

Banyak yang masih bingung saat puasa apakah boleh sikat gigi agar napas tetap segar sepanjang hari. Menurut data dari IDI, lebih dari 70% umat Muslim Indonesia berusaha tetap menjaga kebersihan mulut saat berpuasa, tetapi hampir separuhnya masih takut jika hal itu membatalkan puasa.
Salah satu pasien di Sozo Dental Clinic bercerita, “Dulu saya ragu sikat gigi saat puasa. Setelah konsultasi dan scaling di Sozo, sekarang napas lebih segar dan tidak khawatir batal lagi.” Cerita seperti ini menunjukkan bahwa perawatan dan cara sikat gigi yang tepat saat Ramadan bisa membuat perbedaan besar.

Jawaban yang sering diberikan para ahli gigi adalah boleh, dengan catatan. Sikat gigi saat puasa tidak membatalkan asalkan air atau pasta gigi tidak tertelan. Ini disebut sebagai “ringkasan jawaban ‘boleh dengan catatan’ yang mudah dicerna” agar kamu lebih tenang menjalankannya.
Kamu tetap bisa merasa segar tanpa perlu takut puasamu batal, asal dilakukan dengan cara hati-hati.
Saat kamu berpuasa, mulut menjadi lebih kering karena produksi air liur menurun. Padahal, air liur membantu membersihkan sisa makanan dan bakteri penyebab bau. Banyak yang kemudian bertanya, saat puasa apakah boleh sikat gigi agar mulut tetap segar dan tidak kering?
Kurangnya aktivitas makan dan minum juga membuat kuman lebih mudah berkembang. Akibatnya, bau mulut bisa terasa lebih tajam dan tidak nyaman sepanjang hari.
Namun kabar baiknya, semua ini bisa dicegah dengan perawatan gigi dan mulut yang tepat, terutama jika dilakukan sejak dini sebelum Ramadan tiba. Perawatan seperti scaling atau pembersihan karang gigi di Sozo Dental Clinic juga membantu mengurangi bakteri penyebab bau saat puasa.
Baca Juga: Sikat Gigi saat Puasa: Tips Mulut Bersih tanpa Takut Batal
Kunci menjaga napas segar bukan hanya sikat gigi, tapi juga gaya hidup yang mendukung. Berikut beberapa tips yang bisa kamu mulai praktikkan:
Selain membuat mulut terasa lebih segar, langkah-langkah ini membantu menjaga kelembapan sekaligus kesehatan gusi.
Perbanyak minum air putih saat sahur dan berbuka. Ini akan membantu tubuh menyeimbangkan kadar cairan dan menjaga jaringan mulut tetap lembap.
Persiapan malam hari sangat berperan untuk napas segar esok harinya. Coba lakukan rutinitas malam yang bikin napas besok hari tidak terlalu menyengat:
Kamu juga bisa lakukan pemeriksaan rutin di Sozo Dental Clinic sebelum Ramadan. Dokter akan memastikan tidak ada karang gigi, plak, atau lubang tersembunyi yang bisa memicu bau mulut.
Baca Juga: Hukum Sikat Gigi saat Puasa Menurut Ulama & Tips Ramadan
Sebelum memasuki bulan puasa, penting untuk memeriksa kondisi gigi dan gusi. Gigi berlubang, gusi berdarah, atau karang tebal bisa memperburuk bau mulut, apalagi saat kamu tidak makan atau minum seharian.
Di Sozo Dental Clinic, pemeriksaan dilakukan menyeluruh mulai dari pemeriksaan visual, konsultasi, hingga scaling dan polishing bila diperlukan. Banyak pasien yang menyebut napas mereka jauh lebih segar setelah scaling.
“Setelah scaling di Sozo, gigi terasa enteng, nggak ada karang, dan waktu puasa kemarin, napas jauh lebih enak.” — Rina, Pasien Sozo Dental Clinic
Kalau kamu ingin Ramadan kali ini lebih pede saat ngobrol dekat, dokter di Sozo Dental Clinic bisa membantu mengevaluasi apakah kamu perlu scaling atau perbaikan gigi tertentu dulu.
Menjaga napas segar saat puasa bukan semata urusan penampilan, tapi juga tentang menjaga rasa percaya diri dan kekhusyukan ibadah.
Dengan mengikuti tips di atas, rutin menyikat gigi dengan benar, dan melakukan pemeriksaan gigi di klinik terpercaya seperti Sozo Dental Clinic, kamu bisa menjalani Ramadan lebih tenang dan nyaman.
Kamu bisa langsung booking jadwal langsung melalui website sozodental.com atau klik banner ini untuk konsultasi awal.
