam memberi tekanan berlebih pada premolar. Coba kurangi kebiasaan berikut:

  • Menggigit es batu, pulpen, atau kuku
  • Membuka kemasan atau tutup botol dengan gigi
  • Mengunyah hanya di satu sisi mulut
  • Menggemeretakkan gigi saat stres atau tidur
  • Menyikat gigi terlalu keras dengan sikat berbulu kasar

Kebiasaan kecil seperti ini bisa membuat gigi retak atau terkikis perlahan. Mengubahnya sejak sekarang membantu premolar tetap awet.

Kapan Harus ke Dokter Gigi?

Segera periksakan gigi premolar kalau mengalami tanda-tanda berikut:

  • Gigi terasa ngilu atau sakit saat makan manis, dingin, atau panas
  • Ada sakit tajam saat menggigit
  • Terlihat lubang atau noda hitam di permukaan gigi
  • Gusi di sekitar gigi bengkak atau berdarah
  • Tambalan lama terasa kasar, longgar, atau lepas
  • Gigi geraham susu belum lepas padahal usia sudah lewat 12 tahun

Pemeriksaan sejak awal membuat perawatan lebih sederhana. Lubang kecil yang ditangani cepat tidak perlu berlanjut ke perawatan saluran akar.

Lubang di sela gigi premolar sering tidak terlihat dari luar. Rontgen kecil membantu dokter gigi menemukannya sebelum terasa sakit.

Mitos Seputar Gigi Premolar

Beberapa anggapan berikut masih sering terdengar soal premolar.

“Gigi Premolar Tidak Terlalu Penting”

Premolar memang lebih kecil dari geraham. Tapi gigi ini berperan menghancurkan makanan dan menjaga keseimbangan gigitan.

“Mencabut Premolar untuk Behel Membuat Wajah Kempot”

Pada perawatan yang direncanakan dengan baik, pencabutan premolar tidak membuat wajah kempot. Dokter gigi menghitung ruang dan profil wajah sebelum memutuskan.

“Premolar yang Sudah Ditambal Tidak Akan Berlubang Lagi”

Tambalan bisa aus atau retak seiring waktu. Celah kecil di tepi tambalan juga bisa menjadi tempat lubang baru.

Perawatan Gigi Premolar di Sozo Dental

Di Sozo Dental, dokter gigi bisa membantu memeriksa dan merawat gigi premolar yang bermasalah. Layanan yang tersedia antara lain:

Masih Ragu Memeriksakan Gigi?

Banyak orang menunggu sampai sakit untuk ke dokter gigi. Padahal, masalah premolar sering dimulai tanpa rasa sakit sama sekali.

Pemeriksaan rutin biasanya singkat dan nyaman. Dokter gigi akan menjelaskan temuan dan pilihan perawatan sebelum melakukan tindakan apa pun.

Saat ini Sozo Dental sedang menyediakan [PROMO SOZO: promo pemeriksaan / tambal / behel dan batas waktunya].

Gigi premolar yang sehat membantu kamu makan dan tersenyum dengan nyaman. Jadwalkan pemeriksaan lewat WhatsApp Sozo Dental dan klaim promonya selagi masih berlaku.

FAQ

Gigi premolar ada berapa? 

Orang dewasa umumnya punya 8 gigi premolar, masing-masing 2 di setiap bagian rahang.

Apakah anak-anak punya gigi premolar? 

Tidak. Premolar tumbuh menggantikan gigi geraham susu, biasanya pada usia 10 sampai 12 tahun.

Apa beda premolar dan molar? 

Premolar adalah geraham kecil dengan 2–3 tonjolan. Molar adalah geraham besar dengan 4–5 tonjolan.

Kenapa gigi premolar dicabut saat pasang behel? 

Untuk memberi ruang supaya gigi yang berjejal bisa dirapikan. Tidak semua pasien behel perlu cabut gigi.

Berapa jumlah akar gigi premolar? 

Umumnya satu akar. Premolar pertama atas sering punya dua akar.

Apakah gigi premolar yang dicabut harus diganti? 

Kalau dicabut karena rusak, sebaiknya diganti supaya gigi lain tidak bergeser. Kalau dicabut untuk behel, celahnya akan ditutup oleh pergeseran gigi.

Apakah gigi premolar bisa tumbuh lagi setelah dicabut? 

Tidak. Premolar adalah gigi permanen, jadi tidak akan tumbuh lagi setelah dicabut.

Apakah cabut gigi premolar sakit? 

Dokter gigi memakai bius lokal, sehingga umumnya hanya terasa tekanan saat pencabutan.

Apakah premolar bisa ditambal kalau berlubang di sela gigi? 

Bisa. Dokter gigi akan membersihkan lubang lalu menambalnya dengan bahan sewarna gigi.