

Minat terhadap gigi emas ternyata belum hilang, meski tren senyum putih natural makin dominan di media sosial.
Berbagai pengamatan dalam dunia estetika menunjukkan semakin banyak orang mencari senyum rapi dan natural, tetapi masih ada kelompok yang mempertahankan atau bahkan memasang gigi emas sebagai bagian dari gaya dan identitas.
Di klinik modern seperti Sozo Dental Clinic, makin sering ditemui pasien yang datang dan bertanya apakah restorasi seperti itu masih aman, perlu dipertahankan, atau sebaiknya diganti dengan bahan yang lebih natural untuk mendukung penampilan dan kenyamanan jangka panjang.

Walaupun tren estetika sekarang cenderung ke gigi putih alami, gigi emas tetap punya penggemar tersendiri. Dalam beberapa komunitas masih dianggap unik, berkarakter, dan menjadi ciri khas penampilan seseorang.
Dari sisi fungsi, emas dikenal sebagai bahan yang kuat dan tahan aus untuk menanggung beban kunyah jangka panjang. Itu sebabnya dulu sering dipilih untuk gigi geraham yang bekerja keras setiap hari saat makan.
Di sisi lain, sebagian orang sudah lama memakai mahkota emas dan merasa sayang jika harus langsung menggantinya tanpa penilaian yang jelas dari dokter gigi. Kondisi ini membuat topik keamanan dan relevansi di era modern menjadi semakin sering dibicarakan.
Sejarah penggunaan gigi emas dalam budaya dan estetika cukup panjang dan menarik untuk dipahami. Di masa lalu, logam mulia seperti emas pernah digunakan sebagai simbol status, kekayaan, dan kekuatan, termasuk dalam bentuk perhiasan.
Di beberapa wilayah, juga sempat populer sebagai tanda “berada” dan menjadi bagian dari gaya hidup pada zamannya. Perkembangan tren ini kemudian bergeser seiring munculnya budaya senyum putih bersih yang dianggap lebih profesional dan mudah diterima di banyak lingkungan kerja.
Belakangan, tren hiasan gigi seperti tooth gem dan diamond teeth ikut menghidupkan kembali gagasan bahwa gigi bisa menjadi elemen fashion. Meskipun bentuknya berbeda, gigi emas tetap masuk dalam kategori modifikasi estetika yang punya nilai personal bagi sebagian orang.
Baca Juga: Apa Itu Diamond Gigi, Risiko & Proses Pemasangannya
Dari sudut pandang klinis, emas memang punya beberapa keunggulan saat digunakan sebagai bahan restorasi gigi. Emas termasuk bahan yang relatif stabil dan biokompatibel, sehingga umumnya dapat diterima baik oleh jaringan mulut.
Beberapa kelebihan antara lain:
Karena alasan itu, di masa lalu gigi emas banyak dipakai untuk mahkota gigi posterior, inlay, atau onlay yang mengutamakan fungsi. Sampai sekarang, beberapa pasien masih merasa mahkota logam seperti emas lebih “aman” karena terbukti kuat dalam jangka waktu lama.
Meski unggul dalam hal kekuatan, punya sejumlah kekurangan yang penting kamu pertimbangkan. Yang paling terasa adalah tampilannya yang tidak menyatu dengan warna gigi alami, terutama bila berada di area senyum.
Beberapa kekurangan gigi emas antara lain:
Perubahan gaya hidup, tuntutan kerja, dan ekspektasi penampilan membuat banyak orang kini lebih nyaman dengan mahkota berwarna gigi. Hal ini yang akhirnya mendorong munculnya pertanyaan apakah gigi emas yang sudah lama terpasang perlu dipertahankan atau diganti.
Banyak orang khawatir gigi emas bisa berkarat dan berbahaya untuk kesehatan. Sebenarnya, emas murni memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap karat dan oksidasi.
Namun, gigi emas biasanya tidak terbuat dari emas murni saja dan sering berupa paduan dengan logam lain. Pada sebagian orang yang sensitif, paduan logam tertentu bisa menimbulkan reaksi seperti iritasi atau alergi.
Masalah yang lebih sering terjadi biasanya terkait dengan:
Ada juga kemungkinan reaksi galvanik, yaitu sensasi seperti tersengat ringan ketika logam di mulut saling bersentuhan. Walaupun tidak selalu berbahaya, kondisi ini bisa mengganggu kenyamanan saat makan.
Secara prinsip, emas termasuk logam yang sangat stabil dan tidak mudah berkarat. Karena itu, gigi emas sering dianggap aman dari risiko karat yang tampak jelas. Yang perlu diwaspadai justru kondisi di sekitar mahkota, bukan hanya bahan emasnya.
Jika sambungan antara mahkota dan gigi tidak rapat atau kebersihan tidak optimal, bakteri bisa berkembang di area tersebut. Kondisi ini dapat memicu bau mulut, gigi berlubang di bawah mahkota, dan radang gusi jangka panjang. Pemeriksaan rutin menjadi penting agar masalah seperti ini bisa dideteksi sejak dini.
Seiring bertambahnya usia, bentuk gusi dan gigi penyangga bisa berubah. Perubahan ini kadang membuat tepi mahkota emas mulai terlihat jelas di garis gusi.
Garis logam yang tampak saat tersenyum sering menjadi alasan utama pasien ingin mengganti gigi emas. Beberapa orang juga melaporkan gusi di sekitar mahkota tampak lebih gelap atau sedikit kebiruan.
Selain itu, standar estetika di lingkungan sosial dan profesional sekarang cenderung mengarah ke gigi yang tampak natural. Gigi emas yang dulunya dianggap menarik bisa dirasakan kurang sesuai dengan citra yang ingin dibangun saat ini.
Kelebihan dan kekurangan mahkota logam dibanding bahan lain perlu dipahami agar kamu bisa menilai pilihan dengan lebih tenang. Mahkota logam, termasuk emas, berbeda karakter dengan mahkota zirconia, porselen, atau bahan serba putih lainnya.
Di era sekarang, banyak pasien ingin mahkota yang bukan hanya kuat, tetapi juga tampak alami dari dekat maupun jauh. Inilah yang membuat bahan modern seperti zirconia dan porselen semakin banyak dipilih.
Ada beberapa pilihan bahan modern sebagai alternatif gigi emas yang bisa kamu pertimbangkan. Tujuannya agar gigi tetap kuat, tetapi penampilan tampak lebih natural dan menyatu dengan gigi lain.
Mahkota zirconia saat ini menjadi salah satu pilihan populer untuk kombinasi kekuatan dan estetika. Bahan ini berwarna putih dan dapat disesuaikan agar mirip dengan warna gigi sekitar.
Mahkota porselen penuh sering dipilih untuk gigi depan dengan kebutuhan estetika tinggi. Porselen dapat memberi efek transparansi yang menyerupai gigi alami.
Ada juga mahkota yang menggabungkan logam di dalam dan porselen di luar. Jenis ini mengombinasikan kekuatan logam dengan tampilan porselen yang lebih estetik.
Dalam konteks klinik seperti Sozo Dental Clinic, pilihan bahan ini biasanya tersedia dan dijelaskan dengan contoh kasus. Dokter akan membantu menyesuaikan pilihan dengan posisi gigi, kebutuhan estetik, dan rencana jangka panjang.
Keputusan mempertahankan atau mengganti gigi emas selalu mempertimbangkan kondisi medis dan kebutuhan estetik. Tidak semua gigi emas secara otomatis harus diganti bila masih berfungsi baik dan tidak menimbulkan masalah.
Gigi emas mungkin masih bisa dipertahankan bila:
Penggantian biasanya dipertimbangkan bila:
Kalau kamu punya gigi emas yang mulai mengganggu estetika, dokter di Sozo Dental Clinic bisa membantu merencanakan penggantian dengan bahan yang lebih natural. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan terlebih dahulu agar keputusan yang diambil benar-benar sesuai kebutuhan.
Sebelum memutuskan perawatan, dokter akan melakukan pemeriksaan lengkap pada gigi emas dan jaringan sekitarnya. Tujuannya agar tidak ada masalah tersembunyi yang terlewat.
Pemeriksaan biasanya meliputi:
Dokter juga akan menilai hubungan gigitan untuk memastikan mahkota tidak terlalu tinggi atau mengganggu gigi lawan. Semua temuan ini akan dijelaskan dengan bahasa yang sederhana agar kamu mudah memahami kondisi gigi.
Baca Juga: Panoramic Gigi atau Cukup Rontgen Kecil Saat Periksa Gigi?
Jika setelah pemeriksaan kamu memutuskan untuk mengganti gigi emas, dokter akan menyusun rencana bertahap. Prosesnya biasanya berlangsung dalam beberapa kunjungan, tergantung kompleksitas kasus.
Secara garis besar, tahapan penggantian meliputi:
Di Sozo Dental Clinic, prosedur ini dilakukan dengan anestesi lokal untuk meminimalkan rasa tidak nyaman. Dokter juga akan menjelaskan cara merawat mahkota baru agar hasilnya bertahan lama dan tetap nyaman dipakai.
Bagi kamu yang masih memakai gigi emas dan kondisinya dinilai baik, perawatan harian tetap sangat penting. Perawatan yang tepat membantu mencegah kerusakan gigi penyangga dan masalah gusi di masa depan.
Beberapa langkah perawatan yang bisa kamu lakukan:
Sozo Dental Clinic menyediakan berbagai layanan yang berkaitan dengan perawatan gigi emas dan mahkota logam lainnya. Pendekatannya tidak hanya fokus pada estetika, tetapi juga pada kesehatan gigi dan gusi penyangga.
Layanan yang umumnya relevan antara lain:
Banyak pasien yang menjalani penggantian gigi emas dengan bahan lebih natural melaporkan pengalaman positif. Mereka merasa senyum lebih percaya diri, sementara fungsi kunyah tetap terjaga dengan baik.
Kamu bisa mulai dari konsultasi sederhana, mendengarkan penjelasan dokter, lalu memutuskan langkah yang terasa paling nyaman dan sesuai dengan rencana jangka panjang untuk kesehatan dan penampilan gigimu.
