Diastema: Penyebab Gigi Renggang dan Pilihan Perawatannya

Diastema- Penyebab Gigi Renggang, Jenis, dan Cara Merapatkannya

Diastema tidak selalu berbahaya. Namun, celah gigi bisa memengaruhi rasa percaya diri, cara bicara, dan kesehatan gusi bila tidak diperhatikan.

Apa Itu Diastema?

Diastema berasal dari bahasa Yunani yang berarti “jarak”. Dalam kedokteran gigi, istilah ini dipakai untuk menyebut ruang kosong di antara dua gigi yang bersebelahan.

Ukuran celahnya bervariasi. Ada yang hanya selebar 0,5 mm, ada juga yang lebih dari 2 mm.

Diastema bisa terjadi pada anak maupun orang dewasa. Pada anak, celah gigi sering bersifat sementara dan bisa menutup sendiri seiring tumbuhnya gigi permanen.

Jenis-Jenis Diastema

Diastema dibagi berdasarkan letak dan jumlah celahnya. Berikut jenis yang paling umum.

Diastema Sentral

Diastema sentral adalah celah di antara dua gigi seri tengah atas. Jenis ini paling mudah terlihat saat tersenyum.

Diastema sentral juga bisa muncul di gigi seri bawah, tetapi lebih jarang.

Multiple Diastema

Multiple diastema adalah kondisi saat celah muncul di beberapa tempat sekaligus. Gigi terlihat renggang di banyak bagian.

Kondisi ini sering berhubungan dengan ukuran rahang yang lebih besar dari ukuran gigi.

Diastema Fisiologis pada Anak

Anak usia sekitar 8 sampai 11 tahun sering punya celah di gigi seri atas. Fase ini kadang disebut fase “itik buruk rupa”.

Celah ini umumnya menutup sendiri setelah gigi taring permanen tumbuh. Dokter gigi tetap perlu memantau perkembangannya.

Diastema Patologis

Diastema patologis muncul karena masalah tertentu, seperti penyakit gusi atau kebiasaan buruk. Jenis ini biasanya makin lebar seiring waktu dan perlu ditangani.

Penyebab Diastema

Penyebab diastema bisa berasal dari bawaan sejak lahir atau kebiasaan sehari-hari. Mengetahui penyebabnya membantu dokter memilih perawatan yang tepat.

Ukuran Gigi dan Rahang Tidak Seimbang

Bila gigi berukuran kecil sementara rahang lebar, akan ada ruang tersisa di antara gigi. Kondisi ini sering diturunkan dalam keluarga.

Gigi Seri Samping Kecil atau Tidak Tumbuh

Sebagian orang punya gigi seri samping yang kecil atau berbentuk runcing. Ada juga yang tidak memiliki gigi tersebut sama sekali.

Akibatnya, gigi depan bergeser dan menyisakan celah.

Frenulum Labial Terlalu Besar

Frenulum labial adalah lipatan jaringan yang menghubungkan bibir atas dengan gusi. Bila frenulum terlalu tebal atau menempel terlalu rendah, jaringan ini bisa mendorong dua gigi seri tengah menjauh.

Gigi Tambahan

Kadang ada gigi tambahan yang tumbuh di antara dua gigi seri tengah. Gigi ini disebut mesiodens dan bisa tertanam di dalam tulang.

Mesiodens bisa menghalangi gigi seri tengah merapat. Kondisi ini biasanya terlihat lewat rontgen.

Kebiasaan Mengisap Jempol

Kebiasaan mengisap jempol atau dot dalam waktu lama bisa mendorong gigi depan ke arah luar. Akibatnya, muncul celah di antara gigi.

Posisi Lidah yang Salah Saat Menelan

Normalnya, ujung lidah menekan langit-langit mulut saat menelan. Pada sebagian orang, lidah justru mendorong gigi depan.

Kebiasaan ini disebut tongue thrust. Bila terjadi terus-menerus, gigi depan bisa terdorong dan renggang.

Penyakit Gusi

Penyakit gusi yang parah bisa merusak tulang penyangga gigi. Gigi menjadi goyang dan bergeser sehingga muncul celah.

Diastema jenis ini perlu segera ditangani karena menandakan kerusakan jaringan penyangga.

Gigi Hilang

Gigi yang dicabut dan tidak diganti membuat gigi di sekitarnya bergeser ke arah celah. Lama-kelamaan, celah baru muncul di bagian lain.

Apakah Diastema Berbahaya?

Diastema yang muncul sejak lama dan tidak berubah umumnya tidak berbahaya. Banyak orang memilih membiarkannya karena merasa celah gigi menjadi ciri khas wajah.

Namun, diastema perlu diperiksa bila disertai kondisi berikut:

  • Celah makin lebar dari waktu ke waktu
  • Gigi terasa goyang
  • Gusi mudah berdarah atau bengkak
  • Makanan sering terselip di celah gigi
  • Bicara terdengar cadel atau keluar desis
  • Celah muncul setelah gigi dicabut

Dampak Diastema bagi Kesehatan

Celah yang besar membuat sisa makanan mudah terselip. Bila tidak dibersihkan, sisa makanan memicu plak, gigi berlubang, dan radang gusi.

Diastema juga bisa memengaruhi pengucapan huruf tertentu, terutama huruf “s” dan “f”. Udara keluar dari celah sehingga suara terdengar mendesis.

Dampak Diastema bagi Penampilan

Sebagian orang merasa kurang percaya diri karena celah gigi depan. Hal ini bisa membuat mereka enggan tersenyum lebar di depan orang lain.

Keputusan untuk merapatkan celah sepenuhnya ada di tangan pasien. Dokter gigi akan membantu menjelaskan pilihan yang sesuai.

Diastema yang Baru Muncul Saat Dewasa

Celah gigi yang baru muncul saat dewasa perlu diperhatikan. Kondisi ini berbeda dengan diastema yang sudah ada sejak kecil.

Celah baru sering menandakan gigi mulai bergeser. Penyebab yang paling umum adalah penyakit gusi yang merusak tulang penyangga.

Gejala lain yang sering menyertai adalah gusi mudah berdarah, gusi turun, dan gigi terasa goyang. Segera periksakan diri bila kamu mengalami tanda-tanda ini.

Cara Dokter Gigi Mendiagnosis Diastema

Dokter gigi akan memeriksa gigi, gusi, dan gigitan secara langsung. Pemeriksaan ini membantu mengetahui ukuran celah dan penyebabnya.

Beberapa pemeriksaan tambahan yang mungkin dilakukan:

  • Rontgen, untuk melihat gigi tambahan atau gigi yang tertanam
  • Pemeriksaan frenulum, untuk menilai ukuran dan posisi jaringan bibir
  • Pemeriksaan gusi, untuk menilai kesehatan tulang penyangga
  • Cetakan gigi atau pemindaian digital, untuk merencanakan perawatan

Hasil pemeriksaan ini menentukan apakah celah cukup ditutup dari luar atau gigi perlu digeser.

Pilihan Perawatan Diastema

Perawatan diastema tergantung ukuran celah, jumlah celah, penyebab, dan keinginan pasien. Berikut pilihan yang paling umum.

Behel Gigi

Behel menggeser gigi perlahan sampai celah tertutup. Perawatan ini cocok untuk celah besar atau multiple diastema.

Behel juga bisa memperbaiki susunan gigi lain yang tidak rata. Lama perawatannya bervariasi, umumnya beberapa bulan sampai dua tahun.

Pilihan jenis behel bisa kamu baca di artikel jenis behel terbaik.

Clear Aligner

Clear aligner adalah alat ortodonti bening yang bisa dilepas pasang. Alat ini bekerja menggeser gigi seperti behel, tetapi hampir tidak terlihat.

Aligner cocok untuk orang dewasa yang ingin merapikan gigi tanpa kawat. Disiplin pemakaian sangat penting agar hasilnya maksimal.

Bonding Gigi

Bonding menutup celah dengan bahan tambal sewarna gigi. Bahan ditempel dan dibentuk langsung di sisi gigi.

Perawatan ini cocok untuk celah kecil. Prosesnya biasanya selesai dalam satu kunjungan tanpa perlu mengikis banyak bagian gigi.

Proses Bonding untuk Menutup Celah

Bonding menjadi pilihan yang sering dipakai untuk celah kecil. Prosesnya umumnya seperti berikut:

  1. Dokter memilih warna bahan yang sesuai dengan warna gigi
  2. Permukaan gigi dibersihkan dan dikasarkan sedikit
  3. Bahan tambal sewarna gigi ditempel di sisi gigi
  4. Bahan dibentuk sampai celah tertutup dan tampak alami
  5. Bahan dikeraskan dengan sinar khusus, lalu dipoles

Hasil bonding bisa bertahan bertahun-tahun bila dirawat dengan baik. Bahan ini bisa berubah warna bila sering terkena kopi, teh, atau rokok.

Veneer Gigi

Veneer adalah lapisan tipis yang ditempel di permukaan depan gigi. Veneer bisa menutup celah sekaligus memperbaiki bentuk dan warna gigi.

Veneer biasanya membutuhkan pengikisan tipis pada permukaan gigi. Perawatan ini cocok bila kamu juga ingin mengubah tampilan gigi secara keseluruhan.

Frenektomi

Bila penyebabnya frenulum yang terlalu besar, dokter bisa melakukan frenektomi. Tindakan ini memotong atau mengubah posisi frenulum dengan bius lokal.

Frenektomi biasanya dikombinasikan dengan behel. Tujuannya supaya celah yang sudah ditutup tidak terbuka lagi.

Gigi Tiruan, Bridge, atau Implan

Bila celah muncul karena gigi hilang, ruang kosong bisa diisi gigi tiruan, bridge, atau implan. Pilihan ini membantu mengembalikan fungsi kunyah dan mencegah gigi lain bergeser.

Perawatan Gusi

Bila diastema disebabkan penyakit gusi, gusi perlu dirawat lebih dulu. Perawatannya bisa berupa scaling dan pembersihan akar gigi.

Setelah gusi sehat, dokter baru menentukan cara terbaik untuk menutup celah.

Perbandingan Pilihan Perawatan

Perawatan Cocok untuk Lama perawatan Kelebihan
Behel Celah besar, gigi tidak rata Beberapa bulan–2 tahun Memperbaiki posisi gigi
Clear aligner Celah ringan–sedang Beberapa bulan–2 tahun Hampir tidak terlihat
Bonding Celah kecil 1 kunjungan Cepat, minim pengikisan
Veneer Celah kecil + ingin ubah bentuk/warna 2–3 kunjungan Hasil estetik menyeluruh
Frenektomi Frenulum terlalu besar 1 tindakan Mencegah celah terbuka lagi

Diastema pada Anak: Perlu Dirawat atau Tidak?

Celah di gigi susu anak umumnya normal. Celah ini justru memberi ruang bagi gigi permanen yang ukurannya lebih besar.

Pada anak usia 8 sampai 11 tahun, celah di gigi seri atas juga sering terjadi. Biasanya celah menutup sendiri setelah gigi taring permanen tumbuh di usia 11 sampai 13 tahun.

Orang tua sebaiknya membawa anak ke dokter gigi bila:

  • Celah lebih dari 2 mm dan tidak mengecil
  • Ada gigi yang tidak tumbuh sesuai usia
  • Anak masih mengisap jempol setelah usia 4 sampai 5 tahun
  • Frenulum terlihat tebal dan menempel sampai ke gusi di antara gigi depan

Pemeriksaan sejak awal membantu dokter memantau pertumbuhan gigi anak.

Apakah Gigi Renggang Bisa Dirapatkan Secara Alami?

Banyak cara yang beredar di internet untuk merapatkan gigi tanpa ke dokter. Misalnya memakai karet gelang atau benang yang diikat ke gigi.

Cara ini tidak aman. Karet bisa bergeser ke bawah gusi, merusak jaringan penyangga, bahkan membuat gigi lepas.

Satu-satunya hal yang bisa dilakukan di rumah adalah menghentikan kebiasaan pemicu. Contohnya mengisap jempol atau mendorong gigi dengan lidah.

Pembahasan lengkapnya ada di artikel cara memperbaiki gigi renggang secara alami.

Cara Merawat Gigi dengan Diastema

Bila kamu memilih tidak menutup celah, gigi tetap perlu dirawat dengan baik. Lakukan langkah berikut:

  • Sikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride
  • Bersihkan celah gigi dengan benang gigi atau sikat sela gigi
  • Kumur setelah makan untuk membantu membersihkan sisa makanan
  • Periksa gigi setiap enam bulan
  • Perhatikan bila celah makin lebar atau gigi terasa goyang

Cara Menjaga Hasil Setelah Celah Ditutup

Gigi punya kecenderungan kembali ke posisi semula setelah digeser. Karena itu, hasil perawatan perlu dijaga.

  • Pakai retainer sesuai anjuran dokter setelah behel atau aligner dilepas
  • Hindari menggigit benda keras bila celah ditutup dengan bonding atau veneer
  • Hentikan kebiasaan yang memicu diastema
  • Kontrol rutin ke dokter gigi untuk memeriksa kondisi tambalan atau veneer

Faktor yang Memengaruhi Biaya Perawatan Diastema

Biaya menutup diastema berbeda pada setiap orang. Beberapa faktor berikut ikut menentukan:

  • Jenis perawatan yang dipilih, misalnya bonding, veneer, behel, atau aligner
  • Ukuran dan jumlah celah
  • Bahan yang dipakai, misalnya veneer komposit atau porselen
  • Perlu tidaknya tindakan tambahan, seperti frenektomi atau perawatan gusi
  • Lama perawatan dan jumlah kunjungan kontrol
  • Pemakaian retainer setelah perawatan selesai

Dokter gigi akan memberi perkiraan biaya setelah pemeriksaan. Rincian biaya behel bisa kamu baca di artikel biaya perawatan behel.

Bisakah Diastema Dicegah?

Diastema karena faktor keturunan tidak bisa dicegah sepenuhnya. Namun, diastema karena kebiasaan atau penyakit gusi bisa dikurangi risikonya.

  • Hentikan kebiasaan mengisap jempol pada anak sejak dini
  • Batasi pemakaian dot setelah anak berusia dua tahun
  • Latih posisi lidah yang benar saat menelan bila ada kebiasaan mendorong gigi
  • Jaga kesehatan gusi dengan sikat gigi, benang gigi, dan scaling rutin
  • Ganti gigi yang hilang supaya gigi lain tidak bergeser

Hal yang Bisa Ditanyakan Saat Konsultasi

Siapkan beberapa pertanyaan berikut supaya konsultasi lebih jelas:

  • Apa penyebab diastema saya?
  • Perawatan apa yang paling cocok untuk ukuran celah saya?
  • Berapa lama perawatannya dan berapa kali kontrol?
  • Apakah perlu tindakan tambahan seperti frenektomi?
  • Bagaimana cara menjaga hasilnya supaya celah tidak kembali?

Perawatan Diastema di Sozo Dental

Di Sozo Dental, dokter gigi bisa membantu memeriksa penyebab diastema dan menyusun rencana perawatan sesuai kebutuhanmu:

Siap Merapatkan Celah Gigi?

Konsultasi awal membantu kamu mengetahui penyebab diastema dan pilihan perawatan yang paling sesuai. Dokter gigi juga akan menjelaskan perkiraan lama perawatan.

Semakin cepat diperiksa, semakin mudah dokter mencegah celah bertambah lebar. Saat ini Sozo Dental sedang menyediakan [PROMO SOZO: promo behel / aligner / veneer dan batas waktunya].

Jadwalkan konsultasi lewat WhatsApp Sozo Dental dan manfaatkan promonya sebelum periode berakhir.

FAQ

Apa itu diastema gigi?

Diastema adalah celah atau jarak di antara dua gigi, paling sering di antara dua gigi seri atas.

Apa penyebab diastema?

Penyebabnya bisa ukuran gigi dan rahang yang tidak seimbang atau frenulum yang terlalu besar. Gigi tambahan, kebiasaan mengisap jempol, dan penyakit gusi juga bisa memicunya.

Apakah diastema bisa hilang sendiri?

Pada anak, celah sering menutup sendiri setelah gigi taring permanen tumbuh. Pada orang dewasa, celah biasanya tidak menutup tanpa perawatan.

Apa itu multiple diastema?

Multiple diastema adalah kondisi saat celah muncul di beberapa bagian gigi sekaligus.

Apa itu diastema closure?

Diastema closure adalah istilah untuk perawatan menutup celah gigi, misalnya dengan bonding, veneer, atau behel.

Berapa lama menutup diastema dengan behel?

Umumnya beberapa bulan sampai dua tahun, tergantung ukuran celah dan susunan gigi lain.