Gigi geraham adalah gigi paling belakang yang bertugas melumat makanan sebelum ditelan.
Apa Itu Gigi Geraham?
Dalam istilah kedokteran gigi, gigi geraham disebut molar. Gigi ini punya permukaan kunyah yang lebar dengan beberapa tonjolan.
Bentuk lebar ini membuat geraham kuat menahan tekanan saat mengunyah. Itulah kenapa geraham menjadi “mesin penggiling” utama di dalam mulut.
Di Indonesia, istilah geraham kadang dipakai juga untuk gigi premolar atau geraham kecil. Dalam artikel ini, yang dimaksud adalah geraham besar di bagian paling belakang.
Letak dan Urutan Gigi Geraham
Gigi geraham berada di bagian belakang rahang, setelah gigi premolar. Setiap bagian rahang punya tiga gigi geraham pada orang dewasa:
- Gigi geraham pertama, tepat di belakang premolar kedua
- Gigi geraham kedua, di belakang geraham pertama
- Gigi geraham ketiga atau gigi bungsu, paling belakang
Gigi bungsu tidak selalu tumbuh pada setiap orang. Ada yang tumbuh normal, ada yang tertanam di dalam gusi, dan ada yang tidak terbentuk sama sekali.
Cara mudah menemukan geraham, hitung dari gigi seri tengah ke belakang. Gigi keenam, ketujuh, dan kedelapan adalah geraham.
Berapa Jumlah Gigi Geraham?
Jumlah gigi geraham berbeda antara gigi susu dan gigi permanen. Berikut perbandingannya:
| Kelompok | Jumlah geraham | Keterangan |
|---|---|---|
| Anak (gigi susu) | 8 | 2 di setiap bagian rahang |
| Dewasa tanpa gigi bungsu | 8 | Geraham pertama dan kedua |
| Dewasa dengan gigi bungsu | 12 | Termasuk 4 gigi bungsu |
Jadi, orang dewasa bisa punya 8 sampai 12 gigi geraham. Jumlahnya tergantung tumbuh atau tidaknya gigi bungsu.
Kalau ingin tahu lebih detail soal jumlah gigi, baca juga gigi geraham ada berapa.
Kapan Gigi Geraham Tumbuh?
Gigi geraham tumbuh bertahap sejak bayi sampai dewasa. Berikut perkiraan usia tumbuhnya:
| Gigi | Perkiraan usia tumbuh |
|---|---|
| Geraham susu pertama | 13–19 bulan |
| Geraham susu kedua | 23–33 bulan |
| Geraham permanen pertama | 6–7 tahun |
| Geraham permanen kedua | 11–13 tahun |
| Gigi bungsu | 17–25 tahun |
Geraham permanen pertama tumbuh di belakang geraham susu, tanpa menggantikan gigi apa pun. Banyak orang tua mengira gigi ini masih gigi susu, padahal sudah gigi permanen.
Karena itu, geraham pertama anak perlu dijaga ekstra. Gigi ini akan dipakai seumur hidup.
Apakah Gigi Geraham Bisa Tumbuh Lagi?
Geraham susu yang lepas akan digantikan gigi premolar. Jadi, posisi itu tetap terisi gigi permanen.
Geraham permanen yang dicabut tidak akan tumbuh lagi. Celahnya perlu diganti dengan gigi tiruan, bridge, atau implan.
Penjelasan lengkapnya ada di artikel apakah gigi geraham bisa tumbuh lagi.
Kenapa Geraham Susu Anak Tetap Penting?
Geraham susu dipakai anak untuk mengunyah selama bertahun-tahun. Gigi ini baru lepas sekitar usia 10 sampai 12 tahun.
Selama itu, geraham susu menjaga ruang untuk premolar yang akan tumbuh. Geraham susu yang berlubang dan dicabut terlalu cepat bisa membuat ruangnya tertutup.
Geraham susu yang sakit juga bisa membuat anak enggan makan. Akibatnya, asupan gizi anak ikut terganggu.
Bentuk dan Anatomi Gigi Geraham
Geraham punya bentuk yang berbeda dari gigi depan. Perbedaan ini menyesuaikan tugasnya sebagai penggiling makanan.
Permukaan Kunyah
Permukaan kunyah geraham lebar dan punya 4 sampai 5 tonjolan. Di antara tonjolan terdapat lekukan dan celah kecil yang dalam.
Lekukan inilah yang sering menyimpan sisa makanan. Kalau tidak bersih, lekukan menjadi tempat awal gigi berlubang.
Jumlah Akar
Geraham atas umumnya punya tiga akar. Geraham bawah umumnya punya dua akar.
Akar yang banyak membuat geraham tertanam kuat di tulang rahang. Bentuk akar ini juga membuat perawatan saluran akar dan pencabutan geraham lebih kompleks dari gigi depan.
Gambaran bentuk akar bisa kamu lihat di artikel bentuk akar gigi geraham.
Fungsi Geraham Gigi
Gigi geraham punya peran besar dalam kesehatan mulut dan tubuh. Berikut fungsi utamanya:
- Melumat makanan sampai halus dan mudah ditelan
- Membantu pencernaan, karena makanan yang halus lebih mudah dicerna
- Menahan tinggi gigitan, sehingga rahang tetap seimbang
- Menopang pipi, supaya wajah tidak tampak cekung
- Mendukung gigi lain, sehingga posisi gigi tetap stabil
Kalau geraham hilang, beban kunyah berpindah ke gigi lain. Lama-lama gigi lain bisa aus, goyang, atau bergeser.
Kehilangan beberapa geraham sekaligus juga bisa mengubah bentuk wajah. Pipi tampak lebih cekung dan jarak hidung ke dagu terlihat lebih pendek.
Itulah kenapa geraham yang hilang sebaiknya segera diganti, walau letaknya tidak terlihat saat tersenyum.
Perbedaan Gigi Geraham Atas dan Bawah
Geraham atas dan bawah punya beberapa perbedaan. Berikut perbandingan singkatnya:
| Geraham atas | Geraham bawah | |
|---|---|---|
| Jumlah akar | Umumnya 3 | Umumnya 2 |
| Bentuk permukaan | Lebih menyerupai belah ketupat | Lebih menyerupai persegi panjang |
| Dekat dengan | Rongga sinus | Saraf rahang bawah |
| Risiko saat dicabut | Berhubungan dengan sinus | Berhubungan dengan saraf |
Karena letaknya dekat struktur penting, dokter gigi biasanya meminta rontgen sebelum mencabut geraham.
Perbedaan Gigi Geraham dan Premolar
Premolar sering disebut geraham kecil. Ukurannya lebih kecil, tonjolannya lebih sedikit, dan umumnya hanya punya satu akar.
Premolar tidak ada pada gigi susu. Sementara geraham sudah ada sejak masa gigi susu.
Pembahasan lengkapnya ada di artikel gigi premolar.
Masalah yang Sering Terjadi pada Gigi Geraham
Geraham menerima tekanan paling besar saat mengunyah. Letaknya di belakang juga membuatnya sulit dijangkau sikat gigi.
Gigi Geraham Berlubang
Lekukan dalam di permukaan geraham membuatnya mudah berlubang. Lubang sering dimulai dari titik atau garis hitam kecil di permukaan kunyah.
Lubang di sela antara dua geraham juga sering terjadi. Lubang jenis ini sulit dilihat tanpa rontgen.
Gigi Geraham Sakit
Sakit geraham bisa berasal dari lubang yang mencapai saraf, gigi retak, atau gusi yang meradang. Sakitnya kadang menjalar ke telinga, kepala, atau rahang.
Penjelasan lebih lengkap ada di artikel gigi geraham sakit.
Gigi Geraham Retak atau Patah
Geraham yang ditambal besar atau sering dipakai menggigit benda keras rentan retak. Retakan bisa membuat gigi patah sebagian.
Masalah Gigi Bungsu
Gigi bungsu sering tumbuh miring atau tertahan karena ruang rahang tidak cukup. Kondisi ini bisa menyebabkan gusi bengkak, sakit, dan infeksi.
Gigi bungsu yang bermasalah biasanya perlu dicabut atau dioperasi.
Sisa Akar Gigi Geraham
Geraham yang rusak parah bisa meninggalkan sisa akar di dalam gusi. Sisa akar ini bisa menjadi sumber infeksi kalau dibiarkan.
Gusi Bengkak di Sekitar Geraham
Gusi di sekitar geraham belakang sering meradang karena sulit dibersihkan. Sisa makanan dan karang gigi menumpuk di area ini.
Gusi yang bengkak bisa terasa sakit saat mengunyah atau menelan. Kalau disertai demam atau sulit membuka mulut, segera periksa ke dokter gigi.
Gigi Geraham Aus
Geraham bisa aus karena kebiasaan menggemeretakkan gigi atau mengunyah makanan keras setiap hari. Permukaan yang aus membuat gigi lebih sensitif.
Dokter gigi bisa menyarankan pelindung gigi malam untuk mengurangi tekanan saat tidur.
Perawatan Gigi Geraham yang Bermasalah
Dokter gigi akan memilih perawatan sesuai kondisi geraham. Berikut beberapa pilihan yang umum.
Tambal Gigi
Lubang kecil sampai sedang cukup dibersihkan lalu ditambal. Bahan tambal sewarna gigi kini bisa dipakai juga untuk geraham.
Perawatan Saluran Akar
Kalau lubang sudah mencapai saraf, saraf yang meradang dibersihkan lalu gigi ditutup kembali. Geraham yang sudah dirawat saluran akar sebaiknya dilindungi mahkota.
Mahkota Gigi
Mahkota melindungi geraham yang rapuh, retak, atau ditambal besar. Dengan mahkota, gigi lebih kuat menahan tekanan kunyah.
Cabut Gigi Geraham
Pencabutan dilakukan kalau geraham sudah tidak bisa dipertahankan. Prosesnya memakai bius lokal supaya tetap nyaman.
Kalau kamu ingin tahu prosesnya, baca juga artikel proses cabut gigi geraham.
Perawatan Setelah Cabut Gigi Geraham
Pemulihan setelah cabut geraham biasanya berlangsung beberapa hari. Ikuti langkah berikut supaya luka cepat pulih:
- Gigit kapas sesuai waktu yang disarankan dokter gigi
- Jangan berkumur kuat atau meludah berlebihan di hari pertama
- Hindari sedotan supaya bekuan darah tidak lepas
- Makan makanan lunak dan kunyah di sisi yang lain
- Jangan merokok selama masa pemulihan
- Minum obat sesuai resep dokter gigi
Kalau sakit makin parah setelah hari ketiga, segera kontrol. Kondisi ini bisa menandakan infeksi atau bekuan darah yang lepas.
Panduan lengkapnya bisa kamu baca di artikel kondisi gusi setelah cabut gigi geraham.
Mengganti Gigi Geraham yang Hilang
Setelah dicabut, geraham sebaiknya diganti. Pilihannya meliputi gigi tiruan lepasan, bridge, atau implan.
Mengganti geraham membantu menjaga gigitan tetap seimbang. Gigi di sebelahnya juga tidak bergeser ke arah celah.
Cara Merawat Gigi Geraham
Geraham yang sehat membantu kamu makan dengan nyaman seumur hidup. Lakukan kebiasaan berikut setiap hari:
- Sikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride
- Arahkan sikat sampai ke geraham paling belakang, termasuk sisi dalam
- Pakai sikat berkepala kecil supaya mudah menjangkau bagian belakang
- Bersihkan sela geraham dengan benang gigi
- Batasi makanan manis dan lengket
- Hindari menggigit benda keras seperti es batu atau tulang
- Periksa gigi setiap enam bulan
Makanan yang Baik untuk Gigi Geraham
Pola makan ikut menentukan kesehatan geraham. Beberapa pilihan makanan berikut membantu menjaga gigi tetap kuat:
- Sayur dan buah berserat yang membantu membersihkan permukaan gigi
- Susu, keju, dan yoghurt tawar sebagai sumber kalsium
- Ikan dan telur yang mengandung protein dan vitamin D
- Air putih untuk membantu membilas sisa makanan
Kurangi makanan yang lengket dan manis seperti permen karamel atau kue berlapis gula. Makanan seperti ini mudah menempel di lekukan geraham.
Penutupan Lekuk Gigi Geraham pada Anak
Geraham permanen pertama anak punya lekukan yang dalam. Dokter gigi bisa melapisi lekukan ini dengan bahan khusus.
Lapisan ini membantu mencegah sisa makanan masuk ke lekukan. Prosesnya cepat dan tidak menimbulkan rasa sakit.
Kapan Harus ke Dokter Gigi?
Segera periksakan geraham kalau mengalami tanda-tanda berikut:
- Ada titik atau garis hitam di permukaan geraham
- Gigi terasa ngilu saat makan manis, dingin, atau panas
- Ada sakit tajam saat menggigit
- Gusi di belakang bengkak atau terasa sakit
- Makanan sering terselip di sela geraham
- Sakit menjalar ke telinga atau kepala
Pemeriksaan sejak awal membuat perawatan lebih sederhana. Geraham yang ditangani cepat lebih mudah dipertahankan.
Lubang di sela geraham sering tidak terasa sampai cukup besar. Rontgen kecil saat pemeriksaan rutin membantu menemukannya lebih awal.
Mitos Seputar Gigi Geraham
Beberapa anggapan berikut masih sering dipercaya.
“Geraham Susu Tidak Perlu Dirawat”
Geraham susu menjaga ruang untuk gigi premolar. Kalau tanggal terlalu cepat, gigi permanen bisa tumbuh berantakan.
“Geraham Pertama Anak Masih Gigi Susu”
Geraham yang tumbuh di usia 6 tahun adalah gigi permanen. Gigi ini tidak akan diganti lagi.
“Geraham yang Hilang Tidak Perlu Diganti Karena Tidak Terlihat”
Walau tidak terlihat saat tersenyum, geraham yang hilang memengaruhi gigitan. Gigi di sekitarnya bisa bergeser dan cepat aus.
Hal yang Bisa Ditanyakan Saat Konsultasi
Supaya kunjungan lebih bermanfaat, kamu bisa menyiapkan beberapa pertanyaan berikut:
- Apakah ada lubang di geraham yang belum terasa sakit?
- Apakah gigi bungsu saya tumbuh normal?
- Apakah tambalan lama di geraham masih dalam kondisi baik?
- Kalau geraham perlu dicabut, pilihan penggantinya apa saja?
- Berapa perkiraan biaya dan jumlah kunjungannya?
Catat jawaban dokter gigi dan jadwal kontrol berikutnya. Dengan begitu, kondisi geraham lebih mudah dipantau.
Perawatan Gigi Geraham di Sozo Dental
Di Sozo Dental, dokter gigi bisa membantu memeriksa dan merawat gigi geraham dari berbagai masalah. Layanan yang tersedia antara lain:
- Tambal gigi untuk geraham yang berlubang
- Perawatan saluran akar untuk geraham yang sakit nyut-nyutan
- Cabut gigi dan cabut gigi bungsu dengan bius lokal
- Gigi palsu dan implan gigi untuk mengganti geraham yang hilang
[USP SOZO: pembeda faktual, misalnya jumlah cabang, dokter spesialis bedah mulut, garansi tambalan, atau pilihan cicilan]
[STUDI KASUS: pasien dengan geraham berlubang parah yang berhasil dipertahankan lewat perawatan saluran akar dan mahkota, dengan izin pasien]
Masih Ragu Memeriksakan Geraham?
Banyak orang menunda karena takut sakit atau mengira perawatannya mahal. Padahal, tindakan di dokter gigi memakai bius lokal supaya tetap nyaman.
Masalah geraham yang ditemukan sejak awal juga lebih ringan biayanya. Tambal kecil jauh lebih sederhana dibanding perawatan saluran akar atau cabut.
Geraham yang sehat membuat kamu bebas menikmati makanan favorit. Jadwalkan pemeriksaan lewat WhatsApp Sozo Dental dan klaim promonya selagi masih berlaku.
FAQ
Gigi geraham ada berapa?
Orang dewasa punya 8 sampai 12 gigi geraham, tergantung tumbuh atau tidaknya gigi bungsu.
Gigi geraham yang mana?
Gigi geraham adalah tiga gigi paling belakang di setiap bagian rahang, setelah gigi premolar.
Apakah gigi geraham bisa tumbuh lagi?
Geraham susu digantikan gigi premolar. Geraham permanen yang dicabut tidak tumbuh lagi.
Kenapa gigi geraham mudah berlubang?
Karena permukaannya punya lekukan dalam dan letaknya sulit dijangkau sikat gigi.
Apakah cabut gigi geraham sakit?
Dokter gigi memakai bius lokal, sehingga umumnya hanya terasa tekanan saat pencabutan.
Apakah geraham yang dicabut harus diganti?
Sebaiknya diganti supaya gigi lain tidak bergeser dan gigitan tetap seimbang. Dokter gigi akan membantu memilih pengganti yang paling sesuai.
Kenapa sakit gigi geraham sampai ke telinga?
Saraf gigi geraham berdekatan dengan saraf di area telinga dan rahang. Karena itu, sakitnya bisa terasa menjalar.
Umur berapa geraham permanen pertama tumbuh?
Umumnya sekitar usia 6 sampai 7 tahun, di belakang geraham susu.
Apakah gigi bungsu termasuk gigi geraham?
Ya. Gigi bungsu adalah geraham ketiga yang tumbuh paling akhir, biasanya di usia 17 sampai 25 tahun.






